Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Working Capital Efficiency, Cost Control, and Liquidity as Drivers of Profitability: Evidence From Property and Real Estate Companies Syahwildan, Muhammad; Rulianti, Erina; Efendi, Destriani Safitri
Majapahit Journal of Islamic Finance and Management Vol. 5 No. 4 (2025): Islamic Finance and Management
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/mjifm.v5i4.683

Abstract

Real estate companies are required to improve efficiency in financial management to remain competitive and survive in dynamic market conditions. The efficiency of working capital utilization, the effectiveness of cost control, and the level of liquidity are important factors that play a role in determining the company’s profitability level. The sampling method used is non-probability sampling, specifically the purposive sampling method. The sample for this study consists of 8 property and real estate companies listed on the IDX during the 2019-2024 period. This research utilizes EViews 13 for analysis. The research findings indicate that working capital utilization has no effect on profitability.
Penguatan Daya Saing UMKM Desa Serang melalui Pendampingan Digital Marketing Berbasis Legalitas dan Branding Produk Rulianti, Erina; Nurpribadi, Giri
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Lentera Vol. 2 No. 09 (2025): September 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/djpl.v2i09.1134

Abstract

Pembangunan desa di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM belum berkembang secara optimal karena terbatasnya legalitas usaha, kualitas kemasan yang belum memenuhi standar, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital. Program pengabdian masyarakat di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dilaksanakan bersama dua UMKM Tahu Bandung milik Bapak Ndi dan Telur Asin milik Bapak Adul dengan menerapkan pendekatan partisipatif melalui tahapan pemetaan awal, edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nyata dalam tiga aspek utama: (1) bertambahnya pemahaman UMKM mengenai legalitas usaha seperti NIB, PIRT, HAKI, dan sertifikasi halal; (2) perbaikan kemasan dan branding sehingga lebih menarik dan informatif; serta (3) meningkatnya kemampuan memanfaatkan media digital seperti Google Maps, WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan Grab untuk memperluas pasar. Temuan ini menegaskan bahwa digital marketing berperan besar dalam memperluas jangkauan pelanggan, meningkatkan daya saing, dan memperkuat keberlanjutan usaha UMKM desa. Selain itu, praktik digitalisasi ini dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen serta dapat diadaptasi oleh wilayah lain sebagai model pemberdayaan berbasis legalitas, packaging, dan teknologi digital.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan , Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT Indomarco Prismatama Afifah Qatrunnada; Tiara; Erina Rulianti
Prosiding SEMANIS: Seminar Manajemen Bisnis Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Prosiding SEMANIS: Seminar Manajemen Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan, motivasi kerja,kepuasan karyawan dan semangat kerja karyawan di PT. Indomarco Prismatama. Gaya kepemimpinan dianggap memiliki peran penting dalam membentuk semangat kerja karyawan. Budaya organisasi juga memainkan peran penting sebagai perekat dan motivator dalam meningkatkan semangat kerja. metode penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif,dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penhumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Departemen Area PT.Indomarco Prismatama Cabang Bogor 2. Jumlah sampel adalah 50 orang karyawan.Penarikan sampel digunakan dengan metode convinence Random Sampling. Selain itu, korelasi antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja menunjukkan hubungan positif rendah, sementara korelasi antara semangat kerja karyawan dan kepuasan kerja menunjukkan hubungan negatif rendah. Pengembangan gaya kepemimpinan yang lebih baik, peningkatan budaya organisasi yang mendukung, dan perhatian khusus pada faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja. Dengan menerapkan rekomendasi ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi dengan lebih efektif. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Semangat kerja Karyawa
The influence of situational leadership style and workload on job stress through locus of control and work balance in retail businesses Fitri Rezeki; Erina Rulianti; Hamzah Muhammad Mardi Putra; Fachrurazi Fachrurazi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 3 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020253872

