Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh kegiatan melipat kertas origami untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun Kusdinar, Ari; Oktavia, Santi; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.956

Abstract

Backgrounds: The problem of child developmental delay disorders in Indonesia or foreign countries is still a problem. Child growth and development problems are a risky problem for every child's life, so it is very important to pay attention to all aspects that support and affect growth and development. Purpose: To determine the effect of origami paper folding activities in improving fine motor skills in children aged 5-6 years Method: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Results: The t-dependent statistical test obtained the average value of children's fine motor development before being given the origami paper folding activity intervention was 1.23 and after the origami paper folding activity was carried out the average was 0.23 with a p-value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is an influence of origami paper folding activities on fine motor development in children aged 5-6 years.   Keywords: Children aged 5-6 Years; Fine Motor Skills; Origami Paper.   Pendahuluan: Masalah gangguan keterlambatan perkembangan anak di Indonesia maupun negara luar sampai saat ini masih menjadi persoalan. Masalah tumbuh kembang anak adalah masalah yang berisiko bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kegiatan melipat kertas origami dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Hasil: Uji statistic t-dependen diperoleh nilai rata-rata perkembangan motorik halus anak sebelum diberikan intervensi kegiatan melipat kertas origami adalah 1.23 dan setelah dilakukan kegiatan melipat kertas origami rata-rata sebesar 0.23 dengan nilai p-value 0.00<0.05. Simpulan: Ada pengaruh kegiatan melipat kertas origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun.   Kata kunci: Anak usia 5-6 Tahun; Kemampuan Motorik Halus; Kertas Origami.
Analisis Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran Ranni, Ranni; Rustika, Rustika; Erwin, Tubagus
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.18163

Abstract

Data Profil Puskesmas Bernung tahun 2023 menyatakan bahwa terdapat 4 dari total 8 desa yang belum 100% memiliki jamban sehat, tempat pengelolaan sampah rumah tangga yang layak belum tersedia secara merata 865 (7,4%), dan saluran pengelolaan limbah cair masih belum difungsikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran diare, gambaran STBM dan hubungan STBM dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Desain penelitian cross-sectional dengan jumlah populasi 116 orang dan sampel 98 orang, menggunakan teknik sampling acak sederhana yang berinstrument menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Cuci Tangan Pakai Sabun dengan kejadian Diare (P-value=0,031; OR=0,352), dan hasil penelitian juga menunjukan tidak ada hubungan antara Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (P-value=0,565; OR=1,313), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (P-value=0,409; OR=0,672), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (P-value=0,070; OR=2,550), dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga dengan kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung tahun 2024 (P-value=0,839; OR=0,896). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pemasangan poster di tempat umum dan pelibatan aktif warga di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Penelitian ini juga menyarankan bagi penelitian selanjutnya  dengan variabel tambahan untuk pengembangan program STBM.
Pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Oseda, Aisyah Putri; Erwin, Tubagus; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.987

Abstract

Background: Hypertension is often called the "silent killer" because it damages the body without causing symptoms. Hypertension can be managed using a combination of slow deep breathing and warm foot soaks. Purpose: To examine the effect of slow deep breathing and warm foot soaks on lowering blood pressure in patients with hypertension. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach without a control group. The population in this study was 94 people. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 15 people. Data were analyzed using the Wilcoxon statistical test. Results: The average blood pressure before the intervention was 152.00 systolic and 84.67 diastolic. Meanwhile, the average blood pressure after the intervention decreased to 128.00 systolic and 78.67 diastolic. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, or p-value <0.05. Conclusion: Slow deep breathing and warm foot soaks have an effect on lowering blood pressure in people with hypertension.   Keywords: Hypertension; Slow Deep Breathing; Pressure; Warm Foot SoakBlood   Pendahuluan: Hipertensi sering disebut “silent killer” karena merusak tubuh tanpa menimbulkan gejala. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan menggunakan terapi kombinasi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Untuk pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan sampel 15 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Rata-rata tekanan darah sebelum diberikan intervensi yaitu sistol 152,00 dan diastol 84,67. Sedangkan rata-rata tekanan darah sesudah diberikan intervensi berkurang menjadi tekanan darah sistol 128,00 dan diastol 78,67. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai p-value 0,001 atau p-value <0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi   Kata Kunci: Hipertensi; Rendam Kaki Air Hangat; Slow Deep Breathing; Tekanan  Darah.
The Effect of Cold Water Intake on Nausea and Vomiting in Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Ayu Safitri, Devita; Maryuni, Sri; Erwin, Tubagus
Java Nursing Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July - October 2025
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v3i3.123

