Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Ketepatan Waktu Visitasi Dokter Spesialis Pada Pasien Rawat Inap Sesuai Indikator Nasional Mutu Di RS Mitra Plumbon Cirebon Gunawan, Erica; Jak, Yanuar; Pangkey, Dicky Yulius
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6691

Abstract

Kepuasan pasien menjadi tujuan utama peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor. 30 Tahun 2022 telah menetapkan target indikator mutu nasional untuk dapat menjaga dan meningkatkan kualitas layanan Kesehatan di Indonesia. Salah satu indicator tersebut adalah kepatuhan waktu visite dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepatuhan, pengetahuan, motivasi,sikap dan kebijakan organisasi terhadap ketepatan waktu visitasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan study cross sectional. Dilaksanakan pada total populasi sebanyak 70 orang dokter spesialis di RS.Mitra Plumbon Cirebon selama bulan Desember 2024 – Januari 2025. Hasil penelitian pada uji bivariat variable kepatuhan disimpulkan terdapat hubungan bermakna dengan ketepatan waktu visitasi, variable pengetahuan juga disimpulkan terdapat hubungan bermakna terhadap tercapainya ketepatan waktu, variable motivasi tidak terdapat hubungan bermakna terhadap ketepatan waktu, variable sikap dan kebijakan organisasi memiliki hubungan bermakna terhadap ketepatan waktu dan dengan uji multivariat variable kepatuhan, sikap dan kebijakan organisasi terhadap tercapainya ketepatan waktu visitasi sesuai dengan indikator nasional mutu dapat disimpulkan terdapat hubungan bermakna, yang tidak memiliki hubungan bermakna adalah variable pengetahuan dan motivasi dokter spesialis terhadap ketepatan waktu visitasi. Dan dengan uji linier regresi berganda dapat disimpulkan variable kepatuhan memiliki pengaruh paling besar terhadap ketepatan waktu dimana nilai beta didapatkan sebesar 0.384. Oleh karena itu untuk mencapai ketepatan waktu visitasi dapat Memberikan informasi tentang pentingnya indikator mutu dan dampaknya terhadap keselamatan pasien, serta dapat melakukan audit rutin setiap 3 bulan sekali untuk memastikan kepatuhan terhadap jadwal dan mengidentifikasi hambatan yang ada. Kata kunci : Indikator Mutu Nasional; Waktu Visite Dokter; Kepatuhan Waktu Visite.
Analisis Hubungan Lama Kerja Dan Tingkat Pendidikan Perawat Rawat Inap Terhadap Survei Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon Iwan Poey, Yanuar Setiawan; Jak, Yanuar; Pangkey, Dhiky Yulius
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6688

Abstract

Latar Belakang : Budaya keselamatan telah menjadi isu global di berbagai bidang dan lintas institusi termasuk rumah sakit. Untuk mencapai tujuan keselamatan pasien dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan yang mampu mengimplementasikan budaya keselamatan pasien itu sendiri. Tenaga Kesehatan yang berperan dalam budaya keselamatan pasien salah satunya adalah perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dan tingkat pendidikan perawat rawat inap terhadap survei budaya keselamatan pasien. Metode penelitian menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) versi 2.0 menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Survei analitik melalui pendekatan cross sectional . Total populasi sebanyak 189 perawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon selama bulan Desember 2024 – Januari 2025. Hasil Penelitian didapatkan survei Budaya Keselamatan Pasien yang didapatkan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Plumbon terkategori dalam nilai Cukup (74.73%). Variabel yang paling berpengaruh hasil analisis survei Budaya Keselamatan Pasien yang didapatkan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Plumbon terkategori dalam nilai Cukup (74.73%) terhadap survei budaya keselamatan adalah lama kerja di Instalasi Rawat Inap dan lama kerja di Rumah Sakit, sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna adalah variabel tingkat pendidikan . Kata kunci : Budaya Keselamatan ; Perawat ; Keselamatan Pasien
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Di Instalasi Bedah Sentral Rs Mitra Plumbon Cirebon Iwan, Christien; Jak, Yanuar; Pankey, Dicky Yulius
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7099

