Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemanfaatan Taman Kota untuk Memperkenalkan Permainan Tradisional Jawa Barat Pramesti, Puji; Komalasari, Rita; Adriza, Adriza
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Khusus) - Acceptance
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.293 KB)

Abstract

Di Kota Bandung, banyak sekali taman kota yang dibangun. Hal ini dikarenakan pemerintah Kota Bandung ingin mengubah wajah Kota Bandung yang semula sibuk, menjadi lebih ramah dan nyaman. Banyak sekali warga Kota Bandung yang berkunjung di taman-taman kota ini. Mereka bergembira bersama keluarga dan melakukan banyak aktifitas diluar ruangan. Taman-taman kota ini diantaranya : Taman Jomblo, Taman Film, Taman Balaikota, Taman Asia Afrika. Bukan hanya terkenal diantara warga kota bandung, taman-taman ini juga terkenal diantara orang-orang dan wisatawan dari luar kota, dan membuat mereka datang ke Kota Bandung. Tapi terkadang, mereka bosan dengan kegiatan yang ada di taman-taman kota tersebut dan pergi dengan cepat. Oleh karenanya, dibutuhkan hiburan lain yang lebih menarik. Untuk itu permainan tradisional akan menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya khas Jawa barat, yaitu permainan tradisional Jawa Barat. Hal ini sangat krusial supaya eksistensi permainan jawa barat ini tetap lestari. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan ide tentang beberapa permainan tradisional Jawa Barat yang dapat disuguhkan di Taman Kota di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena peneliti melakukan survey, menjelaskan realitas dan mendeskripsikan unsur untuk ditambahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya ada empat permainan tradisional yang bisa ditempatkan di Taman Kota Bandung, diantaranya : Congklak, Egrang, kelom batok dan Engklek. Permainan-permainan ini dianggap cocok karena tidak membutuhkan area yang luas, peralatan yang digunakan bisa disisimpan di dalam area taman tanpa merusak estetika, dan bisa menggunakan alat-alat yang tersedia di taman, seperti kerikil, batu dsb. Ada beberapa penelitian yang mendasari artikel ini, diantaranya : Penyertaan Permainan Tradisional Sebagai Atraksi Wisata yang ditulis oleh Putu Aditya Primayoga Arya dengan judul Revitalisasi Permainan Tradisional Bali Sebagai Bagian dari Atraksi Wisata Budaya di Kota Denpasar, dan Redesain Taman Denggung sebagai Taman Kota Kabupaten Sleman berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta yang dibuat oleh Irsyad Sanjaya dan Indung Siti Fatimah
Pemanfaatan Taman Kota untuk Memperkenalkan Permainan Tradisional Jawa Barat Puji Pramesti; Rita Komalasari; Adriza Adriza
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.556

Abstract

Di Kota Bandung, banyak sekali taman kota yang dibangun. Hal ini dikarenakan pemerintah Kota Bandung ingin mengubah wajah Kota Bandung yang semula sibuk, menjadi lebih ramah dan nyaman. Banyak sekali warga Kota Bandung yang berkunjung di taman-taman kota ini. Mereka bergembira bersama keluarga dan melakukan banyak aktifitas diluar ruangan. Taman-taman kota ini diantaranya : Taman Jomblo, Taman Film, Taman Balaikota, Taman Asia Afrika. Bukan hanya terkenal diantara warga kota bandung, taman-taman ini juga terkenal diantara orang-orang dan wisatawan dari luar kota, dan membuat mereka datang ke Kota Bandung. Tapi terkadang, mereka bosan dengan kegiatan yang ada di taman-taman kota tersebut dan pergi dengan cepat. Oleh karenanya, dibutuhkan hiburan lain yang lebih menarik. Untuk itu permainan tradisional akan menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya khas Jawa barat, yaitu permainan tradisional Jawa Barat. Hal ini sangat krusial supaya eksistensi permainan jawa barat ini tetap lestari. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan ide tentang beberapa permainan tradisional Jawa Barat yang dapat disuguhkan di Taman Kota di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena peneliti melakukan survey, menjelaskan realitas dan mendeskripsikan unsur untuk ditambahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya ada empat permainan tradisional yang bisa ditempatkan di Taman Kota Bandung, diantaranya : Congklak, Egrang, kelom batok dan Engklek. Permainan-permainan ini dianggap cocok karena tidak membutuhkan area yang luas, peralatan yang digunakan bisa disisimpan di dalam area taman tanpa merusak estetika, dan bisa menggunakan alat-alat yang tersedia di taman, seperti kerikil, batu dsb. Ada beberapa penelitian yang mendasari artikel ini, diantaranya : Penyertaan Permainan Tradisional Sebagai Atraksi Wisata yang ditulis oleh Putu Aditya Primayoga Arya dengan judul Revitalisasi Permainan Tradisional Bali Sebagai Bagian dari Atraksi Wisata Budaya di Kota Denpasar, dan Redesain Taman Denggung sebagai Taman Kota Kabupaten Sleman berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta yang dibuat oleh Irsyad Sanjaya dan Indung Siti Fatimah
Pengaruh Pengendalian Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Koyorad Jaya Indonesia Kurniawan, Toni; Adriza, Adriza; Wibowo, Hadi Mulyo
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 5 No. 3 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v5i3.1690

