Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan Makanan Empat Sehat Lima Sempurna untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Pencegahan Diare pada Siswa Sekolah Dasar Deswita, Salsa; Rantesigi, Nirva; Manggasa, Dafrosia Darmi; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v4i2.4048

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, terutama akibat kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan kebersihan makanan. Edukasi gizi melalui konsep 4 Sehat 5 Sempurna (4S5S) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat. Meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang makanan 4 Sehat 5 Sempurna untuk pencegahan diare melalui kegiatan penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 di SDN 6 Kasiguncu dengan sasaran 45 siswa kelas 4–6. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45%, dari nilai rata-rata pre-test 40% menjadi 85% pada post-test. Siswa mampu menyebutkan komponen 4S5S dan hubungannya dengan pencegahan diare. Penyuluhan gizi 4S5S efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang dan pencegahan diare. Disarankan adanya program tindak lanjut dan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan orang tua dan guru
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Pelayanan Kesehatan pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Madago Tentena Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke; Manggasa, Dafrosia Darmi Manggasa; Suharto, Dewi Nurviana; Ndama, Metrys; Rantesigi, Nirva; Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti; Hermanto, Raden Bagus Bambang
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.2877

Abstract

Elderly individuals generally undergo various physical and health changes. They tend to be more susceptible to various chronic diseases, such as diabetes, hypertension, arthritis, and neurological disorders like dementia. Therefore, they require specialized care and ongoing monitoring. These efforts can help prevent diseases and enhance the quality of life for the elderly. Some of the main issues frequently faced by elderly individuals living in nursing homes are related to their health, including chronic diseases, mental disorders, and physical decline. The goal of this community service is to make a tangible contribution to improving elderly healthcare services through collaboration between the community service team and the staff of the independent living facility.The target of this community service team is 63 elderly individuals residing at PTSW Madago Tentena. The results of the community service activities indicate that most of the elderly residents at PTSW suffer from chronic diseases, including 13 individuals (20.64%) with diabetes mellitus, 41 (65.1%) with hypertension, 2 (3.2%) with severe cognitive impairment, and 5 (7.9%) with mild cognitive impairment. The health status is categorized as severe for 8 (12%), moderate for 30 (48%), and mild for 25 (40%). Therefore, the outcomes of this community service can serve as a reference for the nursing home staff to strive for improved health among the elderly and collaborate with other institutions to provide healthcare services in the facility.
The Relationship between Family Support and Foot Care Compliance with Recurrent Diabetic Foot Wounds Manggasa, Dafrosia Darmi; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11444

Abstract

As many as 15-25% of Diabetes Mellitus (DM) patients have the potential to experience diabetic foot ulcers and the rate of recurrence or recurrence of diabetic ulcers is 50% to 70% over 5 years.  A quarter of patients with Diabetes Mellitus have the potential to develop diabetic foot sores or diabetic ulcers and more than half to 70% have a recurrence of diabetes mellitus over 5 years. Recurrent diabetic ulcers have various impacts such as reduced quality of life, economic burden, and psychological, and social effects, even if not treated properly, they can lead to infection, amputation, and even death. The study aimed to analyze the relationship between family support and foot care compliance with the incidence of recurrent diabetic ulcers. The study design was a cross-sectional study, with a sample size of 50 diabetic ulcer patients and the family support measurement instrument was the Hensaring Diabetes Family Support Scale (HDFSS). The results of statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.013. Patients who adhere to foot care experience recurrent wounds (12%) and those who do not comply with foot care experience recurrent wounds (34%). Statistical analysis using the chi-square test obtained p value = 0.039. It can be concluded that family support and compliance with foot care are related to the incidence of recurrent diabetic foot injuries, so it is recommended to comply with foot care and provide support for DM patients to prevent recurrent foot injuries.
PERGESERAN DARI GERAKAN BERBASIS KULTURALISME KE GERAKAN PURITANISME Maltifal, Maltifal; Agusrianto, Agusrianto; Mursal, Mursal; Lahmi, Ahmad
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3683

