Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rahmadana, Jati; Khawani, Ahmad; Roza, Media
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4278

Abstract

Mampu untuk berpikir secara kritis sangat dibutuhkan pada zaman sekarang, namun kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan sejauh mana Model PBL dalam peningkatan peserta didik di Sekolah Dasar dalam berpikir kritis. Penelitian ini adalah Penelitian Ex Post Facto menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode meta analisis. Teknik analisis data menggunakan metode pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dalam pembelajaran terbukti berpengaruh terhadap peningkatan peserta didik dalam berpikir secara kritis. Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam berpikir kritis dengan rata-rata 19%, dengan persentase terendah 11,97% dan tertinggi 30,16%. Hal ini didukung dengan hasil analisis pada tabel 2, terjadi peningkatan dari 61.1820 menjadi 80.1860. Penerapan model PBL memiliki korelasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik, hal ini dapat dilihat pada tabel 3 dengan nilai korelasi sebesar 0,070. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa model PBL efektif dalam peningkatan berpikir kritis peserta didik.
APPLICATION OF LKPD BASED ON GUIDED INQUIRY MODEL ASSISTED BY PHET SIMULATION TO LEARNERS' CRITICAL THINKING SKILLS Aswirna, Prima; Roza, Media; Aldania, Riska
Journal of Learning and Technology in Physics Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jltp.v2i2.56676

Abstract

Learning in Indonesia does not encourage learners to think critically. Based on the results of the study states that learning in school has not been able to cultivate critical thinking skills in learners because learning still tends to be teacher-centered. The critical thinking skills of learners in the schools studied are still relatively low. Research from various researchers has previously stated that guided inquiry models can improve the ability of critical thinking pills. The purpose of this study is to find out if there is an influence on the critical thinking skills of learners who apply LKPD based on the guided inquiry learning model based on PhET Simulation compared to applying conventional PhET-assisted learning models only. This research is a pseudo-experiment using the Design Counter Balance. Data capture using the t-test. The results of the implementation of LKPD based on the PhET-assisted inquiry model show that there is an influence on the critical thinking skills of learners rather than conventional models with PhET.Keywords: LKPD, Guided Inquiry, PhET Simulation, and Critical thinking skills.
KUALITAS TES BERMUATAN ETNOSAINS UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA Roza, Media; Festiyed, Festiyed
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v14i2.15599

Abstract

Keterampilan berfikir kritis sangat penting dalam pembelajaran kimia. Berpikir kritis membutuhkan suatu instrumen penilaian tersendiri karena melibatkan proses bernalar dan berpikir reflektif. Instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan berpikir kritis yang berkualitas harus memenuhi kriteria valid dan reliabel. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas instrumen tes berpikir kritis bermuatan etnosains pada topik stoikhiometri. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan model ADDIE dengan fokus pada aspek validitas dan reliabilitas tes. Jenis instrumen tes yang dikembangkan berupa soal essai yang membutuhkan penjelasan. Konteks etnosains sesuai dengan kebudayaan masyarakat Minangkabau, yaitu batik tanah liek. Penelitian ini menghasilkan instrumen tes berfikir kritis bermuatan etnosains Minangkabau yang terdiri atas 10 butir soal. Soal yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel dengan harga validitas 93,3% dan reliabilitas sebesar 0,98. Dapat disimpulkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan dinyatakan layak untuk mengukur keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rahmadana, Jati; Khawani, Ahmad; Roza, Media
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4278

