Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TUNAS BANGSA

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN EKSPOSITORI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS IV SDN PEUNAGA CUT UJONG Agus Kistian; Febry Fahreza; Mulyadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.995 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.975

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze the effect of Contextual Teaching and Learning learning models on students' mathematical problem-solving abilities on the material of the surface area of ​​flat build in class IV of SDN Peunaga Cut Ujong. This study uses a quantitative approach and the type of research used is experimental research. The population in this study were the fourth grade students of SDN Peunaga Cut Ujong which amounted to 28 students. The data collection techniques are documentation, observation and tests of mathematical problem solving abilities given essay. Data processing techniques use statistical tests using the t test formula. The results showed that students' mathematical problem solving ability using Contextual Teaching and Learning learning model was better than conventional learning, indicated by the average post-test score of students who used Contextual Teaching and Learning learning model, which was 78.82 and students with conventional learning obtain an average post-test score of 66.58. Based on the results of the calculation of the t-test with a significant level of α = 0.05 and dk = 27. From this value obtained tcount> t table is 4.55> 1.70, so H0 is rejected and H1 is accepted so it can be concluded that there is a significant effect on the students' mathematical problem solving ability on the material of flat surface area through Contextual Teaching and Learning learning model in the fourth grade of SD Negeri Peunaga Cut Ujong. This shows that learning by applying Contextual Teaching and Learning learning models can improve students' mathematical problem solving abilities. Abstrak Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong yang berjumlah 28 siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan secara essay. Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik dengan menggunakan rumus uji t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, ditunjukkan dengan rata-rata nilai post-test siswa yang menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning yaitu 78,82 dan siswa dengan pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai post-test yaitu 66,58. Berdasarkan hasil perhitungan uji t – tes dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 27. Dari nilai tersebut diperoleh thitung> ttabel yaitu 4,55> 1,70, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Hal ini menunjukkanbahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Luas Permukaan Bangun Datar
PERBEDAAN SIKAP ILMIAH SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Dyan Wulan Sari Hs; Agus Kistian
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i2.1160

Abstract

This study aims to analyze the differences in scientific attitudes of students using inquiry training learning models with direct instruction learning models. This research is a quasi-experimental study. In this study there are two classes that are used as an experimental class and a control class, the experimental class is a class that is treated with learning with inquiry training models, while the control class is a class using the direct instruction learning model. The instrument used consisted of a questionnaire to measure students' scientific attitudes in the posttest, as well as an observation sheet. The results of this study indicate that the average value of the scientific attitude of learning in the experimental class is 75.01 with a standard deviation of 7.373, while in the control class is 71.60 with a standard deviation of 7.935. The results of this research suggest that inquiry training learning model is a solution and an alternative choice for teachers in improving students' scientific attitudes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran inquiry training dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Dalam penelitian ini terdapat dua kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan pembelajaran dengan model inquiry training, sedangkan kelas kontrol adalah kelas dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction. Instrumen yang digunakan terdiri dari berupa angket untuk mengukur sikap ilmiah siswa dalam posttest, serta lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai sikap ilmiah belajar pada kelas eksperimen sebesar 75,01 dengan simpangan baku sebesar 7,373, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 71,60 dengan simpangan baku sebesar 7,935. Hasil penelitan ini menyarankan bahwa model pembelajaran inquiry training merupakan solusi dan alternatif pilihan guru dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa. Kata Kunci: Sikap Ilmiah, Inquiry Training, Direct Instruction
PROBLEMATIKA GURU DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA DENGAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI SDN 2 MATA IE Martines, Martines; Kistian, Agus
Jurnal Tunas Bangsa Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v12i2.3347

Abstract

Perilaku sopan santun merupakan bagian dari pembentukan karakter yang mencerminkan jati diri peserta didik, terutama dalam budaya masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan adab. namun, dalam praktiknya, pembentukan perilaku sopan santun di sekolah sering menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru dan faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya permasalahan dalam membentuk perilaku sopan santun dengan nilai kearifan lokal pada siswa di SDN 2 Mata Ie Kabupaten Aceh Besar serta untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap dua orang guru yang terdiri dari guru kelas IV dan guru kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai problematika, seperti keterbatasan waktu dalam memantau perilaku non-akademik, ketidakkonsistenan penguatan nilai sopan santun, dan rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya adab. Faktor utama yang memperkuat tantangan ini berasal dari luar sekolah, seperti minimnya peran keluarga dalam membiasakan nilai-nilai kesopanan, pengaruh pergaulan, serta penggunaan teknologi tanpa pengawasan, temuan lain upaya yang dapat dilakukan guru yaitu membentuk karakter siswa melalui pembiasaan, nasihat, sanksi edukatif, dan kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.AbstractPolite behavior is an integral part of character development that reflects the identity of students, especially within Acehnese society, which highly upholds cultural and moral values. However, in practice, fostering polite behavior in schools often faces various challenges. This study aims to identify the problems faced by teachers and the factors contributing to these challenges in shaping polite behavior based on local wisdom values among students at SDN 2 Mata Ie, Aceh Besar District. It also seeks to describe the efforts made by teachers to overcome these obstacles. This research employs a phenomenological approach. Data were collected through interviews with two homeroom teachers of Grade IV and Grade V. The findings reveal that teachers encounter several issues, such as limited time to monitor students’ non-academic behavior, inconsistency in reinforcing polite behavior, and low student awareness of the importance of manners. The primary factors that intensify these challenges originate outside the school, such as the lack of family involvement in instilling polite values, peer influence, and unsupervised use of technology. Other findings suggest that teachers can foster students' character through routine habituation, advice, educational sanctions, and collaboration with parents and the community.