Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Health Belief Model dalam Tindakan Pencegahan Keputihan Patologis Kumalasari, Intan; Jaya, Herawati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.44227

Abstract

Upaya pencegahan keputihan patologis pada dasarnya tergantung pada perilaku remaja dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan Health Belief Model (HBM) dalam upaya pencegahan keputihan patologis. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Palembang pada bulan September 2019. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan design Pretest-Posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 54 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Data dikumpulkan dalam dua tahap, sebelum dan setelah intervensi pendidikan dengan menggunakan dua instrumen yaitu karakteristik responden dan kuesioner komponen HBM. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perilaku pencegahan keputihan patologis setelah diberikan intervensi edukasi berbasis HBM pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol ditinjau dari persepsi "kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak dan keyakinan diri (p<0,001). Menyimpulkan bahwa intervensi pendidikan dengan pendekatan HBM efektif meningkatkan perilaku tindakan pencegahan keputihan patologis pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Palembang.
Penerapan Health Belief Model dalam Tindakan Pencegahan Keputihan Patologis Kumalasari, Intan; Jaya, Herawati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.44227

Abstract

Upaya pencegahan keputihan patologis pada dasarnya tergantung pada perilaku remaja dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan Health Belief Model (HBM) dalam upaya pencegahan keputihan patologis. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Palembang pada bulan September 2019. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan design Pretest-Posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 54 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Data dikumpulkan dalam dua tahap, sebelum dan setelah intervensi pendidikan dengan menggunakan dua instrumen yaitu karakteristik responden dan kuesioner komponen HBM. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perilaku pencegahan keputihan patologis setelah diberikan intervensi edukasi berbasis HBM pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol ditinjau dari persepsi "kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak dan keyakinan diri (p<0,001). Menyimpulkan bahwa intervensi pendidikan dengan pendekatan HBM efektif meningkatkan perilaku tindakan pencegahan keputihan patologis pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Palembang.
Pengembangan Aplikasi “DELIMA” sebagai Upaya Deteksi Dini Kehamilan Bermasalah Kumalasari, Intan; Maksuk; Yuniati, Faiza; Rangga, Aidil Dwi; Fathurrahman, M. Dimas; Aulia, Estu
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v12i1.134

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) is one of the main indicators of a country's health status. This high mortality rate indicates low health status caused by limited access and quality of health services, as well as low knowledge of mothers and families in recognizing danger signs in pregnancy. This study aims to produce applications that can be used to detect the risk of problematic pregnancies. The research method used was a research and development design (R and D) with the ADDIE design model, where the resulting product is obtained by analyzing potential problems based on literature studies and information gathering; proceed with product design; developing products through validity testing by media experts and material experts; product implementation as well as the final evaluation of the feasibility and usefulness of the product. The results of the media expert validation obtained a score of 75% which means the application is feasible to use; the material expert's assessment score is 100% which means the product is very feasible to develop; the implementation stage obtains a score of 77.3% which means the application is feasible to use. In the evaluation stage, 80% of respondents gave a positive response to the feasibility of the application, and in the aspect of understanding, the application is considered to be able to increase the understanding of pregnant women by 83%. The DELIMA application has been disseminated in two public health centers in Palembang, and expressed support for implementing this application as an effort to capture at-risk pregnant women in their work areas. Given its usefulness in early detection of at-risk pregnancies, it is hoped that the City Health Office can recommend this application to be used by all Public health centers in Palembang City.
Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Ibu Melakukan Pijat Bayi Kumalasari, Intan; Amin, Maliha; Maksuk, Maksuk; Hendawati, Hendawati; Jaya, Herawati; Suryani, Ade
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.58356

Abstract

Pijatan bayi merupakan sarana untuk mengungkapkan kasih sayang dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Meskipun banyak literatur yang menyebutkan manfaat pijat bayi, namun tidak semua orang tua memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai tentang pijat bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu tentang pijat bayi di Poskesdes Talang Persatuan pada bulan Januari 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan design One Group with Pretest-Posttest. Sampel penelitian bayi berusia 0-6 bulan berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dalam dua tahap, sebelum dan setelah intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan tiga instrumen yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu tentang pijat bayi. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Paired Sample T-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam pijat bayi setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan pada nilai posttest dengan rata-rata tingkat keberhasilan sebesar 31,71% sehingga disimpulkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam pijat bayi di Poskesdes Talang Persatuan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI KOTA PALEMBANG Kumalasari, Intan; Hendawati, Hendawati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.408

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dan angka kejadian postpartum blues di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah ibu postpartum yang diambil dari RSI Muhammadiyah, RS Bhayangkara dan RSI St. Khodijah tahun 2017dengan jumlah 90 orang, menggunakan teknik Proporsional cluster random sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi square dan regresi binary logistik.. Intrumen penelitian menggunakan instrument baku yaitu instrument EPDS (Edinburg Postnatal Depression Scale) dengan jumlah soal 10 pertanyaan. Hasil : Angka kejadian Postpartum blues sebesar 46,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (pv=0,0005; OR=15,117), dukungan keluarga (pv=0,009;OR=10,996), perencenaan kehamilan (pv=0,006;OR=9,863), pendidikan (pv=0,023;OR=3,656) dan kelelahan fisik (pv=0,029 ; R=3,341),dengan kejadian Postpartum Blues. Kesimpulan Terjadinya postpartum blues melibatkan faktor-faktor biopsikososial sebelum dan setelah bersalin. Adanya kerentanan biologis, kerentanan psikologis, situasi stresfull, dukungan sosial kurang, dan strategi yang maladaptif, bersama-sama memberi kontribusi bagi berkembangnya postpartum blues. Dibutuhkan dukungan social, emosional, informasi dan bantuan tenaga bagi ibu postpartum dan mengenali penyebab postpartum blues sejak awal.
Peran Siswa Dalam Menghadapi Serangan Cyber: Kesadaran Dan Tindakan Kumalasari, Intan; Alfian Ridho, M.; Mohammad Yafin, Micko; Yudi Burhanudin, Rahmat; Nuryaman, Ibra; Maharto, Bagus; Aryansyah, Riyo; Rafli, Muhammad; Zaky Arkan, Fachri; Luthfiandri, Zico; Setyadi, Rizqi
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2024): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, serangan Cyber menjadi ancaman serius bagi masyarakat, termasuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran siswa dalam menghadapi serangan Cyber melalui kesadaran dan tindakan preventif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dan survei kepada siswa di berbagai sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa menyadari adanya ancaman Cyber, pemahaman mereka tentang jenis-jenis serangan masih rendah. Siswa yang menerima pendidikan formal tentang keamanan Cyber cenderung lebih proaktif dalam melindungi diri mereka. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk memasukkan kurikulum keamanan Cyber agar siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia digital. Dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang keamanan Cyber, siswa dapat berperan aktif dalam melindungi diri mereka dan lingkungan sekitar dari serangan Cyber.
RISK FACTORS RELATED TO CONTACT DERMATITIS IN WORKERS DUE TO PESTICIDE EXPOSURE IN PALM OIL PLANTATIONS Maksuk, Maksuk; Ardiansyah, Ardiansyah; Kumalasari, Intan
Indonesia Epidemiological Journal Vol 1 No 1 (2022): Epidemiological Journal of Indonesia
Publisher : Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesticides are the most widely used chemicals to control pests and diseases in Indonesia, especially in plantations, including oil palm plantations. Exposure to pesticides can cause health problems and death. One of the most common health problems caused by exposure to pesticides is contact dermatitis. This research was an analytic observational with a cross-sectional design. This research was conducted in oil palm plantations in Banyuasin Regency in April - October 2016, with a sample of 60 respondents; the samples were taken randomly. The results of the analysis found contact dermatitis (62%), incomplete use of personal protective equipment (58.3%), eating/drinking/smoking during application (61.7%), and not decontaminating after exposure to pesticides (76.7%). Statistical test results showed that length of work, respiratory exposure, use of personal protective equipment, and decontamination after spraying were associated with contact dermatitis (p v < 0.05). Workers cause contact dermatitis after spraying, not cleaning the body, and not using personal protection completely and according to standards. Therefore, companies must provide a special room for cleaning the body, and personal protective equipment must be available completely and according to standards.
Perawatan Kesehatan Reproduksi pada Perempuan di Era New Normal Ningsih, Ratna; Jaya, Herawati; Amin, Maliha; Kumalasari, Intan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2.944

