Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI DAMPAK ANEMIA PADA IBU HAMIL idyawati, susilia; Ricca Afrida, Baiq; Putu Aryani, Ni; Hawari Jannati, Sri; Jannah, Raudatul
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i2.371

Abstract

Anemia of pregnant women is a condition where the hemoglobin level in the blood of pregnant women is less than 11g%. If the condition of anemia in pregnant women is not treated, it will cause complications that occur in the mother during pregnancy, childbirth, postpartum and also have an impact on the fetus she is carrying. The aim of this service is to increase the knowledge of pregnant women about the impact of anemia. The implementation method for this activity includes the preparation, implementation and evaluation stages. In the preparation stage, examinations and outreach are carried out to pregnant women, especially pregnant women with anemia, then providing assistance and education about the impact of anemia. At the implementation stage, TTV checks will be carried out and early detection of anemia by carrying out Hb checks, then education will be carried out about the impact of anemia on pregnant women and coaching will be carried out. Before the counseling was carried out, a pre-test was carried out on 15 pregnant women with 65% of pregnant women having sufficient knowledge and 35% lacking knowledge and after conducting the counseling, it was found that the mothers' knowledge of anemia was 80% good and 20% very good.
EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN MP-ASI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI DAN MENCEGAH STUNTING PADA BALITA DI DESA BUG-BUG Aryani, Ni Putu; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Jannati, Hawari; Jannah, Raudatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39051

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak balita terhambat akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Desa bug-bug adalah salah satu desa yang ada di provinsi NTB yang masih tinggi kasus stuntingnya, dengan jumlah balita sebanyak 269 orang, dengan 18 balita mengalami stunting. Tingginya kejadian ini disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak seimbang dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya asupan gizi yang mencukupi. Setiap daerah memiliki pangan lokal yang kaya akan nutrisi, namun masih belum banyak masyarakat yang memanfaatkan dalam olahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemanfaatan pangan lokal dalam pengolahan MP-ASI merupakan salah satu upaya strategis untuk mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui penggunaan pangan lokal sebagai bahan dasar MP-ASI yang bernutrisi di Desa Bug-Bug. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan dan demonstrasi serta lomba pembuatan MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, dengan kenaikan pengetahuan sebesar 50,41
Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) Dan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Jannati, Sri Hawari; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Aryani, Ni Putu
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1094

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan hormonal yang dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama pada trimester ketiga ketika ibu mendekati persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik ibu (usia, kesetaraan, pendidikan) dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik melalui studi desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 86 ibu hamil trimester ketiga yang diambil dengan teknik pengambilan sampel total. Instrumen ini menggunakan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale) untuk mengukur tingkat kecemasan.  Data dianalisis menggunakan uji chi kuadrat untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu primigravida 69%, pada usia tidak berisiko 78%, memiliki pendidikan SD-SMP 73%, mendapatkan dukungan suami 90,7% dan tidak mengalami kecemasan 68,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, paritas dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III (p-value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan, kesetaraan, dan dukungan suami terkait dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga
Efek Suplementasi Madu Trigona Laeviceps Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Jannah , Raudatul; Idyawati, Susilia; Afrida, Baiq Ricca; Jannati, Hawari; Aryani, Ni Putu; Winda Nurmayani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1107

Abstract

Anemia pada ibu hamil, ditandai dengan kadar hemoglobin kurang dari 11 gram/dl, meningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan kelahiran prematur. Secara global, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 43,9%. Madu Trigona mengandung vitamin C, A, besi (Fe), dan vitamin B12, yang dapat membantu pembentukan sel darah merah serta meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan hemoglobin, serta mencegah anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek suplementasi madu trigona terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Gerung. Penelitian kuantitatif dengan desain true-eksperimen menggunakan rancangan Pretest-Posttest with control group Design. Teknik purposive sampling digunakan dengan 16 responden, dua kelompok diteliti: kelompok perlakuan diberikan madu trigona dan diukur kadar hemoglobinnya sebelum dan sesudah, sementara kelompok kontrol hanya diukur kadar Hb-nya. Ada efek konsumsi suplementasi madu  trigona pada ibu hami anemia. Analisis data menggunakan paired t Test dengan nilai signifikansi p= 0.000. Nilai p yang < 0.05 menunjukan bahwa perubahan dalam kelompok eksperimen sangat signifikan. Pemberian madu trigona efektif dalam membantu ibu hamil dengan anemia dalam menaikkan hemoglobin.
The potential of trigona honey as a hemoglobin booster and immunomodulator in pregnant women with iron deficiency anemia Afrida, Ricca; Nurmayani, Winda; Idyawati, Susilia; Jannati, Hawari; Jannah, Raudatul
Science Midwifery Vol 13 No 6 (2026): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i6.2151