Abstract

The culturalist and puritanical movements are two important currents in the dynamics of Islamic religious thought and practice. Culturalism emphasizes a dialogical approach between religious teachings and local socio-cultural realities, while puritanism focuses on purifying religious teachings based on normative sources deemed authentic. The shift from culturalism to puritanism is a complex phenomenon that cannot be understood through a single discipline alone. Therefore, this paper aims to analyze the basic concepts, historical background, characteristics, and socio-religious implications of this shift through a multidisciplinary approach, encompassing theological, sociological, anthropological, historical, political, and philosophical perspectives. This research employs qualitative methods with a literature review approach and descriptive-critical analysis. The results indicate that the shift from culturalism to puritanism is influenced by changes in religious understanding, social transformation, globalization, and the dynamics of authority and power within Muslim societies. This study emphasizes the importance of an integrative and contextual approach so that the dynamics of religiosity can develop moderately and constructively, avoiding tendencies toward extremism and cultural relativism.  Keywords: culturalism; puritanism; religious movements; Islam; multidisciplinary approach; contemporary Islam
Islam Sebagai Objek Studi Dan Penelitian Dari Pendekatan Keilmuan: Analisis Kerangka Konseptual, Metodologis, dan Relevansi Kontemporer Agusrianto, Agusrianto; Pilahantoni, Riko; Maltifal, Maltifal; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7629

Abstract

Studi Islam kontemporer menjadi semakin penting untuk memahami agama yang senantiasa berubah. Artikel ini mengkaji Islam sebagai subjek riset ilmiah dengan menganalisis kerangka konseptual, metodologis, dan relevansinya dengan masa kini. Pertumbuhan studi Islam di zaman modern menjadi latar belakangnya, yang kini memasukkan berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora untuk memahami Islam dari berbagai sisi, melampaui sekadar ajaran normatif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara menerapkan ilmu pengetahuan secara komprehensif dan efektif dalam studi Islam, dengan keseimbangan antara ilmu murni dan kepekaan terhadap subjek studi yang memiliki makna spiritual dan budaya. Menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, tulisan ini menganalisis isi literatur yang ada dan menemukan bahwa Islam dapat menjadi subjek riset ilmiah karena memiliki dua sisi: ajaran normatif (seperti wahyu dan keyakinan) dan fenomena empiris (seperti praktik hidup, budaya, dan sejarah). Pendekatan keilmuan, yang mencakup kajian sejarah, masyarakat, budaya, filsafat, dan agama, sering kali digunakan secara bersamaan dari berbagai disiplin ilmu. Kemajuan dalam metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan digital juga memfasilitasi analisis yang mendalam dan bernuansa. Temuan utama menunjukkan bahwa studi Islam sangat berguna dalam menjawab permasalahan dunia saat ini, seperti perubahan iklim, kekerasan, ketidakadilan sosial, dan isu moral. Studi ini juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan mempromosikan dialog antarbudaya. Oleh karena itu, studi Islam yang kritis dan terbuka sangat penting untuk membantu orang memahami Islam secara benar dan adil di zaman modern.Kata Kunci: Studi Islam, Pendekatan Keilmuan, Metodologi Penelitian, Relevansi Kontemporer, Objektivitas Ilmiah
Pengaruh Pola Asuh dan Interaksi Sosial Terhadap Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Stunting Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto; Langitan, Rosamey Elleke
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3377

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan diPosyandu Desa Buyumpondoli, Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahun (51,4%), berpendidikan SMA (62,9%), dan bekerja di sektor swasta (57,1%). Pola asuh demokratis dominan diterapkan (74,3%). Namun, sebagian besar anak (74,3%) memiliki kemampuan kognitif yang tidak baik, meskipun interaksi sosialnya baik (68,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dan perkembangan kognitif (p-value=0,005), dimana pola asuh yang baik meningkatkan peluang memiliki kognitif yang baik sebesar 2,6 hingga 3 kali. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan perkembangan kognitif (p-value=0,685). Kesimpulan: Pola asuh merupakan faktor kritis yang berhubungan signifikan dengan perkembangan kognitif anak stunting. Diperlukan intervensi berbasis parenting education untuk memperkuat kualitas pola asuh demokratis, yang dikombinasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan yang komprehensif untuk menangani stunting. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Kognitif, Pola Asuh, Interaksi Sosial, Balita.