Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI PEMBUATAN SNACK NUTRASETIKA DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SEGALAMIDER KOTA BANDAR LAMPUNG Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Arta, Alfa Frista; Megawati, Selvi; Thursina, Cut Syarifa; Nurkhalika, Rachmi; Feladita, Niken; Wulandari, Shinta
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10888

Abstract

  Daun kelor (Moringa oleifera L.) kaya metabolit sekunder seperti flavonoid, antosianin, tanin, alkaloid, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, dan antibakteri. Potensi ini menjadikan daun kelor sebagai bahan unggul untuk produk nutrasetika, termasuk inovasi snack sehat yang bergizi, aman, dan memiliki efek terapi. Mitra Mangga Dua, komunitas ibu rumah tangga di Kelurahan Segalamider, Kota Bandar Lampung, masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pemanfaatan daun kelor dan pengolahan pangan fungsional. Pengembangan snack sehat berbahan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi sekaligus mendukung tujuan SDGs ke-3 dan SDGs ke-8. Produk ini juga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah ekonomi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi pembuatan snack sehat daun kelor kepada komunitas Mangga Dua. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, mencakup penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30,00% yang meningkat menjadi 96,66% pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.004 (p < 0.05), menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomis
Pengembangan Briket Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Desa Ogan Jaya, Lampung Utara Hidayat, Rahmat; Saputra, Anggi; Fitria, Murni; Feladita, Niken
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol 5 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v5i1.5717

Abstract

Purpose: This program aims to empower farmer groups to utilize rice husk waste into alternative fuel through simple briquette-making technology based on the circular economy concept. Methodology/approach: The program employed a participatory approach, involving local communities through several stages, including socialization, environmental education, and technical training on briquette production. The training covered rice husk carbonization, binder preparation, briquette molding, and drying processes. Evaluation was carried out through participant involvement observation, pre-test and post-test assessments, and product quality trials. Results/findings: The results show a significant increase in community knowledge, with over 39% improvement between pre-test and post-test scores. Participants, particularly farmer group members, showed high enthusiasm throughout the activities, and more than 75% successfully produced briquettes independently. A simple briquette press tool was also handed over to the community and proven to be functional and easy to operate. Conclusions: The program effectively enhanced community skills and awareness in renewable energy utilization. Simple technology can convert agricultural waste into economic value while supporting environmental sustainability. Limitations: The short implementation period restricted long-term mentoring and evaluation of sustainability. The number of participants was limited to 15 farmers, reducing generalizability. Moreover, no detailed economic or environmental assessments were conducted, so efficiency and emission impacts remain unquantified. Contribution: This program enhances community capacity in utilizing rice husk waste through simple briquette-making technology. It promotes renewable energy awareness, supports the circular economy, and strengthens collaboration between universities and farmer groups as a replicable model for rural energy innovation.