Abstract

This study examines workplace factors—Locus of Control, Situational Leadership, Work Balance, and Workload—and their collective impact on Job Stress. The urgency of this research arises from the increasing prevalence of job stress that threatens employee productivity and organizational sustainability.    The study aims to analyze the direct and indirect effects of these factors in predicting and mitigating stress. A quantitative causal research design was applied with a saturated sample of 95 employees from various organizations. Data were collected through structured questionnaires as the primary instrument, and analysis was conducted using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). The findings indicate that Locus of Control significantly predicts Job Stress, emphasizing the role of personal control in reducing stress. Situational Leadership positively influences Locus of Control, while Work Balance reduces Job Stress. Conversely, Workload negatively affects Work Balance, thereby increasing stress levels. Indirect effects were also observed, such as Situational Leadership reducing Job Stress through Locus of Control and Workload influencing stress via Work Balance. The implications suggest that organizations should adopt adaptive leadership, strengthen employees’ sense of control, and manage workloads effectively. These integrated strategies provide valuable insights for leaders, policymakers, and researchers to foster healthier and more productive work environments.
Employee Engagement, Work-Life Balance, and Workforce Productivity: Evidence from Indonesian Manufacturing Employees Mutiara, Sabina; Rulianti, Erina
Review: Journal of Multidisciplinary in Social Sciences Vol. 3 No. 01 (2026): January 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/rjmss.v3i01.1164

Abstract

This study aims to analyze the influence of employee engagement and work-life balance on employee productivity in manufacturing companies in Indonesia. The manufacturing industry faces complex challenges in the era of digital transformation and intensive global competition, where employee productivity becomes a crucial determinant for company sustainability. The characteristics of the manufacturing industry with repetitive work, high production targets, and long working hours create particular challenges in maintaining optimal employee engagement and work-life balance. This study employs a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to 76 employees in the production department of manufacturing companies. The sampling technique uses the Slovin formula with a 5% error rate. Employee engagement measurement utilizes three dimensions: emotional, cognitive, and physical involvement, while work-life balance is measured through time balance, involvement balance, and satisfaction balance. Work productivity is measured through indicators of capability, work result improvement, work enthusiasm, self-development, quality, and efficiency. The analysis technique used is Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS), and multiple regression analysis. This research is expected to provide theoretical contributions through the development of a contextual integrative model for the Indonesian manufacturing industry, as well as practical implications for management in designing sustainable, humanistic productivity improvement strategies that are adaptive to contemporary employee needs, particularly millennials and Gen Z who dominate the workforce.
Membangun Workforce Agility melalui Agile HR Practices dan Organizational Trust: Studi pada Industri Manufaktur Indonesia Lestamega, Angi; Rulianti, Erina
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 4 No 01 (2025): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v4i01.1162

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis yang ditandai oleh disrupsi teknologi dan dinamika pasar yang tinggi menuntut perusahaan manufaktur memiliki tenaga kerja yang lincah dan adaptif (workforce agility). Meskipun konsep workforce agility semakin mendapat perhatian, masih terbatas bukti empiris yang menjelaskan bagaimana praktik manajemen sumber daya manusia yang agile serta kepercayaan organisasi (organizational trust) secara simultan memengaruhi kelincahan tenaga kerja, khususnya pada konteks industri manufaktur di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Agile HR Practices dan Organizational Trust terhadap Workforce Agility pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan perusahaan manufaktur, yang dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agile HR Practices berpengaruh positif dan signifikan terhadap Workforce Agility. Selain itu, Organizational Trust juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Workforce Agility. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik HR yang agile dan tingkat kepercayaan organisasi secara simultan berperan penting dalam meningkatkan kelincahan tenaga kerja.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan praktik HR yang agile sangat bergantung pada tingkat kepercayaan organisasi yang dirasakan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur mengenai anteseden organisasional workforce agility, serta implikasi praktis bagi perusahaan manufaktur dalam merancang strategi pengelolaan SDM yang adaptif dan berkelanjutan di era transformasi digital.
Pengaruh Kematangan Digital SDM terhadap Ketahanan Organisasi yang Dimediasi oleh Agilitas Organisasi Rulianti, Erina; Nurpribadi, Giri; Mulyati, Sri
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10755

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kematangan digital SDM terhadap ketahanan organisasi dengan agilitas organisasi sebagai variabel mediasi pada karyawan perusahaan manufaktur di Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih melalui purposive sampling, dengan kriteria telah bekerja minimal satu tahun dan memahami penggunaan teknologi atau sistem kerja digital di perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan digital SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap agilitas organisasi dan ketahanan organisasi. Agilitas organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan organisasi. Selain itu, agilitas organisasi terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kematangan digital SDM terhadap ketahanan organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kematangan digital SDM yang disertai peningkatan agilitas organisasi dapat memperkuat ketahanan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.