Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effects of Visual Arts and Animated Film Therapy in Managing Emotional Fatigue in Preschool Children Hospitalized in the Pediatric Ward of RSUD Poso Supetran, I Wayan; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Ndama, Metrys; Rantesigi, Nirva
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i2.3243

Abstract

Preschool-aged children who experience hospitalization in a pediatric ward often face a variety of emotional challenges, including emotional exhaustion. Hospitalization is a frightening and stressful experience for children, especially when they are separated from their family and peers. Visual art and animation film therapy have been recognized as effective therapeutic methods for addressing children's emotional exhaustion and stress. Visual arts play therapy allows children to express their feelings, overcome anxiety, and build emotional connections with their surroundings. The study aimed to look at the effects of visual art play therapy and animated films on managing emotional exhaustion in hospitalized preschool-age children. The data were collected through observation, interviews, and questionnaires given to parents. The result obtained by the treatment group's mean emotional exhaustion score before the action was 32.20, and after the action was 21.80. Wilcoxon statistical analysis, p-value = 0.001. So, it is concluded that there is a significant decrease in children's emotional exhaustion before and after therapy. The conclusion of this study can help improve the care and well-being of preschool children who experience hospitalization, as well as provide valuable insights for health practitioners and educators in supporting the emotional development of children in challenging medical situations.
Psychosocial Problems Among Diploma Nursing Students: A Descriptive Study Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto; Suharto, Jeane Sriani
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i1.3812

Abstract

Background: Psychosocial problems among nursing students have become a significant concern in healthcare education. High academic demands combined with clinical practice pressures create vulnerability to mental health issues. This study aimed to describe psychosocial problems among D-III nursing students in Poso. Methods: This descriptive study was conducted among 111 nursing students using the SRQ-29 questionnaire. Data were collected through online forms and interviews over three days. The study focused on identifying neurosis-related psychosocial problems among respondents. Results: The findings revealed that 57 students (51.4%) experienced neurosis problems, while 54 students (48.6%) showed no significant psychosocial issues. Female students showed higher prevalence (52.7%) compared to males (48.6%). The highest proportion of neurosis cases was found among third-year students (56.3%) and those aged 16-17 years (71.4%). Conclusion: More than half of nursing students experience psychosocial problems, primarily neurosis. These findings highlight the need for mental health support programs and counseling services within nursing education institutions.
Pelatihan Budidaya Curcuma spp dan Pembuatan Olahan Minuman Kesehatan untuk Peningkatan Imunitas: Training of Curcuma spp Cultivation and Processing Health Drink for Increase Immunity Rantesigi, Nirva; Sufyaningsi, Ulfa; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i1.654

Abstract

WHO menetapkan Corona Virus (nCoV-19) sebagai wabah pendemi global. Ancaman pandemic semakin besar ketika berbagai kasus menunjukkan penularan antar manusia (human to human transmission) pada petugas kesehatan yang merawat pasien, menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang luar biasa hingga kasus terkonfirmasi covid 19 sampai Juni 2021 berjumlah 178.837.204. pada kelompok rentan dengan imunitas yang menurun rentan untuk tertular dan menderita infeksi Covid 19, peningkatan imunitas masyarakat penting untuk mencegah dan melawan infeksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam membudidayakan dan mengolah curucuma sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode kegiatan ini adalah pelatihan, pembuatan olahan minuman kesehatan dan pembuatan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil kegiatan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang manfaat curcuma untuk imunitas, keluarga membuat kebun TOGA dan mampu membuat plahan dari bahan curcuma. Kesimpulan yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan curcuma menjadi minuman kesehatan. Saran bagi petugas kesehatan untuk rutin memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan imunitas fisik seperti penggunaan bahan alam dimasa pandemi covid.
Edukasi Persiapan Persalinan yang Aman di Era Covid-19: Education for Safe Delivery Preparation in the Covid-19 Era Hardayanti, Dyah Ayu; Ramadhan, Kadar; Suharto, Dewi Nurviana; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i1.660