Abstract

The Covid-19 pandemic has reduced access to reproductive health services and limited socialization and health education during social or physical distancing. The government was gradually implementing the new norm era, we still have to be vigilant and follow health protocols, which in principle are clean and healthy living behavior by means of communication as a medium for sharing information/health education. The aim was to improve and change behavior, as well as women's independence regarding reproductive health. The method of activity was to provide education about reproductive health care for women in the new normal era, through online seminars. The results obtained good knowledge of pre-test 61%, post-test 90%, less knowledge of pre-test 39%, post-test 10%, means that the health care education has an effect on improving health. Keywords: Reproductive Health Care, Women, New Normal
Factors Influencing Breast Self-Examination (BSE) Behavior among Adolescent Girls: A Mixed Methods Approach to Early Breast Cancer Detection Jaya, Herawati; Kumalasari, Intan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.5221

Abstract

Adolescence is a critical period of rapid physical and psychological development, making adolescents vulnerable to reproductive health issues. Breast cancer remains one of the leading health concerns for women in Indonesia, and early detection through breast self-examination (BSE) is crucial for reducing mortality rates. This study aimed to identify the barriers and needs of adolescent girls regarding early breast cancer detection through BSE using a mixed-methods approach. A mixed-methods design was used, combining a quantitative cross-sectional survey with qualitative in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs). The target population was adolescent girls aged 15–24 years who attended high school and lived with parental support. The sample consisted of 172 adolescent girls, selected using purposive sampling for the quantitative analysis. Participants for the qualitative component were also chosen through purposive sampling. Quantitative data were collected using a questionnaire adopted from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) and analyzed through univariate and bivariate methods. Qualitative data were analyzed inductively using NVIVO software. BSE behavior was significantly influenced by age (p = 0.010), ethnicity (p = 0.000), social environment (p = 0.002), internet access (p = 0.011), information media (p = 0.000), family (p = 0.000), and peer influence (p = 0.000). Barriers included limited knowledge, lack of confidence, and communication gaps. Social and environmental factors significantly influence BSE behavior. Developing an interactive, application-based breast care education model can address these barriers and enhance BSE practices among adolescents.
Implementation of Family Nursing Care for Clients with Rheumatoid Arthritis to Physical Mobility Disorders with Active and Passive Movement Exercises Kumalasari, Intan; Oktaviani, Eva; Wahyudianto, Tri Agus
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.71

Abstract

Background: Rheumatoid Arthritis (RA) is a disease characterized by a chronic autoimmune inflammatory disorder or autoimmune response that causes weakening of the joints and synovial lining, especially in the hands, feet, and knees. Patients with RA often experience impaired physical mobility, a condition where a person cannot move freely due to conditions that hinder movement (activity). One of the interventions that can be given to RA patients is Range of motion (ROM) exercises, which are exercises performed to maintain or improve the perfection of the ability to move joints normally and completely to increase muscle mass and muscle tone. research to assess the effectiveness of implementing family nursing care with active and passive movement exercises against impaired physical mobility in Rheumatoid Arthritis sufferers in the work area of Taba Health Center, Lubuklinggau City, in 2022. Methods: This study uses a qualitative design with a case study approach to describe information descriptively. In-depth and explores nursing problems for families with rheumatoid arthritis with impaired physical mobility due to joint stiffness. Results: After implementation by giving active and passive motion exercises to both subjects (Mr. S and Mrs. E) for five consecutive days with a time of 10-15 minutes, both subjects said that stiffness in the extremities was reduced and the value of muscle strength increased to 5 and 4. Conclusion: Implementing nursing care with active and passive motion exercises can increase joint strength in clients with rheumatoid arthritis.