Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Produk Puding Thai Tea Dari Roffee’s Melty Pudding Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Clarisa Presty Pangeran; Agus Achmad Suhendra; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Roffee’s merupakan salah satu UKM yang berada di Bandung yang bergerak dibidang makanan. Roffee’s didirikan oleh bapak Emil Zam Harira pada November 2013. Pada awalnya, produk yang dijual oleh owner hanya satu varian rasa saja yaitu rasa lychee. Namun, seiring dengan waktu yang berjalan dan mendapatkan respon positif dari pelanggan, owner memutuskan untuk mengembangkan produk tersebut dengan meningkatkan jenis varian rasa puding serta menamai produk tersebut dengan nama Roffee’s. Salah satu varian rasa puding yang dijual oleh Roffee’s adalah rasa Thai Tea. Dalam menghadapi persaingan, Roffee’s dituntut untuk mempertahankan kualitas puding sehingga dapat memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk memberika usulan perbaikan kualitas produk Puding Thai Tea dari Roffee’s mulai dari cita rasa, tekstur, hingga stiker kemasan produk. Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas produk puding Thai Tea Roffee’s. Dalam penelitian ini terdapat 20 atribut kebutuhan pelanggan yang didapat dari hasil voice of coustomers. Berdasarkan hasil integrasi dari pengolahan kuesioner product quality dan model Kano didapatkan rekomendasi atribut kebutuhan, yaitu 7 atribut kebutuhan yang dipertahankan, 2 atribut kebutuhan yang ditingkatkan, dan 11 atribut kebutuhan yang diperbaiki. Atribut yang akan menjadi True Customers Needs adalah atribut kebutuhan yang ditingkatkan dan diperbaiki dangan total 13 atribut kebutuhan. Kata kunci: Puding Thai Tea, Roffee’s, Analisis Kebutuhan, Product Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstract: Roffee's is one of SMEs located in Bandung engaged in food. Roffee's was founded by Mr. Emil Zam Harira in November 2013. At first, the products sold by owner only one flavor, lychee flavors. However, as time goes on and get a positive response from customers, the owner decided to develop these products by increasing the types of variants puddings as well as naming the product under the name Roffee's. One of the variants puddings are sold by Roffee's is a Thai Tea. In the face of competition, Roffee's is required for maintaining the quality of the pudding so it can meet the needs of the customer and satisfaction. This research aims to provide proposals for the improvement of product quality Thai Tea Pudding from Roffee's ranging from taste, texture, and product packaging stickers. This is done to be able to improve the quality of Thai Tea pudding products Roffee's. In this study there were 20 attributes of the customer's needs are obtained from the results of the voice of coustomers. Based on the results of the integration of questionnaire processing product quality and Kano model obtained recommendations attribute needs, i.e. 7 attribute needs to be defended, 2 attributes needs an upgrade, and 11 attributes needs repaired. The attribute that will be the True Customers Needs is the attribute needs enhanced and improved with a total of 13 attribute requirements. Keywords: Thai Tea Pudding, Roffee's, Needs Analysis, Product Quality, Kano Model, True Customer Needs
Perancangan Service Blueprint Layanan Jasa Ekspedisi Barang Pt. Xyz Dengan Menggunakan Integrasi Service Quality Dan Model Kano M. Yazid Dhiyaulhaq; Agus Achmad Suhendra; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang logistik yang didirikan pada tahun 1990. Keunggulan layanan yang stabil dan bertanggung jawab membuat nama PT. XYZ semakin meningkat dimata konsumen maupun mitra. Nama perusahaan yang sudah besar ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk PT. XYZ dalam mempertahankan stabilitas perusahaan. Semakin bertambahnya perusahan jasa ekspedisi yang baru membuat PT. XYZ mulai tersaingi. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa kualitas layanan PT. XYZ semakin menurun. Menurunnya kualitas layanan PT. XYZ dibuktikan dengan banyaknya keluhan dari para pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 17 atribut layanan yang ada pada PT. XYZ berdasarkan hasil wawancara kepada pelanggan. Lalu dilakukan integrasi Service Quality dan Model Kano dan menghasilkan true customer needs. Terdapat tujuh atribut yang menjadi true customer needs. Dari hasil tersebut dirancang sebuah peta menggunakan Service Blueprint untuk menggambarkan proses layanan PT. XYZ. Kata Kunci : PT. XYZ, Service Quality, Model Kano, Service Blueprint Abstract PT. XYZ is a company engaged in logistics which was founded in 1990. The speed and reliability of services