Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial X untuk Interaksi Penggemar dalam Mendukung Idola Hasan, Devy Yana; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33291

Abstract

The K-pop phenomenon has become increasingly popular worldwide, including in Indonesia, giving rise to a dedicated fan community. Fans play an essential role in the world of K-pop, one of which is to support their favorite idols.  One form of support that fans can provide is streaming parties. This activity not only increases impressions but also strengthens fan relationships. Looking at this phenomenon, the research aims to describe the use of social media X as a means of fan interaction in supporting their idols through MV streaming party activities. This research uses the concepts of mass communication, social media, and fan interaction, with a qualitative approach and phenomenological methods. This research shows the process of streaming party activities that utilize the features of social media X, namely hashtags, replies, mentions, threads, search, and DM. The results of the research show that social media can be used as a means of fan interaction, with the process involving fans exchanging information about streaming party activities, encouraging one another, and communicating about various topics. Through this process, fans can become more connected with one another, grow closer, and expand their network of friends. Fenomena K-Pop kini telah menjadi semakin populer hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia, sehingga melahirkan suatu komunitas penggemar. Penggemar berperan penting  dalam dunia K-Pop salah satunya adalah untuk mendukung idola kesukaannya.  Salah satu bentuk dukungan yang  dapat dilakukan penggemar yaitu streaming party. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan tayangan, tetapi juga mempererat hubungan penggemar. Melihat dari fenomena ini, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial X sebagai sarana interaksi penggemar dalam mendukung idolanya melalui kegiatan MV streaming party. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, media sosial, dan juga interaksi penggemar, dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Melalui penelitian ini memperlihatkan proses kegiatan streaming party yang memanfaatkan fitur-fitur media sosial X yaitu tagar, reply, mention, thread, search, dan juga DM. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media sosial X dapat dimanfaatkan sebagai sarana interaksi penggemar, dengan prosesnya yang meliputi cara penggemar saling bertukar informasi mengenai kegiatan streaming party, saling memberikan semangat satu sama lain, dan juga saling berkomunikasi tentang banyak hal. Melalui proses tersebut para penggemar dapat menjadi lebih terhubung dengan satu sama lain, menjadi lebih dekat, dan juga mereka dapat memperluas jaringan pertemanan.
Fenomena Parasosial dan Ketertarikan Emosional Penggemar SEVENTEEN di Weverse Xiang, Lecia Fernanda; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33295

Abstract

In the digital era, the communication process can be carried out virtually and the tool that is often used is social media. On social media, users can access various information and one of their favorite topics is public figures. Through social media, fans can follow their idols and find out the latest information about their activities. The phenomenon where fans feel a feeling of closeness within fans with their idols is called a parasocial phenomenon. Parasocial interactions and relationships can give rise to feelings of emotional attraction in fans, which has an impact on the way they behave and view their idols. This research uses the basic concepts of mass communication, popular culture and parasocial phenomena. This research aims to analyze parasocial phenomena and emotional attraction of SEVENTEEN fans on the Weverse platform. This research uses a qualitative approach and phenomenological methods. The results of the research show that interactions on digital platforms such as Weverse, through content containing personal messages, have formed a sense of intimacy that supports parasocial relationships and fans' emotional interest. Additionally, parasocial phenomena and emotional attraction may contribute to how fans build relationships in real life. Di era digital, proses komunikasi dapat dilakukan secara virtual dan sarana yang sering kali dipakai adalah media sosial. Di media sosial pengguna dapat mengakses berbagai informasi dan salah satu topik yang disukai adalah mengenai figur publik. Melalui media sosial, penggemar dapat mengikuti idolanya dan mencari tahu informasi terbaru mengenai kegiatannya. Fenomena dimana penggemar merasakan perasasan kedekatan dalam diri penggemar  dengan idolanya disebut sebagai fenomena parasosial. Dari interaksi dan hubungan parasosial dapat menimbulkan perasaan ketertarikan emosional pada penggemar berdampak pada cara mereka berperilaku dan memandang idolanya. Penelitian ini menggunakan landasan konsep komunikasi massa, budaya populer, dan fenomena parasosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena parasosial dan ketertarikan emosional penggemar SEVENTEEN di platform Weverse. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa interaksi di platform digital seperti Weverse, melalui konten yang mengandung pesan personal telah membentuk rasa intimasi yang mendukung hubungan parasosial dan ketertarikan emosional penggemar. Selain itu, fenomena parasosial dan ketertarikan emosional dapat berkontribusi pada cara penggemar membangun hubungan di kehidupan nyata.
Culture Shock dalam Adaptasi Sosial Remaja Perantau Sumiati, Juli Veni; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33323

