Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Terapi Non-Farmakologis dalam Menurunkan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Katarak: Literature Review Fachmi Alamsyah; Taufik Septiawan; Nia Fauziah; Naelan Najah; Namira Abiyah Juliyanti; Reylah Sephia; Tsamarah Hanin Rana Fauziyyah; Hana Putri Pratiwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38649

Abstract

Tindakan pembedahan katarak seringkali memicu respons psikologis berupa kecemasan pada pasien. Kecemasan pre operasi yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak pada perubahan hemodinamik dan menghambat kelancaran prosedur operasi. Oleh karena itu, penatalaksanaan kecemasan sangat penting, salah satunya melalui terapi non-farmakologis yang aman, minim efek samping, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai intervensi terapi non-farmakologis dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi katarak. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis berbagai studi empiris, kuasi-eksperimen, dan studi kasus terkait asuhan keperawatan non-farmakologis pada pasien pre operasi. Sintesis dari berbagai literatur menunjukkan bahwa terapi non-farmakologis memiliki pengaruh yang bermakna dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi katarak. Beberapa intervensi yang terbukti sangat efektif meliputi mendengarkan audio Murottal Al-Qur'an, teknik Relaksasi Benson, teknik relaksasi napas dalam, guided imagery (imajinasi terbimbing), serta terapi musik klasik (seperti Mozart) yang dikombinasikan dengan teknik genggam jari (finger hold). Terapi-terapi ini memberikan efek relaksasi yang mampu menekan respons stres tubuh. Terapi non-farmakologis sangat efektif dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi katarak. Penerapan terapi ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam standar pelayanan di ruang bedah untuk meningkatkan kesiapan psikologis pasien.
Efektivitas Teknik Relaksasi Benson terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi : Literature Review Najla Dalilah Ramadhania Zain; Taufik Septiawan; Muhammad Raihan Ghifari; Daysila Sri Masyuni; Gita Anisa Maulida; Erika Syavira; Rifky Rama Nur Hidayah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39660

Abstract

Nyeri merupakan masalah utama yang dialami pasien setelah tindakan apendiktomi akibat kerusakan jaringan, yang dapat mengganggu kenyamanan dan proses penyembuhan. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri adalah teknik relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi Benson dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post apendiktomi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif terhadap 10 artikel utama yang diperoleh melalui database elektronik, serta diperkuat oleh 5 artikel pendukung terbaru dalam pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh artikel utama melaporkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian relaksasi Benson, dengan rata-rata penurunan dari skala nyeri sedang menjadi ringan. Kesimpulannya, teknik relaksasi Benson efektif digunakan sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan nyeri pada pasien post apendiktomi.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Pijat Refleksi Kaki Pada Titik LV 3 (Taichong) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Risma Ramadhani; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahman Hidayat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.699

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit global yang tiap tahunnya terus meningkat pesat. Salah satu komplikasi yang di timbulkan dari penyakit ginjal ialah hipertensi. Hipertensi merupakan konsekuensi dan komplikasi yang sering terjadi pada penyakit parenkim ginjal. Hipertensi juga dianggap sebagai salah satu kondisi komorbid yang paling umum terkait dengan CKD. Salah satu cara mengatasi permasalahan tekanan darah tinggi pada pasien CKD ialah dengan terapi non farmakologis seperti pijat refleksi kaki LV 3 dapat digunakan sebagai intervensi pendamping dan tambahan mengontrol nilai tekanan darah.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengalisa praktik keperawatan melalui intervensi pijat refleksi kaki LV 3 terhadap nilai tekanan darah di ruang hemodialisa RSUD Parikesit Tenggarong.Metode:asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan nilai tekanan darah setelah di berikan pijat refleksi kaki LV 3 secara teratur selama 3 kali pertemuan di dapatkan nilai tekanan darah hari pertama sebelum intervensi 165//90mmHg setelah intervensi 140/90 mmHg, hari kedua tekanan darah sebelum intervensi 180/100 mmHg sesudah intervensi 160/90 mmHg, hari ketiga tekanan darah sebelum intervensi 170/100 mmHg setelah intervensi 150/90 mmHg . Intervensi pijat refleksi kaki LV 3 efektif sebagai terapi tambahan dalam pengontrolan tekanan darah pasien CKD  dan dapat di rekomendasikan sebagai asuhan keperawatan holistik.
Analisis Inovasi Mengunyah Permen Karet Rasa Mint (Xylitol) Terhadap Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong Nurjanah Nurjanah; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahmat Hidayat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.753

Abstract

Latar Belakang: Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis harus membatasi asupan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan. Namun, pembatasan cairan sering menimbulkan keluhan mulut kering dan rasa haus yang dapat menurunkan kenyamanan serta kepatuhan pasien. Rasa haus yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah stimulasi oral melalui mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol). Tujuan: Menganalisis praktik klinik keperawatan mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) terhadap pengendalian rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Metode: Penulisan ini menggunakan metode analisis kasus kelolaan dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi inovasi berupa mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) diberikan sesuai rencana keperawatan, dan tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan pengendalian rasa haus dan asupan cairan setelah intervensi. Evaluasi rasa haus menggunakan VAS menunjukkan penurunan skor dari rentang 5–7 (haus sedang–berat) menjadi 1–3 (haus ringan). Selain itu, kondisi mukosa bibir mengalami perbaikan dari tampak kering menjadi lebih lembab selama periode intervensi. Kesimpulan: Mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengontrol rasa haus dan mendukung manajemen cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Nilai Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: The Effect of Progressive Muscle Relaxation and Lavender Aromatherapy on Blood Pressure Values ​​in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Sekar Putri Azzahra; Taufik Septiawan; Thomas Ari Wibowo
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.473

