Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Prologia

Efektivitas Komunikasi Pemasaran Melalui Key Opinion Leader (KOL) dalam Meningkatkan Brand Awareness SH-RD Indonesia Kellin, Thio; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27599

Abstract

The use of Key Opinion Leaders (KOL) to increase brand awareness is a very common marketing communications strategy and considered as one of the most effective ways to introduce products and brands. The use of KOL as a marketing communication strategy is also carried out by SH-RD Indonesia and is an interesting phenomenon to research because the brand has developed quite rapidly since its initial appearance in 2019. The aim of this research is to determine the effectiveness of marketing communications through KOL used by SH-RD Indonesia to increase brand awareness. On this research, the approach that been using is  a quantitative approach by distributing questionnaires to followers of the TikTok social media account @yourminbite who know or follow the @shrd.id account. Based on the data obtained in the research, it was found that marketing communication through KOLs for the SH-RD Indonesia brand was declared effective because the influence of KOLs on brand awareness was found through descriptive statistical tests. Apart from that, in simple linear regression tests, t tests and correlation coefficient test it was also found that there was a positive relationship between key opinion leaders and brand awareness. Pemanfaatan Key Opinion Leader (KOL) guna meningkatkan brand awareness merupakan sebuah strategi komunikasi pemasaran yang sangat lazim dan dinilai sebagai salah satu cara paling efektif dalam mengenalkan produk dan merek. Penggunaan KOL sebagai strategi komunikasi pemasaran ini juga dilakukan oleh SH-RD Indonesia dan merupakan suatu fenomena yang menarik diteliti karena perkembangan merek yang cukup pesat dari awal kemunculannya pada tahun 2019 lalu. Adapun tujuan penelitian ini ialah guna mengetahui efektivitas komunikasi pemasaran melalui KOL yang digunakan SH-RD Indonesia guna meningkatkan brand awareness. Adapun penedekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner pada pengikut akun media sosial TikTok @yourminbite yang mengetahui atau mengikuti akun @shrd.id. Berdasarkan data yang didapatkan dalam penelitian, didapatkan bahwa komunikasi pemasaran melalui KOL pada brand SH-RD Indonesia dinyatakan efektif karena ditemukan pengaruh antara KOL terhadap brand awareness yang didapatkan melalui uji statistik deskriptif. Selain itu, pada uji regresi linear sederhana, uji t hingga uji koefisien korelasi juga didapatkan bahwa terdapat hubungan positif antar key opinion leader dengan brand awareness.
Membangun Personal Branding 'Positif Energy' Melalui Media Sosial Shasa Zhania Khotimah, Aliya; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27605

Abstract

TikTok's popularity rising. Number of women 16-24 years old considering it their "favorite" has jumped more than a third. The power of personal branding creates new opportunities in TikTok content creator accounts (Shasa Zhania). Shasa Zhania's personal branding to increase followers on TikTok social media and see social responses about the value of feminine energy. The research uses a qualitative-descriptive method, through the semantic approach of the Semiotic code according to Charles Sanders Peirce which relates to the 8 concepts of personal branding from Peter Montoya. The author collects information through the tiktok @_shaz, based on library sources and the results of data reduction through journals related to "Utilization of Social Media, TikTok for Personal Branding". The results of data presentation become informative, and conclusions are clearly verified. The results of the semiotic model analysis successfully identified the appropriate trichotomy component, it is known that the sign in the selected video uses Qualisign. The index object: the shape of each video. The interpretant uses rheme, argument based on text The results of the theory of 8 personal branding concepts in relation to Shana Zania, in these findings, have fulfilled 8 personal branding concepts to survive as a content creator. Popularitas TikTok meningkat dengan jumlah perempuan antara 16-24 tahun menganggapnya sebagai platform sosial “favorit” telah melonjak lebih dari sepertiga selama setahun terakhir. Kekuatan personal branding menciptakan peluang baru di akun TikTok content creator, seperti Shasa Zhania. Menariknya, personal branding Shasa Zhania untuk meningkatkan followers di media sosial TikTok dan melihat tanggapan sosial tentang nilai feminine energy dari dirinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif, melalui pendekatan semantik kode Semiotika menurut Charles Sanders Peirce yang berhubungan dengan 8 konsep personal branding menurut Peter Montoya secara terperinci dalam bentuk pemaknaan tanda. Penulis mengumpulkan informasi melalu objek penelitian pada akun media sosial tiktok @_shaz, berdasarkan sumber pustaka dan hasil reduksi data melalui jurnal-jurnal yang berkaitan dengan “Pemanfaatan Media Sosial, TikTok untuk Personal Branding”. Hasil penyajian data menjadi lebih informatif dan simpulan terverifikasi dengan jelas. Hasil analisa model semiotika, berhasil didentifikasi komponen trikotomi yang sesuai, maka diketahui bahwa tanda pada video yang dipilih menggunakan Qualisign. Objek indeksnya: bentuk dari setiap frame video, sedangkan interpretant menggunakan rheme dan argumen berdasarkan teks yang sedikit rancu sehingga memungkinkan adanya penafsiran multitafsir. Hasil teori 8 konsep personal branding hubungannya dengan Shana Zania, pada temuan ini, telah memenuhi 8 konsep personal branding untuk dirinya dapat bertahan menjadi seorang content creator.
Pemanfaatan Media Sosial Tiktok oleh Adira Finance dalam Menyampaikan Content Marketing Winata, Maria Evelyn; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27640