Abstract

When someone migrates to a new area, they inevitably face challenges and require time to adjust to the local environment and new culture. The process of adaptation experienced by migrants when encountering different cultures often leads to Culture Shock. The purpose of this study is to describe the phenomenon of Culture Shock in the social adaptation of youth from Pulau Halang who migrate to Jakarta. This research employs a qualitative approach, utilizing a phenomenological method, and is supported by concepts of Culture Shock and social adaptation. The findings indicate that youth from Pulau Halang who migrate go through several stages in their adjustment process. It begins with an optimistic phase full of enthusiasm, followed by a phase of disappointment marked by discomfort or surprise. Subsequently, the youth experience a recovery phase where they become more stable, and finally, a phase of adjustment where they feel more comfortable and can adapt by adopting communication styles and managing their time in accordance with Jakarta's societal tempo. Ketika seseorang merantau ke suatu daerah baru, tentunya akan menghadapi tantangan dan memerlukan waktu dalam penyesuaian diri dengan lingkungan setempat dan budaya baru. Proses adaptasi yang dialami perantau ketika berhadapan dengan budaya yang berbeda seringkali mengakibatkan Culture Shock. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena Culture Shock dalam adaptasi sosial remaja Pulau Halang yang merantau ke Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta konsep yang mendukung yaitu Culture Shock dan adaptasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Pulau Halang yang merantau melewati beberapa tahapan dalam penyesuaian diri mereka. Diawali dengan fase optimis yang penuh dengan rasa antusias, kemudian dengan fase kekecewaan yakni muncul rasa ketidaknyamanan atau kejutan. Setelah itu, remaja juga mengalami fase pemulihan yang lebih stabil dan akhirnya tahap fase penyesuaian atau mereka mulai merasa lebih nyaman dan dapat beradaptasi dengan dapat mengikuti gaya komunikasi dan bisa mengatur waktu sesuai dengan tempo masyarakat di Jakarta.
Komunikasi Persuasif Chlorophyllamakeup untuk Membangun Kepercayaan pada Online Class Makeup Azizah, Tarisha Wardah; Utami, Lusia Savitri Setyo
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33498

Abstract

The growth of the beauty industry in Indonesia has increased the demand for alternative makeup learning methods, such as online makeup classes. Despite their convenience and flexibility, many potential participants remain skeptical about the quality of teaching and lack of direct interaction. This study analyzes the persuasive communication used by makeup artists to build participant trust in online makeup classes. Using a qualitative approach and a case study method focused on Chlorophyllamakeup, data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies. The findings reveal that Chlorophyllamakeup applies persuasive techniques, including association, integration, reward, framing, and red-herring. The association technique links participants' needs with solutions, such as makeup durability under extreme conditions. Integration creates personal connections through consistent communication. Rewards include video recordings, e-modules, certificates, and additional gifts. Framing ensures materials are structured and easy to understand, while the red-herring technique shifts focus to tangible results. persuasive communication effectively build trust, foster loyalty, and expand promotional reach through testimonials on social media. This research highlights how persuasive communication plays a pivotal role in overcoming skepticism, enhancing participant trust, and promoting the growth of online makeup education. Pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia telah meningkatkan kebutuhan akan alternatif pembelajaran makeup, seperti online class makeup. Meski menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, masih banyak calon peserta yang ragu terhadap kualitas pengajaran dan minimnya interaksi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi persuasif yang digunakan oleh makeup artist dalam membangun kepercayaan peserta terhadap online class makeup sebagai alternatif pembelajaran. Menggunakan konsep komunikasi persuasif, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus pada Chlorophyllamakeup. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chlorophyllamakeup menggunakan beberapa teknik komunikasi persuasif, seperti teknik asosiasi, integrasi, ganjaran, tataan dan red-herring. Teknik asosiasi menghubungkan kebutuhan peserta dengan solusi yang ditawarkan, seperti ketahanan makeup dalam kondisi ekstrem. Teknik integrasi menciptakan hubungan personal dengan peserta melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan. Ganjaran diberikan dalam bentuk rekaman video, e-modul, sertifikat, dan hadiah tambahan. Teknik tataan memastikan materi tersampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami. Teknik red-herring dengan mengarahkan fokus peserta dan calon peserta pada hasil nyata. Komunikasi persuasif ini berhasil membangun kepercayaan peserta, menciptakan loyalitas, dan memperluas jangkauan promosi melalui testimoni di media sosial.
Perilaku Komunikasi Verbal dan Non-verbal Penggemar BTS dalam Akun TikTok @peakaboo__ Utama, Dennys; Utami, Lusia Savitri Setyo
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30259

