Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Hubungan Lama Kerja Dan Tingkat Pendidikan Perawat Rawat Inap Terhadap Survei Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon Iwan Poey, Yanuar Setiawan; Jak, Yanuar; Pangkey, Dhiky Yulius
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6688

Abstract

Latar Belakang : Budaya keselamatan telah menjadi isu global di berbagai bidang dan lintas institusi termasuk rumah sakit. Untuk mencapai tujuan keselamatan pasien dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan yang mampu mengimplementasikan budaya keselamatan pasien itu sendiri. Tenaga Kesehatan yang berperan dalam budaya keselamatan pasien salah satunya adalah perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dan tingkat pendidikan perawat rawat inap terhadap survei budaya keselamatan pasien. Metode penelitian menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) versi 2.0 menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Survei analitik melalui pendekatan cross sectional . Total populasi sebanyak 189 perawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon selama bulan Desember 2024 – Januari 2025. Hasil Penelitian didapatkan survei Budaya Keselamatan Pasien yang didapatkan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Plumbon terkategori dalam nilai Cukup (74.73%). Variabel yang paling berpengaruh hasil analisis survei Budaya Keselamatan Pasien yang didapatkan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Plumbon terkategori dalam nilai Cukup (74.73%) terhadap survei budaya keselamatan adalah lama kerja di Instalasi Rawat Inap dan lama kerja di Rumah Sakit, sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna adalah variabel tingkat pendidikan . Kata kunci : Budaya Keselamatan ; Perawat ; Keselamatan Pasien
Analysis and Improvement of Time Frames Management for Ischemic Stroke Services in the Emergency Room at Budi Medika Hospital, Bandar Lampung Theng, Luther; Jak, Yanuar
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 8 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i8.1347

Abstract

Stroke is a catastrophic disease and a major health problem both in Indonesia and in the world. Stroke causes a high number of morbidities and mortalities. The philosophy of stroke"Time Is Brain", it requires good time frames management according to the world guidelines related to ischemic stroke services in emergency departments (ED). The design of the study is a quantitative descriptive with retrospective method within the period from January to December 2023, continued qualitatively a mix methodf explanatory sequential sequential. The number of samples is 150 which meets the inclusion criteria. Quantitative analysis with SPSS V29 for mac and quantitative with NVIVO 14. The Median of door to triage time at study point was 1(1-5) minutes, door to physician 2 (0-10) minutes, Door to CT scan 19.5 (2 -50) minutes, Door To CT interpretation wa 20.5 (2-200) minutes and Door To Drug was 63 (12-267) minutes. Logistics regression analysis of time frames showed that the most significant result was door to CT scan (OR:14.5,95%CI5.3-39.4,p<0.001). Moderated Regression Analysis (MRA) showed significant time frame influences p<0.001 and R2 96% with ischemic stroke service in IGD. To provide the good performance of Door to drug time£60 minutes requires good time frames management, role of five (5) M management (man, method, material, machine and money) and good stroke code implementation.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Karyawan Sebagai Variabel Intervening Di RSKIA Sukma Bunda Tahun 2025 Naldi, Efriza; Jak, Yanuar; Sumijatun, Sumijatun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7917

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada kinerja karyawan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 78 karyawan RSKIA Sukma Bunda, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan analisis menggunakan path analysis. Berdasarkan pra-survei di RSKIA Sukma Bunda, ditemukan permasalahan terkait kurang terciptanya komunikasi antar karyawan, ketidakpuasan terhadap kompensasi, dan masih kurangnya promosi jabatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa capaian skor ideal variabel gaya kepemimpinan adalah 75,89% (kategori baik), kompensasi 67,11% (kategori baik), motivasi kerja 81,90% (kategori sangat baik), dan kinerja karyawan 75,69% (kategori baik). Secara statistik, gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi (β sama dengan 0,310 atau p sama dengan 0,009) dan kinerja (β sama dengan 0,216 atau p sama dengan 0,030). Kompensasi berpengaruh terhadap motivasi (β sama dengan 0,350 atau p sama dengan 0,003), namun tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja (β sama dengan 0,063 atau p sama dengan 0,527). Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (β sama dengan 0,58 atau p sama dengan 0,000), serta memediasi pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja. Disarankan agar manajemen memperkuat gaya kepemimpinan transformasional dan demokratik, menyempurnakan sistem kompensasi yang adil, serta meningkatkan motivasi karyawan melalui penghargaan dan pengembangan karier. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Motivasi, Kinerja.
Hubungan Jumlah Operasi, Waktu Mulai Operasi dan Jenis Operasi terhadap Utilisasi Kamar Operasi di Instalasi Bedah Sentral RS Bhayangkara Manado Sinaga, Eko Sandy; Jak, Yanuar; Aminingsih, Purwanti
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7929

