Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI SEKS REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DAN PERILAKU SAKS MENYIMPANG PADA REMAJA SANTRI Christianingsih, Siska; Abdul Fauzi; Satria Eureka Nurseskasatmata; Caturia Sasti Sulistyana; Wiwin Sulistyawati; Yudi Dwi Saputra
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6916

Abstract

Adolescence is a vulnerable period in which curiosity about sexuality often arises but is not always accompanied by accurate information, especially among students in Islamic boarding schools. This community service focused on providing son for students at Pondok Pesantren Nurul Islam Kencong Jember as an effort to prevent sexual violence and deviant sexual behavior. The objectives were to improve knowledge and awareness of reproductive health, strengthen skills in refusing unhealthy sexual behavior, and foster the courage to report incidents within a safe pesantren environment. The program employed a participatory approach through interactive lectures, educational videos, group discussions, and pre–posttests. The results showed a significant increase in knowledge, with participants in the “Good” category rising from 4% to 77%, while those in the “Poor” category decreased from 65% to 8%. These findings indicate that contextual and value-based sexuality education is effective and can be replicated in similar pesantren settings
Kombinasi Permainan Jigsaw Puzzle dan Senam Otak sebagai Terapi Aktivitas Kelompok dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia Hilfida, Nurullia Hanum; Ridlo, Muhamad; Fauzi, Abdul; Saudi, La; Kholis, Anja Hesnia; Christianingsih, Siska
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21251

Abstract

Background: Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan. Stimulasi kognitif melalui aktivitas menyenangkan dan interaktif dibutuhkan untuk mempertahankan kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat bertujuan untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui terapi aktivitas kelompok berupa jigsaw puzzle dikombinasikan dengan senam otak. Metode: Kegiatan ini dimulai dengan pemberian edukasi, demonstrasi dan praktik langsung dalam kelompok kecil yang melibatkan 39 lansia di UPT PSTW Jombang. Hasil: kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata fungsi kognitif lansia setelah mengikuti intervensi, ditandai dengan kemampuan konsentrasi, memori jangka pendek, serta koordinasi visual motorik. Lansia juga merasa senang dan lebih bersemangat, serta aktif berinteraksi selama kegiatan berlangsung Kesimpulan: Kombinasi permainan jigsaw puzzle dan senam otak efektif sebagai terapi aktivitas kelompok dalam meningkatkan fungsi kognitif sekaligus memperkuat interaksi sosial pada lansia.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana melalui Program Mitigasi Inklusif pada Siswa Tunarungu: Studi One-Group Pretest-Postest Christianingsih, Siska; Fauzi, Abdul; Nurseskasatmata, Satria Eureka; Sulistyawati, Wiwin; Sulistyana, Caturia Sasti; Harista, Dessy Rindiyanti
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1379

Abstract

Latar belakang: Siswa tunarungu sangat rentan menghadapi bencana alam karena hambatan komunikasi dalam merespons instruksi verbal ataupun sirine. Pendidikan kebencanaan di SLB umumnya masih teoretis dan kurang adaptif terhadap keterbatasan sensorik visual mereka, sehingga memicu rendahnya kesiapsiagaan. Tujuan: Menganalisis penerapan program mitigasi bencana inklusif terhadap perubahan pengetahuan kesiapsiagaan bencana siswa tunarungu. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 20 siswa SMALB-B Karya Mulia Surabaya yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa Program Mitigasi Bencana Inklusif yang mengombinasikan pembelajaran konvensional, video edukasi, dan simulasi kebencanaan. Pengetahuan kesiapsiagaan bencana diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (70%). Rerata skor pengetahuan kesiapsiagaan bencana meningkat dari 56,79 pada pretest menjadi 72,30 pada posttest. Hasil uji paired-sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,04). Nilai effect size (Cohen’s d = 2,33) menunjukkan perubahan yang besar setelah intervensi diberikan. Kesimpulan: Program Mitigasi Bencana Inklusif berasosiasi dengan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana pada siswa tunarungu. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran konvensional, media visual, dan simulasi berpotensi mendukung peningkatan pemahaman kesiapsiagaan bencana pada siswa tunarungu.
Association Between Blood Glucose Levels and Leukocyte Counts in Patients with Diabetic Gangrene: A Cross-Sectional Study Nurseskasatmata, Satria Eureka; Sulistyawati, Wiwin; Christianingsih, Siska; Sulistyana, Caturia Sasti; Fauzi, Abdul; Jayani, Indah; Etika, Arif Nurma
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.389

Abstract

Background: Diabetic gangrene is a severe complication of diabetes mellitus (DM) that often leads to amputation. DM increases susceptibility to infection by impairing leukocyte function. Although hyperglycemia is known to weaken innate immunity, its association with leukocyte count remains unclear, particularly in low- and middle-income country (LMIC) settings. This study aimed to assess the association between admission blood glucose levels and leukocyte counts in patients with diabetic gangrene. Methods: This study utilized a retrospective cross-sectional design and was prepared in accordance with the STROBE guidelines. Secondary data were extracted from the medical records and laboratory reports of patients hospitalized at Kertosono Regional General Hospital in East Java, Indonesia, from January to December 2022. A purposive total sampling approach was applied. Inclusion criteria required an inpatient diagnosis of diabetes mellitus with diabetic gangrene, alongside the availability of both random blood glucose and total leukocyte count results for the same admission. Exclusion criteria eliminated records with missing or illegible key laboratory values, duplicate records, and records lacking diagnostic confirmation in the discharge summary. The independent variable assessed was admission random blood glucose (mg/dL), and the dependent variable was the total leukocyte count (cells/µL). Results: From an initial pool of 50 records, a final sample of 38 medical records was selected for analysis. Spearman’s rank correlation indicated that there was no significant association between random blood glucose levels and total leukocyte counts (r = -0.031; p = 0.853). Conclusion: Admission blood glucose does not meaningfully track or correlate with total leukocyte count in patients presenting with diabetic gangrene. Clinically, this suggests that leukocyte count should not be used as a proxy or surrogate for acute glycemic status. Therefore, comprehensive infection severity assessments in these patients require integrating clinical evaluation with additional, more specific inflammatory indices.