Abstract

Technological developments have brought changes to verbal and non-verbal communication behavior, one of which has an instant impact on BTS fans making it easier to convey messages to their idols by using internet networks, namely social media. The development of social media has made BTS fans build communities through social media, one of which is TikTok. The TikTok application offers features that BTS fans use in verbal and non-verbal communication behavior in the form of a comment column which is used to exchange opinions on videos uploaded by content creators. This research method uses a qualitative approach with a case study method. The aim of this research is to determine and describe the verbal and non-verbal communication behavior of BTS fans in the comment’s column on TikTok accounts. In this research, the concepts used are verbal and non-verbal communication behavior. The results of this research show that verbal communication behavior in the TikTok comment column can be formed from fans' desires to voice every activity involving their idols, while non-verbal communication can be expressed in the form of emoticons where various emoticons can show what fans feel when commenting. Perkembangan teknologi membawa perubahan pada perilaku komunikasi verbal dan non-verbal salah satunya memberikan dampak instan bagi penggemar BTS lebih mudah dalam menyampaikan sesuatu pesan pada idolanya dengan menggunakan jaringan internet yaitu media sosial. Perkembangan media sosial membuat penggemar BTS membina komunitas melalui media sosial salah satunya TikTok. Aplikasi TikTok menawarkan fitur-fitur yang digunakan penggemar BTS dalam perilaku komunikasi verbal dan non-verbal berupa kolom komentar yang digunakan untuk saling bertukar pendapat pada video yang diunggah oleh content creator. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku komunikasi verbal dan non-verbal penggemar BTS dalam kolom komentar di akun TikTok. Pada penelitian ini konsep yang digunakan yaitu perilaku komunikasi verbal dan non-verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku komunikasi verbal pada kolom komentar TikTok dapat terbentuk dari keinginan penggemar dalam menyuarakan setiap kegiatan yang melibatkan idolanya sedangkan komunikasi non-verbal dapat diungkapkan dengan bentuk emotikon dimana berbagai emotikon dapat menunjukkan apa yang dirasakan oleh penggemar ketika berkomentar.
Aktivitas Komunikasi Organisasi Sebagai Upaya Keberhasilan Implementasi Program Kerja di Masa Pandemi Covid-19 Utami, Lusia Savitri Setyo; Xiang, Clara Felicia
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15551

