Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGUATAN SIAGA KEGAWATDARURATAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT DESA WISATA LAGADING KABUPATEN SIDRAP Asnuddin, Asnuddin; Rodin, Muhammad Ardianto; Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2032

Abstract

Indonesia  merupakan  salah satu  negara  yang  berada  diwilayah  yang  rawan terhadap  berbagai  bencana  alam (faktor  alam  atau non  alam). Kondisi   kegawat   daruratan   dapat   terjadi dimana  dan  kapan  saja.  kondisi  kegawatdaruratan diantaranya adalah kecelakaan lalu lintas, serangan jantung,keracunan,tenggelam,dll.Berdasarkan  hasil   riskesdas 2018,prevalensi  penyakit  jantung  di Indonesia sebesar  7,2%  dan  merupakan  lima  besar penyakit tidak  menular (9,3%)dan  masuk  dalam  10  besar penyebab  kematian  pada  semua  tingkatan  umur (Putri    et    al.    2019).Keadaan    ini    menuntut masyarakat untuk mengetahui tindakan pertolongan    pertama    pada    korban    yang    ada didalam    keadaan    gawat    darurat. Metode  Kegiatan yang dilaksanakan di desa lagading ini terpusat di kantor desa dengan melibatkan peserta penyuluhan yaitu masyarakat desa lagading secara umum, selain itu kegiatan ini juga melibatkan unsur tenaga kesehatan, dan pemerintah desa setempat yang berkontribusi dalam pendampingan dan penyediaan sarana dan prasarana serta sosialisasi ke masyarakat terkait kegiatan pengabdian masyarakat. Tahapan pelaksanaan Kegiatan di bagi menjadi 3 tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil; Menunjukkan bahwa 45 peserta yang ikut dalam kegiatan pengabdian Ini yang memiliki pengetahuan baik tentang kegawatdaruratan Kesehatan sebelum di berikan penyuluhan dan simulasi sebnayak 40% dan stelah di berikan intervensi berupa penyuluhan dan simulasi meningkat menjadi 85% memiliki pengetahuan baik. Sedangkan untuk demonstrasi BHD 15% yang bisa melakukan namun belum sempurna dan setelah dilakukan demonstrasi dan praktik mandiri meningkat menjadi 80% bisa malakukan BHD Sesuai SOP
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia dengan Hipertensi Melalui Edukasi dan Konseling Selfcare Asnuddin, Asnuddin; Nurdin, Sulkifli; Indasah, Indasah; Prasetyo, Joko; Pratiwi, Wilda Rezki
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1492

Abstract

Hipertensi masih menjadi Permasalahan Kesehatan di Indonesia Khususnya di Sulawesi Selatan tepatnya di wilayah kerja puskesmas lawawoi tiap tahun angka kejadian hipertensi selalu mengalami peningkatan. Penyebab meningkatnya angka kejadian penyakit tersebut adalah ada kaitanya dengan gaya hidup pasien yang tidak sehat yang disebabkan karena rendahnya pengatahuan terkait pengelolaan penyakit hipertensi. Penggunaan teknologi dan mesin semakin banyak menggantikan aktivitas manusia, yang pada akhirnya mengubah gaya hidup manusia Dalam gaya hidup modern, orang lebih suka makan makanan cepat saji, tidak berolahraga, minum alkohol, merokok, dan terlalu banyak meminum kopi dan merokok. Penyebab terbesar untuk penyakit jantung dan pembuluh darah salah satunya adalah hipertensi. Secara global jumlah penduduk lansia tahun 2023 di dunia saat ini di perkirakan ada 500 juta jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi dan kosneling tentang Manajemen Selfcare pada lansia dengan Hipertensi dengan menggunakan media edukasi liflet dan Bookleat kepada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas lawawoi kabupaten Sidenreng Rappang dengan tujuan untuk meningkatkan pengatahuan pasien terkait cara melakukan manajemen selafcare dengan baik dan benar. Pengatahuan partisipan setelah diberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang pengelolaan penyakit Hipertensi yaitu partisipan mampu mengenal lebih dekat dan memahami terkait pengelolaan Selfcare penyakit Hipertensi sehingga seluruh partisipan berantusias untuk mengikuti konseling berupa bagaimana melakukan selfcare secara mandiri. Dan berdasarakan hasil uji statistik di dapatkan nilai sig 0,000 <0,05 dengan begitu dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh edukasi dan konseling selfcare terhadap tingkat pengetahuan lansia dengan hipertensi.
Edukasi Jajan Sehat pada Anak Usia Dini dalam Upaya Pencegahan Stunting di TK Al Iman Uluale Hasriani, ST; Qardhawijayanti, Suci; Pratiwi, Wilda Rezki
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a6gk5h21

Abstract

Peningkatan prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius meskipun telah terjadi penurunan sebesar 2,8% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam upaya mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema "Cegah Balita dari Stunting melalui Edukasi Jajanan Sehat." Kegiatan ini berlangsung di TK Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan sasaran utama ibu-ibu balita. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang pentingnya jajanan sehat, pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui antropometri, serta diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Materi disampaikan menggunakan media presentasi, dilanjutkan dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 85% ibu memiliki pengetahuan baik tentang konsep "Isi Piringku" dan 90% memahami konsep stunting, dibandingkan 35% dan 40% sebelum penyuluhan. Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait pemenuhan nutrisi balita. Dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader, perubahan perilaku ini diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah strategis mencegah stunting.  
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Reproduksi Melalui Pos Kesehatan Remaja Pratiwi, Wilda Rezki; Hamdiyah, Hamdiyah; Asnuddin, Asnuddin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i1.5035