Abstract

Latar Belakang: Pengembangan rumah sakit bergantung pada layanan yang baik dan efisien dimana pelayanan kamar operasi menjadi layanan utama suatu rumah sakit. Dalam meningkatkan pelayanan kamar operasi, maka utilisasi kamar operasi harus maksimal dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jumlah operasi, waktu mulai operasi dan jenis operasi terhadap utilisasi kamar operasi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Bhayangkara TK III Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan telaah dokumen dengan sampel 767 pasien yang dilakukan pembedahan elektif dari bulan Januari-Desember 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data rekam medik dicocokkan dengan data dari Instalasi Bedah Sentral pasien yang menjalani pembedahan elektif periode Januari-Desember 2024. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier untuk menguji hubungan dari masing-masing variabel. Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan tingkat efisiensi utilisasi kamar operasi sebanyak 71.07%. Pada pengujian Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel waktu mulai operasi (p-value
Hubungan Brand Image, Bauran Pemasaran, dan Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pasien Umum di Instalasi Rawat Jalan RS Bhayangkara Manado tanama, stephanie riany; Jak, Yanuar; Aminingsih, Purwanti
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7928

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan rumah sakit tidak terlepas dari persaingan ketat antar rumah sakit, dimana hal ini membutuhkan strategi bisnis yang baik antara lain strategi publikasi yang meningkatkan brand image, strategi pemasaran dan tentunya secara internal strategi peningkatan kualitas layanan yang diberikan sehingga pasien selaku konsumen menjadi pasien yang loyal terhadap rumah sakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image, bauran pemasaran dan kualitas layanan terhadap loyalitas pasien umum di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dengan sampel 67 pasien umum dari bulan Januari-Juni 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien umum di Poliklinik yang berobat periode Januari-Juni 2025 yang datanya diambil dari rekam medik . Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan dari masing-masing variabel. Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel bauran pemasaran dan kualitas layanan terhadap loyalitas pasien (p-value
Analisis Penyebab Pending Klaim Pasien JKN Rawat Inap Pasca Implementasi RME di RSIA Permata Bunda Solok Tahun 2024 Helwinofira, Helwinofira; Jak, Yanuar; Istiqlal, Haidar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8003

Abstract

ABSTRAKProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem klaim berbasis INA-CBG’s. RSIA Permata Bunda Solok sebagai mitra BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak 2024 untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan data pelayanan kesehatan. Namun, pasca implementasi RME, terjadi peningkatan jumlah klaim rawat inap berstatus pending, yang berdampak pada cash flow rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pending klaim pasien JKN rawat inap pasca implementasi RME. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap proses klaim di RSIA Permata Bunda Solok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama pending klaim meliputi ketidaksesuaian data antara RME dan dokumen klaim, kelalaian pengisian resume medis oleh tenaga medis, kesalahan dalam pengkodean (coding), keterlambatan input data, serta belum optimalnya integrasi sistem RME dengan SIMRS dan aplikasi e-claim BPJS. Faktor-faktor tersebut disebabkan oleh rendahnya kompetensi SDM dalam penggunaan RME, tidak konsistennya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan terbatasnya dukungan infrastruktur teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan SDM, peningkatan integrasi sistem informasi, serta evaluasi dan penyempurnaan SOP klaim. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi proses klaim dan mengurangi potensi kerugian akibat klaim pending.Kata kunci: Pending klaim, JKN, RME, SIMRS, administrasi rumah sakit, BPJS Kesehatan.
Analisis Pengaruh Budaya Kerja, Kepemimpinan, serta Komunikasi Terhadap Kinerja Perawat Kontrak di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Wangko, William S.; Jak, Yanuar; Rumengan, Grace
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.64242

