Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

PKM IMPLEMENTATION OF DISCUSSION AND PRESENTATION METHODS IN AN EFFORT TO INCREASE ACTIVE STUDENT PARTICIPATION ENGLISH COMPREHENSION OF GRADE 2 STUDENTS AT THAMPSTAMP WITTAYA SCHOOL Domusor, Ahmad; Amroellah, Afif; Yuliana, Winditya; Puspitaningtyas, Amalia Risqi; Setiawan, Gustilas Ade; Zahra, Zahra
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6254

Abstract

Community Service Program (KKN) is one of the media to hone student competence in practicing knowledge and applying the results of research that they have learned during semesters 1 to 6 at the university. Community service activities are a form of community service activities carried out by students so that they have direct experience in the community in applying the knowledge they have gained during lectures. The International KKN program is a description of the implementation of educational, research, community service activities carried out by universities abroad with the aim of increasing student outbound mobility. The low knowledge of English in the community is of course the biggest obstacle in improving the quality of foreign tourist hospitality. In this case, of course, educational programs are needed to improve the understanding of English in the community, especially students who will become the nation's successors who are still quite low in English through the implementation of discussion and presentation methods so that active student participation occurs. With this obstacle, the International Community Service Program feels responsible for providing English language improvement in order to increase the use and understanding of English at the school level. In this case, we conducted a service program of teaching and learning activities in class 2-2 of Thampstamp Wittaya School Junior High School with the aim that these students can understand the use and language of English in everyday life and be able to continue the development of the country.
PKM PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU DI SDLB BINA WIYATA PUTRA Puspitaningtyas, Amalia Risqi; Pratiwi, Vidya
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1625

Abstract

Media pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam proses belajar mengajar guru tidak bisa menyamakan antara mengajar anak normal dengan anak berkebutuhan khusus, karena kebutuhan keduanya sangat berbeda dalam pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus perlu penangan khusus terkait pemberian materi, sehingga guru harus selektif dalam menggunakan media pembelajaran. Materi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan kreativitas yang ekstra dan media pembelajaran yang benar-benar menarik agar potensi yang sudah ada pada anak dapat berkembang lebih optimal. Anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan dalam hal-hal yang berhubungan dengan belajar karena kemampuan atensi, metacognition, memory, dan generalisasi yang lambat dibandingkan dengan anak normal. Masalah ini dapat berasal dari lemahnya kemampuan persepsi dan menilai (judgement) suatu ingatan yang sudah disimpan dengan keadaan saat ini. Kemampuan dalam menggunakan ingatan jangka pendek yang lemah pada anak berkebutuhan khusus. Salah satu ciri anak berkebutuhan khusus adalah perkembangan bahasa yang miskin, kekurangan dalam pendengaran sehingga kemampuan umum untuk mengadakan komunikasi verbal kesulitan. Dengan kekurangan yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus maka guru harus lebih inovatif menggunakan media pembelajaran. Permasalahan yang ada saat ini yaitu guru kurang inovatif dalam membuat media pembelajaran, yang hanya masih menggunakan media sederhana yaitu menggunakan papan tulis, sehingga anak dalam pembelajaran kurang bisa menerima dengan baik apa yang guru sampaikan. Dengan adanya PKM ini sekolah mampu meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan materi dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik sehingga anak berkebutuhan khusus bisa menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik.