Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Konseling Keluarga Dalam Pendidikan Islam Pratiwi, Sekar Harum; Kenedi, Gusril; Afnibar, Afnibar; Ulfatmi, Ulfatmi; Sari, Lisa Candra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5241

Abstract

AbstrakIslam menjelaskan bahwa pernikahan adalah sunnah Nabi. Melalui pernikahanlah keluarga terbentuk. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang sekaligus merupakan kelompok kecil dalam masyarakat. Peran keluarga sangat strategis dalam menentukan masa depan masyarakat, bangsa, negara dan agama. Namun seringkali keluarga kehilangan peran dan fungsinya. Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan dan konseling pernikahan. Tentu saja keinginan tersebut tidak akan terwujud, karena pada dasarnya konselor pernikahan bukanlah wasit yang mampu menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Sejujurnya pasangan hanya perlu memahami lebih dalam bahwa proses konseling saja tidak cukup, karena sebenarnya pasangan juga membutuhkan terapi psikologis untuk bisa belajar mengubah perilakunya sendiri menjadi individu yang lebih baik, demi menjaga pernikahan dan mencapai kesuksesan. kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR), yaitu metode penelitian yang merangkum hasil penelitian primer untuk menyajikan fakta yang lebih komprehensif dan berimbang. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa konseling keluarga merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu anggota keluarga untuk mengaktualisasikan potensi individu atau mengantisipasi permasalahan yang dialami dalam kehidupan berkeluarga, konselor keluarga diharapkan mempunyai kemampuan profesional untuk mengantisipasi perilaku seluruh anggota keluarga yang terdiri dari berbagai macam. kualitas emosional dan kepribadian, serta konseling keluarga dapat mengarahkan dengan pembiasaan perilaku sehari-hari berdasarkan ajaran agama agar menjadi keluarga yang bertaqwa, produktif dan mandiri melalui hubungan individu dan sistem kekeluargaan berdasarkan ajaran Islam serta dapat mewujudkan fungsi-fungsi yang ada dalam keluarga.Kata Kunci: Konseling, Keluarga, Pendidikan Islam  
KONSEP DASAR KONSELING PENDIDIKAN ISLAM Mufti, Zaki Aulia; Ulfatmi, Ulfatmi; Afnibar, Afnibar; Kenedi, Gusril
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.13747

Abstract

Humans are inseparable from various life problems that require solutions both individually and with the help of others. In this context, Islamic educational counseling plays an important role in providing assistance both academically and spiritually. This article aims to examine in depth the various concepts, vision and mission, goals and paradigms of Islamic educational counseling. This article uses a qualitative approach with a library research design. The results in this article indicate that Islamic educational counseling is a guidance process that aims to help individuals achieve balanced development mentally, emotionally, and spiritually. The basis for the development of Islamic educational counseling is based on the Qur'an, hadith, and kauniyah verses. The vision and mission of Islamic education counseling emphasizes the formation of individuals who are pious, noble, and able to face the challenges of life with guidance in accordance with Islamic teachings. The objectives of Islamic education counseling include the development of morals and spirituality, problem solving, improving the quality of life, and building character and leadership. Furthermore, the paradigm of Islamic educational counseling, with a holistic approach, integration of Islamic principles, and family and community involvement, describes a way of counseling that focuses on individual balance and empowerment.
MODELING DALAM TEORI BELAJAR SOSIAL DAN KETELADANAN RASULULLAH SAW Ega Putri Handayani; Afnibar, Afnibar; Ulfatmi, Ulfatmi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori belajar sosial yang dicetuskan oleh Albert Bandura menekankan pentingnya pembelajaran melalui observasi atau modeling. Dalam Islam Rasulullah SAW merupakan uswatun hasanah (teladan terbaik) yang memberikan contoh ideal dlam berbagai aspek kehidupan, seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teori belajar sosial dengan keteladanan Rasulullah SAW, serta relevansinya dalam pembentukan karakter umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah selaras dengan prinsip-prinsip teori belajar sosial, terutama dalam membentuk perilaku melalui proses observasi, penguatan, dan peniruan. Keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan dalam membangun karakter dan spiritualitas umat Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan moral di era modern
Kompetensi Penyuluh Agama dalam Memberikan Bimbingan Pranikah pada Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Padang Barat Lorensia, Yola Friska; Afnibar, Afnibar; Wahyuni, Yeni Fitri; Hidayat, Thaufiq; Asmawati, Asmawati
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.31766

Abstract

Abstract: Religious extensions provide premarital guidance so that prospective bridal couples get a lasting marriage. But in reality, currently there are many divorces that occur at the West Padang KUA. It is suspected that religious extension have not been professional in carrying out their duties, with low competence. The objectives of this study include: first, to determine the substantive competence related to the theoretical ability of religious extension at the KUA Padang Barat. Second, to determine the methodological competence of religious extension at the KUA Padang Barat. This research uses a descriptive qualitative method. The research data sources are religious extensions, and bridal couples who have attended premarital guidance. Taking data sources using purposive sampling technique. Data collection techniques using observation and interviews. The results showed that: 1) Substantive competence related to knowledge and skills has theoretically run optimally, it's just that a small part of the extensions needs to improve his competence; and 2) Methodological competence of religious extensions, related to applicative knowledge, applicative skills and attitudes as a whole, the extension is good enough, this is indicated by the extension not only explaining the material one way, but also providing opportunities for prospective brides to ask questions and respond to the material, so that prospective brides can understand the material well.Abtsrak: Penyuluh Agama memberikan bimbingan pranikah bertujuan agar calon pasangan pengantin mendapatkan pernikahan yang langgeng. Namun kenyataannya, saat ini banyak perceraian yang terjadi di KUA Padang Barat. Hal ini diduga Penyuluh Agama belum profesional dalam menjalankan tugasnya, dengan kompetensi yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi substantif dan kompentensi metodologis Penyuluh Agama di KUA Padang Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ialah Penyuluh Agama, dan pasangan pengantin yang sudah mengikuti bimbingan pranikah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: kompetensi Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Padang Barat mencakup pemahaman teoritis yang kuat, keterampilan komunikasi yang efektif, pemahaman terhadap nilai-nilai agama, sensitivitas terhadap masalah psikologis, dan kemampuan memberikan panduan praktis terkait pernikahan. Meskipun sebagian besar dari mereka telah berhasil mencapai tingkat kompetensi yang baik, masih ada potensi untuk peningkatan.