Abstract

Employee performance is a critical factor in achieving organizational goals, and work control plays an important role in ensuring that performance standards are met. However, in many organizations, including PT. Koyorad Jaya Indonesia, issues such as unclear job descriptions, weak discipline, and limited communication between superiors and subordinates have been observed, potentially hindering optimal performance. This study aims to examine the effect of work control on employee performance at PT. Koyorad Jaya Indonesia. A quantitative approach with descriptive and verification methods was applied, using a structured questionnaire distributed to 46 active employees. The data were analyzed through validity, reliability, descriptive statistics, correlation, and determination tests. The findings reveal that both work control and employee performance are rated in the “very good” category, with mean scores of 4.59 and 4.62, respectively. Furthermore, the coefficient of determination indicates that work control contributes 71.9% to employee performance, while the remaining 28.1% is influenced by other factors not included in this study. These results highlight the strategic importance of effective work control in improving employee performance, suggesting that management should strengthen control practices to sustain productivity and efficiency.
Pengaruh Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Pegawai di PT. Taiyo Sinar Raya Teknik Bekasi Andriyani Andriyani; Adriza Adriza; Hadi Mulyo Wibowo
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6690

Abstract

This study aims to determine the effect of the implementation of Occupational Safety and Health on employee performance at PT. Taiyo Sinar Raya Teknik Bekasi. Occupational Safety and Health is one of the important factors in creating a safe, comfortable work environment that supports employee productivity. The method used in this study is a quantitative method with a descriptive and verification approach. Data were obtained by distributing questionnaires to respondents who were employees of PT. Taiyo Sinar Raya Teknik. The results of the study showed that the implementation of K3 was in the good category with an average score of 4.02. Employee performance was also in the good category with an average score of 3.97. Based on the results of statistical analysis, it is known that the implementation of K3 has a positive and significant effect on employee performance with a contribution of 64.1%, while the remaining 35.9% is influenced by other variables outside this study. Thus, it can be concluded that the better the implementation of K3 in the company, the higher the employee performance. Therefore, the company needs to continue to improve the implementation of the K3 program and pay attention to other factors that influence performance so that productivity and work safety can be improved sustainably.
THE INFLUENCE OF PROFESSIONAL COMPETENCIES OF TEACHERS AND EDUCATIONAL PERSONNEL SERVICES ON THE LEARNING MOTIVATION OF STUDENTS IN THE 1-YEAR EDUCATIONAL PROGRAM AT LPP ARIYANTI BANDUNG Handayani, Fitri; Adriza, Adriza; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jmbo.v4i2.538

Abstract

This study aims to determine the Influence of Professional Competence of Teachers and Education Personnel Services on the Learning Motivation of Students in the 1-Year Education Program at LPP Ariyanti Bandung. Professional competence of teachers is very important for the high and low learning motivation of students. The research method used in this study is a quantitative research method. The population of this study was 110 Students in the 1-Year Education Program at LPP Ariyanti Bandung, while the sample in this study was 52 Students in the 1-Year Education Program at LPP Ariyanti Bandung. Based on the results of multiple linear regression tests, it can be concluded that professional competence of teachers and education personnel services have an effect on the learning motivation of Students in the 1-Year Education Program at LPP Ariyanti Bandung by 59.7% while the remaining 40.3% is influenced by other variables. And the direction of the relationship between the two variables is positive, so it can be interpreted that the higher the professional competence of teachers, the higher the learning motivation of students. Likewise, the higher the service of education personnel, the higher the learning motivation of students
Pengaruh Semangat Kerja dan Pelatihan Kerja tehadap Kinerja Pegawai pada UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah XI Sukatani-Sukakarya Kabupaten Bekasi Arifin, Jamaludin; Adriza, Adriza; Wahyuningsih, Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4696