Abstract

Proses persiapan persalinan merupakan suatu proses dimana seorang Ibu yang menanti kelahiran si buah hati yang selama ini dinantikan. Persiapan persalinan dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan diri dengan berbagai informasi tentang hal-hal yang menyangkut persalinan, terutama dimasa pandemi saat ini. Ibu hamil pasti akan merasa cemas dan khawatir dalam menghadapi proses kelahiran, sehingga perlu mempersiapkan ibu hamil melalui proses persalinan dengan aman di masa pandemi COVID-19. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu agar ibu lebih siap dan siaga saat proses kelahiran walaupun pada masa pandemi. Metode pengabdian masyarakat yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada seorang ibu hamil di desa Matako. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang proses persiapan persalinan yang aman di era COVID-19. Kami menyarankan kepada ibu hamil untuk melakukan vaksinasi, mengurangi aktivitas di luar, dan terus menerapkan protokol kesehatan jika mengharuskan beraktivitas di luar rumah.
Edukasi Gizi Masa Kehamilan Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto; Suharto, Dewi Nurviana; Ulfa, A Maria
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i2.1097

Abstract

Stunting merupakan akibat kondisi kurang gizi kronis yang dialami oleh seseorang sejak dalam masa kandungan dan masa awal anak lahir yang dapat meningkatkan angka kematian pada bayi dan anak, mudah sakit, dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan kegiatan yaitu memberikan edukasi tentang gizi amsa kehamilan untuk mencegah stunting. Sasaran yaitu ibu hamil di Desa Tete B yang berjumlah 10 orang. Metode pegabdian yaitu penyuluhan dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang gizi masa kehamilan dan upaya pencegahan stunting. Saran kepada saran kepada bidan desa dan kader Posyandu setempat agar dapat memberikan pendampingan kepada ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan gizi agar mampu mencegah stunting pada anak yang akan datang.
Upaya Pengendalian Hipertensi pada Lanjut Usia Melalui Edukasi Perilaku CERDIK dan Gerakan PATUH Hajrah, Siti; Suharto, Dewi Nurviana; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i1.3431

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh Lansia. Pengendalian hipertensi penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan mencegah komplikasi. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan perawatan bagi lansia untuk mencegah hipertensi sehingga keluarga dan lansia harus memiliki pengetahuan yang baik tentang upaya pengendalian hipertensi. Program perilaku CERDIK dan gerakan PATUH merupakan upaya mengendalikan hipertensi pada lansia. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi bagi keluarga tentang upaya pengendalian hipertensi pada lansia melalui perilaku CERDIK dan gerakan PATUH. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu kunjungan rumah, penyuluhan dan latihan. Hasil kegiatan menunjukkan setelah edukasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta yaitu 66,7% pengetahuan baik sehingag diharapkan dengan pengetahuan yang baik keluarga dan lansia mampu melakukan upaya pengendalian hipertensi. Saran bagi Puskesmas agar meningkatkan kegiatan edukasi bagi keluarga agar mampu melakukan upaya pengendalian hipertensi secara mandiri.
Optimalisasi Kesehatan Keluarga Melalui Edukasi Penanganan Hipertensi Dengan Pola Konsumsi Jus Mentimun Di Desa Sintuwulemba Kabupaten Poso Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i2.3438

Abstract

Latar belakang hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat di atas120/80 mmHg secara persisten dan menjadi masalah serius meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, Ketika satu atau lebih anggota keluarga memiliki hipertensi, hal ini dapat memengaruhi seluruh dinamika keluarga. Penanganan hipertensi selain dengan intervensi secara farmakologi tetapi dapat pula ditangani secara non farmakologis. Salah satu cara yang dapat di berikan terapi non farmakologis adalah dengan pemanfaatan jus mentimun yang di konsumsi oleh penderita hipertensi karena jus mentimun mengandung nutrisi penting seperti kalium, magnesium, dan serat, serta memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan pelaksanaan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mengelola hipertensi menggunakan jus mentimun. Metode yang digunakan adalah edukasi, demonstrasi dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan dari 33 peserta, 23 (69,7%) memberikan jawaban belum memahami dengan baik bagaimana mengelola penyakit hipertensi dan 28 orang (84,8%) dan memilih alternatif pengobatan non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang hipertensi pengetahuan. Bagi layanan kesehatan memerlukan informasi kesehatan yang lebih aktif menjalin kontak langsung dengan masyarakat. Agar masyarakat mengetahui dan memahami penyakit dan pengobatannya, terutama tekanan darah
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Kesehatan Kompres Jahe Dalam Upaya Mengurangi Intensitas Nyeri penyakit Gout Atritis Desa Sintuwulemba Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v3i2.3444