Abstract

Background: Cancer is a significant global health issue, with incidence rates continuing to rise and affecting millions of people. Purpose: This study aims to evaluate the effect of cold water consumption on nausea and vomiting in cancer patients undergoing chemotherapy at RSUDAM, Lampung in 2024. Methods: A quantitative approach was used with a pre-experimental design involving two groups: an intervention group that received cold water and a control group that received anti-nausea medication. Data were collected from 38 respondents, 19 in each group, using a Numeric Rating Scale (NRS) to assess the severity of nausea before and after the intervention. Findings: A quantitative approach was used with a pre-experimental design involving two groups: an intervention group that received cold water and a control group that received anti-nausea medication. Data were collected from 38 respondents, 19 in each group, using a Numeric Rating Scale (NRS) to assess the severity of nausea before and after the intervention. Conclusion: This study supports the use of cold water therapy as an adjunct treatment for managing nausea in cancer patients undergoing chemotherapy, thereby improving the overall quality of care.
Efektivitas metode promosi kesehatan melalui media video edukasi aplikasi tiktok terhadap pengetahuan dan sikap tentang tindakan pencegahan stunting pada kader posyandu Hafiz Nayotama, Hafiz Nayotama; Erwin, Tubagus; Aziza, Nurul
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1437

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children under five caused by chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height or length below the standard for age. According to the 2023 Indonesia Health Survey, the prevalence of stunting is 21.5%, with the highest incidence among children aged 2–3 years. In the working area of Sinar Rezeki Community Health Center, South Lampung Regency, stunting cases remain high, reaching 723 children. Effective stunting prevention efforts require improving the knowledge and attitudes of Posyandu cadres through health promotion, one of which is by utilizing educational video media on the TikTok application. Purpose: To determine the effectiveness of health promotion through educational video media on the TikTok application towards knowledge and attitude regarding stunting prevention among Posyandu cadres. Method: This study is quantitative with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of 80 Posyandu cadres, with a total sample of 41 respondents selected using proportional sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate methods, with the Wilcoxon test applied for bivariate analysis. Results: The average knowledge score before the intervention was 47.80 (SD 8.22), which increased to 71.22 (SD 7.14) after the intervention. The average attitude score before the intervention was 72.68 (SD 8.6), which increased to 91.04 (SD 3.62) after the intervention. The Wilcoxon test result showed a p-value = 0.001, indicating a significant effect of TikTok educational videos on increasing knowledge and attitudes of Posyandu cadres regarding stunting prevention. Conclusion: Educational video media on the TikTok application is effective in improving the knowledge and attitudes of Posyandu cadres towards stunting prevention in the working area of Sinar Rezeki Community Health Center. Suggestion: The use of TikTok-based educational video media should be further enhanced and implemented sustainably in health promotion programs, as it has been proven effective in improving knowledge and attitudes of Posyandu cadres in stunting prevention efforts
Pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat Widia Sari, Melda; Erwin, Tubagus; Kustiani, Ai
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.243

Abstract

Background: Treatment of gout sufferers can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Pharmacological management is done with NSAID treatment, such as; colchicine and corticosteroids during acute episodes, while non-pharmacological management or traditional medicine can be done by giving traditional medicines, such as giving soursop leaf decoction which can reduce uric acid levels. Purpose: To determine the effect of soursop leaf decoction on reducing uric acid levels. Methods: This type of research is quantitative, quasi-experimental design with a one-group pretest and post-test design approach. The sample in this study were all people who experienced gout in the work area of ​​the Bangun Rejo Health Center, Bangun Rejo District, Central Lampung Regency in July 2022, totaling 36 respondents. In this study the sampling technique used is total sampling Results: The results of statistical tests, T-test obtained p-value 0.000, or p-value <0.05, it can be concluded that giving soursop leaf decoction can reduce uric acid levels. Suggestion: It is hoped that with the results of this study respondents can apply soursop leaf decoction therapy, so that with soursop leaf decoction therapy, uric acid levels can be resolved properly.   Pendahuluan: Pengobatan pada penderita gout dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan secara farmakologis dilakukan dengan pengobatan OAINS, seperti; kolkisin dan kortikosteroid selama episode akut, sedangkan penatalaksanaan non farmakologi atau pengobatan tradisional yang dapat dilakukan dengan cara pemberian obat tradisional, seperti pemberian rebusan daun sirsak yang dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretes dan post tes design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang yang mengalami asam urat di wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo Kecamatan Bangun Rejo Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022 yang berjumlah 36 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total sampling Hasil: Hasil uji statistik, Uji T di dapatkan p-value 0,000, atau p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan daun sirsak dapat menurunkan kadar asam urat. Saran: Diharapkan dengan hasil penelitian ini responden dapat menerapkan terapi rebusan daun sirsak, sehingga dengan terapi rebusan daun sirsak maka kadar asam urat dapat teratasi dengan baik.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Nyeri Dada Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik RS Graha Husada Provinsi Lampung Utami, Fadhila Henrya; Oktavia, Santi; Erwin, Tubagus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11831