that are consistent and responsible make PT. XYZ credibility even higher in the eyes of customers and business partners. The name of the company that is already large is certainly a challenge for PT. XYZ in maintaining the stability of the company. The increasing number of expedition service companies that just made PT. XYZ start rivaled. It is undeniable that the quality of PT. XYZ services has declined. The decline in the quality of PT. XYZ services is evidenced by the many complaints from customers. This study aims to identify 17 service attributes available to PT. XYZ based on the results of interviews with customers. Then the Service Quality and Kano Models are integrated and produce true customer needs. There are 7 attributes that become true customer needs. From the results, a map was designed using the Service Blueprint to describe the PT. XYZ service process. Keywords: PT. XYZ, Service Quality, Kano Models, Service Blueprint
Perancangan Positioning Pt Insan Agritama Teknologi Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scaling Angga Darmawan; Agus Achmad Suhendra; Ika Arum Puspita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Insan Agritama Teknologi atau biasa disebut Inagri dibentuk pada tahun 2016 yang bertempat di Jl. Kecapi No 24, Bandung yang merepresentatifkan sebuah layanan pemasok sayuran kepada restoran, hotel, dan katering. Inagri memiliki positioning berupa startup yang memberikan pelanggan kemudahan pemesanan, memiliki beragam komoditas, dan harga yang terjangkau. Namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Hal tersebut diketahui terjadinya penurunan pelanggan setiap bulannya, karena pelanggan tidak meneruskan pemesanan kepada Inagri. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan atribut pemilihan supplier oleh pelanggan, berdasarkan perceptual mapping dengan menggunakan metode mutldimensional scaling (MDS). Atribut yang terpilih pada penelitian ini adalah pengiriman, harga, kualitas, jaminan dan kebijakan, fleksibilitas, riwayat kinerja supplier, beragam bahan komoditas, kemudahan pemesanan, sistem komunikasi, dan ketersediaan bahan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang memiliki usaha dibidang kuliner. Hasil rekapitulasi kuesioner akan menjadi data masukan pada posisi untuk penggambaran perceptual mapping yang diperoleh dengan metode MDS. Setelah melakukan pengolahan data dengan MDS, hasil pada perceptual mapping menunjukan bahwa posisi dari Inagri berdekatan dengan Tani Hub yang menunjukan bahwa adanya persaingan secara langsung. Kata Kunci: Inagri, Positioning, Perceptual Mapping, Multidimensional Scaling.
Perancangan Perbaikan Atribut Kebutuhan Pada Situs Web Tel-u Career Menggunakan Metode Quality Function Deployment Esa Purnama; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Telkom adalah salah satu institusi pendidikan perguruan tinggi swasta yang memiliki situs web karir. Namun, Tel-U Career belum mampu memberikan kualitas terbaik untuk layanan website karena masih ditemukan keluhan pelanggan mengenai layanan website. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan atribut kebutuhan pada situs web Tel-U Career berdasarkan 14 true customer needs menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD berguna untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik layanan serta mempertimbangkan kemampuan perusahaan. QFD dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah QFD Iterasi Satu (House of Quality) untuk mengidentifikasi true customer needs dan menentukan karakteristik teknis prioritas. Tahap kedua adalah QFD Iterasi Dua (Part Deployment) untuk menentukan critical part prioritas berdasarkan karakteristik teknis prioritas. Berdasarkan QFD Iterasi Satu, diperoleh 12 karakteristik teknis prioritas yang harus dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Berdasarkan QFD Iterasi Dua, diperoleh 16 critical part prioritas untuk perbaikan layanan website Tel-U Career. Perumusan rekomendasi disusun berdasarkan hasil pengolahan data, analisis, brainstorming dengan perusahaan dan melakukan benchmarking terhadap pesaing perusahaan. Kata Kunci: House of Quality, Tel-U Career, Part Deployment, Quality Function Deployment (QFD)