Abstract

Gout artritis adalah kondisi yang dapat mengurangi kualitas hidup secara signifikan dan pengelolaannya menjadi isu kesehatan yang penting di banyak komunitas. Kurangnya pemahaman mengenai manajemen nyeri dan pilihan pengobatan yang efektif untuk gout artritis memerlukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai gout artritis dan mempromosikan metode pengelolaan nyeri non-farmakologis pada masyarakat Desa Sintuwulemba. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode edukasi, demonstrasi, dan diskusi serta evaluasi, sasaran sebanyak 36 peserta. Salah satu metode utama yang dibahas adalah penggunaan kompres hangat jahe untuk meredakan nyeri. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas peserta menerima dan bersedia mencoba kompres hangat jahe sebagai alternatif pengobatan selain pengobatan farmakologis. Pemahaman masyarakat meningkat dari 27% menjadi 82% setelah edukasi dan demonstrasi. Kesimpulannya, Pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Sintuwulemba mengenai gout artritis dan pengelolaan nyeri non-farmakologis. Disarankan agar sesi edukasi dan demonstrasi dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat manajemen mandiri gout artritis di masyarakat.
Implementasi Senam Hipertensi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Panti Tresna Werda Madago Tentena Marwa, Sitti; Yanala, Ferensia Karenia; Akuba, Magfira S; Batjo, Febiyanti Andi; Malinta, Salsabila Dg; Sari, Salsa Deswita; Taroreh, Joy Jovi; Nggotule, Klif Oliver; Rafdal, Rafdal; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v4i1.4046

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada lansia, dengan prevalensi mencapai 63,7% di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Intervensi non-farmakologis seperti senam hipertensi dapat membantu mengelola tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Metode pelaksanaan pengabdian adalah Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werda Madago Tentena dengan 20 peserta lansia. Kegiatan meliputi: (1) pendataan awal peserta, (2) pemeriksaan tekanan darah, (3) edukasi tentang hipertensi dan manfaat senam hipertensi, (4) pelaksanaan senam hipertensi, dan (5) evaluasi pengetahuan peserta menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Penilaian pengetahuan menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 40 sebelum kegiatan menjadi 80 setelah kegiatan. Lansia juga menunjukkan antusiasme terhadap senam hipertensi, dengan mayoritas peserta melaporkan perasaan lebih segar dan termotivasi untuk melakukan senam secara rutin. Edukasi dan pelaksanaan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pengelolaan hipertensi. Kegiatan ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi rutin untuk mendukung kesehatan lansia di panti sosial.  
Enhancing the Capacity of Village Disaster Teams Through Community-Based Emergency Management Training Suharto, Dewi Nurviana; Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Langitan, Rosamey Elleke; Hermanto, Raden Bagus Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i1.4243

Abstract

Background: Sintuwulemba Village, Poso Regency, is a high-disaster-risk area where community emergency response capacity is limited. The local Village Disaster Team lacks specific training in managing critical conditions like severe bleeding, respiratory arrest, and shock, often leading to fatal delays.  Objectives:  This community service initiative aimed to enhance the team's emergency response capabilities through integrated training.Methods:  The two-day intensive program utilized lectures, demonstrations, realistic field simulations, and group discussions.Results: Pre- and post-training assessments demonstrated a marked improvement in participant competency, with the average test score increasing from 52% to 88%. The outcomes of this activity include a comprehensive training module, an instructional video, and this report Conclusion: These resources are designed to bolster the long-term resilience and self-sufficiency of the Sintuwulemba community in disaster situations, contributing to the ultimate goal of reducing disaster-related morbidity and mortality.