Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Determinants of HAZ score in children under five in Glagah, Lamongan, Indonesia: A SEM-PLS analysis Al Ayubi, Moch Thoriq Assegaf; As'ad, Muhammad; Ariyanti, Fajar
Public Health of Indonesia Vol. 9 No. 3 (2023): July - September
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v9i3.701

Abstract

Background: Stunting is a nutritional condition of children with a Height for Age Z-score (HAZ score) under -2. The percentage of stunting in Indonesia in 2018 for children under five years of age was 30.80%, which has consistently increased since 2000. Glagah is a subdistrict in Lamongan Regency, which includes the national priority of the stunting intervention program. A multisectoral and comprehensive intervention must be related to evidence-based and previous relevant research and framework. However, there are various results about the determinants of stunting. Objective: This study aimed to identify direct and indirect effects from the determinant of HAZ score in children under five years of age in Glagah, Lamongan, Indonesia. Methods: This research employed a case-control design with K=2 and utilized a modified research questionnaire to collect the data. The population was mothers with 6–59-month-old children in Glagah. The samples were 88 control and 44 cases. The analysis was performed with SEM-PLS analysis with bootstrapping using α 0.05. Results: Our model shows an R-square of 0.433. Variables with the most affecting factors are Energy intake → HAZ (β 0.541), Protein intake → HAZ (β -0.327), Parenting score → HAZ (β 0.309), parenting score → energy intake (β 0.411), parenting score → protein intake (β 0.435), parenting score → energy intake → HAZ (β 0.222). Conclusion: These results provide an essential brief for community empowerment to increase parenting quality in a stunting intervention program. This research proposes an improvement on the environment and population variables for further study.
PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE REMAJA: STUDI PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN MODERN KOTA DEPOK Dea Amanda; Fajar Ariyanti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i2.10169

Abstract

ABSTRAKMenstrual hygiene perlu dilakukan sejak dini sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). Remaja perempuan yang berperilaku menstrual hygiene buruk memiliki risiko 1,4-25,07 kali lebih besar untuk terkena ISR dan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kemandulan dan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menstrual hygiene pada santriwati. Penelitian menggunakan desain cross-sectional kepada 77 santriwati. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan nilai confidence interval 95%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku menstrual hygiene yang buruk (54,5%). Terdapat hubungan antara sikap (p-value=0,002), kepercayaan terhadap mitos (p-value=0,003), dukungan ustadzah (p-value=0,007), dan paparan informasi (p-value=0,003) dengan perilaku menstrual hygiene santriwati. Kesimpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah sikap, kepercayaan terhadap mitos dukungan ustadzah, dan paparan informasi. Upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah membentuk kelompok kajian kesehatan yang dilakukan rutin dan bekerja sama dengan puskesmas terdekat sehingga santri memiliki pengetahuan sikap, dan perilaku menstrual hygiene yang baik.Kata-kata kunci: Menstrual hygiene, mitos, pondok pesantren, dukungan guru/ustadzah, santriwatiABSTRACTMenstrual hygiene need to be done in early age as a prevention of health problems such as Reproductive Tract Infection (RTI). Adolescent girls with bad menstrual hygiene behavior have 1,4-25.07 times more risky of being exposed to RTI and they will be more risky for having infertility and cervical cancer. This study aimed to identify the factors that related to menstrual hygiene behavior among santriwati. This study used a cross sectional study design with 77 respondents and used chi-square for the statistical test. The results of this study indicated that most of respondents have bad menstrual hygiene behavior (54,5%) and there were 4 variables that related with menstrual hygiene behavior including attitudes (p-value=0,002), mythical beliefs (p-value=0,003), Ustadzah support (p-value=0,007), and information exposure (p-value=0,003). The conclusion of this study was the menstrual hygiene behavior of santriwati in modern Islamic boarding school in Depok is still not good, but there are several factors that have an important role in improving good menstrual hygiene behavior, such as Ustadzah support, and information exposure. The efforts that can be made in this case are forming a health study group that is carried out routinely and in collaboration with the closest health center so that the students have knowledge of good menstrual hygiene attitudes and behaviors.Keywords: Menstrual hygiene, mythical beliefs, boarding school, ustadzah's support, santriwati
HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA DEPOK TAHUN 2022 An Nisaa' Istiqomah; Fajar Ariyanti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 13 NOMOR 2 TAHUN 2022
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v13i2.47

