Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI PANTI ASUHAN AISYIAH PAYAKUMBUH prima, Rezi; Asmaret, Desi; Halim, Syaflin; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5925

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi bagian tak terpisahkan dari jaminan hak atas kesehatan negara, Anak-anak Panti Asuhan ‘Aisyiyah perempuan yang berusia remaja belum pernah dibekali dengan pengetahuan tentang hak-hak reproduksi perempuan. Oleh sebab itu, perlu peningkatan kemandirian kesehatan dan kesadaran tentang hak-hak reproduksi dengan program berkelanjutan, Secara umum PKM ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan memberdayakan anak-anak panti melalui proses peningkatan pengetahuan yang membawa perubahan (transformatif) nilai-nilai sosial dan kemasyarakatan serta mandiri menjaga dan memelihara kesehatan reproduksinya; tumbuhnya semangat untuk mengenal hak-hak azasi manusia, memperoleh informasi, mencapai standar tertinggi kesehatan seksual dan reproduksi, serta membuat keputusan yang tepat mengenai diri yang bebas dari diskriminasi, untuk itu langkah efektif yang kami lakukan adalah melakukan serangkaian kegiatan peningkatan pengetahuan salah satunya kegiatan penyuluhan mengenai penyakit menular seksual untuk meningkatkan pengetahuan siswa panti asuhan aisyiyah payakumbuh.
Penguatan Kompetensi Komunikasi Siswa dalam Hak Reproduksi dan Kampanye Digital sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Payakumbuh Halim, Syaflin; Asmaret, Desi; Prima, Rezi; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Menara Pengabdian Vol 5, No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i1.6807

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa dalam menyuarakan hak-hak reproduksi secara percaya diri serta mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam kampanye digital pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah para siswa yang tinggal di Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Payakumbuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan, simulasi komunikasi, penyuluhan hak reproduksi remaja, dan pembuatan konten kampanye digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang hak reproduksi serta keterampilan komunikasi yang lebih efektif dan percaya diri dalam menyuarakan isu-isu kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis pendidikan komunikasi dan teknologi digital dalam upaya promotif dan preventif stunting.
Gambaran Kelengkapan Sarana dan Prasarana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2024 Sari, Selfi Maulina; Putri, Silvia Adi; Anggraini, Yuliza
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1114

Abstract

Mutu pelayanan adalah tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati dan juga merupakan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Salah satu masalah utama adalah kurangnya alat bedah yang penting, seperti pinset serpihan yang digunakan untuk mengangkat benda asing dari jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan sarana dan prasarana diruang instalasi gawat darurat untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit Umum Madina Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah teknik wawancara dengan melakukan wawancara kepala unit IGD 1 orang, perawat pelaksana 1 orang. Karu rekam medis 1 orang dan karyawan rekam medis 1 orang. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa sarana tidak lengkap seperti hecting set, monitor sehingga tenaga medis di IGD menggunakan alat alternatif lain yang kurang ideal dan kelengkapan prasarana di Instalasi Gawat Darurat tidak juga lengkap seperti tempat tidur pasien dan ruangan IGD yang terlalu sempit sehingga menyebabkan pasien menunggu di luar ruangan sebelum mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Gambaran Peran Komite Mutu terhadap Penanganan Kesalahan Pemberian Obat di RSUD M. Natsir Tahun 2024 Payanti, Marshella Tirsa; Putri, Silvia Adi; Anggraini, Yuliza
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1115

Abstract

Pada tahun 2019, WHO (World Health Organization) meluncurkan program global yang berambisi dengan target mengurangi dampak negatif yang dapat dihindari karena kesalahan pengobatan sebesar 50% dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Program ini, yang dikenal sebagai "Medication Without Harm", menyoroti signifikansi dari praktik pengobatan yang aman dan berusaha untuk mengatasi kelemahan dalam sistem kesehatan yang menyebabkan kesalahan pengobatan dan konsekuensi serius yang ditimbulkannya. Berdasarkan hasil observasi awal yang telah penulis lakukan kasus kealahan pemberian obat terjadi sebanyak 2 kali pada tahun 2022 dan sebanyak 3 kali pada tahun 2023. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran peran komite mutu dan cara penanganan kesalahan pemberian obat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan jumlah populasi 28 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 orang responden didapatkan 80% sudah melakukan peran mereka dengan baik sebagai pengawasan komite mutu, hanya 20% responden yang belum maksimal dalam menjalankan perannya dan untuk dari total 18 orang perawat anak yang sudah melakukan peran nya dengan baik hanya 38.9%, dan perawat anak yang belum menjalankan perannya dengan baik adalah sebanyak 61.1%. Dari Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran komite mutu di RSUD M. Natsir sudah terlaksana dengan baik dan peran perawat anak di RSUD M. Natsir belum terlaksana dengan begitu baik.
GAMBARAN FAKTOR PEKERJAAN IBU TERHADAP KERJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KENAGARIAN BALINGKA KABUPATEN AGAM Anggraini, Yuliza; Amalia, Marisa
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1900

