Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh E-Booklet Marriage Starter Kit terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa di Usia Siap Menikah Afra Shafa Ramadlani; Irawan Syarifuddin Daher; Aisyah Puspita Sari; Arie Widia Rahayu; Salsabila Zalfa Al-Wahid; Shyrlien Mahias Sudibyo
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.95953

Abstract

Kesiapan menikah merupakan faktor penting dalam membangun kehidupan pernikahan yang harmonis, namun literasi pranikah mahasiswa usia siap menikah masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terkait kesiapan menikah sebelum dilakukan intervensi edukatif serta menganalisis pengaruh penggunaan E-Booklet Marriage Starter Kit terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-eksperimental dengan design pretest–posttest without control group. Sampel penelitian berjumlah 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa tes pengetahuan pranikah yang mencakup aspek persiapan pernikahan, dinamika keluarga, pemenuhan kebutuhan keluarga, kesehatan reproduksi, dan persiapan generasi berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 85,7 dan meningkat menjadi 95,5 pada posttest dengan selisih 9,8 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dengan nilai effect size Hedges’  sebesar 0,902 (kategori besar). Hasil ini menunjukkan bahwa E-Booklet Marriage Starter Kit efektif meningkatkan literasi pranikah mahasiswa. Kata Kunci: edukasi pranikah, e-booklet, pendidikan informal     The Effect of the Marriage Starter Kit E-Booklet on University Students’ Knowledge at Marriageable Age   Abstract Marriage readiness is an important factor in building a harmonious marital life; however, premarital literacy among university students of marriageable age still needs to be improved. This study aims to determine students’ level of knowledge regarding marriage readiness prior to educational intervention and to analyze the effect of using the Marriage Starter Kit E-Booklet on improving students’ knowledge. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental pretest–posttest without control group design. The research subjects consisted of 60 students from the Community Education Study Program at Universitas Singaperbangsa Karawang, selected through total sampling. The research instrument was a premarital knowledge test covering aspects of marriage preparation, family dynamics, fulfillment of family needs, reproductive health, and preparation for quality future generations. The results showed that the mean pretest score was 85.7 and increased to 95.5 in the posttest, with a difference of 9.8 points. The paired sample t-test indicated a significance value of 0.000 (p < 0.05), with a Hedges’ effect size of 0.902, categorized as a large effect. These findings indicate that the Marriage Starter Kit E-Booklet is effective in improving students’ premarital literacy. Keywords: premarital education, e-booklet, informal education
PENGUATAN PERAN ORANG TUA DAN ANAK MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING DI DESA SUKAKARSA KABUPATEN BEKASI Afra Shafa Ramadlani; Irawan Syarifuddin Daher; Lia Eka Septi; Pujiarto Pujiarto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62098

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi pada anak dan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik. Rendahnya pemahaman anak dan orang tua mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku tersebut masih ditemukan di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran anak serta orang tua mengenai pencegahan bullying melalui edukasi berbasis keluarga di Desa Sukakarsa, Kabupaten Bekasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus sederhana, dan tanya jawab dengan topik pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, peran orang tua, serta strategi pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk bullying yang sebelumnya sering dianggap sebagai candaan, memahami dampak bullying terhadap perkembangan anak, serta menyadari pentingnya peran keluarga dalam membangun komunikasi yang positif dan lingkungan yang aman bagi anak. Antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk mencegah bullying melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
ANALISIS PERILAKU DIGITAL ORANG TUA DI ERA KONTEMPORER Afra Shafa Ramadlani; Irawan Syarifuddin Daher; Pujiarto; Salahuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.54047

Abstract

The rapid development of information technology demands adaptation not only from adolescents as digital natives, but also from parents as digital immigrants in fulfilling their parenting roles. This study aims to analyze the characteristics and patterns of digital behavior among parents of adolescent children. A quantitative approach with a descriptive method was employed, involving 400 parents in Karawang Regency selected through a survey technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics. The findings reveal that parental digital behavior falls within a varied category, with a predominant tendency toward functional technology use. The smartphone emerged as the most dominantly used digital device. The internet and social media are utilized not only for communication purposes, but also for information seeking, the enhancement of parenting literacy, and the support of self-directed learning. This study affirms the critical importance of strengthening digital literacy among parents so that technology utilization can effectively support the supervision of adolescents' digital behavior within the family environment in a wise, safe, and responsible manner.