Efektivitas Iklan Jasa Paidpromote Pada Followers Akun Tumbler Line@ Indonesia Menggunakan Metode Customer Response Index Konsep Aisas Dipta Raga Pratama; Agus Achmad Suhendra; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perkembangan teknologi pada era modern saat ini menjadikan komunikasi sebagai alat yang mempermudah masyarakat untuk membagikan informasi dalam waktu yang relatif singkat. Hal Penggunaan alat komunikasi yang disertai aplikasi sosial media telah dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai sebuah peluang bisnis. Salah satu media yang ramai digunakan untuk berbisnis sebagai media penyebar informasi adalah aplikasi LINE. Tumbler merupakan salah satu akun official LINE dengan jumlah followers besar yang membuka jasa paidpromote bagi para online shop yang ingin mempromosikan barang dagangannya. Dalam mempromosikan jasa paidpromote Tumbler mencoba mendesign iklan berbentuk foto testimoni yang disertai dengan caption. pesan tersebut diharapkan memberikan efek bagi para followers akun Tumbler dan mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas iklan jasa paidpromote Tumbler pada followers Tumbler menggunakan metode Customer Response Index (CRI) konsep AISAS. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai sumber data dan alat ukur penilaian responden terhadap iklan promo akun Line Tumbler. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui Google Doc/Google Form yang disebarkan melalui LINE official Tumbler kepada followers akun Tumbler. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Berdasarkan perhitungan CRI hasil penelitian menyatakan bahwa iklan jasa paidpromote Tumbler dinilai belum efektif sampai pada tahap share dengan nilai CRI AISAS sebesar 13,66, CRI AIAS sebesar 18,38, CRI AISS sebesar 20,55, dan CRI AIS sebesar 27,64. empat kemungkinan model AISAS ini memiiki nilai yang rendah. Penyebab rendahnya nilai CRI adalah karena rendahnya dimensi share yang dilakukan oleh followers pada iklan jasa paidpromote Tumbler. Kata kunci : CRI, AISAS, E-Business, Efektivitas, Media Sosial. Abstract: The development of technology in today's modern era of communication as a tool that makes it easier for people to share information in a relatively short time. Things that accompanied the use of communication tools social media application has been used by many people as a business opportunity. One crowded media used to do business as a medium of spreading information is the LINE app. Tumbler is one LINE official accounts with a large number of followers who opened paidpromote services for online shop who want to promote their wares. In promoting paidpromote services Tumbler tried to design ad testimonial shaped photo accompanied by a caption. The message is expected to give effect to the followers Tumbler account and achieve the desired objectives. The purpose of this study was to determine the effectiveness of advertising services on followers Tumbler Tumbler paidpromote using the Customer Response Index (CRI) AISAS concept. The design used in this research is quantitative questionnaire as a data source and measuring ratings of respondents to the ad promos Line Tumbler account. This study sampling technique using simple random sampling. Methods of data collection is done through Google Docs / Google Form disseminated through official LINE account Tumbler Tumbler to followers. Data processing is done using Microsoft Excel and SPSS. Based on the CRI calculation results of the study states that advertising services paidpromote Tumbler rated yet effective up to the stage with a CRI value AISAS share amounted to 13.66, at 18.38 AIAS CRI, CRI AISS at 20.55, and CRI AIS at 27.64. AISAS four possible models have a low value. The cause of the low value of CRI is due to the low dimension carried out by followers share in advertising Tumbler paidpromote services. Keywords: CRI, AISAS, E-Business, Effectiveness, Social Media
Rancangan Perbaikan Kualitas Produk Thai Tea Dari Roffee’s Melty Puddingdengan Menggunakan Metode QFD Ozki Septariadi; Agus Achmad Suhendra; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di eraglobalisasi seperti sekarang, zaman semakin berkembang dan modern. Pada umumnya masyarakat memilih untuk menjadi businessman dan membuka pasarnya sendiri atau usaha sendiri yang disebut dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). Roffee’s Melty Pudding merupakan satu diantara banyak UKM di Bandung yang memiliki potensi dalam menggerakkan kegiatan perekonomian masyarakat. Roffee’s Melty Pudding menjual 11 varian rasa puding yang terdiri dari choco caramel, vanilla blue, manggo, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, dan thai tea. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut pudding Thai Tea ROFFEE’S yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan sesuai urutan prioritas untuk mencapai kepuasan konsumen ROFFEE’S. Langkah pertama yang dilakukan adalah memperoleh true customer needs. Data tersebut kemudian diidentifikasi menjadi karakteristik teknis. Selanjutnya, setiap karakteristik teknis dinilai keterkaitannya dalam House of Quality (HoQ) yang menjadi tahap Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD dapat membantu memprioritaskan kebutuhan user yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan ROFFEE’S. Tahap selanjutnya adalah pengembangan konsep dengan membuat konsep-konsep alternatif baru yang nantinya akan dipilih oleh tim pengembang/ produksi ROFFEE’S. Tahap terakhir adalah part deployment atau QFD Iterasi dua. Tahap ini untuk menentukan prioritas critical part. Prioritas critical part dihasilkan berdasarkan prioritas karakteristik teknis yang telah didapatkan pada karakteristik teknis yang diperoleh dari QFD Iterasi satu. Kaca Kunci: House of Quality, Part Deployment , Quality Function Deployment, Karakteristik teknis, ROFFEE’S Abstract Eraglobalized as it is now, the era is growing and modern. In general, people choose to become businessmen and open their own markets or their own businesses, called Small and Medium Enterprises (UKM). Roffee’s Melty Pudding is one of the many SMEs in Bandung that has the potential to drive people's economic activities. Roffee’s Melty Pudding sells 11 variants of pudding consisting of choco caramel, vanilla blue, mangosteen, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, and thai tea. This study aims to identify the attributes of the Pudding Thai Tea ROFFEE that can be improved and developed in order of priority to achieve customer satisfaction ROFFEE 'S. The first step is to obtain true customer needs. The data is then identified as technical characteristics. Furthermore, each technical characteristic is assessed as being related to the House of Quality (HoQ), which becomes the Quality Function Deployment (QFD) stage. The QFD method can help prioritize user needs that can be developed according to ROFFEE's ability. The next stage is the development of concepts by creating new alternative concepts which will later be selected by the development team / production of ROFFEE 'S. The last step is part deployment or QFD Iteration two. This stage is to determine the priority of the critical part. The critical part priority is generated based on the priority of technical characteristics that have been obtained on the technical characteristics obtained from QFD Iteration one. Keywords: House of Quality, Part Deployment, Quality Function Deployment, Technical characteristics, ROFFEE 'S
Rancangan Atribut Website Bearpath Menggunakan Metode Integrasi E-servqual Dan Kano Arnol Hendra Manyu; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bearpath merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dalam bidang fashion khususnya produk sendal yang telah berdiri sejak tahun 2012. Target pasar dari Bearpath yaitu pria dan wanita dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun dengan pendapatan menengah hingga menengah keatas. Bearpath memanfaatkan penjualan online (e-commerce) untuk memperluas jangkauan pasar. Berdasarkan hasill survei, terdapat keluhan dan kendala pada layanan website Bearpath. Oleh karena itu, Bearpath perlu mengidentifikasi kebutuhan pelanggan serta meningkatkan kualitas pelayannya agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode E-Servqual dan Model Kano. Terdapat 28 atribut kebutuhan pelanggan yang didapatkan berdasarkan voice of costumer. EServqual digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan sehingga pada penelitian ini didapatkan 17 atribut kuat dan 11 atribut lemah. Model Kano digunakan untuk mengetahui kategori Kano pada atribut kebutuhan. Dengan mengintegrasikan E-Servqual dan Model Kano menghasilkan rekomendasi atribut yang perlu dipertahankan, dikembangkan, dan ditingkatkan. Berdasarkan hasil integrasi E-Servqual dan Model Kano, didapatkan 11 atribut yang termasuk ke dalam True Customer Needs yang terdiri dari dua atribut direkomendasikan untuk dikembangkan, dan Sembilan atribut direkomendasikan untuk ditingkatkan. Kata Kunci: Atribut Kebutuhan, E-Commerce, E-Servqual, Model Kano, True Costumer Needs, Website Abstract Bearpath is a companies that run business activities in the field of fashion, especially sandals products which have been established since 2012. The target market of Bearpath is men and women with ages ranging from 18 to 35 years with middle to middle income and above. Bearpath utilizes online sales (e-commerce) to expand market reach. Based on survey results, there are complaints and constraints on Bearpath website services. Therefore, Bearpath need to identify customer needs and improve their service quality to increase customer satisfaction. This study uses the E-Servqual and Kano’s Model. There are 28 attributes of costumer needs obtained based on the voice of customer. E-Servqual is used to measure the level of customer satisfaction with services that given, in this study there are 17 strong attributes and 11 weak attributes were obtained. The Kano’s Model is used to find out the Kano category from the needs attribute. By integrating E-Servqual and Kano’s Model produces attribute recommendations that need to be maintained, developed and improved. Based on the results of the integration of E-Servqual and the Kano’s Model, there are 11 attributes included in True Customer Needs consisting of two attributes recommended to be developed, and nine attributes recommended for improvement. Keywords: Needs Attributes, E-Commerce, E-Servqual, Kano’s Model, True Customer Needs, Website
