Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT (BLS) BAGI REMAJA DI SMAN 2 BANJARMASIN Dwi Martha Agustina; Dyah Trifianingsih
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.273

Abstract

Siswa di SMA Negeri 2 Banjarmasin memiliki usia antara 16- 18 tahun, dimana merekamembutuhkan pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan yaitu pertolongan pertama ataubantuan hidup dasar. Karena kejadian gawat darurat tidak selalu terjadi di rumah sakit atau dirumah tetapi bisa terjadi di fasilitas umum seperti sekolah. Sehingga para siswa yang memilikikemampuan menangkap pengetahuan dan skill dengan cepat dapat melakukan dan menolongkorban atau dapat mengajarkan kepada orang lain.Siswa di SMA Negeri 2 Banjarmasin sangat perlu mengetahui tentang cara melakukanbantuan hidup dasar pada pasien dengan tahapan yang benar dan tepat yang diawali denganpengetahuan mengenai pengertian Bantuan hidup dasar (basic life support), tahapan dan skilllaboratorium cara melakukan bantuan hidup dasar.Metode pemecahan masalah adalah dengan penyuluhan kesehatan dengan metodeceramah, diskusi kelompok dan mempraktekan salah satu cara melakukan bantuan hidup dasarseperti Resusitasi Jantung Paru (RJP)/ Pijat jantung.Kata Kunci : Basic life support, Penyuluhan, Remaja SMA
PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU BALITA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASIRIH BARU Sapariah Anggraini; Margaretha Martini; Dyah Trifianingsih
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.274

Abstract

Bayi / Anak harus diberikan stimulasi agar dapat tumbuh secara optimal salah satunyamelalui sentuhan berupa pijatan. Di wilayah Kerja Puskesmas Basirih Baru ada sekitar 16 bayi(32%) yang telah melakukan pijat bayi di tempat tukang pijat dan 34 bayi (68%) belum pernahmelakukan pijat bayi. Kader Posyandu Balita di wilayah kerja Basirih juga belum tahu denganbenar cara melakukan pijatan pada bayi. Akan tetapi, minat orangtua bayi untuk pijat bayi tinggi.Selama ini, Kader kesehatan belum memberikan penyuluhan tentang pijat bayi yang sangatdiperlukan orang tua karena belum mengetahui bagaimana cara pijat bayi yang benar. Kurangnyapengetahuan tentang tumbuh kembang dan pijat bayi membuat kader kesehatan tidakmemberikan informasi kepada orangtua yang mempunyai balita sehingga orang tua tidakmelakukan stimulus / pijat bayi kepada anaknya.Metode pemecahan masalah dengan penyuluhan tentang pertumbuhan dan perkembanganbayi, pelatihan pijat bayi dan memberikan layanan pijat bayi di Posyandu. Pelatihan ini akandiberikan kepada kader kesehatan dan ilmu ini akan ditransfer ke masyarakat, terutama untukibu yang memiliki balita, penyuluhan tentang bagaimana mendeteksi kesehatan, jika adakelainan dalam pertumbuhan dan perkembangan.Hasil kegiatan : Meningkatnya Pengetahuan kader Puskesmas Basirih Baru tentang carastimulasi tumbuh kembang anak (pengetahuan kader bertambah sebanyak 100% kader),Meningkatnya kemampuan Kader Puskesmas Basirih Baru dalam melakukan pijat bayi dengancara yang benar (kemampuan dan keahlian kader bertambah sebanyak 100% kader)Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan Kader PuskesmasBasirih Baru dalam melakukan pijat bayi.
PENYULUHAN TERKAIT PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN DIARE BAGI WARGA GANG KARYA BANJARMASIN TENGAH Dyah Trifianingsih; Florentina Nura
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.275

Abstract

Wilayah Komplek DPR jalan Bandarmasih di Kota Banjarmasin merupakan daerahdengan tingkat kesejahteraan II dan III. Dimana sumber air yang digunakan adalah PDAMtetapi masih ada masyarakat yang menggunakan air sumur. Selain itu juga disekitar wilayahmasyarakat ini juga terdapat sungai yang sering menjadi tempat bermain anak-anak. Kejadiandiare di daerah ini juga lumayan tinggi.Untuk menurunkan resiko terjadinya kejadian diare dan kegawatan pada pasien diaremaka solusi yang telah dilaksanakan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatantentang waspada diare. Tujuan utama yang akan disampaikan pada penyuluhan kesehatan iniadalah 1)penyebab diare, 2) tanda gejala diare, 3) Kegawatan pada pasien diare, 4)penanganan yang tepat pada pasien dengan diare.Hasil dari kegiatan Penyuluhan pencegahan dan penatalaksanaan Diare pada anakdengan metode Audio Visual dan teknik pendekatan Peer Group Discussion, didapatkan100% masyarakat yang hadir dalam kegiatan memahami tentang 1)penyebab diare, 2) tandagejala diare, 3) Kegawatan pada pasien diare, 4) penanganan yang tepat pada pasien dengandiare. Hasil kegiatan ini didapat melalui hasil evaluasi oleh Fasilitator kelompok kecil danFasilitator utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.Kata Kunci : Anak, Penyuluhan, Waspada Diare
Hubungan Self Efficacy Dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pasien Apendektomi Di Ruang Bedah RSUD H. Boejasin Pelaihari Yohanna Hartatyaningsi; Dyah Trifianingsih; Aulia Rachman; Ermeisi Er Unja
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i2.507