Abstract

Abstract Background: During the Covid-19 pandemic, the government imposed restrictions on health services and it has an impact on decreasing the coverage of antenatal care services, including Depok city.  Objective: This study aims to determine how the pregnant woman's perception and its colerations with the behavior of antenatal care examinations during the pandemi.  Method: This study is a quantitative research with cross sectional research design. The population of this study were all pregnant women in the city of Depok. Sampling was carried out using quota sampling technique with the slovin formula of 110 respondents. Result: The results showed that 69.1% of pregnant women continued to make antenatal care visits according to the standard. There is a significant relationship between perceived benefits (p-value = 0.039) and cues to action (p-value = 0.000) with the behavior of antenatal care visits. While the unrelated variables were mother’s age, maternal age, parity, perceived vulnerability, perceived severity and perceived barriers.  Conclusion: It is hoped that the health department of depok city will considering to provide the education for pregnant woman and the community about benefits and importance antenatal care in order to increase the antenatal care coverage. Keywords: Antenatal care, Covid-19, Health Belief Models   Abstrak Latar belakang: Selama masa pandemi Covid-19 pemerintah melakukan pembatasan pelayanan kesehatan. Sehingga berdampak pada menurunnya cakupan pelayanan antenatal care, termasuk kota Depok.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care dan hubungannya dengan perilaku pemeriksaan antenatal care pada masa pandemi Covid-19.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di kota Depok. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling dengan rumus slovin sebanyak 110 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa 69,1% ibu hamil tetap melakukan kunjungan antenatal care sesuai standar. Terdapat hubungan signifikan antara persepsi manfaat (pvalue = 0,039) dan dorongan untuk bertindak (pvalue = 0,000) dengan perilaku kunjungan antenatal care. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ibu, usia kehamilan, paritas, persepsi kerentanan, persepsi keparahan dan persepsi hambatan.  Kesimpulan: Diharapkan Dinas Kesehatan dapat mempertimbangkan untuk memfasilitasi edukasi ibu hamil dan masyarakat terutama keluarga ibu hamil terkait pentingnya antenatal care dalam upaya meningkatkan cakupan antenatal care. Kata kunci: Antenatal care, Covid-19, Health Belief Models.
PERSEPSI PASIEN MENGENAI KETEPATAN TINDAKAN RUJUKAN PESERTA BPJS KESEHATAN PADA MASA PANDEMI DI PUSKESMAS TAHUN 2020 Latif, Yuniko Ibnu; Ariyanti, Fajar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i2.22446

Abstract

Angka rasio rujukan Puskesmas ke rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia relatif tinggi dan belum memenuhi standar ideal yaitu 15%. Hal ini juga terjadi pada Puskesmas Jurangmangu di Tangerang Selatan. Penyebab terjadinya masalah rujukan yaitu pasien yang memang ingin untuk dirujuk hingga kurangnya bahan habis pakai dan obat-obatan di puskesmas. Ketepatan tindakan rujukan dapat diketahui salah satunya dari persepsi. Persepsi masyarakat mengenai ketepatan rujukan secara umum dapat diketahui dari pengalaman rujukan ke fasilitas kesehatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi pasien mengenai ketepatan tindakan rujukan peserta BPJS Kesehatan pada masa pandemi di Puskesmas Jurang Mangu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 123 pasien peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Jurang Mangu yang pernah dirujuk. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan confidence interval 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara informasi tentang rujukan (p-value=0,001) dengan persepsi pasien mengenai ketepatan tindakan rujukan peserta BPJS Kesehatan pada masa pandemi. Sedangkan variabel pengetahuan, sikap tenaga kesehatan, dan ketersediaan sarana prasarana tidak memiliki hubungan yang signifikan. Untuk itu, pihak puskesmas diharapkan dapat melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan kader kesehatan untuk sosialisasi terkait rujukan BPJS Kesehatan dan dapat menyediakan media informasi mengenai layanan rujukan untuk pasien.
ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Financial Management for Health Programs at BAZNAS BAZIS DKI Jakarta AlJannah, Eine Kiswah; Ciptaningtyas, Ratri; Nurmansyah, Muhammad Iqbal; Kusumawardani, Riastuti; Ariyanti, Fajar; Amelia, Erika
Journal of Religion and Public Health Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v6i1.38144

