Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Hygiene Sanitasi Makanan dan Kebiasaan Jajan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 12-59 Bulan di Kelurahan Air Tiris Angraini, Dela Nofri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Kusumawati, Nila
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1765

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that diarrhea is the third leading cause of death in children aged 1–59 months. Each year, this disease causes the death of approximately 443,832 children under 5 years of age, and 50,851 children aged 5 to 9 years. The purpose of this study was to determine the relationship between food hygiene and sanitation and snacking habits with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village. The study design used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study was all mothers who had toddlers in Air Tiris Villag e. The sample in this study amounted to 114 respondents taken using cluster sampling. The results of the study obtained a significant relationship between food hygiene and sanitation with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.003. There was a significant relationship between snacking habits and the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.016. Parents, especially mothers of toddlers, are expected to pay closer attention to the hygiene and sanitation of the food they provide to their children and to monitor their toddlers' snacking habits.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Pasien Diabetes Mellitus  Melalui Penerapan Aromaterapi Sereh TerhadapPenurunan Kadar Gula Darah Ulyani, Fithria; Kusumawati, Nila; Hidayat, Ridha
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.53

Abstract

Diabetes melitus jika tidak segera ditangani maka akan berdampak pada kerusakan saraf dan jantung yaitu menyumbat aliran darah ke jantung dan akan mengakibatkan tekanan darah meningkat sehingga bisa menyebabkan terjadinya stroke. Tindakan untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan menggunakan penerapan aromaterapi sereh. Tujuannya untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga terhadap penurunan gula darah pada penderita diabetes melitus. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 22 Agustus  2025 dengan sampel yaitu Ny.N. Hasil pengkajian didapatkan keluhan utama yaitu Ny.N mengatakan badan lemas, sering merasa lapar, sering merasa haus, sering kesemutan dan sering buang air dimalam hari, pemeriksaan fisik didapatkan hasil tekanan darah: 120/80 mmhg, nadi: 73 kali/menit, RR: 22 kali/menit, T: 36,5oc, GDS: 210 mg/dl. Diagnosa yang ditegakkan yaitu ketidakstabilan glukosa darah. Intervensi yang dilakukan yaitu dengan pemberian aromaterapi sereh untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara pemberian aromaterapi selama 10 menit dan di lakukan 1 kali sehari. Hasilnya terjadi penurunan gula darah pada pasien yaitu dihari pertama GDS: 210 mg/dl dan hari ketiga 157 mg/dl. Kesimpulannya pemberian aromaterapi sereh dapat menurunkan gula darah penderita diabetes melitus. Sarannya agar Ny.N dapat menerapkan terapi aromaterapi dengan mandiri untuk menurunkan gula darahnya.
Hubungan Pengetahuan Mahasiswa/i di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Tentang Diabetes Melitus (DM) dengan  Motivasi untuk Melakukan Deteksi Dini Penyakit DM Yunita, Resti; Kusumawati, Nila; Erlinawati, Erlinawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.59

Abstract

Peningkatan Prevalensi DM meningkat di seluruh dunia, sekitar 50% dari seluruh individu penderita DM tidak menyadari kondisi mereka, dikarenakan minimnya pengetahuan tentang DM dan kurangnya motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan mahasiswa/i di UPTT tentang DM dengan motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Desain penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional. Penelitian ini dilakukan di UPTT dengan jumlah sampel 360 orang. Hasil penelitian menunjukkan 193 subjek penelitian (53,6%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM dan 211 subjek penelitian (58,6%) memiliki motivasi yang rendah melakukan deteksi dini DM. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara pengetahuan mahasiswa/i di UPTT tentang DM dengan motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Hasil penelitian uji statistik nilai p value (0.000) < α (0.05). Diharapkan kepada institusi Pendidikan agar dapat melaksanakan program kesehatan salah satunya pendidikan kesehatan tentang DM untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa/i tentang DM dan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa/i untuk melakukan deteksi dini penyakit DM sedari dini.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Amelia, Amelia; Kusumawati, Nila; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.63

Abstract

Penderita diabetes mellitus (DM) memerlukan kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya dan mencegah komplikasi. Kepatuhan terhadap kontrol ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta dorongan emosional, sehingga penderita lebih teratur dalam menjalani kontrol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada penderita DM di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-8 September 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , sampel terdiri dari 82 responden yang dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 responden (62,2%) memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 51 responden (62,2%) tercatat tidak patuh dalam melakukan kontrol rutin. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin p-value = 0,048; Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,048. Hal ini berarti responden dengan dukungan keluarga yang buruk memiliki risiko 3,0 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kontrol rutin dibandingkan dengan responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan penderita menjalani kontrol rutin. Diharapkan penderita DM dapat rutin melakukan kontrol kesehatan, sementara keluarga diharapkan terus memberi dukungan, baik secara emosional, informasi, maupun bantuan nyata, agar komplikasi dapat dicegah.
Gambaran Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Sari, Win; Kusumawati, Nila; Harahap, Dewi Anggriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i5.392

Abstract

Ketidakpatuhan dalam pengaturan diet dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah dan memicu komplikasi diabetes. Survei diet total Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 47,7% penderita DM tidak menjalankan diet diabetes yang disarankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2 di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05-15 Juli 2025 di Desa Tarai Bangun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 262 orang dengan sampel sebanyak 158 orang, diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 158 orang penderita DM sebagian besar tidak patuh dalam menjalani diet yaitu sebanyak 101 orang (63,9 %). Saran diharapkan tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan edukasi kesehatan tentang program dalam terapi diet bagi penderita DM dan kepatuhan mengkonsumsi obat secara teratur dan mematuhi diit DM agar dapat menghindari terjadinya komplikasi.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM DI SD NEGERI 225 PALEMBANG Izdihar, Syadza; Kusumawati, Nila; Nurlina, Nurlina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) pada implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 225 Palembang. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mengarahkan strategi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan utama, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam mendorong penerapan pembelajaran mendalam melalui praktik kepemimpinan transformasional dan instruksional, antara lain dengan menetapkan visi pembelajaran yang jelas, memperkuat komunitas belajar guru, melaksanakan supervisi akademik yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, serta menyediakan pelatihan dan fasilitas pendukung. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi guru, seperti perbedaan pemahaman terhadap konsep pembelajaran mendalam, keterbatasan fasilitas, serta kesulitan dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kepala sekolah melakukan pendampingan intensif, memperkuat koordinasi antar guru, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan responsif berkontribusi signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui praktik pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
STRATEGI MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENDORONG INOVASI GURU PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Anggaraini, Dian; Kusumawati, Nila; Nurlina, Nurlina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1530

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi manajemen kepala sekolah dalam mendorong inovasi guru pada implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 226 Palembang. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan yang menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kreativitas dan kemandirian guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah dilaksanakan melalui empat fungsi utama, yaitu perencanaan yang berorientasi pada inovasi guru, pengorganisasian melalui pembentukan tim inovasi pembelajaran, pelaksanaan pembinaan profesional melalui pelatihan dan pendampingan, serta pengawasan melalui supervisi akademik dan evaluasi reflektif. Strategi tersebut mendorong munculnya inovasi pembelajaran seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi pembelajaran, penggunaan media interaktif, serta pengembangan asesmen autentik. Implementasi inovasi masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain beban administrasi guru, keterbatasan sarana, dan resistensi terhadap perubahan. Tantangan tersebut diatasi melalui kolaborasi, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya berbagi praktik baik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kepemimpinan sekolah dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.