Perancangan Perbaikan Website Tel-u Career Berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengguna Menggunakan Integrasi Web Usability Dan Model Kano (studi Kasus Pada Alumni Universitas Telkom) Sevy Safira Handini; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pengembangan Karir yang dimiliki oleh Universitas Telkom saat ini disebut dengan Tel-U Career, Tel-U Career saat ini memiliki website dan media sosial aktif guna untuk menunjang pelayanan, khususnya bagi lulusan Universitas Telkom, mahasiswa, dan stakeholder. Namun, sampai saat ini pihak Tel-U Career mendapatkan keluhan sebesar 15% dari total keseluruhan pengguna website Tel-U Career, sehingga perlu dilakukan perancangan perbaikan website dengan mengindentifikasi kebutuhan pengguna terhadap penggunaan website Tel-U Career. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi True Customer Needs dari penggunaan website Tel-U Career menggunakan integrasi Web Usability dan Model Kano sehingga dapat diketahui prioritas kebutuhan pengguna untuk meningkatkan layanan website. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan alumni Universitas Telkom untuk menggali Voice of Customer, didapatkan 23 atribut kebutuhan pengguna website Tel-U Career. Kemudian dari hasil penelitian, didapatkan 13 atribut kebutuhan yang belum memenuhi harapan dari pengguna dan Sembilan atribut kebutuhan yang telah memenuhi harapan dari pengguna website Tel-U Career. Berdasarkan hasil integrasi Web Usability dan Model Kano, didapatkan 13 True Customer Needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan berdasarkan urutan prioritas peningkatan. Dengan demikian, website Tel-U Career dapat melakukan perbaikan dan penigkatan terhadap penggunaan layanan aplikasi secara optimal. Kata Kunci: Pusat Pengembangan Karir, website Tel-U Career, Web Usability, Model Kano, Analisis Kebutuhan, True Customer Needs.
Analisis Kebutuhan Produk Sandal Hoko Pada Bearpath Dengan Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Trisyan Admaja Kuncoro; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bearpath adalah salah satu industri kreatif yang bergerak pada bidang Fashion. Berdiri sejak tahun 2012, Bearpath memproduksi sandal dan berlokasi di kota Bandung, Jawa Barat. Bearpath memproduksi sandal yang memiliki perpaduan dengan gaya outdoor yang kuat dan kokoh tapi juga nyaman dan kasual ketika dipakai santai. Konstruksi yang ada pada setiap produk sandal Bearpath terinspirasi dari teknologi yang ada pada sepatu lari (running shoes) yang memadukan kualitas fisik dan nyaman di kaki. Setiap detil produk Bearpath dibuat dengan material yang memiliki kualitas baik. Sehingga seperti perpaduan antara sandal gunug yang kokoh dengan sepatu lari yang kuat dan nyaman. Pada saat meluncurkan produknya, ada beberapa keluhan yang menunjukan ketidakpuasan pelanggan terhadap salah satu produk sandal Bearpath yaitu sandal Hoko. Bearpath harus dapat mengetahui dan menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan agar dapat bertahan di pasar penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pelanggan pada produk sandal Hoko Bearpath yang termasuk kedalam True Customer Needs menggunakan integrasi Product Quality dan Model Kano, sehingga dapat diketahui kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan kualitas produk sandal Hoko Bearpath. Pada penilitan ini terdapat 25 atribut kebutuhan pelanggan berdasarkan Voice of Customer dari kualitas produk sandal Hoko Bearpath, dimana terdapat 12 atribut kebutuhan yang telah dapat memenuhi harapan pelanggan dan 13 atribut kebutuhan yang belum dapat memenuhi harapan pelanggan. Berdasarkan hasil integrasi Product Quality dan Model Kano, didapat 13 atribut yang termasuk kedalam True Customer Needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Kata Kunci: Kebutuhan Pelanggan, Sandal Hoko, Product Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstract Bearpath is one of the creative industries engaged in the field of Fashion. Established in 2012, Bearpath produces sandals and is located in the city of Bandung, West Java. Bearpath