Abstract

One of the nursing interventions in recovery and healing the appendectomy wounds is early mobilization exercises. One of the factors that influence the success of early mobilization is to increase self-efficacy. This research want to determine the correlation of self-efficacy and early mobilization among appendectomy patients in surgery room at H. Boejasin Pelaihari Hospital. The study conducted by utilizing quantitative research with cross sectional approach. There are 20 respondents involved in the study that selected using accidental sampling. The analysis use an spearman rank formula to determine the correlation between two variables. The results showed that the self-efficacy of patients after appendectomy. There are 12 respondents (60%) showed their self-efficacy level in moderate level. 11 respondents (55%) had a good mobilization exercise. Analysis of Spearman Rank correlation found that there was a strong significant relationship between self-efficacy and mobilization among appendectomy patient where the value of p = 0.000.
Pengaruh Strategi Hipnotek (Hipnoterapi Buteyko) pada Wanita Dewasa Muda yang Mengalami Overweight dan Obesitas dalam Menurunkan IMT Dhawo, Maria Silvana; Trifianingsih, Dyah; Sitompul, Dania Relina
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.74 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i3.181

Abstract

Hipnotek (hipnoterapi dan buteyko) adalah satu metode yang dapat membantu menurunkan berat badan pada wanita dewasa muda. Penelitian terkait hipnotek di Indonesia masih belum ada dengan referensi yang terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dari hipnotek terhadap IMT wanita dewasa muda. Desain randomized pretest-posttest control group design diaplikasikan untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian berat badan dan IMT dari para responden yang dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi. Sampel penelitian ini sejumlah 35 orang yang dibagi menjadi 18 kelompok kontrol dan 17 kelompok intervensi yang terjaring dalam kriteria inklusi berupa IMT ≥ 23 dan memiliki smartphone. Analisa data yang digunakan adalah independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perubahan yang signifikan pada kelompok intervensi yang menjalani terapi sebelum dan sesudah perlakuan dengan p value <0,05. Hipnotek dapat menjadi pilihan dalam memfasilitasi penurunan berat badan wanita dewasa muda dalam waktu singkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR DI BANJARMASIN MELALUI PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERTAMA TENGGELAM Trifianingsih, Dyah; Dhawo, Maria Silvana; Sitompul, Dania Relina
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4623

Abstract

Drowning is a serious threat to human life; it has been widely reported that drowning cases result in the deaths of children, followed by teenagers, and then young adults, in all countries. The World Health Organization (WHO) has stated that it is important to create serious policies to address deaths caused by drowning, one of which is to raise awareness regarding the prevention and treatment of drowning victims. This community service aims to increase students' knowledge and skills regarding the prevention cycle and chain of survival for drowning victims. The service was held on May 26, 2023, at SDN 1 Telaga Biru Banjarmasin. The participants comprised 59 students from classes 5A and 5B at SDN 1 Telaga Biru. The method used for health education included talk sessions, discussions, and demonstrations. The media used PPT materials, leaflets, videos, and teaching aids (CPR mannequins). The activity began with providing health education through talk sessions and videos about the concept of drowning, followed by a demonstration of drowning treatment techniques. The activity was evaluated through questionnaires administered at the program's beginning and end, followed by allowing participants to demonstrate drowning management techniques. The results of the community service showed an increase in the average knowledge scores before community service (7.79) and after community service (9.11). Additionally, the observation results indicated that 93.6% of participants could demonstrate first-aid techniques for drowning. This demonstrates a significant change in knowledge and skills related to first aid for drowning victims at SDN 1 Telaga Biru. It is expected that health education will improve elementary school students' ability to prevent, recognizing and providing first aid to drowning victims according to the needs and actions that can be carried out by lay people.
Sosialisasi Penanganan Pertama Luka Bakar di Rumah bagi Masyarakat Banjarmasin: Socialization of First Aid Home Treatment for Burns in Banjarmasin Community Trifianingsih, Dyah; Sitompul, Dania Relina; Rachman, Aulia
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i3.6138

