Djamaludin, Djunizar
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan terapi pernapasan bibir mengerucut (pursed lips breathing) menggunakan metode tiup balon terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma Keswara, Umi Romayati Keswara; Djamaludin, Djunizar; Slivia, Andi Bunga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1615

Abstract

Background: Asthma is a heterogeneous disease characterized by chronic inflammation of the airways. This can affect oxygen saturation levels in asthma patients. One non-pharmacological treatment for asthma patients is the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon. The prevalence of asthma in Lampung Province is 1.6%, with 503 cases of asthma relapse in the past 12 months, ranking fourth in the relapse rate. Purpose: To determine the effect of the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon on oxygen saturation levels in asthma patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a two-group approach. The population in this study were asthma patients at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Regional General Hospital, Bandar Lampung, with a sample size of 30 individuals. Sampling was conducted using a total sampling technique. Data were collected using an observation sheet. Data were analyzed using an independent t-test. Results: Oxygen saturation levels in asthma patients in the intervention group were higher (94.27 ± 1.387) than in the control group (91.20 ± 1.699). There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Conclusion: There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Suggestion: Nursing staff can apply the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification as an alternative therapy to increase oxygen saturation levels in asthma patients.   Keywords: Asthma Patients; Balloon Blowing; Oxygen Saturation Levels; Pursed-Lip Breathing.   Pendahuluan: Asma merupakan suatu penyakit yang heterogen, dimana adanya inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Akibatnya dapat mempengaruhi kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Salah satu penanganan nonfarmakologi yang dapat diberikan pada pasien asma antara lain teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon. Prevalensi asma di  Provinsi Lampung 1.6% dengan prevalensi kekambuhan asma dalam 12 bulan terkhir yaitu 503 dengan urutan tingkat kekambuhan ke-4. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi ballon blowing terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Metode:  Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan two group. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien asma di RSUD.DR.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan jumlah sampel 30 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji independen t-test. Hasil:  Kadar saturasi oksigen pasien asma pada kelompok intervensi lebih tinggi (94.27 ± 1.387) dibandingkan kelompok kontrol (91.20 ± 1.699). Terdapat pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi  ballon blowing dengan nilai p (0.000) terhadap tingkat saturasi oksigen pada pasien asma. Simpulan : Adanya pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon dengan p-value (0.000) terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Saran: Tenaga keperawatan dapat menerapkan asuhan keperawatan teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon sebagai alternatif tindakan guna meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien asma.   Kata Kunci: Ballon Blowing; Kadar Saturasi Oksigen; Pasien Asma; Pursed Lips Breathing.
Asuhan Keperawatan dengan Menggunakan Teknik Hydrotherapy Hot Bath Terhadap Ketidakstabilan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Palupi, Antika; Chrisanto, Eka Yudha; Djamaludin, Djunizar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15435

Abstract

ABSTRACT The use of hydrotherapy with the hot bath technique can be an alternative in glycemic control for diabetic patients. Hydrotherapy hot bath is a beneficial choice in glycemic control for diabetic patients, as it is a very safe and low-cost method, widely accepted by many people in various countries and regions. To provide nursing care, analyze journals, and implement journal interventions for diabetic patients using the hydrotherapy hot bath technique in the Non-Infectious Internal Medicine Room of RSUD Dr. H Abdul Moelok, Lampung Province in 2024. The Final Scientific Work (KIA) design uses a case study design in the form of implementation with a descriptive study approach. The subjects in this nursing care are diabetic patients who have the same nursing problem of unstable blood glucose levels. The subjects, as cases, are further analyzed and given a hydrotherapy hot bath intervention. Independent nursing management of hydrotherapy hot bath revealed that the nursing problem was partially resolved, and the intervention continued at home. The criteria for reducing blood glucose levels in clients 1 and 2 were obtained, but they have not yet reached the normal range. Nursing care provided to Mr. A and Mrs. H by administering hydrotherapy hot bath interventions can lower blood glucose levels and be used to address the instability of blood sugar in diabetic patients. Keywords: Hydrotherapy Hot Bath, Blood Sugar Instability, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Penggunaan hidroterapi dengan teknik mandi air panas dapat menjadi alternatif dalam pengendalian glikemik pada pasien diabetes. Pemandian air panas hidroterapi adalah pilihan yang bermanfaat dalam pengendalian glikemik bagi pasien diabetes, karena merupakan metode yang sangat aman dan berbiaya rendah, diterima secara luas oleh banyak orang di berbagai negara dan wilayah. Memberikan asuhan keperawatan, analisa jurnal, dan pelaksanaan intervensi jurnal pada pasien diabetes dengan teknik mandi air panas hidroterapi di Ruang Penyakit Dalam Non Infeksi RSUD Dr. H Abdul Moelok Provinsi Lampung Tahun 2024. Rancangan Karya Ilmiah Akhir (KIA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk implementasi dengan pendekatan studi deskriptif. Subyek dalam asuhan keperawatan ini adalah pasien diabetes yang mempunyai masalah keperawatan yang sama yaitu kadar glukosa darah tidak stabil. Subyek, sebagai kasus, dianalisis lebih lanjut dan diberikan intervensi mandi air panas hidroterapi. Manajemen keperawatan mandiri pemandian air panas hidroterapi mengungkapkan bahwa masalah keperawatan telah teratasi sebagian, dan intervensi dilanjutkan di rumah. Kriteria penurunan kadar glukosa darah pada klien 1 dan 2 telah diperoleh, namun belum mencapai kisaran normal. Asuhan keperawatan yang diberikan kepada Bapak A dan Ibu H dengan pemberian intervensi mandi air panas hidroterapi dapat menurunkan kadar glukosa darah dan digunakan untuk mengatasi ketidakstabilan gula darah pada pasien diabetes. Kata Kunci: Mandi Air Panas Hidroterapi, Ketidakstabilan Gula Darah, Diabetes Melitus
Perbandingan Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Komorbid Hipertensi dan Diabetes Mellitus yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Erpiyana, Refsi; Djamaludin, Djunizar; Andoko, Andoko
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11070