Abstract

Abstrak Latar belakang Persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Informed consent yang dilakukan oleh dokter kepada pasien sebelum dilakukan tindakan bedah dan menjadi hal yang sangat penting dikarenakan tingginya resiko tindakan bedah. Salah satu standar pelayanan minimal Rekam Medis adalah kelengkapan informed consent 100%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama kerja, proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan informed consent tindakan bedah. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah total sampel seluruh dokter spesialis yang melakukan tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon berjumlah 36 orang. Hasil penelitian Hasil analisis bivariat menggunakan Chi square didapatkan nilai p lebih kecil dari 0,05 pada variabel proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Pada variabel masa kerja didapatkan nilai p lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan masa kerja tidak memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Hasil uji multivariat menggunakan analisis regresi logistik didapatkan nilai p pada proses pengisian informed consent sama dengan 0,011 (p lebih kecil dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Kesimpulan penelitian Terdapat pengaruh proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon. Faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed conset adalah proses pengisian informed consent. Kata Kunci: Informed consent, Masa kerja, Pengetahuan dokter
Analisis Faktor Penyebab Selisih Negatif Tarif INA-CBG Dan Tarif Rumah Sakit Kasus Sectio Caesarea Di Instalasi Kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Yandiko, Muhammad El; Jak, Yanuar; Trigono, Ahdun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6734

Abstract

ABSTRAK Rumkit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin merupakan rumah sakit tipe C dengan pola Badan Layanan Umum (BLU), memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Berdasarkan data JKN selisih negatif antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit Semester I 2024 sebesar Rp 4.336.977,449. Selisih negatif terbesar pada kelompok staf medis Obsgyn. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi selisih negatif antara tarif INA-CBG dan tarif kasus sectio caesarea di Instalasi Kebidanan. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Rancang bangun penelitian adalah cross sectional study menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis kasus sectio caesarea tahun 2024. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 74 rekam medis dengan tehnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih negatif tarif INA CBG’s dan tarif RS dengan kasus sectio caesarea sebesar Rp 199.284.943, dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.260.234,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan signifikan kelas perawatan (p-value 0,000), kepatuhan Clinical Pathway (p-value 0,000), komplikasi penyakit (p-value 0,001), status penggunaan obat dan BAKHP (p-value 0,000) dengan selisih negatif. Variabel lama hari rawat, tingkat keparahan/ severity level, komorbid tidak ada hubungan. Kelas perawatan merupakan variabel yang hubungannya paling erat. Saran peneliti untuk manajemen Rumkit Bhayangkara Tk III Banjarmasin agar review tarif dan Clinical Pathway, revisi MoU dokter mitra, audit Clinical pathway, mendorong DPJP dan petugas koder agar lebih teliti, utilization review, pedoman alternatif obat/BAKHP, menginisiasi pertemuan dokter spesialis, mendorong kolaborasi para professional pemberi asuhan dalam upaya mitigasi komplikasi pasca operasi. Kata Kunci: selisih negatif klaim, INA CBGs, sectio caesarea
Pengaruh Budaya Kerja Dan Job Burnout Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon Maula, Ismatul; Jak, Yanuar; Pangkey, Dicky Yulius
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6732

Abstract

Latar belakang: Budaya kerja dalam organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, merupakan salah satu elemen fundamental yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu unit yang memiliki mobilitas dan tekanan yang tinggi di rumah sakit, sehingga tenaga medis dan tenaga kesehatannya sangat rawan terkena burnout. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan job burnout pada tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif, jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di IGD RS Mitra Plumbon yang berjumlah 80 orang. Hasil penelitian didapatkan analisis uji F (Simultan) menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun pada hasil uji t parsial yang hanya memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien adalah budaya kerja. Sedangkan job burnout tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil Koefisien determinasi didapatkan nilai R2 sebesar 0,735 dapat dijelaskan bahwa variabel independen mempengaruhi variable terikat sebesar 73% sisanya 26,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian bahwa ada pengaruh secara simultan antara budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga Kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengindetifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi budaya kerja dan job burnout terhadap budaya keselamatan pasien dengan variabel lain. Kata Kunci: Budaya Kerja, Job burnout dan Budaya Keselamatan Pasien
Peran Human Resources Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Sdm Pada Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan Ismail, Taufik; Jak, Yanuar; Kodyat, Alih Germas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7079