Abstract

Philantrophy is an activity that viewed as supporting tool to elevate community healthy. Islamic philantrophy, such as Zakat,Infaq,Shadaqah(ZIS) has been a method to help low economic people but the allocation to health sectors is not well studued. This study aims to reveal the financial management of ZIS at BAZNAS BAZIS DKI Jakarta for their Health Program “Jak B Sehat”. This research is qualitative with an intrinsic case study. Data collection was conducted by in-depth interviews from 3 BAZIS employees and 2 beneficiaries, and document review. In general, financial management at BAZIS DKI is well executed because it has demonstrated a lawful source of funds, the financing management mechanism is carried out according to Shari'a, and the allocation of funds has a high impact on beneficiaries. However, there are obstacles that create less efficient task, such as technical problems and a lack of human resources. Jak B Sehat as a result of the financial management process has a positive impact among the beneficiaries, such as removing tatoos and ambulance delivery. Therefore, more human resources number is recommended to avoid double tasks and accelerate ZIS collection.Keywords: ZIS Financial Management, Jak B Sehat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT DI PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2017 Fakhrulia, Dwi; Ariyanti, Fajar
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 2 (2021): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v4i2.1824

Abstract

Performance is practical behavior as a work achievement that is produced by individuals according to their role in company. The performance of nurse is the ability of a nurse to perform nursing in accordance with their roles, functions, and responsibilities in accordance with organizational objectives. Performance can be influenced by individual characteristics and work motivation. The purpose of this study was to identify the factors that related to performance of nurse at hospital in Bangka Belitung Province in 2017. Design of this study was quantitative using a cross sectional approach. This study used secondary data from the research of health workers (Risnakes) in 2017. The data from Risnakes was analyzed from August to November 2020. The sample in this study amounted 197 nurses who worked at Hospital in Bangka Belitung Province. The statistical test used chi-square with CI 95%. The results showed that there was association between work motivation (p=0.020) with performance of nurse at hospital in Bangka Belitung Province. Meanwhile there was no association between individual characteristics (age, sex, education, marital status, working period) with performance of nurse at hospital in Bangka Belitung Province. The conclusion of this study was work motivation could affect performance of nurse at hospital in Bangka Belitung Province. Therefore the hospital leader should pay attention to improve work motivation which affect performance of nurse at hospital in Bangka Belitung Province.
Analisis Persetujuan Klaim BPJS Kesehatan pada Pasien Rawat Inap Fajar Ariyanti; Muhammad Tijar Gifari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i04.415

Abstract

Untuk mencapai prinsip pelaksanaan JKN yang efektif, BPJS kesehatan melakukan pembiayaan pelayanan kesehatan dengan sistem paket INA CBG’s kepada penyedia fasilitas kesehatan tingkat lanjut, salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan. Di dalam proses verifikasi klaim BPJS ternyata terdapat banyak kendala yang terjadi salah satunya adalah penolakan berkas oleh verifikator yang dapat berdampak pada potensi adanya gangguan operasional rumah sakit. Kelengkapan informasi rekam medis dan ketepatan kode diagnosa menjadi faktor yang mempengaruhi klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran persetujuan klaim BPJS kesehatan meliputi kelengkapan informasi, ketetapan diagnosis, dan persetujuan klaim BPJS. Penelitian ini adalah penelitian Cross sectional deksriptif dengan menggunakan data sekunder berupa data rekam medis pasien rawat inap RSUD Tangerang Selatan periode Januari-Maret 2019. Hasil penelitian menunjukkan 65,9% informasi rekam medis lengkap 87,6% diagnosis utama tepat, dan 85,7% klaim BPJS kesehatan disetujui. Disarankan kepada pihak manajemen RSUD Tangerang Selatan untuk memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan klaim ditolak seperti kelengkapan informasi rekam medis dan ketepatan kode diagnosis utama guna mengurangi angka klaim yang ditolak pada klaim BPJS Kesehatan.
Studi Mutu (ServQual) dan Kepuasan Pasien Berdasarkan Akreditasi Puskesmas Fajar Ariyanti; Septia Putri Arofi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.509