Abstract

Abstract: Nursing is a very vital part of the healthcare service system in hospitals and directly affects the quality of the service itself. This study aimed to analyze the influence of work culture, leadership, and communication on the performance of contract nurses in the Inpatient Installation of Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. This was an explanatory study using a quantitative approach. The research population includes 110 contract nurses, and samples were randomly selected with a total of 86 respondents. Data were collected through structured questionnaires. Data analysis was conducted using multiple linear regression to test the influence of independent variables on the dependent variable. The results showed that work culture, leadership, and communication had significant influence on the performance of contract nurses, both individually and collectively. A strong work culture enhances work efficiency, effective leadership motivates nurses to achieve higher standards, and good communication improves team coordination. In conclusion, improving the performance of contract nurses can be achieved through strengthening a positive work culture, implementing supportive leadership styles, and fostering effective communication. This study recommends that hospital management strengthen leadership training programs, build a work culture that supports innovation, and improve communication channels to support nurse performance. Keywords: work culture; leadership; communication; nurse performance    Abstrak: Keperawatan merupakan bagian yang sangat vital dalam sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit serta secara langsung berdampak pada kualitas layanan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya kerja, kepemimpinan, serta komunikasi terhadap kinerja perawat kontrak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Metode penelitian ialah eksplanatori melalui pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian mencakup 110 perawat kontrak, serta sampel diambil secara acak dengan jumlah 86 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda sebagai penguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian mendapatkan bahwa budaya kerja, kepemimpinan, serta komunikasi memberikan pengaruh bermakna terhadap kinerja perawat kontrak, baik secara terpisah ataupun bersama-sama. Budaya kerja yang kuat meningkatkan efisiensi kerja, kepemimpinan yang efektif mendorong perawat untuk mencapai standar yang lebih tinggi, serta komunikasi yang baik memperbaiki koordinasi tim. Simpulan penelitian ini ialah peningkatan kinerja perawat kontrak dapat dicapai melalui penguatan budaya kerja positif, penerapan gaya kepemimpinan yang mendukung, serta komunikasi yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar manajemen rumah sakit memperkuat program pelatihan kepemimpinan, membangun budaya kerja yang mendukung inovasi, serta meningkatkan alur komunikasi untuk mendukung kinerja perawat. Kata kunci: budaya kerja; kepemimpinan; komunikasi; kinerja perawat
The Moderating Effect of Transformational Leadership Style on Patient Safety Culture at Bhayangkara Hospital, Indonesia Syah, Irwan; Jak, Yanuar; Sulistyowati, Yeny; Syafira Putri, Alsa; Rahmi, Dian
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v15i1.690

Abstract

Patient safety remains an important issue in health services and a global concern; it is crucial to ensure its implementation. This study aims to analyze the moderating effect of the transformational leadership style on workload, motivation, knowledge, and attitudes towards patient safety culture at Bhayangkara Polri Hospital. The research team used quantitative methods with an explanatory research approach. The sampling technique used was Slovin sampling, involving 117 nurse participants. The analysis technique uses partial least squares. Transformational leadership style variables cannot moderate workload, motivation, attitude, and knowledge of patient safety culture. The novelty of this research is that the researcher found that, in a specific context, Bhayangkara Depok Hospital still uses a command leadership style because its work culture is still influenced by that of the Indonesian National Police Institution (Polri). Hospital management regulations are still controlled by a higher-level organizational unit, in this case, the u.o Polri. The implementation of a highly complex patient safety culture is often influenced by numerous factors (exogenous variables). These include unique system characteristics, organizational business processes, and the individual behavior of Polri members assigned to Bhayangkara Brimob Depok Hospital.
Analisis Pengaruh Motivasi Keluarga dan Kepatuhan Rehabilitasi Terhadap Kemandirian Pasien Pasca Stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Tanoeisan, Chandra; Jak, Yanuar; Rumengan, Grace
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.67067

Abstract

Abstract: This study aimed to evaluate whether patients' levels of family motivation and rehabilitation compliance affect their ability to live independently after stroke at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. This was a quantitative study using a cross-sectional and an analytical survey design. By using quota sampling, 63 hospitalised stroke patients receiving rehabilitation were chosen as the respondents. For this study, we relied on validated and reliable questionnaires to gather data. A multiple linear regression analysis was run on the data in order to determine the impact of each independent variable on the dependent variable. The results showed that patients' levels of independence after stroke were significantly impacted by both family motivation and rehabilitation compliance. The combined effect of family motivation and rehabilitation also significantly contributed to improvement of patient independence. In conclusion, optimal family support and strong rehabilitation adherence are crucial factors in enhancing post-stroke patient independence. Recommendations for the hospital include enhancing family education programs and support to encourage rehabilitation adherence and integrating family-centered approaches in rehabilitation services. Future research is encouraged to explore other variables that may influence post-stroke patient independence. Keywords: family motivation; rehabilitation adherence; patient independence   Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi pasien terhadap kemampuan hidup mandiri pasca stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain potong lintang dan survei analitik. Dengan menggunakan quota sampling, dipilih 63 pasien stroke rawat inap yang menerima rehabilitasi sebagai responden penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dapat diandalkan untuk mengumpulkan data. Analisis regresi linier berganda digunakan pada data untuk menentukan dampak setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kemandirian pasien pasca stroke secara bermakna dipengaruhi oleh motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi. Kombinasi antara motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi juga berkontribusi bermakna terhadap peningkatan kemandirian pasien. Simpulan penelitian ini ialah pasien pasca stroke dapat memperoleh kembali kemandiriannya dengan bantuan motivasi keluarga yang kuat dan kepatuhan yang tinggi terhadap rehabilitasi. Saran bagi pihak rumah sakit ialah meningkatkan program edukasi dan dukungan keluarga untuk mendorong kepatuhan rehabilitasi, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis keluarga dalam layanan rehabilitasi. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengkaji variabel lain yang berpotensi mempengaruhi kemandirian pasien pasca stroke. Kata kunci: motivasi keluarga; kepatuhan rehabilitasi; kemandirian pasien