Abstract

ABSTRACT The prevalence of chronic kidney failure in Lampung province is 22,171 and ranking 19th in Indonesia. There are 50-80% of patients with hemodialysis experience sleep disturbances, such as difficulty getting to sleep, waking up early, always sleepy during the day, and movement of feet while sleeping.  There were differences in the quality of sleep of patients with chronic kidney failure with comorbid hypertension and diabetes mellitus who are undergoing hemodialysis at Pertamina Hospital Bintang Amin Bandar Lampung in 2023. This study used a descriptive correlation method with cross-sectional approach. The research was conducted on 57 respondents using techniques of total sampling. The sampling technique used a sleep quality questionnaire, namely the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire.  The results showed that there were 36 respondents with comorbid hypertension and 21 respondents with comorbid diabetes mellitus. The sleep quality of 36 respondents with comorbid hypertension showed an average value of 7.86+1.807 (poor sleep quality); 36 31 (86.1%) experienced poor sleep quality. Whereas 21 respondents with comorbid diabetes mellitus showed an average value of 4.63 + 1.936 (good sleep quality) and of these 21 there were 17 (81.0) experienced good sleep quality. The results of the bivariate test using the Mann-Whitney Test found a significant difference (p-value 0.000) between the sleep quality of patients with chronic renal failure and comorbid hypertension and diabetes mellitus.  The sleep quality of respondents with chronic kidney failure who underwent hemodialysis at Pertamina Bintang Amin Hospital with comorbid hypertension was worse than comorbid diabetes mellitus. Keywords: Chronic Renal Failure, hemodialysis, Sleep Quality.  ABSTRAK Prevalensi Gagal Ginjal Kronik Provinsi Lampung terdapat 22.171 jiwa yang menderita gagal ginjal kronik dan menduduki urutan ke 19 di Indonesia. Terdapat 50- 80% pasien dengan Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa mengalami gangguan tidur yaitu seperti sulit ketika memulai tidur, bangun lebih awal, selalu mengantuk di siang hari serta adanya gerakan kaki ketika tidur.  Terdapat perbedaan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid hipertensi dan diabetes mellitus yang menjalani hemodialisa di rumah sakit pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif korelasi dengan pendekatan studi Cross-Sectional. Penelitian dilakukan terhadap 57 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner Kualitas tidur yaitu kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 responden dengan komorbid hipertensi dan 21 responden dengan komorbid diabetes mellitus. Kualitas tidur 36 responden dengan komorbid hipertensi menunjukan nilai rata-rata yaitu 7.86+1.807 (kualitas tidur buruk) dan dari 36 tersebut terdapat 31(86,1%) mengalami kualitas tidur yang buruk. Sedangkan dari 21 responden dengan komorbid diabetes mellitus menunjukan nilai rata-rata yaitu 4.63+1.936 (kualitas tidur baik) dan dari 21 tersebut terdapat 17 (81,0) mengalami kualitas tidur yang baik. Hasil uji bivariat dengan menggunkan Mann-Whitney Test terdapat perbedaan yang signifikan (p-value 0,000) antara kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid hipertensi dan diabetes mellitus. Kualitas tidur responden gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan komobid hipertensi lebih buruk dibandingkan komorbid diabetes mellitus Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Kualitas Tidur