Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIN DIRI SISWA DI SMAN 12 BANJARMASIN Azizaah, Rusdiana; Farial, Farial; Handayani, Eka Sri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i3.270-281

Abstract

Penyesuaian diri yang optimal dapat terwujud apabila terdapat kedewasaan emosional serta komunikasi yang efektif, baik dari pihak guru maupun siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komunikasi interpersonal dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri siswa kelas X di SMAN 12 Banjarmasin, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Tujuan dari pendekatan korelasional kuantitatif dalam desain penelitian ini adalah untuk memastikan secara objektif dan metodis hubungan antara variabel yang diteliti. Setiap siswa kelas XI SMA 12 Banjarmasin yang memenuhi kriteria peneliti digunakan sebagai subjek penelitian. Untuk menjamin bahwa data secara akurat mencerminkan populasi yang diteliti, 132 siswa dari kelas XI dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan proses seleksi yang unik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yang berusaha untuk mengukur tingkat hubungan antara dua atau lebih variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin memiliki hubungan yang signifikan antara penyesuaian diri dan kematangan emosi; (2) penyesuaian diri dan komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan; dan (3) penyesuaian diri dan kematangan emosi serta komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI DENGAN SELF ESTEEM ANGGOTA KOMUNITAS PENGAJIAN DI DESA KAIT-KAIT KECAMATAM BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Siswanto, Christie Pricilla Debora; Handayani, Eka Sri; Abidarda, Yulizar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.802-814

Abstract

Komunitas pengajian ibu-ibu di pedesaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pengembangan aspek psikologis anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Gratitude dan kesejahteraan psikologis terhadap self-esteem pada anggota komunitas pengajian di Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan partisipan ibu-ibu anggota komunitas pengajian. Instrumen penelitian berupa skala Gratitude, kesejahteraan psikologis, dan self-esteem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi berganda setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Gratitude dan self-esteem dengan nilai signifikansi 0.003 dan korelasi 0.347. Kesejahteraan psikologis juga berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.013; r = 0.296). Secara simultan, Gratitude dan kesejahteraan psikologis berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.009; r = 0.360). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan yang terbentuk berada pada kategori korelasi lemah, kedua variabel independen memberikan kontribusi terhadap pembentukan harga diri individu. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program komunitas yang memperkuat rasa syukur dan kesejahteraan psikologis sebagai pendekatan berbasis psikologi positif.
Integrating Banjar Cultural Values into Premarital Counseling: A Randomized Controlled Trial on Marital Readiness in Indonesia Jarkawi, Jarkawi; Handayani, Eka Sri; Hayati, Sri Ayatina; Haryadi, Rudi; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Hasby, Nazar; Puteri, Nur Ananda
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage readiness is a critical factor in ensuring long-term relationship satisfaction and resilience. In Indonesia, challenges such as rising cases of domestic violence and marital instability highlight the urgent need for more effective premarital counseling programs. However, existing interventions often lack cultural sensitivity, particularly in multicultural societies like Indonesia, which encompasses over 300 ethnic groups. This study examines the effectiveness of a culturally-informed premarital counseling program based on Banjar marital customs in enhancing marital readiness. A randomized controlled trial (RCT) was conducted with 32 engaged individuals divided into an experimental group receiving Banjar-based counseling and a control group participating in the government’s standard premarital counseling. The marriage readiness scale was used to measure psychological preparedness across domains such as communication, financial management, parenting, and lifestyle adjustments. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed significant improvements in the experimental group (U = 16.000, Z = -5.899, p < 0.001) compared to the control group. The findings underscore the importance of integrating local cultural values into premarital counseling to enhance mental readiness for marriage. By fostering deeper connections to cultural traditions, the intervention promoted mutual respect, emotional maturity, and role preparedness among participants. This study contributes to the growing discourse on culturally-informed psychosocial interventions and offers a scalable model for multicultural societies across Asia and beyond.