Abstract

Over time, a great deal of technology has been purposefully built to make human activities easier. The internet, inextricably linked to social media, is one of the technical innovations most frequently utilised for communication. Due to the onset of the Covid-19 pandemic, not only have individuals been affected, but the situation has also compelled the entire economy, including financial institutions, to revamp their communication strategies in order to sustain marketing efforts for their products. Adira Finance is a finance company under the supervision of OJK (Financial Services Authority) that provides various product services. The presence of TikTok social media creates ease of effective communication between consumers and companies. Adira Finance utilizes TikTok social media as a medium to deliver marketing content. This research uses the theory of the four pillars of social media support strategies according to Lon Safko and K. Brake (2009), namely communication, collaboration, education, and entertainment. TikTok features a variety of interesting content that is packaged differently, namely short videos. Content formulation of the message to be conveyed is important in using this digital platform. This study collects data through observation and interviews using a qualitative methodology. This research was conducted to find out how the utilization of social media, especially TikTok, by a finance company, namely Adira Finance. The results of this research show that Adira Finance's TikTok content focuses on current trends in social media and the content is packaged in a relaxed and humorous manner. Seiring berjalannya waktu, begitu banyak teknologi yang sengaja diciptakan dan dikembangkan untuk mempermudah aktivitas manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang paling sering dimanfaatkan sebagai alat komunikasi yaitu Internet yang tidak lepas dari media sosial. Pandemi COVID-19 membuat seluruh sektor ekonomi, termasuk perusahaan pembiayaan, perlu mengubah strategi komunikasi mereka untuk tetap memasarkan produk mereka. Adira Finance merupakan perusahaan pembiayaan di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang memberikan berbagai pelayanan produk. Kehadiran media sosial TikTok menciptakan kemudahan komunikasi yang efektif antara konsumen dengan perusahaan. Adira Finance memanfaatkan media sosial TikTok sebagai media untuk menyampaikan konten marketing. Penelitian ini menggunakan teori empat pilar strategi pendukung media sosial menurut Lon Safko dan K. Brake yaitu komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. TikTok menampilkan berbagai konten menarik yang dikemas berbeda yaitu video berdurasi singkat. Formulasi konten terhadap pesan yang ingin disampaikan menjadi hal penting dalam penggunaan platform digital ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Adira Finance, sebuah perusahaan pembiayaan menggunakan media sosial TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok Adira Finance berfokus pada tren yang sedang berjalan di media sosial tersebut serta konten dikemas dengan santai dan lucu.
Strategi Marketing Public Relations Parfum Lokal dalam Membangun Brand Awareness Azaria, Gabriella Diva; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33179

Abstract

The rapid growth of the perfume industry in Indonesia, especially in the local product segment, has created intense competition among business players. Aamodini, as a new brand, had to implement effective strategies to build brand awareness. This research aims to identify the Marketing Public Relations (MPR) strategy used by Aamodini in building brand awareness. The theory used in this research is the MPR Whalen's 7 Step Strategic Planning Process, namely situation analysis, objectives, strategy, targets, messages, tactics and evaluation. The method applied is qualitative with a case study approach, where data is collected through in-depth interviews. The research results show that MPR Aamodini focuses on creating active interactions with consumers, maximizing the use of social media, collaborating with influencers, and participating in offline bazaars. These strategies can build brand awareness, starting from the initial stage where consumers are not familiar with Aamodini to reaching a significant level of recognition in the local perfume market. This research confirms the importance of a planned MPR strategy in facing competitive challenges and building brand awareness. Pesatnya pertumbuhan industri parfum di Indonesia, khususnya di segmen produk lokal, telah menciptakan persaingan yang ketat di kalangan pelaku bisnis. Aamodini, sebagai brand baru, harus menerapkan strategi yang efektif untuk membangun brand awareness. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi Marketing Public Relations (MPR) yang digunakan Aamodini dalam membangun brand awareness. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tahapan MPR Whalen’s 7 Step Strategic Planning Process, yakni analisis situasi, objektif, strategi, sasaran, pesan, taktik, dan evaluasi. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPR Aamodini berfokus pada menciptakan interaksi aktif dengan konsumen, memaksimalkan penggunaan media sosial, berkolaborasi dengan influencer, dan berpartisipasi dalam bazaar offline. Strategi-strategi ini dapat membangun kesadaran merek, mulai dari tahap awal di mana konsumen tidak mengenal Aamodini hingga mencapai tingkat pengenalan yang signifikan di pasar parfum lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi MPR yang terencana dalam menghadapi tantangan kompetisi dan membangun brand awareness.
Pemanfaatan Aplikasi Mamikos sebagai Sarana Strategi Komunikasi Pemasaran Cokelat Residence Ardiana, Engei; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33398

