Articles
Perancangan Edupark Sukoharjo Menggunakan Teori Bermain Anak Menurut Friedrich Froebel
Kristi Cikal Anjani Putri;
Diana Kesumasari;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 4, Nomor 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v4i2.43
Sukoharjo adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kota Surakarta di utara, Kabupaten Karanganyar di timur, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) di selatan, serta Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali di barat. Dilihat dari perkembangan zaman, mulai timbul suatu tuntutan akan sarana pendidikan yang bersifat informal. Salah satu metode untuk menyampaikan ‘pesan’ edukasi kepada masyarakat adalah melalui sarana pendidikan yang bersifat rekreatif atau sering disebut dengan edupark. Berdasarkan dari Data Demografi Kabupaten Sukoharjo, edupark mempunyai peluang yang sangat besar sebagai sarana Pendidikan yang akan mampu menarik wisatawan terutama anak usia sekolah. Edupark yang dirancang kali ini menggunakan teori bermain Friedrich Froebel dengan menggunakan tiga prinsip yang diaplikasikan pada kawasan bangunan edupark, antara lain (1) kreativitas, (2) kebebasan dan (3) pengamatan dan peragaan. Hasil yang diperoleh berupa konsep perancangan edupark dengan penerapan teori Friedrich Froebel, yaitu (1) kreativitas yang diterapkan pada bangunan Gedung Peraga Iptek Interaktif dan Perpustakaan, (2) kebebasan yang didalamnya terdapat bangunan Gedung Serba Guna dan Playground, dan (3) pengamatan dan peragaan yang didalamnya terdapat bangunan Gedung Pameran dan Pelatihan.
Akademi Road Race Nasional Dengan Pendekatan Konsep Green Arsitektur di Bali
Riska Bela;
Dwi Ely Wardani;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i1.50
Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat dalam pembangunan infrastruktur khususnya dalam pengembangan ruang publik dan komunitas berdasarkan Perkembangan teknologi khususnya di bidang otomotif memberi dampak positif maupun negatif bagi para generasi muda di Bali, tujuan utama pada perencanaan dan perancangan Akademi Roadrace untuk menghindari terjadinya balap liar yang mengakibatkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi selain itu untuk mengembangkan minat bakat pada anak remaja bali, dalam penerapan pada konsep kawasan green arsitektur mengarahkan menuju suatu desain yang memberikan lingkungan positif dan memberikan manfaat terbesar dalam mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan dibuat dengan kualitas yang baik serta berpatokan dengan kepedulian mengenai perlindungan terhadap lingkungan di dunia dengan menggunakan energy efficient (efisiensi energi), sustainable concept (konsep berkelanjutan), serta holistic application (penerapan holistik) serta menggunakan sebuah metode pengenalan yang merencanakan arsitektur dan meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan sekitar.
Tinjauan Desain Arsitektur Gedung SMP Muhammadiyah Sawit Boyolali Terhadap Konsep Ketidakberaturan Horisontal Sesuai SNI 1726-2019
Guntur Nugroho;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i1.52
Negara Indonesia mempunyai banyak wilayah yang rawan gempa karena terdapat beberapa jalur aktif gempa seperti jalur gempa Mediteranian dan jalur gempa Circum Pasifik. Dengan kondisi wilayah rawan gempa tersebut, bangunan di Indonesia harus didesain sesuai kaidah peraturan gedung tahan gempa. Bentuk-bentuk bangunan merupakan parameter penting dalam perencanaan struktur tahan gempa. Salah satu prinsip dasar dalam perencanaan bangunan tahan gempa adalah regularity atau reguleritas/keteraturan bentuk bangunan. Pada penelitian ini akan melakukan desain dengan mempertimbangkan aspek ketidakberaturan secara harisontal sesuai dengan SNI 1726 2019. Objek penelitian adalah Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Sawit Boyolali. Penelitian di fokuskan pada analisis keadaan ruangan, analisis lokasi tapak dan analisis ketidakberaturan horisontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan desain ukuran ruangan terdapat ruang olah raga yang tidak memenuhi kriteria. Analisi lokasi tapak menunjukkan bahwa lokasi yang dipilih sebagai Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah sudah sesuai kriteria lokasi bangunan sekolahan.
Model Perhitungan Struktur Talang Beton Rumah Tinggal
Lidi Wilaha;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i1.53
Dalam sebuah desain harus memerlukaan proses perancangan yang baik dan benar supaya desain atau kosep sebuah rumah maupun bangunan dapat berguna atau fungsional selain itu juga memiliki ciri khas dari sebuah desain atau rumah yang akan kita buat,di samping itu juga harus tercipta sebuah hasil desaain yang kuat dan kokoh supaya bisa digunakan berkesinambungan. Dalam penelitian dosen ini, digambarkan sebuah desain sebuah rumah tinggal 1 (satu) lantai, digunakan sebagai rumah sewa. Dalam proses perancangan ini harus tercipta suasana nyaman sehingga user (penghuni) dapat nyaman, santai dan melakukan aktivitas sehari hari di rumah dengn lancar. Bukan hanya indah, sebagai tempat tinggal harus tercipta suasana nyaman sehingga pemilik rumah dapat melakukan aktifitas di rumah tersebut dengan lancar dan nyaman serta aman serta mudah dalam maintenance (=pemeliharaan) baik karena faktor manusia maupun alam (iklim). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalammerancang desain rumah tinggal yang baik a.l. : fungsional, estetis, berstruktur yang kuat dan tahan akan iklim/cuaca maupun proses proses biologis. Oleh karena itu, para perencana, pemerhati maupun calon kontraktor perumahan haruslah memperhatikan ketiga aspek tersebut.
Redesain Terminal Type A Kertonegoro Ngawi Dengan Konsep Pendekatan Universal Design
Cahyo Wahyu Setiawan;
Diana Kesumasari;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.56
Terminal tipe A Kertonegoro Ngawi merupakan salah satu terminal penumpang di Indonesia yang setiap harinya banyak kalangan yang berdatangan mulai dari anak kecil hingga difabilitas. Akan tetapi dengan banyaknya yang datang tidak didukung dengan fasilitas yang baik dan tidak mendukung untuk semua kalangan. Oleh karena iu, redesain ini bertujuan menjadikan Terminal tipe A Kertonegoro Ngawi sebagai tempat yang ramah untuk semua kalangan seperti halnya dalam Universal Design. Dalam perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang berasal dari 2 jenis yaitu primer (studi lapangan dan wawancara) dan sekunder dengan studi literatur. Dengan redesain ini dihasilkan DesainTerminal tipe A Kertonegoro Ngawi yang ramah bagi semua kalangan. Beberapa penerapan Universal Design dapat ditemukan pada aksesibilitas ruang, dimensi ruang, kelengkapan fasilitas. Terdapat fasilitas dalam Universal Design khususnya guiding block, jalur sirkulasi yang lebar, toilet difabel di beberapa lokasi, papan informasi braille, ramp dan railing, ruang laktasi dan ruang anak-anak. Terdapat pula travelator dan lift sebagai transportasi vertikal.
Redesain Stadion Kebogiro Sebagai Landmark Kota Boyolali
Supar Riyanto;
Dwi Ely Wardani;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.60
Stadion Kebogiro didirikan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan menjadi home base tim Persebi Boyolali. Stadion Kebogiro merupakan redesain dari stadion yang sudah ada sebelumnya dan terletak di lokasi yang sama, yaitu di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Stadion ini merupakan wadah bagi masyarakat Kota Boyolali untuk beraktivitas olahraga khususnya dibidang sepak bola. Mendesain ulang stadion Kebogiro selain untuk meningkatkan kualitas penyediaan sarana dan prasarana olahraga di Kota Boyolali, harapan ke depannya dapat terselenggara event yang berskala regional, nasional maupun internasional di Kota Boyolali, maka salah satu strategi dalam redesain stadion Kebogiro adalah kapasitas yang ditingkatkan menjadi 25.000 penonton. Dengan penekanan pada konsep perancangan Arsitektur Landmark dari suatu Kota yang merupakan bagian dari teori Image of The City oleh Kevin Lynch, diharapkan bisa menghasilkan desain bangunan yang akan menjadi identitas Kota Boyolali.
Edupark Dairy Cows di Boyolali Dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan
Wawan Sulistianto;
Dody Irnawan;
Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.63
Boyolali merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai kota susu karena memiliki potensi wisata dan penghasil susu sapi perah yang produktif. Sebagian besar wilayah Boyolali adalah dataran tinggi dengan udara yang sejuk sehingga sangat cocok sekali dijadikan sebagai tempat untuk berternak sapi perah. Potensi penghasil susu sapi perah ada 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampel, Boyolali, Cepogo, Mojosongo, Musuk, Selo, Simo dan Teras. Salah satu daerah yang menghasilkan susu sapi segar di Kabupaten Boyolali adalah Kcamatan Cepogo yang sebagian besar penduduk daerahnya adalah bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Dari data KUD kecamatan Cepogo pada tahun 2020 penjualan susu sapi tanpa diolah adalah 3.874.864 liter. Dengan kondisi seperti itu Pemerintah Kabupaten Boyolali akan melakukan pembangunan wisata edukasi susu perah yang dapat digunakan untuk semua kalangan, terutama pada kalangan anak-anak untuk bisa berekreasi dan belajar tentang peternakan sapi sampai bisa di konsumsi. Dengan desain yang mengurangi dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah industri maka dibutuhkan sebuah desain yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem yang ada, yaitu dengan menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan dalam perancangannya.
PERUBAHAN MINAT MASYARAKAT JAWA TERHADAP RUMAH MODEL TRADISIONAL JOGLO LIMASAN MENJADI RUMAH MODERN (STUDI KASUS DESA KEMLOKO, GODONG, GROBOGAN, JAWA TENGAH): (Studi Kasus Desa Kemloko, Godong, Grobogan, Jawa Tengah)
Dody Irnawan;
Silvia Yulita Ratih Setyo Rahayu
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 1 Nomor 1 Agustus 2020
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Purpose: The purpose of this study is to find out what factors cause people's interest to change to be interested in a minimalist home model. This will be related to several determinants seen from the structural factors in the old buildings compared to the building models that are mostly built by the grobogan community. Design/methodology/approach: Javanese community is identical with Joglo Limasan house building which has its own value for Javanese people from several aspects. The structure of the Joglo Limasan house for the Javanese community consisting of four pillars is the main structure supporting this traditional building. Along with the times, there has been a change of function from the aspect of building construction which was once considered a strong structure. There has been a shift in community interest to rebuild houses with joglo-style roofs. Findings: This can be influenced by cost, material, culture and level of difficulty in building. The author identifies through a case study of limasan Joglo house buildings around the Kemloko village which includes rural areas where almost 90% of the houses have joglo limasan roofs. Because the people in this village are migrants with expertise as builders and overseas workers, many people have had a modern home experience with simple and cheaper roof structures. Originality/value/limitations of the study: The results of this identification are to find out what causes people to prefer modern homes over joglo houses.
BAMBU SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI YANG MUDAH DIBENTUK PADA KONSTRUKSI BANGUNAN MENARA PENANGKAP EMBUN
Dody Irnawan
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54423/jtk.v2i2.37
Bambu memiliki sejarah panjang dan mapan sebagai bahan bangunan di seluruh dunia baik di daerah tropis maupun sub-tropis. Menurut Sharma di dunia tercatat lebih dari 75 negara dan 1250 spesies bambu, bambu juga tumbuh melimpah di seluruh kepulauan Indonesia, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Penelitian ini dilakukan di daerah mojosongo surakarta dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Bambu bisa lebih kuat dari beton dalam aspek kompresi atau tekan, yang merupakan sifat struktural yang baik untuk penggunaan konstruksi. Sifat mekanik bambu yang paling penting adalah memiliki kekuatan yang sama bahkan lebih tinggi dalam perbandingan atau rasio dengan material baja pada aspek ketegangan/kekakuan, yang ideal untuk penggunaan dalam konstruksi frame/rangka.
KAJIAN FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT TANGKAI ILALANG TERHADAP SIFAT MEKANIK
Achmad Nurhidayat;
Wijoyo Wijoyo;
Dody Irnawan
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Vol.2 Nomor 2 Januari 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54423/jtk.v2i2.43
Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki pengaruh variasi fraksi volume serat komposit tangkai ilalang terhadap mekanik. Selain itu mengkaji kemungkinan potensi rumput ilalang mampu dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomis misalnya peluang sebagai bahan panel. Metode penelitian dimulai dengan menyiapkan bahan yaitu serat tangkai ilalang sebagai filler, matrik yang digunakan yaitu dengan menggunakan resin epoksi. Variasi fraksi volume serat-resin yang digunakan untuk penelitian adalah 20%:80%, 30:70%, 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%. Alat penelitian meliputi pengaduk, meteran, timbangan, oven, cetakan, mesin uji bending dan impak. Adapun prosedur penelitian diawali penyiapan serat tangkai ilalang dan resin epoksi. Selanjutnya proses pencampuran matrik dan filler hingga menjadi spesimen. Kemudian dilakukan uji mekanik meliputi uji impak (ketangguhan) dan uji bending. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi volume berpengaruh pada sifat mekanik. kekuatan bending dan ketangguhan (kekuatan impak) terbaik terjadi pada variasi fraksi volume 40% serat dan 60% resin, dengan kekuatan bending sebesar 24,7 MPa serta nilai ketangguhan impak 3593 J/m². Kekuatan bending paling rendah terjadi pada fraksi volume serat 60% sebesar 19,3 MPa dan ketangguhan impak paling rendah pada fraksi volume 20% sebesar 1680 J/m².