Abstract

Latar Belakang: RS Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan sampai saat ini tidak pernah mendesain pengukuran kinerja SDM melalui pendekatan HRSc. Padahal pengukuran dengan pendekatan ini dapat memberikan gambaran kepada RS tentang sesuai tidaknya kinerja SDM dengan arah strategis organisasi. Peneliti mengukur kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan membandingkannya dengan kinerja SDM saat ini serta menganalisis hubungan kausalitas antar variabel maupun antara sub variabel dengan variabel. Metode: Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan assosiative research. Teknik sampel probability proportional to size sampling termasuk Slovin sampling dengan melibatkan sebanyak 54 responden pegawai pada unit poli rawat jalan. Teknik analisis menggunakan pengukuran kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan memakai metode KPI dan pengukuran kinerja SDM. Hasil: Diperoleh nilai weighted score KPI dengan pendekatan HRSc senilai 4,40 dengan kategori sangat baik (lebih besar 4,20 dan lebih kecil 5,00). Didapat nilai sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil α 0,05 dengan pearson correlation 0, 842 lebih besar r tabel (54, df n-2, 2-tailed, sig.5%) 0,2632. Secara parsial diperoleh nilai pearson correlation perspektif keuangan (0,731), pelanggan (0,782), proses bisnis internal (0,809), maupun pembelajaran dan pertumbuhan (0,857) dan nilai beta unstandardized sebesar 0,726. Kesimpulan: Pengukuran kinerja dengan pendekatan HRSc memiliki hubungan signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Secara parsial perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal maupun pembelajaran dan pertumbuhan berkorelasi signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan paling dominan menjelaskan pengaruhnya terhadap kinerja SDM.
Analysis and Improvement of Time Frames Management for Ischemic Stroke Services in the Emergency Room at Budi Medika Hospital, Bandar Lampung Theng, Luther; Jak, Yanuar
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i8.1347

Abstract

Stroke is a catastrophic disease and a major health problem both in Indonesia and in the world. Stroke causes a high number of morbidities and mortalities. The philosophy of stroke"Time Is Brain", it requires good time frames management according to the world guidelines related to ischemic stroke services in emergency departments (ED). The design of the study is a quantitative descriptive with retrospective method within the period from January to December 2023, continued qualitatively a mix methodf explanatory sequential sequential. The number of samples is 150 which meets the inclusion criteria. Quantitative analysis with SPSS V29 for mac and quantitative with NVIVO 14. The Median of door to triage time at study point was 1(1-5) minutes, door to physician 2 (0-10) minutes, Door to CT scan 19.5 (2 -50) minutes, Door To CT interpretation wa 20.5 (2-200) minutes and Door To Drug was 63 (12-267) minutes. Logistics regression analysis of time frames showed that the most significant result was door to CT scan (OR:14.5,95%CI5.3-39.4,p<0.001). Moderated Regression Analysis (MRA) showed significant time frame influences p<0.001 and R2 96% with ischemic stroke service in IGD. To provide the good performance of Door to drug time£60 minutes requires good time frames management, role of five (5) M management (man, method, material, machine and money) and good stroke code implementation.
RECORDING GLOBAL VOICES: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW IN PATIENT SAFETY CULTURE SURVEYS Jak, Yanuar; Anugrahsari, Santi
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 13 No. 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Measurement of patient safety culture is often conducted using various questionnaire methods and multiple respondents. Patient safety culture cannot be ignored; therefore, understanding these results is crucial for further study. Aim: To investigate the results of measuring patient safety culture in hospitals across various countries. Method: This study is a systematic literature review of articles published between 2013 and 2023. The selection process followed the PRISMA, which included identification, screening, eligibility, and inclusion. Selected articles were evaluated for quality, and the data were then analyzed thematically to identify instruments, approaches, and challenges in measuring patient safety culture. Results: The systematic review identified 45 relevant studies. The HSOPSC instrument was the most widely used, followed by the SAQ and the PSFHI, with varying local adaptations. The analysis revealed challenges with instrument reliability, differences in cultural contexts, and resource limitations. These findings promoted standardization and local adaptation in measuring patient safety culture. Conclusion: After 24 years of global recognition of patient safety, this study confirms that measuring patient safety culture is a strategic pillar in hospital quality improvement. This finding has academic and practical values, supporting cultural improvement strategies and evidence-based patient safety policies. Keywords: Doctor, Hospital Community, Hospital, Nurse, Patient Safety Culture