Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Guru TPQ Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Qur'an pada Anak di TPQ As-salafiyah Jogomertan Ma'unah, Alfi; Rinawati, Atim
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v5i1.1625

Abstract

Increasingly advanced technological developments have both positive and negative impacts on children, the negative impact for children of learning the Al-Qur’an is that children prefer it spend hours playing on cellphones rather than studying Al-Qur’an. Therefore, the role of TPQ As-Salafiyah Jogomertan is really needed learning the Al-Qur'an because at TPQ the learning method uses a fun method so that children are more enthusiastic about learning the Koran plus habituation activities such as memorizing daily prayers, memorizing short letters, practice ablution and prayer. The purpose of this research is to determine the role of TPQ teachers in improving the quality of Al-Qur'an reading skills in children at TPQ As-Salafiyah.This study used qualitative research methods. Data collection techniques, namely interviews, observations, and documentation. The data analysis used is data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The researcher concluded, it can be concluded that the role of TPQ teachers in improving the quality of the ability to read the Al-Qur'an in TPQ As-salafiyah, namely the teacher's role as educator, teacher, guide, director, trainer and evaluator of his students. The teacher gives knowledge about how to do it read the Al-Qur'an properly and correctly according to the rules of tajwid science and methods The learning used is the qira'ati method with classical teaching groups, individuals and sometimes through habituation.
Analisis Penilaian Ulangan Harian Fikih Kelas IV di MIN 4 Kebumen Adikusuma, Satria; Wahidah, Laela Nur; Fauziyah, Haya; Zahra, Fitria Maulidaz; Wulandari, Atikah; Fatimah, Siti; Rinawati, Atim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.698 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71065

Abstract

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan yang berpikir yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Tujuan penilitian ini untuk menganalisis penilaian di MIN 4 Kebumen, berdasarkan soal ulangan harian fikih kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pengumpulan data sekunder pada ulangan harian. Hasil dari penilaian evaluasi juga sangat bervariatif mulai dari huruf/angka, ataupun lulus dan tidak lulus. Penelitian ini juga berisi tentang analisis soal-soal yang termasuk dalam kurikulum K13. Teknik analisis data dengan menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa level kognitif C1 61,25 %, C2 36,25%, C3 0%, C4 1,25%, C5 1,25%, dan C6 0%. Sehingga dapat disimpulkan untuk penilaian soal dengan kriteria HOTs masih rendah, yaitu 2,5% dan sisanya soal LOTs 97,5%.
Scout Extracurricular Role in Developing Religious Attitudes and Student Profiles of Pancasila Bukhori, Akh.; Solikhah, Insaniyatus; Susanti, Lilis; Ni’mah, Muflihatun; Ratnaningtias, Shiva Pratidina; Fatimah, Siti; Rinawati, Atim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.551 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila dengan metode, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. n. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya peran ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila peserta didik. Metode yang digunakan untuk mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila adalah pengarahan dan pemberian nasihat, pemberian tugas, pemberian sanksi dan penghargaan, serta pengisian SKU. Faktor-faktor pendukungnya adalah Kamabigus, pembina, peserta didik, pesantren dan lingkungan sekitar yang nantinya akan berpengaruh terhadap sikap, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Adapun mengenai faktor yang menghambat yaitu dari diri peserta didik, sarana dan prasarana, serta cuaca yang tidak menentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya peran ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila . Metode yang digunakan adalah pengarahan dan pemberian nasihat, pemberian tugas, pemberian sanksi dan penghargaan, serta pengisian SKU.
Analisis Perangkat Pembelajaran PAI SD dan MI Berdasarkan Kurikulum 2013 Munawaroh, Laelatul; Lestari, Wahyu Tri; Muamalah, Khusnul Sari; Azizah, Risma Nur; Fatoni, Ahmad; Fatimah, Siti; Rinawati, Atim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.697 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan mengenai RPP kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai acuan yang wajib dibuat oleh setiap guru PAI. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi di SDN 2 Kemangguan dan MIN 1 Kebumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa format RPP kurikulum 2013 dengan format RPP di SDN 2 Kemangguan dan MIN 1 Kebumen sudah sesuai dengan kurikulum 2013. Analisis ini menggunakan pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Akan tetapi, pada format pengembangan RPP dari kedua sekolah tersebut memiliki perbedaan pada metode pembelajaran serta sumber dan media. Spesifikasi format RPP mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 2 Kemangguan yaitu menggunakan metode pembelajaran ceramah, diskusi dengan sumber belajar dari lingkungan sekitar. Sedangkan, format RPP MIN 1 Kebumen pada metode pembelajaran menggunakan metode presentasi dan metode demontrasi dari media pembelajaran peraga digital PAI.. Penelitian ini menganalisis RPP MI N 1 Kebumen dan SD N 1 Kemangguan yang sudah sesuai dengan RPP kurikulum 2013, akan tetapi masih ada sedikit perbedaan.
Assistance in the Preparation of Innovative Learning Administration for Madrasah Ibtidaiyah Teachers in Kebumen Rinawati, Atim; Fatimah, Siti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.851 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71210

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan penyusunan administrasi pembelajaran inovatif bagi guru Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kebumen, khususnya yang tergabung dalam KKGMI Klirong-Buluspesantren. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Assest Based Community Development (ABCD) dengan 5 (lima) tahapan kegiatan yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) Kelima tahapan dilaksanakan melalui koordinasi dan kerjasama antara peneliti dengan KKGMI Klirong-Buluspesantren. Tahapan diawali dengan analisis kebutuhan (need assessment) serta analisis kemampuan, kemudian berlanjut dengan treatment, serta diakhiri dengan evaluasi ketercapaiaan program. Treatment diwujudkan dalam dua kegiatan, dengan kegiatan pertama yaitu pelatihan penyusunan administrasi pembelajaran (RPP, Program Tahunan, Program Semester, teknik penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal). Kegiatan kedua adalah peyusunan instrumen soal berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). (2) Peserta memiliki capaian hasil yang sangat baik, ditandai dengan tingginya pemahaman berkaitan dengan pentingnya administrasi pembelajaran, serta kemampuan yang sangat baik dalam mengembangkan RPP, silabus, serta perangkat penilaian. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan ini berhasil dalam mengembangkan pemahaman dan kemampuan guru dalam membuat administrasi pembelajaran.