Abstract

Akreditasi puskesmas merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu cara mengetahui peningkatan mutu pelayanan dapat diukur melalui kepuasaan pasien. Pada tahun 2016 di Kota Lubuklinggau didapatkan indeks kepuasaan masyarakat pada puskesmas non-akreditasi (Puskesmas Priuk) lebih tinggi dibandingkan dengan indeks kepuasaan masyarakat pada puskesmas terakreditasi (Puskesmas Sidorejo). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien dan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan akreditasi puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional deskriptif dan studi kasus. Sampel penelitian adalah pengunjung pukesmas berjumlah 108 responden dan informan penelitian adalah kepala puskesmas dan kepala tata usaha. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pada puskesmas terakreditasi berdasarkan dimensi keadaan fisik (96,3%), keandalan (98,1%), ketanggapan (98,1%), jaminan (98,1%) dan empati (96,3%) lebih tinggi dari puskesmas non-akreditasi berdasarkan dimensi keadaan fisik (40,7), keandalan (88,9%), ketanggapan (90,7%), jaminan (96,3%) dan empati (90,7%). Puskesmas terakreditasi diharapkan dapat mempertahankan mutunya dan bagi puskesmas non akreditasi diharapkan dapat memperhatikan dimensi-dimensi mutu untuk memperbaiki dan meningkatankan kepuasan pasien serta mempersiapkan diri dalam menghadapi proses akreditasi.
Determinan Kejadian Kanker Kolorektal Silvia Rosyiana Majid; Fajar Ariyanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i04.677

Abstract

Kanker kolorektal menempati urutan kedua secara global dari seluruh jenis kanker. Prevalensi kejadian kanker kolorektal di Indonesia mengalami peningkatan dan ditemukan ketika sudah berada di stasium lanjut. Masih sedikitnya penelitian di Indonesia terkait hubungan faktor risiko kanker kolorektal yang dapat menjadi tambahan masukan dalam pembentukkan program pencegahan dan pengendalian kanker kolorektal yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor penentu dalam kejadian kanker kolorektal pada pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan desain case-control retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 56 pasien kanker kolorektal yang terdaftar di Rumah Sakit Kanker Dharmais tahun 2019 dan 28 kontrol dari keluarga pasien. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, Fisher exact dan uji T-independen. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa usia (Pv=0,00; OR=5,95) dan aktivitas fisik (Pv=0,03; OR=0,336) menunjukkan adanya asosiasi yang signifikan dengan kejadian kanker kolorektal. Sedangkan faktor yang menunjukkan tidak adanya hubungan adalah konsumsi lemak (Pv=0,717), konsumsi serat (Pv=0,07), status merokok (Pv=0,998), obesitas (Pv=0,326), konsumsi alkohol (Pv=0,658) dan riwayat IBD (Pv=0,529). Pada penelitian ini, aktivitas fisik memberikan efek protektif terhadap kejadian kanker kolorektal. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat melakukan aktivitas fisik secara rutin dan pada kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker kolorektal dapat segera melakukan deteksi dini.
Analysis of COVID-19 Prevention and Control Policy Implementation in Islamic Boarding Schools in DKI Jakarta Wibowo, Dickha Adi; Ariyanti, Fajar
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as one of the countries affected by COVID-19, has implemented various efforts to prevent the transmission of COVID-19. One effort that can be implemented is implementing the COVID-19 prevention protocol. Apart from that, according to the COVID-19 Handling Task Force, Islamic boarding schools are locations with high mobility. This research aimed to determine the implementation of policies related to the prevention and control of COVID-19 in Islamic boarding schools in the DKI Jakarta province. This research used descriptive research with a qualitative approach with the number of respondents being 3 Islamic boarding school leaders and Islamic boarding school students. The results showed the standards and policy have been implemented but need improvement, especially regarding knowledge related to Covid-19 prevention and control policies in Islamic boarding schools; Resources were implemented properly in accordance with the regulations of the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number Hk.01.07/Menkes/2322/2020; Communication between resources has been carried out well, but the form of communication carried out by each Islamic boarding school is different regarding policy implementation; The attitudes of policy implementers have differences in implementing COVID-19 prevention and control policies, especially on the points of procedures for carrying out worship; The implementation of the COVID-19 has been carried out well. The recommendation was Islamic boarding schools can further improve the implementation of Health protocols to prevent the pandemic in the future.