Abstract

Marioriawa is one of the sub-districts located in Soppeng Regency with an area of 320 Km2 cover by 5 villages (Bulue, Laringgi, Patampanua, Panincong, Tellulimpoe and 5 villages (AttangSalo, Batu-Batu, Limpomajang, Manorang Salo, Attang Salo) with average population of 27,512 with a density of 86 people/km2. In Marioriawa  there are 2 high schools (SMAN 01 Soppeng and SMK 02 Soppeng).The students in SMAN 01 Soppeng classified to adolescents in Soppeng Regency precisely in Laringgi village a total of 487 people have not been fully checked out regularly and the discovery of several cases of pregnancy outside marriage, early marriage, HIV/AIDS in rural areas and adolescent health problems (anemia, stunting, KEK and obesity). This is a problem because, lack of adolescent knowledge about health reproduction, identification of new health problems found at the time the teenager will become ca lon mother / father, due to lack of early detection in their teens. It's just that physical growth in adolescents is not always accompanied by the maturity of thinking and emotional abilities. In addition, in adolescence there is also a process of self-introduction, and failure in the process of self-introduction can cause various problems.The method used is the lecture method with health education and adolescent health checks through the establishment of adolescent health posts (PKR) in collaboration with the School Health Unit (UKS) at SMAN 01 Soppeng. The results of the activity are an increase in knowledge after giving material about adolescent health, checking vital signs, HbSAg examination, physical examination of adolescents, HIV testing, and hemoglobin examination. From the results of the examination found that 86 adolescents were found to suffer from mild anemia with hemoglobin levels below 10 gr / dl, as many as 1 person infected with HBsAg, 2 people found a lump in the breast and no HIV patients were found in adolescents. Conclusions are able to detect symptoms / signs early if certain diseases occur in him that are related to the reproductive system, adolescents in rural areas free from sexually transmitted diseases (STDs) and the importance of education to check themselves routinely before they become prospective parents. Suggestion of support from parents to carry out routine health check-up of their children not only to do health check at the time the child / teen complains of pain in certain body part.
Pemberdayaan remaja melalui edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini Hasriani, St. Hasriani; Pratiwi, Wilda Rezki; Qardhawijayanti, Suci; Murtini, Murtini
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1781

Abstract

Background: Indonesia has one of the highest stunting rates in the world, with nearly 25% of Indonesian children under five affected by stunting. The Nutritional Status Research (SSGI) from the Indonesian Ministry of Health revealed that in 2021, stunting affected 24.4% of children under five across the country. Providing adequate nutrition during adolescence and educating women about stunting is a strategy to prevent anemia and contribute to preventing future stunting. Purpose: To increase knowledge about nutrition and stunting among adolescents as an effort to prevent stunting from an early age. Method: This activity was held on September 16, 2025, in Amparita Village, Sidenreng Rappang Regency, with the theme "Preventing Stunting Through Early Nutrition Education." The activity was attended by village officials and local health cadres, and involved 24 adolescent respondents from the Amparita Village community. The outreach included educational material presented through leaflets, covering nutritional issues in adolescents, knowledge of the First 1,000 Days of Life, balanced nutrition, stunting prevention, and understanding healthy eating. Participants' knowledge gains and changes were evaluated by comparing pre-test and post-test data. Results: Data obtained showed that the majority of respondents' knowledge before (pre-test) the educational activity was in the poor category 20 respondents (83.3%), while the majority of respondents' knowledge after the education was in the good category 22 respondents (91.7%). Conclusion: The community service activity, which provided education on nutritional issues for adolescents, went well. The education provided was very effective in increasing adolescents' knowledge of nutritional issues and made a positive contribution as a strategic step in preventing stunting early in the community. Suggestion: It is hoped that health education activities can be implemented regularly both in schools and in adolescent communities. It is also hoped that in addition to educational activities, nutritional behavior mentoring and nutritional consultation interventions will be provided so that the knowledge gained can be effectively applied. Keywords: Adolescents; Health education; Nutrition; Stunting Pendahuluan: Angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dimana dengan hampir 25% anak balita di Indonesia terdampak stunting. Riset Status Gizi (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, stunting memengaruhi 24.4% balita di seluruh Indonesia. Sebagai upaya dengan memberikan pemenuhan gizi pada masa remaja dan mengedukasi perempuan tentang stunting merupakan strategi untuk mencegah terjadi anemia dan berkontribusi dalam pencegahan terjadinya stunting di masa datang. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan stunting pada remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025 di Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang dengan tema “Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi Sejak Dini”. Kegiatan dihadiri perangkat desa, kader kesehatan setempat dan melibatkan 24 remaja sebagai responden yang merupakan bagian dari masyarakat Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyuluhan berupa edukasi berupa pemaparan materi dengan media leaflet, yang meliputi masalah gizi pada remaja, pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan, asupan gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pengertian menu makanan sehat. Peningkatan dan perubahan pengetahuan peserta, di evaluasi dengan membandingkan ata sebelum kegiatan (pre-test) dengan data sesudah kegiatan (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum (pre-test) kegiatan edukasi dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (83.3%), sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah edukasi menjadi mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 orang (91.7%). Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang masalah gizi pada remaja telah berjalan dengan baik. Edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang masalah gizi pada remaja dan memberikan kontribusi positif menjadi langkah strategis dalam pencegahan terjadinya stunting sejak dini pada masyarakat. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan dapat dilaksanakan secara berkala baik disekolah maupun dikomunitas remaja. Diharapkan juga selain kegiatan edukasi untuk dilakukan pendampingan perilaku gizi dan intervensi konsultasi gizi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik.