Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Sarana Sanitasi Rumah Tangga dalam Pengendalian Penyakit Diare di Desa Singa Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Risnawati Tanjung; Jernita Sinaga; Helfi Nolia; Erba Kalto Manik
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 2 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i2.4712

Abstract

Kondisi lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya adalah penyediaan air bersih, jamban keluarga, kondisi rumah dan kondisi lingkungan pemukiman. Sanitasi yang tidak memadai merupakan penyebab utama timbulnya penyakit. Upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan sarana sanitasi rumah tangga memiliki dampak yang sangat positif pada kesehatan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Pengabdian ini adalah kegiatan yang terdiri dari penyuluhan tentang jamban yang sehat di desa Singa Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya sanitasi di dalam rumah tangga. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah penyuluhan, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan peserta dengan memberikan pre-post test. Dan diharapkan nantinya dari pengabdian ini masyarakat mampu mengidentifikasi dan memilih sarana sanitasi rumah tangga yang tepat untuk digunakan. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri sanitasi yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian upaya untuk meningkatkan cakupan sarana sanitasi rumah tangga yang sehat. Berdasarkan hasil faktor lingkungan, perilaku dan kebersihan lingkungan tempat tinggal serta sanitasi dasar tempat tinggal terlihat 43% yang pengetahuan kurang, 40% sedang dan hanya 17% yang baik. Sesudah diberikan edukasi terlihat peningkatan menjadi 90% kategori baik sedangkan hanya 10% yang kategorinya sedang sementara tidak ditemukan lagi pengetahuan yang kurang. Sanitasi dasar tempat tinggal terlihat 67% baik sedangkan 33% sikapnya sedang. Sesudah diberikan edukasi terdapat peningkatan yaitu untuk sikap yang baik sebesar 88% sedangkan yang sedang sebesar 12%. Untuk Keterampilan sebelum diberikan demontrasi terlihat 70% yang kurang dan hanya 30% yang baik sedangkan setelah diberikan demonstrasi terlihat peningkatan menjadi 87% yang baik sedangkan yang kurang hanya 13%. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik bila mencapai lebih dari 75%, sedangkan yang didapatkan adalah 90%. Untuk mengetahui keterampilan peserta dalam pemeriksaan air dikatakan berhasil bila 80% sedangkan hasil yang didapatkan adalah 87%.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI KEPADATAN SPECIES LALAT DAN UPAYA PENGENDALIAN DI PUSAT PASAR BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2019 Likasi Emita Sebayang; jernita Sinaga
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.15 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i1.1008

Abstract

Identification of species of flies can see the characteristics of the body shape of flies by looking at organs identified by using a microscope and identification key book of adult fly species using Borror identification keys, and literature search by examining books and articles about flies, guidelines for entomological surveys. The body of flies is usually short, small and slender life flies are very adaptable to the surrounding air. Knowing the fly's morphology and measuring the density of flies by identifying the species of flies in this study is one of the efforts to determine the level of density and population distribution of fly species in the Berastagi market. The fly is one of the insects of the Order listed which is a member of the Hexapoda class or the insect has the largest number of genera and species which covers 60-70% of all Anthropod species or 60,000 - 100,000 species of flies.
Ergonomic Risk Factors and Their Effects on Musculoskeletal Disorders (MSDs) among Karo’s Uis Weavers Risnawati Tanjung; Eka Lestari Mahyuni; Jernita Sinaga; Deli Syaputri; Samuel Marganda Halomoan Manalu; Theodorus Teddy Bambang Soedjadi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.2.195-201

Abstract

Latar belakang: Penerapan ergonomi yang tidak tepat akan menimbulkan masalah kesehatan seperti cedera dan gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala muskuloskeletal dan mengetahui tingkat risiko ergonomis pada pengrajin tradisional Karo di Desa Samura Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sebagai sampel diambil 14 pengrajin kain tradisional Karo. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner peta tubuh Nordik dan Rapid Upper Lower Assessment (RULA).Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa perubahan postur merupakan risiko ergonomi. Berdasarkan analisis risiko ergonomi pada tahapan menenun kain tradisional Karo didapatkan data bahwa pengrajin harus menyelidiki dan menerapkan perubahan posisi kerja, pengrajin perlu segera melakukan perubahan posisi kerja lebih lanjut. Keluhan muskuloskeletal tertinggi yang dirasakan pada bagian bokong, lainnya pada betis kiri dan kanan serta bahu, kemudian pada punggung, pinggang, leher bagian atas, leher bagian bawah, dan bokong.Simpulan: Disimpulkan bahwa proses menenun masih menimbulkan risiko ergonomis bagi pengrajin dengan keluhan subjektif muskuloskeletal. Upaya untuk memperbaiki keadaan saat ini adalah dengan melakukan relaksasi di waktu istirahat yang singkat dan bantuan poster atau promosi pendidikan untuk mengingatkan perajin saat bekerja. ABSTRACT Background: The implementation of improper ergonomic will lead to health problems like injuries and musculoskeletal disorders. This study aims to recognize the musculoskeletal symptoms and determine the ergonomic risk level at traditional craftsmen of Karo in Samura village, Kabanjahe District, Karo Regency.Method: This research was a descriptive study with a cross-sectional design. As the sample, it was collected, 14 Karonese traditional cloth craftsmen. Data collected used the Nordic body map questionnaire dan Rapid Upper Lower Assessment (RULA).Result: The result found that the risk of ergonomic need to apply the changing of posture. Trough the analysis of ergonomics risk at the weaving stage of Karo traditional cloth, the following data were found that the craftsmen must investigate and apply changes in the work position, the craftsmen need to conduct further changes in work position immediately. The highest musculoskeletal complaints felt were in the buttocks, other in the left and right calves and shoulder, then in the back, waist, upper neck, lower neck, and buttocks.Conclusion: It concluded that the weaving process still posed ergonomic risks for the craftsmen with musculoskeletal subjective complaints. Efforts to improve the present situation are the doing relaxation in short break time and help by poster or promotion education to reminding the craftsman while they work.
DETERMINAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAMURA KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO Risnawati Tanjung; Rumani Samosir; Nelson Tanjung; Jernita Sinaga; Deli Syaputri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i2.1599

Abstract

Diarrhea is a disease in which the frequency of bowel movements is more frequent than usual or more than 3 times a day, accompanied by a change in the structure of the stool, which becomes softer and even more liquid. The cause of diarrhea is one of the environmental-based diseases which is still a public health problem where one of the causes of diarrhea is poor environmental sanitation conditions. This study aims to determine the determinants of the incidence of diarrhea in Samura Village, Kabanjahe District, Karo Regency in 2022. This type of research is analytic observation with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families who lived in Samura Village, Kabanjahe District, Karo Regency, totaling 3,398 families, with a sample size of 97 samples. The sampling technique was carried out by means of Simple Random Sampling. Data analysis used the Chi Square test. Based on the results of the study, it can be concluded that there are two variables related to the incidence of diarrhea, namely: personal hygiene with a p-value = 0.014 (p <0.05) and landfills with a p-value = 0.016 (p <0.05) and there are two variables that are not related to the incidence of diarrhea, namely: sources of clean water with a p-value = 346 (p> 0.05) and sewerage with a p-value = 0.472 (p> 0.05). Suggestions for the community to always maintain a clean environment and always apply PHBS, especially in maintaining personal hygiene so that it is far from various diseases
ANALISIS POLA SEBARAN, SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Sinaga, Jernita; Andrianti, Septi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.398

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Faktor lingkungan seperti sanitasi dan higiene, sumber air minum, kualitas air minum, dan kepemilikan jamban merupakan faktor tidak langsung penyebab stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi stunting dan faktor sanitasi lingkungan yang menyebabkan stunting di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan jumlah sampel 176 balita. Pola distribusi stunting dan hubungan karakteristik pasien dengan faktor risiko lingkungan dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data PHBS dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan uji laboratorium mikrobiologi untuk mengukur kualitas air. Analisis spasial menggunakan tumpang susun (overlay) rata-rata tetangga terdekat. Hubungan antara karakteristik dan faktor risiko dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan chi-square dan regresi logistik.Hasil: Analisis rata-rata tetangga terdekat menunjukkan bahwa indeks tetangga terdekat adalah 0,19 (<1) (Z score -16,72, p-value 0,01). Analisis regresi perangkat lunak GeoDa (p-value 0,76). Terdapat hubungan antara kualitas air bersih dan PHBS (p-value <0,05) dengan stunting. Jamban keluarga dan tempat pembuangan sampah (p value > 0,05) tidak berhubungan dengan stunting. Pola sebaran kasus cenderung mengelompok, dan tidak ditemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian  stuntingSimpulan: Sebaran menunjukkan pola sebaran kasus cenderung mengelompok. Analisis regresi menggunakan software GeoDa tidak menemukan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian stunting. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman baru bahwa promosi kesehatan untuk mencegah stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga Prilaku Hidup Bersih dan Sehat serta kualitas air.Kata kunci: Pola Sebaran, Stunting, Sanitasi  Lingkungan ABSTRACT Background: Stunting is a global problem due to the increasing prevalence and its impact can lead to less competitive human resources, affect work productivity, increase the risk of overweight and obesity, and trigger metabolic syndrome disease. The purpose of the study was to obtain the distribution of stunting and the dominant factors causing stunting in terms of sanitation, namely the quality of clean water, latrine facilities, waste disposal facilities, clean and healthy living behavior.Methods: This study used a case control design with 176 toddlers as the subject. The pattern of stunting distribution and associations of patient characteristics and environmental risk factors with stunting was carried out using a Geographic Information System (GIS) to determine the distribution of cases in each region in Dairi Regency. Spatial analysis used average nearest neighbour, overlay. The association of characteristics and risk factors with the incidence of stunting was analyzed multivariately, using chi square and logistic regression with a 95% confidence degree (α=0.05).Results Average nearest neighbor analysis shows that the nearest neighbor index is 0.19 (<1) (Z score -16.72, p-value 0.01). GeoDa software regression analysis (p-value 0.76). There is a relationship between clean water quality and PHBS (p-value <0.05) and stunting. Family latrines and rubbish dumps (p value > 0.05) were not associated with stunting. The pattern of distribution of cases tends to be clustered, and no relationship was found between population density and the incidence of stuntingConclusion: The distribution shows that the pattern of case distribution tends to be clustered. Regression analysis using GeoDa software did not find a relationship between population density and the incidence of stunting. The quality of clean water containing e coli is the most dominant factor, there is a relationship between PHBS and stunting and there is no relationship between family toilet facilities and waste disposal facilities.Keywords : Distribution Patterns, Stunting, Environmental Sanitation
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Ovitrap/Trapping Dari Sampah Anorganik Untuk Menurunkan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Jernita Sinaga; Risnawati Tanjung; Helfi Nolia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.2741

Abstract

Perangkap nyamuk berbasis air gula pasir, gula merah dan ragi roti, merupakan perangkap nyamuk yang terbuat dari botol bekas kemasan minuman ringan yang disi dengan air gula pasir rati – ragi roti serta botol tersebut dibungkus dengan plastik bewarna hitam. Hasil fermentasi gula pasir oleh ragi roti menghasilkan karbondikoksia yang akan menarik nyamuk untuk datang. Perangkap sederhana (trapping) ini dapat diletakkan di sudut ruangan yang banyak dipakai untuk aktivitas anggota keluarga. “Pernyabagri dapat bertahan hingga satu minggu sehingga bersifat sangat ekonomis. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah para perangkat desa dan masyarakat sebanyak 50 orang. Metode kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan adalah ceramah untuk menjelaskan kajian sampah, jenis sampah, dan sumber sampah, pengelolaan sampah dan 3R (reduce, reuse, recycle), serta pengelolaan sampah anorganik menjadi perangkap telur nyamuk (ovitrap)/trapping (perangkap nyamuk) sederhana, dilanjutkan tanya jawab, demonstrasi pengelolaan sampah anorganik menjadi perangap nyamuk. Faktor pendukung kegiatan pengabdian adalah adanya dukungan dari Kepala Desa dan antusiasme peserta pengabdian, sedangkan faktor penghambat kegiatan adalah keterbatasan waktu pelaksanaan pengabdian. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan (100%), ketercapaian tujuan pelatihan (80%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (80%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (80%). Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan perangkap nyamuk sederhana dari botol dan plastic bekas. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi yang menyentuh secara langsung masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD.
Spatial analysis of environmental sanitation and stunting incidents Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Sinaga, Jernita
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.23442

Abstract

Environmental factors such as sanitation and hygiene, drinking water sources, quality of drinking water, and ownership of latrines are indirect factors causing stunting. This study aims to analyze the distribution of stunting and environmental sanitation factors that cause stunting in Dairi District, North Sumatra, Indonesia. The case-control design was carried out with 172 toddlers. The distribution pattern of stunting and the association of patient characteristics and environmental risk factors was carried out using the Geographic Information System. Data on healthy clean-living behavior was collected using a questionnaire, and microbiological laboratory tests measured water quality. The spatial analysis uses an average nearest-neighbor overlay. The association of characteristics and risk factors with the incidence of stunting was analyzed using chi-square and logistic regression. The average nearest neighbor analysis shows that the nearest neighbor index is 0.19 ( 0.05) are unrelated to stunting. The pattern of distribution of cases tended to be in clusters, and no relationship was found between population density and the incidence of stunting. The findings of this study provide a new understanding that health promotion to prevent stunting does not only focus on fulfilling nutrition but also on healthy clean-living behavior and water quality.
Environmental Health Study of Coastal Communities to Domestic Wastewater Risks in Medan City Syaputri, Deli; Auliani, Restu; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita; Manik, Erba Kalo
West Science Nature and Technology Vol. 3 No. 02 (2025): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v3i02.1976

Abstract

This study examines the environmental health risks posed by domestic waste in coastal communities in Medan City, employing a quantitative approach with a sample of 150 respondents analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings highlight significant positive relationships between waste management practices, community awareness, and environmental health outcomes. Infrastructure adequacy further enhances the impact of waste management on health outcomes, demonstrating its moderating role. These results underscore the necessity of integrated strategies combining effective waste management, educational initiatives, and infrastructural investments to improve environmental health in coastal areas. This research provides actionable insights for policymakers and stakeholders, emphasizing the importance of sustainable waste practices to mitigate environmental and health risks.
APLIKASI SURVEY JENTIK BETAPAANTIK DALAM MENDUKUNG PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Tanjung, Risnawati; Helfi Nolia; Jernita Sinaga
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/njr8k695

Abstract

Abstrak Latar Belakang. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, pemanfaatan aplikasi digital dalam bidang kesehatan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan penyakit. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi BETAPAANTIK (Berbasis Teknologi Pengawasan dan Analisis Jentik), yang dirancang untuk mempermudah kegiatan survei jentik oleh masyarakat maupun petugas kesehatan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melakukan input data jentik secara langsung dari lapangan, menyajikan peta sebaran jentik secara real-time, serta menyediakan sistem pelaporan yang cepat dan akurat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental). Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi BETAPAANTIK dalam mendukung kegiatan survei jentik dan pengendalian DBD. Hasil: Penelitian berhasil mengembangkan model pelaporan pemantauan jentik nyamuk menggunakan sistem berbasis android, dengan nama aplikasi android BETAPAANTIK vesi 1.0. Pengguna dapat mengimplementasikan aplikasi secara efektif, tidak hanya berperan sebagai alat pengumpulan data tetapi menawarkan keunggulan dalam integrasi data analitik dengan visualisasi indikator entomologi yang lebih terperinci. Namun diperlukan riset terkait kesiapan kebijakan lebih lanjut untuk mengintegrasikannya ke dalam program Dinas Kesehatan. Aplikasi ini berfungsi sebagai database informasi kepadatan larva secara real-time dan mudah diakses. Selain itu, berfungsi sebagai sistem peringatan dini pengendalian DBD di Kabupaten Deli Serdang. Simpulan: Penggunaan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi mobile meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong terciptanya sistem pengawasan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan demikian, BETAPAANTIK menjadi solusi inovatif yang mendukung transformasi digital di sektor kesehatan lingkungan, khususnya dalam pemberantasan sarang nyamuk dan pencegahan DBD. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Survei Jentik,  Aplikasi BETAPAANTIK.   ABSTRACT Background. With the advancement of information technology, the use of digital applications in the health sector has become an innovative solution to improve the effectiveness of disease prevention programmes. One such innovation is the BETAPAANTIK (Technology-Based Surveillance and Larvae Analysis) application, designed to facilitate larvae surveys by both the community and health workers. This application allows users to input mosquito larvae data directly from the field, display real-time maps of mosquito larvae distribution, and provide a fast and accurate reporting system. Method: This study is a quantitative descriptive study with a quasi-experimental approach. The study aims to determine the effectiveness of using the BETAPAANTIK application in supporting mosquito larvae surveys and dengue fever control. Results: The study successfully developed a mosquito larvae monitoring reporting model using an Android-based system, named the BETAPAANTIK Android application version 1.0. Users can effectively implement the application, which not only serves as a data collection tool but also offers advantages in integrating analytical data with more detailed entomological indicator visualisations. However, further research is needed regarding policy readiness to integrate it into the Health Department's programme. The application functions as a real-time, easily accessible database of larval density information. Additionally, it functions as an early warning system for dengue fever control in Deli Serdang District. Conclusion: The use of information technology in the form of a mobile application enhances community participation and promotes the creation of a more transparent and accountable environmental monitoring system. Thus, BETAPAANTIK serves as an innovative solution supporting digital transformation in the environmental health sector, particularly in mosquito breeding site eradication and dengue fever prevention. Keywords: Dengue Fever, Larva Survey, BETAPAANTIK Application
Pemberdayaan Masyarakat untuk Dukung STBM: Pembuatan Kloset, Edukasi Stop BABS, dan CTPS: Pengabdian Risnawati Tanjung; Jernita Sinaga; Mustar Rusli; Helfi Nolia; Deli Syaputri; Marganda Halomoan Manalu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1199

Abstract

STOP BABS (Stop Defecating in the Open) and CTPS (Washing Hands with Soap) are part of the 5 pillars of STBM (Community-Based Total Sanitation). Open defecation is a serious threat to health and sanitation dignity. Washing hands can prevent infectious diseases and around 80% of all cases of infectious diseases can also be transmitted through hand contact. Making a bowel toilet seat is an essential first step in providing proper sanitation facilities. The right design and high-quality manufacture of the toilet seat can improve user comfort and safety, and help reduce the risk of contamination. The purpose of this activity is Community Empowerment in Making Bowel Toilet Seats and Education to Stop BABS (Defecation in the Open), CTPS to Support the STBM Program in Parbuluan VI Village, Parbuluan District, Dairi Regency. Increasing community knowledge regarding STBM, especially STOP BABS and getting people used to CTPS. The implementation method is the distribution of pre- and post-test questionnaires. Knowledge about Washing Hands with Soap to support STBM and making toilet seat bowels is seen in 83% good category, attitude about STOP BABS (Open Defecation), Washing Hands with Soap (CTPS) to support STBM program and Skills in Making Toilet Seat Bowel has good attitude of 87%, Participant skills are 80% good.