produces sandals that have a combination of outdoor styles that are strong and sturdy but also comfortable and casual when worn casually. The construction of each Bearpath sandal product is inspired by the technology that is in running shoes (running shoes) that combine physical quality and comfort on the feet. Every detail of Bearpath products is made with materials that have good quality. So that it is like a blend of sturdy gunug sandals with strong and comfortable running shoes. At the time of launching the product, there were several complaints that showed customer dissatisfaction with one of the Bearpath sandals products, namely Hoko sandals. Bearpath must be able to know and provide products that meet customer needs in order to survive in the sales market. The purpose of this study was to find out the customer needs of Hoko Bearpath sandals products included in the True Customer Needs using the integration of Product Quality and Kano Models, so that customers' needs can be identified to improve the quality of Hoko Bearpath sandals products. In this study there are 25 attributes of customer needs based on Voice of Customer from the quality of Hoko Bearpath sandals products, where there are 12 attributes of needs that have met customer expectations and 13 attributes of needs that have not been able to meet customer expectations. Based on the results of the integration of the Product Quality and the Kano Model, 13 attributes were included in the True Customer Needs that needed to be improved and developed. Keywords: Customer Needs, Hoko Sandal, Product Quality, Kano Model, True Customer
Instagram Content Marketing Improvement Design Of Indihomegamer.Id Using Swot Analysis And Qspm Vietra Shauma Ranabilla; Agus Achmad Suhendra; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPandemic COVID-19 has encouraged people to spend more time at home, leading to an increase in the gaming industry in Indonesia. One of the companies that was affected by this increase is PT Melon Indonesia in its gaming products, one of them is IndiHome Paket Gamer. In doing its marketing activity, IndiHome Paket Gamer uses Instagram to promote their product to the public. However, the performance of its Instagram account is still considered lacking because the percentage of its engagement rate is below average and still lower compared to other competitor accounts with the same theme. Therefore, this research is conducted to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of PT Melon Indonesia in managing its IndiHome Paket Gamer Instagram to design the content marketing strategy that is best and suitable for improving their Instagram account performance using SWOT analysis and QSPM. This design process resulted seven strategies formulated and the best content marketing strategy of IndiHome Paket Gamer Instagram is to carry out modification of content planning based on the result of reviews and research from Instagram accounts with the same theme.Keywords: Content Marketing Strategy, Internal and External Analysis, IFE EFE Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, QSPM
Co-Authors Abd. Karim Basir Adhi Tio Rachman Agnar Mokhammad Akbar Bima Nugrahanto Amelia Kurniawati Angga Darmawan Aprilia, Hafiza Arif Bijaksana, Moch Arnol Hendra Manyu Ayu Amanda Hapsari Ayuni, Nurul Boby Hera Sagita Budi Praptono Cahyaningtyas, Rosa Virginia Clarisa Presty Pangeran Devayanti , Komang Sriasih Laksmi Dewi , Nadia Aprilia Deyana Prastika Putri Dipta Raga Pratama Dityo, Daffa Raihan Efrata Denny Saputra Yunus Eliza Anggraini Joefatha Endang Chumaidiyah Esa Purnama Fahrani , Anisa Fajri Rahman Qusyaifi Farantino, Richy Fauzan Haeqal Arifin Firdho, Muhammad Ghaisani, Inten Ayuning Haikal, Muhammad Fikri Hamidah, Siti Nur Huda, Ilham Ika Arum Puspita Ilma Mufidah Ima Normalia Kusmayanti Iman Nur Hidayat Irzaputri, Khalista Muthia Ismail, Muhammad Ravi Jasmine Raisya Salsabila Jodia Ridha Arrozak Kurniawan, Tiara Fadhila Lian, Rayhan Bagus Listrianto, Redi Isman Luciana Andrawina M. Yazid Dhiyaulhaq Mardhiyyah Mardhiyyah Maria Apsari Sugiat Martini , Sri Meldi Rendra Muhammad Dary Fauzan Muhammad Iqbal Muhammad Surya Dwi Kurniawan Narendra, Erlangga Nadhif Dwi Nina Kurnia Hikmawati Noeya, Adisty Azzahra Ozki Septariadi Pradipta, Fenta Pretty Prima Roza Putra Fajar Alam Putra, Muhammad Aldio Rozan Rifa Rizka Anisah Rio Aurachman Rizkan Iskandar Wigena Rizki Wicaksono Parasto Rosad Ma'ali El Hadi Sari Wulandari Sari Wulandari Sari Wulandari Sevy Safira Handini Sri Martini Syahputra, Arnanda Eka Syeren Anastasya Syeren Anastasya Trisyan Admaja Kuncoro Vietra Shauma Ranabilla Wali Hakim Pradana Wawan Tripiawan Winda Hariani Br Munthe Yati Rohayati