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi sering menyertai Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) sebagai komorbiditas yang meningkatkan risiko kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah memerlukan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi stres dan memperbaiki respons fisiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). Metode: Dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest, studi melibatkan 30 responden (15 intervensi, 15 kontrol) di Puskesmas Temindung, Samarinda. Kelompok intervensi menerima PMR dan aromaterapi lavender selama 7 hari, sementara kelompok kontrol hanya terapi farmakologis standar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (ρ=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti (ρ >0,05). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi Perbedaan yang bermakna secara statistik antar kelompok (ρ <0,05). Kesimpulan: Terdapat efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).
Efektivitas Akupresur Titik LI-4 Terhadap Nyeri Kanulasi AV-Fistula pada Pasien Chronic Kidney Disease di Unit Hemodialisis Aryandi, Syahrul; Septiawan, Taufik; Masnina, Rusni; Rahman Hidayat, Faried; Milkhatun, Milkhatun
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The kidneys are a pair of vital organs roughly the size of a fist and account for 1% of the total human body weight. Chronic kidney disease (CKD) is a medical condition in which kidney function progressively declines, resulting in the body’s inability to perform metabolism efficiently. One of the treatments for chronic kidney disease is hemodialysis, which aims to address the temporary or permanent loss of kidney function. The process requires vascular access to circulate blood, typically through the insertion of a needle into an arteriovenous fistula. This procedure causes a pain response that can lead to anxiety and fear during hemodialysis. This study discusses a case analysis regarding the management of CKD patients using acupressure at the LI-4 point to reduce pain intensity during the AV fistula cannulation process in the Hemodialysis Unit at Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The innovative intervention involved applying acupressure at the LI-4 point to alleviate pain for 2–3 minutes prior to and immediately before the AV fistula puncture. The study results showed a significant difference in patients’ pain scores after the acupressure intervention was applied. On the first day, the pain score decreased from 5 to 2; on the second day, from 4 to 2; and on the third day, from 4 to 1. The use of acupressure at the LI-4 point effectively reduced the intensity of pain experienced by patients during the AV fistula needle insertion process
Co-Authors Abida, Nur Alfianisa Sholeha Almarida Nur Afiffa Anggun Ferani Annaas Budi Setyawan Arief Budiman Arifudin Riyadi Ariyadi, Ananda Saputra Aryandi, Syahrul Ayu Hariyani Daysila Sri Masyuni Deswita Puspa Sari Devi Ariani Ardy Dewi, Cindy Maharani Dina Yunita Dinda Ayu Framaisella Dorkas Agustina Eggie Julianti Ellysa Rahma Diana Enok Sureskiarti Erika Syavira Fachmi Alamsyah Falasifah Ani Yuniarti, Falasifah Ani Faried Rahman Hidayat Faried Rahmat Hidayat Farisya, Muhammad Randa Fatimah Fatimah Febrianti Febrianti Fhauzia Iin Aldini Firda Ummi Gita Anisa Maulida Hairunisa Agustina Hamsih Hamsih Hana Putri Pratiwi Herlina, Nunung Herlina, Nunung Ike Wahyuni Iman Permana Indrawan Kholistiyanto Irvan Efendi Ismail, Muhamad Sulaiman Ismi Nurina Kamila, Rurun Kefie, Muhammad Kharisma Intan Agipratiwi Kharisma Intan Agipratiwi Lestari, Shinta Dwie M. Bachtiar Safrudin Maridi Marsan Dirdjo Maulidya, Citra Miftahul Arzaaq Milkhatun, Milkhatun Moh Afandi Muhammad Bachtiar Muhammad Kamil Muhammad Raihan Ghifari Muhammad Ridho Muhammad Tarmidzi Idris Naelan Najah Nahdiyati Nur Rahmi Najla Dalilah Ramadhania Zain Namira Abiyah Juliyanti Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Nia Fauziah Novita Puspitasari Nunung Herlina Nur Azizah Diah Pitriana Nurjanah Nurjanah Nurwindawati Nurwindawati Piliang, Dhea Lilia Putri Pipit Fitriani Prayudita, Indah Putri, Natasya Valentin Rahman Hidayat, Faried Ratih, Oktaviana Raudina, Diandra Dita Reylah Sephia rifkal Artha Yuda Rifky Rama Nur Hidayah Rifqi, Muhammad Kemal Ar Risma Ramadhani Rusni Masnina Salsabila, Ayu Putri Sekar Putri Azzahra Siti Khoiroh Siti Khoiroh Muflihatin Slamet Purnomo Taharuddin Taharuddin Thomas Ari Wibowo Tsamarah Hanin Rana Fauziyyah wahyuni wahyuni Wati, Putri Sintya Zulaikha, Fatma