Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Sikap dan Perilaku Lansia dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Trisna, Efa; Musiana, Musiana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.562 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10083

Abstract

ABSTRACT Hypertension is often referred to as "The Silent Disease" generally sufferers do not know they have hypertension before checking their blood pressure. This disease is often known as a heterogeneous group of disease because it can affect anyone from various age groups and socioeconomic groups. The increasing prevalence of hypertension every year is a major problem in developing and developed countries. Various physiological changes due to the aging process will be experienced by the elderly, which among others trigger the occurrence of hypertension. Total cholesterol levels will increase gradually with age. The aim of the study was to find out the relationship between the attitude and behavior of the elderly and the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Raja Basa Health Center, Bandar Lampung City. This research is a quantitative study with a cross-sectional analytic design using attitude and behavior measurement instruments. The number of samples is 64 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the study obtained the distribution of respondents who had a positive attitude of 50% as well as respondents who had a negative attitude. As for the behavior of the respondents, the majority of respondents had a positive attitude (64.1%). Analysis of the relationship between attitude and the incidence of hypertension in the elderly showed that there was no significant relationship between attitude and the incidence of hypertension in the elderly (p-value > 0.05) and there was also no significant relationship between behavior and the incidence of hypertension in the elderly (p-value > 0.05). Keywords: Elderly, Attitude, Behavior, Hypertension  ABSTRAK Penyakit hipertensi sering disebut sebagai “The Silent Disease” umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penyakit ini sering dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi. Meningkatnya prevalensi hipertensi setiap tahunnya menjadi masalah utama di negara berkembang dan negara maju. Berbagai perubahan fisiologis akibat proses penuaan akan dialami oleh lansia yang diantaranya memicu terjadinya hipertensi. Kadar kolestrol total akan meningkat  secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku lansia dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Raja Basa Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional menggunakan instrumen pengukuran sikap dan perilaku. Jumlah sampel sebanyak 64 responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh distribusi responden yang memiliki sikap positif sebanyak 50% demikian juga dengan responden yang memiliki sikap negatif.  Sedangkan untuk perilaku responden, mayoritas responden memiliki perilaku positif (64.1%). Analisis hubungan sikap dengan kejadian hipertensi pada lansia menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kejadian hipertensi lansia (p-value >0.05) dan juga tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku dengan kejadian hipertensi lansia (p-value >0.05). Kata Kunci: Lanjut Usia, Sikap, Perilaku, Hipertensi 
PENYULUHAN DAN SKRINNING PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES, HIPERTENSI DAN ASAM URAT) Sugiarti, Mimi; Musiana, Musiana; Nurminha, Nurminha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1499

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Diabetes, hipertensi, dan asam urat merupakan PTM yang paling sering di temukan dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lain, seperti stroke hingga gangguan jantung. Salah satu wujud peran serta Institusi Pendidikan Tinggi dalam penanggulangan PTM adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan skrining pencegahan diabetes, hipertensi, dan asam urat dilaksanakan di Desa Srimenanti, Kec. Bandar Sribawono, Lampung Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kelompok pengajian terhadap PTM (diabates, hipertensi, dan asam urat), mengidentifikasi faktor risiko, memberikan edukasi mengenai pencegahan serta pengelolaan diabates, hipertensi, dan asam urat. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, skrining, pelatihan mandiri penggunaan alat tes gula darah, tekanan darah, dan asam urat, serta senam pencegahan PTM. Peserta kegiatan adalah kelompok pengajian Majlis Taklim Al-huda sebanyak 65 orang dengan rentang usia 30-60 tahun. Penyuluhan kesehatan mencakup informasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pengelolaan stres. Skrining dan pelatihan cek mandiri gula darah, tekanan darah, dan asam urat dilakukan oleh tim pengabdi dengan latar belakang 2 orang Ahli Teknologi Laboratorium Medis dan 1 orang perawat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 65 orang peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 69.2% hipertensi, 16,9% hiperglikemia, dan : 10,8% dengan hiperurisemia. 30%. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diabates, hipertensi, dan asam urat berdasarkan hasil pre-test (34%) dan post-test (86%) dan perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat salah satunya dengan rutin senam PTM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pencegahan PTM dan dapat menjadi stimulus bagi setiap anggota untuk peduli terhadap status kesehatannya dan ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.