Abstract

Mampu untuk berpikir secara kritis sangat dibutuhkan pada zaman sekarang, namun kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan sejauh mana Model PBL dalam peningkatan peserta didik di Sekolah Dasar dalam berpikir kritis. Penelitian ini adalah Penelitian Ex Post Facto menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode meta analisis. Teknik analisis data menggunakan metode pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dalam pembelajaran terbukti berpengaruh terhadap peningkatan peserta didik dalam berpikir secara kritis. Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa peserta didik mengalami peningkatan dalam berpikir kritis dengan rata-rata 19%, dengan persentase terendah 11,97% dan tertinggi 30,16%. Hal ini didukung dengan hasil analisis pada tabel 2, terjadi peningkatan dari 61.1820 menjadi 80.1860. Penerapan model PBL memiliki korelasi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik, hal ini dapat dilihat pada tabel 3 dengan nilai korelasi sebesar 0,070. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa model PBL efektif dalam peningkatan berpikir kritis peserta didik.
PENERAPAN E-MODUL BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PhET SIMULATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK FISIKA KELAS X SMA KARTIKA 1-5 PADANG Nanda, Geby Friska; Roza, Media; Suari, Muharmen
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jcm.v6i2.10978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik yang belajar dengan E-Modul berbasis Discovery learning berbantuan PhET simulation  kelas X Fase E SMA Kartika 1-5 Padang. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy exsperimental) dengan randomized posttest only group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Kartika 1-5 Padang tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah yaitu 349 peserta didik terdiri dari 10 kelas. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Sampel yang terpilih sebagai kelas ekperimen adalah kelas X E1 dan X E3. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes dengan analisis data yang digunakan yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik menjadi lebih tinggi menggunakan E-Modul berbasis Discovery Learning Berbantuan PhET Simulation. Berdasarkan hasil uji t: Two Sample Assuming Equal Variance didapatkan nilai thitung kedua kelas 2,89 lebih tinggi dari ttabel (1,99) dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa, penggunaan E-Modul pada pembelajaran berbasis Discovery Learning Berbantuan PhET Simulation memberikan capaian kemampuan berpikir kritis peserta didik yang lebih tinggi pada pembelajaran fisika terutama pada materi energi terbarukan.
Pengembangan E-Modul Fisika Etno STEM pada Pembuatan Galamai terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Siti Sarah Siregar; Prima Aswirna; Media Roza
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/krz66g52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kemampuan berpikir kreatif di kalangan peserta didik masih tergolong rendah. Kemampuan berpikir kreatif sangat penting di era abad ke-21 yang dapat mengimbangi pesatnya kemajuan zaman dan teknologi. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik disebabkan pendidik masih menggunakan pendekatan dan bahan ajar yang kurang sesuai selama proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik tidak mampu memahami pelajaran fisika yang dikenal abstrak, sulit dan membosankan. Maka penggunaan bahan ajar berupa E-Modul fisika Etno STEM merupakan solusi untuk pelajaran fisika sehingga membantu peserta didik memahami materi dengan cepat karena penggunaan kearifan lokal galamai yang sering ditemukan dikehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan E-Modul fisika Etno STEM pada pembuatan galamai terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang valid, praktis dan efektif. Jenis Penelitian ini merupakan Research and Development (RnD) dengan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari 3 tahap yaitu: penelitian pendahuluan (preliminary research), pengembangan prototipe (development prototype phase), dan tahap penilaian (assesment phase). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Modul fisika Etno STEM pada pembuatan galamai terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik sangat valid dengan skor rata-rata 91,5% dilihat dari perolehan persentase uji kelayakan bahasa 92%, kelayakan isi/materi 92,5%, dan kelayakan kontruksi 90%. Hasil praktikalitas 90,6% kategori sangat praktis dengan skor rata-rata praktikalitas oleh pendidik 93,33% dan dan peserta didik 87,88%. Keefektifan dikategorikan sangat efektif dengan perolehan skor rata-rata untuk soal berpikir kreatif 87,07% dengan kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa E-Modul fisika Etno STEM pada Pembuatan Galamai terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik sangat valid, praktis dan efektif sehingga layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.
Science Teacher’s Perception of Digital Technology-Based Learning in the 21st Century Roza, Media; Lufri, Lufri; Andromeda, Andromeda; Mufit, Fatni
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science Teacher's Perception of Digital Technology-Based Learning in the 21st Century. Objective: The research aims to identify science teachers' perceptions of digital technology-based learning in the 21st century. Method: This type of research is survey research. Perception data was collected through questionnaires and interviews of 30 science teachers in West Sumatra. Data analysis uses descriptive analysis. Findings: It was found that the main components determining the success of digital technology-based science learning are competence, effort, and teacher commitment. Teachers are greatly helped to prepare learning plans, choose teaching materials and media, carry out learning, and evaluate with digital technology. This affects the student's learning process and outcomes. Students feel interested, excited, and enthusiastic. Conclusion: 21st-century skills can be trained through learning based on digital technology. These findings can serve as a basis in determining the models and media of science learning based on digital technology in the 21st century.Keywords: perception, digital technology, 21st-century skills.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i1.202222
The Effect of STEM Approach on Students' Critical Thinking Skills Roza, Media; Azhar, Minda; Festiyed, F; Aswirna, Prima; Sari, Rika Purnama
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2023: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of the STEM approach has been widely studied. However, a summary of how much influence STEM has on critical thinking skills from these various studies has not been done well. This article examines the impact of the STEM approach on students' capacity for critical thought when studying physics and science. This type of research is quantitative research with meta-analysis methods. Articles from recent four-year publications in national and international journals serve as data sources. Only 16 articles met the criteria for further analysis. This study's method of data analysis involved calculating the effect size to provide a summary effect size. There are four moderator variables analyzed: learning models, teaching materials, subject matter, and education level. Based on the study's findings, it can be said that the STEM approach to fostering students' critical thinking abilities has the largest impact size when used in motion systems courses at the high school level, using media schoology and worksheets for the students. The STEM approach is proven to have a high summary effect size on students' critical thinking skills, with a score of 1.37 (high category).
APPLICATION OF LKPD BASED ON GUIDED INQUIRY MODEL ASSISTED BY PHET SIMULATION TO LEARNERS' CRITICAL THINKING SKILLS Aswirna, Prima; Roza, Media; Aldania, Riska
Journal of Learning and Technology in Physics Vol. 2 No. 2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jltp.v2i2.56676