Abstract

Proper treatment of burns can reduce pain, prevent infection, and accelerate wound healing. Burns that do not receive proper and immediate treatment due to a lack of public knowledge can cause various complications such as infection, shock, and electrolyte imbalance and can be followed by severe psychological trauma due to disability caused by burn scars. This community service aims to increase community knowledge and skills in first aid for burns. The methods used in this community service program include providing health education with lectures and demonstrations of the initial treatment of burn wounds. The Community service was carried out on June 19, 2023. The target of the activity was the community in the Sungai Baru Village Area, Banjarmasin. Community service activities begin with a lecture regarding the concept and treatment of burn wounds, followed by demonstrating techniques for treating burn wounds, and closed with a question and answer session. This activity was evaluated by giving questionnaires before and after providing health education to participants. The results of this activity showed an increase in participants' knowledge of treating burns. This activity increased participants' knowledge of treating burns. Based on these results, there is hope that people will be careful to avoid burns and can provide appropriate burn aid according to the severity.
Effectiveness of Music on Quality of Sleep in Elderly: An Narative Review Chrisnawati Chrisnawati; Anastasia Maratning; Dyah Trifianingsih; Tri Jaya Firmansyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i2.262

Abstract

Sleep-wake disorders in the elderly cause poor sleep quality, contribute to worsening disease conditions, increase fatigue and weakness, increase the risk of falls and cause injury. Music, one of the relaxation techniques, helps improve sleep quality because it is accessible. This study aims to determine the effectiveness of music on sleep quality in the elderly. This research is a simple narrative literature review conducted using conceptual analysis techniques. Articles were selected through the PRISMA chart with the criteria; article related to music intervention on sleep quality in the elderly, 2010-2020 publication, design: pre-experimental type, quasi-experimental and RCT. A total of 13 articles were obtained from the ScienceDirect, PubMed, and GoogleScholar databases. Seeing the effect of music intervention actions such as sessions, duration, and duration of giving, music with soft characteristics can improve the sleep quality of the elderly. The choice of music must be considered as a way to achieve maximum relaxed conditions. Music facilitates a state of relaxation, making the elderly gets more efficient and easier to fall asleep. Music with soft characteristics can improve sleep quality and is recommended as an alternative to improve the sleep quality of the elderly.
Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Penanganan Pertama Cidera Di Sekolah Dasar Banjarmasin Trifianingsih, Dyah; Rachman, Aulia; Rosa, Margaretha; Diki
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v13i1.740

Abstract

Cedera merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan remaja di semua kelompok usia, yang mencakup hingga 35% dari semua kematian anak. Salah satu penyebab cedera pada anak diantaranya adalah kasus terjatuh yang dapat menimbulkan luka maupun perdarahan. Anak dapat mengalami cedera yang sengaja atau tidak sengaja saat bermain, melakukan aktivitas di sekolah. Cedera yang dialami anak bersifat ringat hingga berat. Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian. Pengetahuan mengenai penanganan pertama dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian yang mengancam hidup sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menilai tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera pada siswa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas V SDN di Kota Banjarmasin berjumlah 63 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 39 responden (62%), kategori cukup sebanyak 19 responden (30%) dan kategori baik sebanyak 5 responden (8%). Pengetahuan responden dalam penanganan pertama cedera pada anak SD mayoritas berada pada kategori kurang. Pentingnya edukasi dan pemahaman terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah.
Knowledge of First Aid Road Traffic Accident Victim Among Police Officers in Banjarmasin Trifianingsih, Dyah; Warjiman; Nirwani Agri
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.707

Abstract

Traffic accidents can lead to medical emergencies that threaten the health and safety of victims. Immediate, appropriate treatment is crucial to minimize severe bodily harm, disability, or death. Traffic police, as first responders at the scene, can provide critical first aid before professional medical personnel arrive, relying on their adequate knowledge and skills. This study aims to assess the knowledge of traffic police in providing first aid to accident victims. This quantitative descriptive study was conducted on 83 traffic police officers in Banjarmasin, selected using total sampling. Data were collected through questionnaires, and the analysis was carried out using frequency distribution. Among the 83 respondents, 61 (73%) had sufficient knowledge, 18 (22%) had good knowledge, and 8 (5%) had poor knowledge. These findings highlight the need for educational interventions to improve the respondents' knowledge in providing first aid during traffic accidents.