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutrition in the long term, resulting in impaired growth in children. Stunting is also one of the causes of stunted children's height so that they are lower than children of their age. In 2022 the prevalence of stunting in Indonesia has fallen to 21.6% when compared to the previous year which reached 24.4%, but this figure is still far from the government's target in 2024 to be 14% and WHO's target to be 20%. The aim is to find out the description of work factors on the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months in Kenagarian Balingka, Agam Regency. The method uses an analytic descriptive design. Sampling by simple random sampling with a total sample of 55 toddlers aged 12-59 months. The results of the study found that most of the toddlers aged 12-59 months who experienced stunting came from mothers who had jobs as housewives (53.2%). In conclusion, the majority of toddlers who experience stunting in the Balingka district come from mothers who work as housewives (53.2%).   Keywords: Mother's Job, Stunting.  
Analisis Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jambi terhadap Seloko Melayu Jambi Putri, Melani; Khoironi, Khoironi; Anggraini, Yuliza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambi adalah ibu kota Provinsi Jambi di Indonesia. Sebagian besar penduduk Kota Jambi adalah orang Melayu. Orang Melayu Jambi mewarisi banyak tradisi, salah satunya adalah tradisi seloko. Seloko Melayu Jambi adalah ajaran yang disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi tanpa diketahui siapa yang menulisnya. Pesan-pesan ini disampaikan dalam bahasa lokal yang menarik bagi masyarakat Melayu Jambi untuk hidup berdampingan secara damai dan menghormati alam dan penciptanya. Selain itu, tradisi seloko ini digunakan dalam berbagai upacara adat, seperti pernikahan. Upacara-upacara ini digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan mendukung masyarakat Jambi. Studi ini meneliti pemahaman mahasiswa tentang seloko melayu jambi dan teknik pendidikan sejarah. Puisi tradisional Melayu, seloko, memiliki makna dan keindahan yang unik. Filosofi, etika, dan makna estetika seloko membantu mahasiswa memahami puisi. Mereka tidak hanya belajar teknik atau struktur puisi, tetapi juga belajar nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana Mahasiswa memahami seloko sebagai bagian dari pendidikan budaya. Penemuannya menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempelajari seloko dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kearifan lokal, seperti budi pekerti, etika, dan pandangan hidup . Mereka juga dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang analisis sastra dan ekspresi diri. Memelihara dan mengembangkan warisan budaya Indonesia adalah penting untuk memasukkan seloko ke dalam kurikulum pendidikan tinggi. Pemahaman yang tidak konsisten oleh mahasiswa dapat menjadi dasar.
Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kesadaran Hak- Hak Reproduksi Perempuan Usia Pra Nikah di Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Payakumbuh Asmaret, Desi; Halim, Syaflin; Prima, Rezi; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss2pp378-387

Abstract

The children of the 'Aisyiyah Payakumbuh Orphanage, in their teens, have never been equipped with knowledge about women's reproductive rights. Therefore, it is necessary to be given knowledge about the independence of reproductive rights to break the chain of stunting. This service aims to build awareness and empower orphanage children through the process of increasing awareness of reproductive rights that bring change (transformative) that is independent in maintaining their reproductive health in making the right decisions that are free from discrimination, coercion and violence. In particular, this PKM received a DRTPM grant from the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology in the field of Community Empowerment in order to realize the Sustainable Development Goals (SDGs), namely a healthy and prosperous life by building partnerships. This service uses socialization, training and continuous cooperation methods to produce outputs in the form of articles in sinta indexed journals, recognition of student credits, publications in electronic mass media, uploading videos of activities on the university's youtube and PKM posters in HaKi kan as well as Cooperation and MoA agreements with the Family Law Study Program and the Faculty of Islamic Religion, University of Muhammadiyah West Sumatra for sustainable programs.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Kearifan Lokal pada Balita Usia 12-24 Bulan Di Kenagarian Balingka Tahun 2023 Zalukhu, Aze Renata Fenzelina; Anggraini, Yuliza; Adri, Rantih Fadhlya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8534