Abstract

Citra Pesona is one of the organizations at Tarumanagara University as an art and event organizer. Citra Pesona also has committee activities through work programs. The pandemic caused Citra Pesona to do the work programs online. Organizational communication helped Citra Pesona achieve the success of work programs during the pandemic. This study aimed to describe organizational communication at Citra Pesona in achieving the success of work programs during the pandemic. The concept and theories that the researcher used in this research are organizational communication and modern organization theory. The research method used is qualitative research with the case study method. The data collection methods in this study are in-depth interviews, participant observation, documentation, and library study. The results of this study are organizational communication at Citra Pesona in carrying out work programs during the pandemic was formal, semi-formal, and informal. There are organizational communication flows in work programs during the pandemic; upward, downward, and horizontal communications. The communication functions in the work program during the pandemic are informative, regulatory, persuasive, and integrative. The researcher also found that in carrying out work programs during the pandemic, Citra Pesona is an organization with an open system that can adapt to its environment.  Citra Pesona adalah salah satu organisasi unit kegiatan mahasiswa di Universitas Tarumanagara yang bergerak dalam bidang kesenian dan event organizer. Citra Pesona juga memiliki kegiatan kepanitiaan melalui program kerja. Masa pandemi mengakibatkan Citra Pesona melaksanakan program kerja menjadi online, komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam membantu Citra Pesona mencapai keberhasilan program kerja pada masa pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi organisasi di Citra Pesona dalam mencapai keberhasilan program kerja pada masa pandemi. Konsep dan teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi organisasi dan teori organisasi modern. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan 4 narasumber, observasi partisipan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di Citra Pesona dalam melaksanakan program kerja di masa pandemi adalah formal, semi formal, dan informal. Aliran-aliran komunikasi organisasi dalam program kerja pada masa pandemi adalah komunikasi ke atas, ke bawah, dan horizontal. Fungsi komunikasi dalam program kerja pada masa pandemi adalah fungsi informatif, regulatif, persuasif, dan integratif. Peneliti juga menemukan bahwa dalam melaksanakan program kerja pada masa pandemi Citra Pesona adalah organisasi dengan sistem yang terbuka dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang berubah.
Pola Komunikasi Kelompok Penggemar NCT pada Media Sosial Twitter Poethrycendrawan, Karina; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15720

Abstract

The development of technology has changed the way individual communicates. This development is marked by the discovery of an internet network that can access social media networks. One of the countries that has the communication technology and popular culture is South Korean. K-pop is one part of pop culture and a type of music from South Korean pop and each group has a different musical characteristic. NCT is one of the most popular K-pop boybands among the others. K-pop boyband will never get its popularity without the support of its fans. A group of fans who share the same interest and preferences is also known as a fandom. NCT has a fandom called NCTZEN. Every fan will interact with other fans to find and exchange information about their favorite idol. One of the social media that is often used by K-pop fans to interact is social media Twitter. This interaction between fans will form group communication and pass-through communication process and form communication patters. This research purpose is to find the pattern communication inside NCT fans group in social media Twitter. Theory that been used is group communication theory and pattern communication. The researcher used descriptive qualitative research with case study research. The research data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature study of four sources. The results obtained show that the communication pattern formed between the auto base admin and followers is the star pattern and the wheel communication pattern, while the communication pattern formed between the auto base account followers is the star communication pattern. Then, the interaction between the auto base admin and followers can occur through the communication process. Perkembangan teknologi telah mengubah cara berkomunikasi suatu individu. Perkembangan ditandai dengan penemuan jaringan internet yang dapat mengakses jejaring media sosial. Salah satu negara yang memiliki teknologi komunikasi dan budaya populer yaitu Korea Selatan. K-Pop merupakan salah satu bagian dari budaya pop dan juga jenis musik dari Korea Selatan. K-Pop memiliki ciri khas musik yang berbeda – beda. NCT merupakan salah satu boyband K-Pop yang terkenal dikalangan masyrakat. Boyband K-Pop tidak akan pernah mendapatkan popularitasnya tanpa dukungan penggemarnya. Sekumpulan penggemar yang memiliki kepentingan serta kesukaan yang sama disebut juga sebagai fandom. Setiap penggemar pasti akan berinteraksi dengan penggemar lain untuk mencari dan bertukar informasi seputar idola yang mereka gemari. Salah satu media sosial yang sering digunakan untuk berinteraksi yaitu media sosial Twitter. Interaksi antar penggemar ini akan membentuk komunikasi kelompok dan melewati proses komunikasi serta membentuk pola komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pola komunikasi yang terbentuk dalam kelompok pengegemar NCT pada media sosial Twitter.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi kelompok dan pola komunikasi. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh melalui hasil wawancara mendalam, observasi partisipasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap lima narasumber. Hasil yang didapatkan menunjukkan pola komunikasi yang terbentuk antara admin auto base dan followers yaitu pola komunikasi bintang dan roda, sementara pola komunikasi yang terbentuk di antara followers akun auto base yaitu pola komunikasi bintang. Kemudian, interaksi antara admin auto base dan followers dapat terjadi melalui proses komunikasi.