Abstract

Permasalahan nyeri dada pada pasien meningkat seiring tidak terkendalinya faktor resiko aktifitas fisik dan stress yang menyebabkan timbulnya nyeri dada pada pasien penyakit jantung koroner. Berdasarkan data rekam medis RS Graha Husada, pasien dengan penyakit jantung koroner di Poliklinik RS Graha Husada Lampung, didapat 135 pasien dalam rentang waktu 3 bulan yaitu Agustus-Oktober 2023. Pada bulan Desember terdapat 45 pasien. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Pada penelitian ini peneliti akan menggunakan teknik perposive sampling. Sample dalam penelitian adalah pasien dengan penyakit jantung koroner di Poliklinik RS Graha Husada sebanyak 45 responden pada 1 bulan kunjungan pada bulan Desember 2023 yang mengeluh nyeri dada dengan diagnosa penyakit jantung koroner, analisa data univariate dan bivariate menggunakan chi square. Hasil penelitian dengan uj chi square diperoleh p=0,165 (p>0,005) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan nyeri dada pada pasien penyakit jantung coroner di RS Graha Husada Bandar Lampung. Diharapkan responden dapat berhenti beraktivitas sejenak jika nyeri dada mulai dirasa saat beraktivitas.
Asi Eksklusif sebagai Determinan Stunting pada Balita Usia 13- 24 Bulan di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Bandar Lampung Astuti, Dewi Woro; Hervidea, Radella; Erwin, Tubagus
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11078

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan, kecerdasan, lebih rentan penyakit, dan di masa depan dapat menurunnya produktifitas. Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yakni 27,67%. Studi pendahuluan di Kelurahan Keteguhan tahun 2022 tercatat 28,82% balita stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan factor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 13-24 bulan di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian observasional  analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita usia 13-24 bulan sejumlah 318 dan sampel 195 balita. Analisis yang digunakan menggunakan SPSS versi 16.0 meliputi univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik ganda.Penelitian dilakukan pada bulan April 2021. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi stunting sebanyak 29,7%, Ibu hamil KEK 30,8%, BBLR 17,4%, status ASI Eksklusif sebanyak 40%, Pendidikan orang tua tinggi 55,4%, dan pendapatan keluarga tinggi sebanyak 54,9%.  Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan status gizi ibu hamil (OR=4,276), BBLR (OR=3,962), ASI Ekslusif (OR=4,608), dan pendapatan keluarga (OR=3,306) dengan stunting. Namun tidak ada hubungan antara pendidikan orang tua dengan stunting (p value=0,145). Hasil analisis multivariat didapatkan determinan stunting terdiri dari Status Gizi Ibu Hamil, ASI Ekslusif dan Pendapatan keluarga. Adapun faktor yang paling dominan adalah ASI Esklusif (OR=4,192).   Rekomendasi penelitian ini adalah perlu revitalisasi peran petugas kesehatan khususnya  bidan di berbagai tingkatan untuk meningkatkan cakupan ASI Ekslusif dan status gizi (KEK) ibu hamil dalam penurunan prevalensi stunting. Kata Kunci : BBLR, ASI Eksklusif, KEK, Pendidikan, Pendapatan, Stunting  ABSTRACT The incidence of stunting is a nutritional problem that has an impact on growth and development, intelligence, is more susceptible to disease, and in the future can decrease productivity. The prevalence of stunting in Indonesia is still high, namely 27.67%. A preliminary study in Kelurahan Keteguhanin 2022 recorded that 13.84% of children under five were stunted. The research objective was to determine factors the incidence of stunting in toddlers 13-24 months in Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung in 2021.This type of research is analytic observational with a cross sectional design. The population in this study were all aged 13-24 months, namely 318 and a sample of 195 toddlers. The analysis used using SPSS version 16.0 includes univariate with frequency distribution, bivariate using chi square test, and multivariate with multiple logistic regression. The study was conducted in April 2021. The results of stunting was 29.7%, pregnant women with KEK 30.8%, LBW 17.4%, exclusive breastfeeding status was 40%, high parental education was 55.4%, and high parental income was 54, 9%. The results of the bivariate analysis showed that there was a correlation between the nutritional status of pregnant women (OR = 4.276), LBW (OR = 3,962), exclusive breastfeeding (OR = 4.608), and parental income (OR = 3.306) with stunting. However, there is no correlation between parental education and stunting (p value = 0.145). The results of the multivariate analysis showed the determinants of stunting consisted of the nutritional status of pregnant women, exclusive breastfeeding and parents' income. The most dominant factor is exclusive breastfeeding (OR = 4.192). The recommendation of this study isneed to revitalize the role of health workers, especially midwives at various levels, to increase the coverage of exclusive breastfeeding and nutritional status (KEK) of pregnant women in reducing the prevalence of stunting, besides that there is a need for a greater role in cross-sectoral involvement in preventing the incidence of stunting. Keywords: LBW, Exclusive Breastfeeding, KEK, Education, Income, Stunting