Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmaqueous

Formulasi Salep Ekstrak Daun Mangrove (Rhizophora Mucronata Lamk) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Kurnia, Atika Resti; Rochmah, Nikmah Nuur; Pangesti, Ira
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v6i1.2

Abstract

Infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus dapat menimbulkan berbagai kondisi seperti peradangan, jerawat, nekrosis, pembentukan abses, dan infeksi folikel rambut. Daun mangrove (Rhizophora mucronata Lamk) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin dan fenol yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membuat salep dari ekstrak daun mangrove (Rizhophora mucronata Lamk) dengan formulasi modifikasi yang memenuhi persyaratan uji mutu fisik, serta menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi yang dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran (well) pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan gentamicin 1% sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep daun mangrove (Rhizophora mucronata Lamk) memenuhi persyaratan uji mutu fisik, termasuk uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas, hedonik dan iritasi. Uji antibakteri menunjukkan bahwa salep dengan ekstrak daun mangrove (Rhizophora mucronata Lamk) pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dapat menghambat dari pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata 6,4 mm, 8,4 mm, 7,3 mm serta 8 mm.
Identifikasi Cemaran Bakteri Escherechia coli Pada Air Sumur di Cilacap Mubarok, Akhmad; Rochmah, Nikmah Nuur; Permana, Denih Agus Setia
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.331

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat mutlak bagi makhluk hidup khususnya manusia. Kebutuhan akan air seakan-akan tidak pernah ada habisnya antara lain digunakan untuk minum, mengolah makanan, mandi, energi, transportasi, pertanian ,industri dan rekreasi. Penyediaan air bersih akan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi jumlah orang sakit terutama penyakit yang berhubungan dengan air serta meningkatkan standar kualitas hidup. Menurut Permenkes No.492 Tahun 2010 tentang syarat mikrobiologi air minum adalah tidak ditemukannya bakteri Coliform dan Escherichia coli dalam 100 ml air. Kualitas air yang baik juga mempengaruhi kesehatan masyarakat, air digunakan harus terbebas dari cemaran mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri Escherichia coli. Air yang tercemar bakteri dapat menularkan penyakit melalui air. Salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui air adalah penyakit diare. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Desain peneilitian adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah sumur yang dimiliki oleh penduduk di wilayah kelurahan Sidanegara Kabupaten Cilacap. Sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagian dari sumur yang berada di wilayah tersebut. Hasil dari 5 sampel didapatkan bahwa 4 sampel (80%) dari 5 sampel memiliki indeks MPN >0/100 ml yang berarti sumur bor tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli. Sedangkan 1 sampel (20%) tidak terkontaminasi Escherichia coli.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien Skizofrenia Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Di Puskesmas Pejagoan Kabupaten Kebumen Megasari, Ayu; Rochmah, Nikmah Nuur; Swandari, Mika Tri Kumala
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.309

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa diseluruh dunia data WHO pada tahun 2019, terdapat 264 juta orang mengalami depresi 45 juta orang menderita gangguan bipolar, 50 juta orang mengalami demensia, dan 20 juta orang mengalami skizofrenia. Dampak skizofrenia sangat besar yaitu menimbulkan beban bagi masyarakat serta keluarga karena memerlukan biaya perawatan yang besar, kehilangan waktu produktif. Penatalaksanaan skizofrenia merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan dapat menyebabkan kekambuhan yang akan dialami oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga pasien skizofrenia dengan tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas Pejagoan Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif korelasi. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 197 pasien skizofrenia usia 17-45 tahun yang dipilih secara consecutive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil menunjukan tingkat kepatuhan mayoritas responden dengan pengetahuan tentang skizofrenia dengan kategori baik yaitu sejumlah 84 responden (42.6%). Tingkat kepatuhan minum obat mayoritas pasien skizofrenia dengan kategori sedang yaitu sejumlah 124 responden (62.9%). Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien skizofrenia dengan tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas Pejagoan Kabupaten Kebumen dengan Korelasi Spearman r = 0.456 dengan p = 0.000 (p<0,05).