Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIN DIRI SISWA DI SMAN 12 BANJARMASIN Azizaah, Rusdiana; Farial, Farial; Handayani, Eka Sri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i3.270-281

Abstract

Penyesuaian diri yang optimal dapat terwujud apabila terdapat kedewasaan emosional serta komunikasi yang efektif, baik dari pihak guru maupun siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komunikasi interpersonal dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri siswa kelas X di SMAN 12 Banjarmasin, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Tujuan dari pendekatan korelasional kuantitatif dalam desain penelitian ini adalah untuk memastikan secara objektif dan metodis hubungan antara variabel yang diteliti. Setiap siswa kelas XI SMA 12 Banjarmasin yang memenuhi kriteria peneliti digunakan sebagai subjek penelitian. Untuk menjamin bahwa data secara akurat mencerminkan populasi yang diteliti, 132 siswa dari kelas XI dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan proses seleksi yang unik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yang berusaha untuk mengukur tingkat hubungan antara dua atau lebih variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin memiliki hubungan yang signifikan antara penyesuaian diri dan kematangan emosi; (2) penyesuaian diri dan komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan; dan (3) penyesuaian diri dan kematangan emosi serta komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI DENGAN SELF ESTEEM ANGGOTA KOMUNITAS PENGAJIAN DI DESA KAIT-KAIT KECAMATAM BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Siswanto, Christie Pricilla Debora; Handayani, Eka Sri; Abidarda, Yulizar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.802-814

Abstract

Komunitas pengajian ibu-ibu di pedesaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pengembangan aspek psikologis anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Gratitude dan kesejahteraan psikologis terhadap self-esteem pada anggota komunitas pengajian di Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan partisipan ibu-ibu anggota komunitas pengajian. Instrumen penelitian berupa skala Gratitude, kesejahteraan psikologis, dan self-esteem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi berganda setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Gratitude dan self-esteem dengan nilai signifikansi 0.003 dan korelasi 0.347. Kesejahteraan psikologis juga berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.013; r = 0.296). Secara simultan, Gratitude dan kesejahteraan psikologis berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.009; r = 0.360). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan yang terbentuk berada pada kategori korelasi lemah, kedua variabel independen memberikan kontribusi terhadap pembentukan harga diri individu. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program komunitas yang memperkuat rasa syukur dan kesejahteraan psikologis sebagai pendekatan berbasis psikologi positif.
Integrating Banjar Cultural Values into Premarital Counseling: A Randomized Controlled Trial on Marital Readiness in Indonesia Jarkawi, Jarkawi; Handayani, Eka Sri; Hayati, Sri Ayatina; Haryadi, Rudi; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Hasby, Nazar; Puteri, Nur Ananda
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage readiness is a critical factor in ensuring long-term relationship satisfaction and resilience. In Indonesia, challenges such as rising cases of domestic violence and marital instability highlight the urgent need for more effective premarital counseling programs. However, existing interventions often lack cultural sensitivity, particularly in multicultural societies like Indonesia, which encompasses over 300 ethnic groups. This study examines the effectiveness of a culturally-informed premarital counseling program based on Banjar marital customs in enhancing marital readiness. A randomized controlled trial (RCT) was conducted with 32 engaged individuals divided into an experimental group receiving Banjar-based counseling and a control group participating in the government’s standard premarital counseling. The marriage readiness scale was used to measure psychological preparedness across domains such as communication, financial management, parenting, and lifestyle adjustments. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed significant improvements in the experimental group (U = 16.000, Z = -5.899, p < 0.001) compared to the control group. The findings underscore the importance of integrating local cultural values into premarital counseling to enhance mental readiness for marriage. By fostering deeper connections to cultural traditions, the intervention promoted mutual respect, emotional maturity, and role preparedness among participants. This study contributes to the growing discourse on culturally-informed psychosocial interventions and offers a scalable model for multicultural societies across Asia and beyond.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DAN RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN MAJELIS ZIKIR AN-NISA Latifah, Latifah; Handayani, Eka Sri; Sanjaya, Sanjaya
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.62-72

Abstract

Resiliensi dipahami sebagai kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kesulitan, untuk melanjutkan kehidupan dengan harapan akan menjadi lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhi resiliensi salah satunya self esteem karena mengacu pada suatu gambaran menyeluruh dari individu. Selain self esteem yang dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, ternyata religiusitas juga dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, karena kurangnya keimanan seseorang akan mudah terjangkit konflik batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru, hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru serta hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sampel sebanyak 60 orang, teknik pengumpulan data menggunakan angket dan di analisis menggunakan rumus spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05.
KORELASI ANTARA POLA ASUH OTORITER DAN REGULASI EMOSI DALAM MEMBENTUK KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMAN 1 TAPIN ENGAH Mukti, Dwi Sasmita; Handayani, Eka Sri; Tohari, Sabit
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.73-80

Abstract

Pola asuh orang tua, khususnya pola otoriter, dapat berpengaruh terhadap cara siswa mengelola emosinya dan membangun kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) korelasi regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) apakah pola asuh otoriter dan regulasi emosi secara bersamaan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 129 orang siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) Terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) terdapat korelasi yang signifikan antara regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dan regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah.
Miskonsepsi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Jenjang Pendidikan Dasar Agustina, Ella; Syaharuddin, Syaharuddin; Handayani, Eka Sri; Mauluddin, Akhmad; Gafuri, Akhmad
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah berjalan yang diawali oleh Sekolah Penggerak dan ketika Kurikulum Merdeka disahkan menjadi Kurikulum Nasional telah dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Tanah Air. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat sebagian guru di sekolah yang melaksanakan P5 namun belum mencapai tujuan utamanya, yakni membentuk peserta didik yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila (3P). Karena itu, kajian ini menggali lima hal, pertama bagaimana wujud miskonsepsi P5 dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kedua, bagaimana faktor munculnya miskonsepsi P5. Ketiga, bagaimana dampak miskonsepsi P5. Keempat, apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengawas, kepala sekolah dan guru yang bejumlah 2800 yang tersebar pada jenjang Pendidikan dasar (SD dan SMP). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Produk P5 yang kemudian dipamerkan pada periode tertentu tampak masih menjadi dominan. (2) Pelibatan stakeholder belum optimal. (3) Faktor kurangnya pelatihan tatap muka menjadi penghambat rendahnya pemahaman guru terhadap P5. (4) Keterbatasan dan kemampuan dalam pengelolaan waktu menjadi kendala utama. (5) Siswa tampak kecewa ketika praduk P5 tidak tuntas dan merasa puas jika praduk P5 dipamerkan, sehingga menjadi gambaran sebuah miskonsepsi P5. (6) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5, yakni melalui kegiatan di komunitas belajar (Kombel) (73%), melalui workshop dan IHT (58%), dan di komunitas belajar daring (58%).