Abstract

Masalah gizi juga merupakan masalah kesehatan yang masih hangat dan selalu menjadi topik utama nasional maupun dunia, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Berat badan kurang adalah masalah gizi utama penyebab kematian pada Balita. Balita adalah golongan usia yang cukup rentan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit kekurangan gizi. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentunya akan berpengaruh terhadap status gizi Balita. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2016, sekitar 45% kematian anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia terkait dengan kekurangan gizi, sekitar 17 juta anak di bawah usia lima tahun sangat kurus, dan 52 juta anak di bawah usia dari lima. Asupan anak yang tidak mencukupi merupakan salah satu penyebab gizi buruk (Refni, 2021). Upaya Sustainable Developmentian Goals (SDGs) pada tahun 2030 adalah untuk memutus rantai segala bentuk malnutrisi dan di tahun 2025 menurunkan prevalensi gizi buruk (22,2%), kurus (7,5%), sangat kurus (2,4%) dan berat badan lebih (5,7%) pada balita (Miranty, 2020).  WHO mencatat rata rata atau lebih dari setengah balita dengan gizi buruk berasal dari Asia (55%), sepertiganya berasal dari Afrika (39%) (Wahyuni, 2022). Adapun hasil survey yang dilakukan di Sumatera Barat Tahun 2022 tentang angka gizi buruk Balita dimana angka tertinggi mencapai 35,5% dan Kabupaten Agam berada pada angka 24,6%. Dimana terjadi peningkatan dari 19,1% tahun 2021 menjadi 24,6% tahun 2022 (Databoks, 2023). Praktik pemberian Makanan Pendamping Air susu Ibu (MP-ASI) merupakan faktor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak karna mulai usia enam bulan terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi. Hal ini berhubungan dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan pertumbuhan emas bagi anak dan status gizi anak Balita.
Gambaran Aktivitas Logistik Umum di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024 Putri, Rima Metya; Erpidawati, Erpidawati; Anggraini, Yuliza
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas logistik adalah kegiatan proses rangkaian pengadaan, perencanaan, pendistribusian, penyimpanan, barang jadi dan informasi terkait dari titik pemakai untuk memenuhi kebutuhan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan terjadinya pengambilan barang mendadak dari instalasi ke logistik umum yang tidak sesuaia dengan jadwal pengamprahan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh aktivitas pengadaan barang di logistik umum sudah dilakukan dengan baik. Dalam pendistribusian barang terjadi pengambilan barang mendadak dari instalasi ruangan karena tidak bisa diprediksi kunjungan pasien yang meningkat sehingga membutuhkan pasokan barang logistik yang lebih banyak lagi. Transportasi pengangkutan barang khusus logistik umum belum tersedia sehingga penjemputan barang menggunakan kendaraan pribadi karyawan.
Gambaran Aktivitas Logistik Umum di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024 Putri, Rima Metya; Erpidawati, Erpidawati; Anggraini, Yuliza
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2025): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas logistik adalah kegiatan proses rangkaian pengadaan, perencanaan, pendistribusian, penyimpanan, barang jadi dan informasi terkait dari titik pemakai untuk memenuhi kebutuhan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan terjadinya pengambilan barang mendadak dari instalasi ke logistik umum yang tidak sesuaia dengan jadwal pengamprahan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh aktivitas pengadaan barang di logistik umum sudah dilakukan dengan baik. Dalam pendistribusian barang terjadi pengambilan barang mendadak dari instalasi ruangan karena tidak bisa diprediksi kunjungan pasien yang meningkat sehingga membutuhkan pasokan barang logistik yang lebih banyak lagi. Transportasi pengangkutan barang khusus logistik umum belum tersedia sehingga penjemputan barang menggunakan kendaraan pribadi karyawan.