Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan Biaya Lantai GRC Superpanel dan Lantai Beton Hermawan, Fahmy; Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Karista, Ardilla Jefri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.210

Abstract

Kinerja bangunan dapat ditingkatkan dengan mengurangi berat beban bangunan, pengurangan berat dapat dilakukan dengan menggunakan material konstruksi yang lebih ringan dan daya tahan yang baik terhadap faktor lingkungan namun dengan memperhatikan target kinerja bangunan yang sesuai dengan faktor resiko dan fungsi bangunan. GRC (Glass Reinforced Concrete) Superpanel dibuat dari serat kaca yang dicor beton sehingga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan beton konvensional, daya tahan yang baik terhadap cuaca, korosi, dan kebakaran. GRC mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, tidak mudah rusak dan rendah biaya perawatan serta penggantian panel. Perbandingan biaya antara lantai GRC Superpanel dan lantai beton dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi geografis, ukuran bangunan, metode konstruksi yang digunakan, dan biaya bahan baku lokal. Namun, perbedaan biaya ini dapat bervariasi tergantung pada harga bahan lokal dan ketersediaan serat kaca di wilayah tersebut dan kemudahan mobilitas material. Pekerjaan lantai GRC Superpanel dibanding dengan pekerjaan lantai beton memberikan banyak keuntungan antara lain biaya yang lebih murah, berat yang lebih ringan, waktu pekerjaan yang lebih singkat, transportasi yang lebih mudah, waktu pemasangan yang lebih singkat, lebih sedikit perawatan. Implikasi dari efisiensi yang diperoleh adalah manfaat ekonomi yang diperoleh signifikan namun kinerja bangunan dapat dipertahankan sesuai dengan kategori resiko bangunan yang diinginkan.
Kinerja Mekanis Beton Ringan Menggunakan Serat Sabut Kelapa dan Agregat Batu Apung Ade Okvianti Irlan; Liastary Pradina Febrianty; Muhammad Sofyan
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.511

Abstract

Produksi beton ringan berbasis agregat pumice menawarkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada agregat alami sekaligus menurunkan berat struktur. Namun, pengurangan densitas sering diikuti oleh penurunan kinerja mekanis. Penelitian ini meninjau pengaruh substitusi pumice sebesar 20% sebagai agregat kasar dan penambahan serat sabut kelapa (0–2.0%) terhadap slump, densitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Substitusi pumice menurunkan slump dari 120 mm menjadi 100 mm dan mengurangi densitas sebesar 9–13%, sejalan dengan karakter pumice yang ringan dan berpori. Penambahan serat menurunkan kelecakan tetapi tetap dalam batas kerja beton struktural. Kuat tekan menurun dari 18,78 MPa menjadi 13,37 MPa akibat penggunaan pumice, namun meningkat kembali pada kadar serat 0,5% sebelum kembali menurun pada dosis lebih tinggi. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat stabil dari 1,22 MPa hingga 1,84 MPa, menunjukkan efektivitas mekanisme bridging serat dalam menahan retak. Analisis ANOVA menegaskan pengaruh signifikan variasi campuran terhadap kedua parameter mekanis. Evaluasi multikriteria menunjukkan bahwa PA20–F1.0 dan PA20–F1.5 memberikan performa paling seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pumice dan serat sabut kelapa efektif menghasilkan beton ringan dengan ketangguhan lebih baik