Abstract

Learning in Indonesia does not encourage learners to think critically. Based on the results of the study states that learning in school has not been able to cultivate critical thinking skills in learners because learning still tends to be teacher-centered. The critical thinking skills of learners in the schools studied are still relatively low. Research from various researchers has previously stated that guided inquiry models can improve the ability of critical thinking pills. The purpose of this study is to find out if there is an influence on the critical thinking skills of learners who apply LKPD based on the guided inquiry learning model based on PhET Simulation compared to applying conventional PhET-assisted learning models only. This research is a pseudo-experiment using the Design Counter Balance. Data capture using the t-test. The results of the implementation of LKPD based on the PhET-assisted inquiry model show that there is an influence on the critical thinking skills of learners rather than conventional models with PhET.Keywords: LKPD, Guided Inquiry, PhET Simulation, and Critical thinking skills.
Integration of Indigenous Knowledge and Modern Science: An Ethnopharmacological Study of Lansano (Pterocarpus indicus Willd.) as a Traditional Medicine in West Sumatra Nurhasnah; Roza, Media; Meriko, Lince; Kencanawati, Indah; Lufri; Razak, Abdul
Al Jahiz Vol 6 No 2 (2025): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2025 (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v6i2.11005

Abstract

This study explores ethnoscientific practices surrounding Lansano (Pterocarpus indicus Willd.), a medicinal plant traditionally used in West Sumatra, Indonesia. Qualitative ethnographic methods, including direct observation and semi-structured interviews, were used with 50 respondents from various regions, including Padang, Pariaman, Solok, Sijunjung, Pasaman, Padang Panjang, and Pesisir Selatan. Participants included local healers, herbal practitioners, and community members known to use Lansano for medicinal purposes. This study employed a quantitative ethnobotanical approach with two main parameters: Use Value (UV) and Informant Consensus Factor (ICF). This study revealed a significant relationship between traditional practices and scientific evidence in the use of Lansano as an herbal medicine. This study is the first step in integrating Lansano ethnobotanical practices with bioactive data for the development of local culture-based phytopharmaceuticals. Use Value (UV) analysis showed that the leaves had the highest utilization value (UV = 0.70), followed by the roots (0.44), sap (0.36), and stems (0.30). Meanwhile, Informant Consensus Factor (ICF) analysis showed a complete consensus (ICF = 1.00) among informants regarding the use of lansano for various ailments, with the highest frequency of use for mouth ulcers, followed by diarrhea, menstrual pain, and burns. These results confirm that lansano has high ethnopharmacological value and is widely believed to be a primary traditional medicine in West Sumatra.