Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PBL BERBANTUAN HEYZINE FLIPBOOKS SISWA KELAS VIII SMPN 14 MERANGIN Prastia Wati; Muhammad Jainuri; Yohanes
Hiradika | Hira Institute Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Hira Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dearth of technology-based instructional materials that instructors employ to facilitate learning is the driving force for this study. The creation of reliable, useful, and efficient goods is the goal of this study. This type of research uses research and development (R&D) methods. PBL is the learning model that is employed. Analysis, design (planning), development, implementation, and evaluation are the five phases of the ADDIE development paradigm that are applied. The validation results for the very valid category showed that linguists received an average of 5.00, media experts received an average of 4.96, material experts received an average of 4.57, and practitioners received an average of 4.76. really legitimate category. The overall validation findings of the E-Module for Problem Based Learning (PBL) yielded a mean of 4.81 with a very valid category utilizing the Heyzine flipbook. In the practical area, 79.07% of the completed practicality questionnaire was collected. In the effective category, the percentage of student learning activities gained was 77.04, and the percentage of effectiveness of learning outcomes obtained was 84.61%. The E-Module based on Problem Based Learning (PBL) with the assistance of Heyzine flipbooks is valid, practical, and effective, and it may be employed in the mathematics learning process, according to the research and development findings
Peran Edukasi Lingkungan untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Desa Kadu Agung dalam Pembuatan Plang Pengelolaan Sampah Terurai: Pengabdian Rosdiana; Sumarno; Arsyil Muhammad; Ridho Saputra; Yohanes
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5545

Abstract

Pengelolaan sampah yang efektif merupakan salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan permukiman dan fasilitas umum. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pemilahan dan pembuangan sampah yang benar sering kali menjadi penyebab utama menumpuknya sampah dan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah plang edukasi sampah sebagai media informasi dan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis sampah serta cara penanganannya. Plang ini dirancang dengan desain visual yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami, serta mencantumkan kategori sampah seperti organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Melalui pemasangan plang edukasi ini di titik-titik strategis, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan berpartisipasi aktif dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Evaluasi awal menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya memilah sampah, yang ditunjukkan melalui perubahan perilaku dalam membuang sampah sesuai kategori. Plang edukasi ini menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Analisa Daerah Kebakaran Hutan Pulau Sumatera dengan K-Means Clustering Metode CRISP-DM Winarnie, Winarnie; Hery Oktafiandi; Pebriyanti Panjaitan; M. Fajar Ramadhan; Yohanes
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v5i1.6198

Abstract

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sering terjadi di negara Indonesia. Karhutla pada wilayah Sumatera dan Kalimantan tahun 2015 menjadi sorotan dunia karena telah membawa polusi kabut asap ke negara tetangga. Informasi tentang pengelompokkan daerah yang terkena dampak kebakaran hutan digunakan untuk mengingatkan supaya masyarakat lebih waspada dan siap. Metode K-Mean Clustering dengan model data mining CRISP-DM, bisa dipakai sebagai salah satu cara untuk menganalisa daerah yang termasuk dalam daerah rawan terjadi karhutla. Penelitian ini dilakukan untuk membuat kelompok daerah dengan kemungkinan kebakaran hutan yang tinggi. dan daerah yang aman dari bencana kebakaran hutan pada kabupaten-kabupaten yang terdapat pada pulau Sumatera yang meliputi 9 provinsi di Pulau Sumatera., Kelompok daerah waspada kebakaran hutan dan lahan diwakili oleh beberapa cluster. Pada penelitian ini berhasil menghasilkan cluster yang baik dan optimal dapat dilihat dengan nilai silhouette bernilai positif dan mendekati 1. Cluster nilai terbaik adalah cluster 2 dengan nilai silhouette coefficient indeks terbesar yaitu 0,96 dengan luas karhutla sebanyak 6624 ha dan kemunculan titik api sebanyak 6006 titik.