Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN KESEJAHTERAAN MENTAL PENGEMUDI OJEK ONLINE DI BENGKULU: STUDI MIXED-METHODS TENTANG BEBAN KERJA, DUKUNGAN SOSIAL, DAN DINAMIKA EKONOMI HABIBI, JULIUS
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor psikososial terhadap kesejahteraan mental pekerja ojek online di Bengkulu, dengan fokus pada beban kerja, dukungan sosial, tekanan pelanggan, dan keseimbangan kehidupan kerja. Penelitian mixed-methods ini mengkaji faktor psikososial yang memengaruhi kesejahteraan mental pengemudi ojek online di Bengkulu, Indonesia. Data kuantitatif dari survei terhadap 100 pengemudi menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif (β = -0,362, *p* < 0,01), sedangkan dukungan sosial berpengaruh positif (β = 0,423, *p* < 0,01) terhadap kesejahteraan mental. Tekanan pelanggan dan keseimbangan kerja-kehidupan tidak signifikan. Temuan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 10 partisipan mengungkap tekanan algoritmik (sistem penilaian tidak transparan, target harian tidak realistis) dan stigma sosial sebagai pemicu stres utama, diperparah oleh ketidakpastian ekonomi akibat penghasilan tidak stabil dan ketergantungan pada utang. Penelitian ini memperluas Teori Job Demands-Resources dengan memperkenalkan tekanan algoritmik sebagai tuntutan kerja baru dan kerentanan ekonomi sebagai mediator. Rekomendasi praktis mencakup reformasi platform (algoritma transparan, pembatasan beban kerja) serta kebijakan pemerintah (layanan kesehatan mental, perlindungan sosial). Integrasi temuan kuantitatif-kualitatif menegaskan pentingnya intervensi holistik yang menjangkau ketidakadilan sistemik dan penguatan dukungan komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan mental pekerja ojek online.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja steam di Kota Bengkulu Wijaya, M. Aldo; Habibi, Julius; Samidah, Ida; Darmawansyah, Darmawansyah
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v1i2.2943

Abstract

Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang terjadi akibat terpajan oleh bahan iritan. Pekerja steam merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko mengalami dermatitis kontak iritan akibat penggunaan deterjen yang mengandung alkylbenzene sulfonate.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian steam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja cucian steam di Kota Bengkulu yang berjumlah 51 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dalam studi ini (total sampling). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan alat bantu kuesioner. Setelah data terkumpul kemudian peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan SPSS. Analisis data dalam penelitian ini ada 2 yaitu analisis univariat bertujuan untuk menghasilkan tabel distibusi dan persentase dari setiap variabel dan analisis bivariat bertujuan untuk menghasilkan hasil uji apakah ada atau tidak hubungan variabel independen (bebas) dengan variabel dependen (terikat) dengan mengunakan uji Chi square. Studi ini menyimpulkan APD, personal hygiene, riwayat atopi, bahan kontakan dan riwayat alergi berhubungan dengan dermatitis kontak irritant pada pekerja cucian steam. Disarankan kepada pekerja cucian steam agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu berupa saat bekerja diharuskan untuk menggunakan sarung tangan dan menjaga personal hygiene dengan baik seperti mencuci tangan dan kaki dengan air mengalir dan sabun setelah bekerja, sebelum dan setelah makan, serta menggunakan barang pribadi milik sendiri. Disarankan bagi pengelola untuk menyediakan sarana dan prasarana personal hygiene yang baik dan alat pelindung diri (sarung tangan) yang sesuai.