Abstract

Background: Iron deficiency anemia in pregnancy constitutes a significant public health issue, as it elevates the likelihood of adverse pregnancy outcomes, including pregnancy complications. In West Lombok, the prevalence of anemia among pregnant women was reported to reach 18.6%. Despite government efforts through iron supplementation programs, challenges remain, including low adherence and limited bioavailability. Therefore, alternative natural supplements are needed. Trigona honey contains micronutrients and bioactive compounds with hematopoietic and immunomodulatory properties, making it a potential natural agent to improve hemoglobin levels and immune function. Objective: To examine the impact of Trigona honey supplementation on the hemoglobin levels of pregnant women with IDA. Methods: This true experimental research employed a pretest–posttest control group design and was carried out within the service area of the Jembatan Kembar Community Health Center. Thirty pregnant women were recruited using purposive sampling and divided into two groups: intervention (Trigona honey + iron) and control (iron only), each with 15 participants. Data were collected using questionnaires and Touch GCHB tests to measure hemoglobin levels. Statistical analyses were performed using paired and independent t-tests with a significance thresholdof p < 0.05. Results: Hemoglobin levels increased significantly in both groups; however, the intervention group demonstrated a more substantial improvement (mean = 2.89; p = 0.000) compared to the control group (mean = 0.65; p = 0.010).  Conclusion: Trigona honey significantly enhanced hemoglobin levels compared to iron supplementation alone. It may serve as a promising non-pharmacological complementary therapy for preventing and managing iron deficiency anemia in pregnant women.
OPTIMALISASI ASUPAN GIZI BALITA STUNTING MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN MENU SEIMBANG BERBASIS PANGAN LOKAL Aryani, Ni Putu; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Jannati, Sri Hawari
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.571

Abstract

Stunting in toddlers is a condition of growth failure due to chronic malnutrition over a long period of time, that can be made to prevent stunting include providing health education and training. The purpose of this community service was to provide information and training on preparing balanced menus based on local foods to mothers with toddlers. This activity was carried out in Lembar Selatan Village, Lembar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province in September 2025. The target of this activity is 30 mothers with toddlers. The methods used are health education, discussion and training. The results of the measurement showed that there was an increase in understanding of mothers with toddlers about preparing balanced menus based on local foods by 40% (the average initial measurement value was 40 and the average final measurement value was 80). Attitudes also showed an increase of 38% and skills increased by 100%. This demonstrates that health education and training are effective in improving mothers with toddlers' understanding, attitudes, and skills regarding preparing balanced menus based on local foods
Postpartum Care Behavior Of Mothers With A History Of Anemia Idyawati, Susilia; Afrida, Baiq Rica; Aryani, Ni Putu; Jannati, Sri Hawari; Jannah, Raudatul; Khairunnisa, Nina Zalfa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23275

Abstract

Latar belakang: Masa nifas merupakan fase penting bagi pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, terutama pada ibu dengan riwayat anemia yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi pascapersalinan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku ibu nifas dengan riwayat anemia dalam perawatan diri.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggambarkan pengalaman hidup para ibu. Informan utama terdiri atas lima ibu nifas dengan riwayat anemia yang dipilih dengan teknik purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: (1) gejala anemia yang dirasakan, (2) pola makan, (3) kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dan (4) perawatan diri selama masa nifas. Sebagian besar ibu mengalami kelelahan, pusing, dan penglihatan kabur namun menganggapnya hal yang wajar. Kepercayaan budaya memengaruhi pantangan makanan sehingga membatasi konsumsi pangan tinggi zat besi. Kepatuhan minum tablet tambah darah bervariasi karena efek samping dan kurangnya pendampingan. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu ibu memenuhi kebutuhan gizi, istirahat, dan kebersihan diri. Kesimpulannya, perilaku perawatan ibu nifas dengan riwayat anemia masih belum optimal.Saran: Diperlukan intervensi edukatif, pendampingan gizi, serta penguatan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan perawatan diri ibu dan mencegah kekambuhan anemia. Kata kunci: perawatan nifas, anemia, perilaku ibu ABSTRACT Background: The postpartum period is a crucial phase for maternal recovery after childbirth, especially for mothers with a history of anemia who are at higher risk of postpartum complications.Objective: This study aimed to explore the self-care behaviors of postpartum mothers with a history of anemia.Methods: This research employed a qualitative approach with a phenomenological design to describe the lived experiences of the participants. The main informants consisted of five postpartum mothers with a history of anemia selected through purposive sampling in the working area of the Jembatan Kembar Health Center. The study was conducted in August 2025. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically.Results: The findings revealed four main themes: (1) perceived symptoms of anemia, (2) dietary patterns, (3) adherence to iron supplementation, and (4) self-care during the postpartum period. Most mothers experienced fatigue, dizziness, and blurred vision but considered these symptoms normal. Cultural beliefs influenced dietary restrictions, limiting the intake of iron-rich foods. Compliance with iron supplementation varied due to side effects and lack of guidance. Family support played an important role in helping mothers meet nutritional needs, maintain adequate rest, and practice personal hygiene. It was concluded that postpartum self-care behavior among mothers with a history of anemia remains suboptimal.Recommendations: Educational interventions, nutritional assistance, and strengthened family and healthcare support are essential to improve maternal self-care and prevent recurrent anemia during the postpartum period. Keywords: postpartum care, anemia, maternal behavior