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Semangat Kerja dan Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Pegawai, baik secara parsial maupun simultan, di UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah XI Sukatani-Sukakarya Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode sampling jenuh, dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Analisis data dilakukan dengan uji kualitas data, regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa data untuk variabel semangat kerja, pelatihan, dan kinerja kerja valid dan reliabel. Secara signifikan, baik secara parsial maupun simultan, masing-masing variabel—baik secara terpisah maupun bersama-sama—memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai di UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah XI Sukatani-Sukakarya Kabupaten Bekasi. Peningkatan semangat kerja dan kualitas pelatihan yang diterima pegawai terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan. Semangat kerja yang tinggi memotivasi pegawai untuk bekerja lebih giat dan lebih cepat, sementara pelatihan yang efektif memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan pegawai agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja mereka. Dengan pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi dan semangat kerja yang tinggi, organisasi diharapkan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan lebih efektif dan optimal.
Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Medis Di Puskesmas Cabangbungin Sofie Juliet Tasya; Adriza Adriza; Sri Wahyuningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3457

Abstract

ini membahas Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Medis di Puskesmas Cabangbungin. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi korelasi, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 34 orang menggunakan seluruh populasi yang ada dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Perencanaan sumber daya manusia berpengaruh secara parsial terhadap variabel kinerja tenaga medis di Puskesmas Cabangbungin. Dimana Perencanaan sumber daya manusia memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0.040 < 0.05 dan bernilai positif Hipotesis ke-1 diterima, Beban Kerja (X2) berpengaruh secara parsial terhadap kinerja tenaga medis dimana memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0.039 < 0.05 dan bernilai positif Hipotesis ke-2 diterima, selanjutnya perencanaan sumber daya manusia dan beban kerja berpengaruh secara simultan terhadap variabel kinerja tenaga medis di Puskesmas Cabangbungin. Hal tersebut diketahui dari nilai signifikansi di bawah 0,05 dan nilai Koefiesien Determinasi sebesar 32,7% serta sisanya 67,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian , dengan hasil tersebut maka hipotesis ke-3 dinyatakan diterima.
Pengaruh Kompetensi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Anggota Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia Bayu Adi Santoso; Adriza Adriza; I Gede Adiputra
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i1.1000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan budaya organisasi terhadap kinerja anggota Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 540 anggota Bareskrim Polri, dengan sampel sebanyak 81 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota dengan kontribusi sebesar 65,5%. Budaya organisasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota sebesar 62,6%. Secara simultan, kompetensi dan budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja anggota Bareskrim Polri dengan koefisien determinasi sebesar 77,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi individu yang didukung oleh budaya organisasi yang kuat merupakan faktor strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kinerja anggota kepolisian. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pimpinan Polri dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi dan penguatan budaya organisasi yang berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.
Pengaruh Pengawasan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu Deddy Nata; Adriza Adriza; Widya Nengsih
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i1.1004

Abstract

Kinerja sumber daya manusia merupakan faktor kunci keberhasilan organisasi, khususnya pada instansi publik yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelayanan masyarakat, seperti kepolisian. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Namun, pencapaian kinerja optimal sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal organisasi, di antaranya pengawasan kerja dan disiplin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja anggota Ditlantas Polda Bengkulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Ditlantas Polda Bengkulu yang berjumlah 50 orang, yang sekaligus dijadikan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota dengan koefisien determinasi sebesar 59,7%. Disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan kontribusi sebesar 55,4%. Secara simultan, pengawasan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota Ditlantas Polda Bengkulu dengan kontribusi sebesar 71,1%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas pengawasan dan penguatan disiplin kerja merupakan strategi penting dalam meningkatkan kinerja anggota kepolisian. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pimpinan Ditlantas Polda Bengkulu dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Sekretariat Jenderal DPR RI Dicky Rachmadi; Adriza Adriza; I Made Adiputra
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i1.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh motivasi kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang menempatkan sumber daya manusia sebagai faktor strategis dalam pencapaian kinerja organisasi sektor publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian berjumlah 3.000 pegawai, dengan sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, serta regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 55,7%, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 51,4%, serta motivasi kerja dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 68,6%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi kerja dan penguatan budaya organisasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik dan implikasi praktis bagi perumusan kebijakan pengelolaan SDM di lembaga legislatif.