Abstract

The development of communication media in Indonesia is growing very rapidly. With the growth of people's needs in Indonesia, there has also been an increase in communication media created according to people's needs. Not only is it used to ask for news, but many communication media have emerged, especially media used to communicate and promote and buy and sell residences such as apartments and boarding houses to make it easier for people to meet their needs without having to communicate and transact face to face. This research aims to find out how applications are used as a means of marketing communication strategy. This research uses marketing communication theory and in analyzing the data obtained, the SOSTAC model is used. Apart from observing and documenting, the researcher also conducted interviews with the boarding house owner and two boarding house tenants. From this research, it was found that several strategies were carried out by Cokelat Residence, namely conducting research on things that are often asked by prospective tenants at Mamikos to be used as content for messages that will be shared during broadcasts, including the availability of rooms with a higher number, increasing advertisements for available rooms at Mamikos and others Perkembangan media komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan masyarakat di Indonesia, maka bertambah juga media komunikasi yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tak hanya digunakan untuk bertanya kabar, tetapi sudah banyak media komunikasi yang bermunculan terutama media yang digunakan untuk berkomunikasi dan mempromosikan hingga memperjual-belikan tempat tinggal seperti apartemen hingga rumah kos guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya tanpa harus berkomunikasi dan bertransaksi secara langsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisi dan mengetahui bagaimana pemanfaatan aplikasi sebagai sarana strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini juga memanfaatkan teori komunikasi pemasaran dan dalam menganalisis data yang diperoleh, digunakan model SOSTAC. Selain melakukan observasi dan dokumentasi, peneliti juga melakukan wawancara dengan pemilik rumah kos dan dua orang penyewa rumah kos tersebut. Dari penelitian ini ditemukan beberapa strategi yang dilakukan oleh Cokelat Residence yaitu Melakukan riset mengenai hal yang sering ditanyakan oleh calon penyewa di Mamikos untuk dijadikan isi pesan yang akan dibagikan saat broadcast, mencantumkan ketersediaan kamar dengan jumlah lebih tinggi, Menaikkan iklan pada kamar yang tersedia di Mamikos dan lainnya
Strategi Komunikasi Pemasaran Brand Itswooni dalam Membangun Brand Awareness Wisely, Erica; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35347

Abstract

ItsWooni is one of the local brands that recently entered the competition in 2022, offering a complementary addition to fashion through its product line of bags. The aim of this research is to understand the marketing communication strategies employed by the ItsWooni brand to enhance brand awareness. Marketing communication in this context is carried out through influencer marketing and content marketing. In this study, the researcher adopts a qualitative approach and a case study method. Data is gathered through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Interviews are conducted with the owner, team, and customers of ItsWooni to gain a comprehensive understanding of the brand. Meanwhile, observation involves examining and analyzing data and information related to ItsWooni. The findings of this research reveal the strategies employed in marketing communication to build and sustain brand awareness. ItsWooni merupakan salah satu brand lokal yang baru saja bersaing di tahun 2022 yang dapat menjadi pelengkap busana karena produk yang dikeluarkan oleh ItsWooni adalah tas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh brand ItsWooni dalam meningkatkan kesadaran merek. Komunikasi pemasaran ini dilakukan melalui influencer marketing dan content marketing. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Peneliti memperoleh data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama pemilik, team dan customer ItsWooni untuk mengetahui secara mendalam mengenai ItsWooni. Sementara itu, observasi dilakukan dengan mengamati, menganalisis data dan informasi mengenai ItsWooni. Hasil temuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam membangun dan mempertahankan kesadaran merek.