Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penguatan Peran Santri dalam Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember Dian Ratna Elmaghfuroh; Cahya Tribagus Hidayat
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 4, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v4i1.14071

Abstract

Penetapan visi Indonesia Sehat menyebutkan bahwa beberapa tatanan yang menjadi hal pendukung dalam implementasi peningkatan derajat esehatan masyarakat salah satunya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Implementasi PHBS dilaksanakan di beberapa tatanan termasuk tatanan lingkungan sekolah termasuk pondok pesantren. Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang diharapkan menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. PHBS di pondok pesantren memiliki beberapa indikator antara lain kebersihan individu, tempat wudhu, penggunaan air bersih, jamban sehat, kebersihan asrama, ruang belajar serta kepadatan penghuni asrama. Untuk mencapai indikator tersebut, peran dan fungsi kader pemantau PHBS juga sangat dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi melalui presentasi, tanya jawab tentang PHBS dilanjutkan dengan pelatihan kader pemantau PHBS. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan santri dalam pelaksanaan PHBS di lingkungan Pondok Pesantren. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan santri tentang PHBS, serta adanya kader pemantau PHBS di lingkungan Pondok Pesantren
Relationship between Health Locus of Control and Eating Behavior in Diabetics in the Work Area of Health Center Sumbersari Iqro' Ayatullah, Muhammad; Tri Bagus, Cahya; Andriani, Sri Wahyuni
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Nursing Practices to Enhance and Prevent the Occurrence of Infectious and Non-C
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a complex metabolic disorder characterized by hyperglycemia, a physiological abnormal condition characterized by a continuous increase in blood glucose levels. Health locus of control (HLOC) is a human belief about the location of health control and has a central role in health services. Eating behavior is a broad term that includes food choices and motivations, eating habits, eating patterns, and food-related problems such as obesity, eating disorders, and eating disorders. Method: This study uses a correlational research design with a cross sectional approach, aiming to correlate between health locus of control and eating behavior. The population in this study were diabetics in the working area of the Sumbersari health center with a sample size of 267 respondents. The sampling technique used Simple Random Sampling. The data collection process used multidimensional health locus of control questionnaire and ducth eating behavior questionnaire. Result: The results of research on health locus of control show that the majority of diabetics have sufficient health locus of control. The results of eating behavior research show that the majority of diabetics have moderate eating behavior. The results of the study using the Spearman rho Rank test (α = 0.05) showed a relationship between health locus of control and eating behavior in diabetics in the Sumbersari working area, with a p value = 0.000. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between health locus of control and eating behavior in diabetics. The recommendation of this study is that it can be used as a reference for nurses in conducting education and interventions for diabetics to pay more attention to health locus of control with eating behavior in diabetics.
Hubungan Pola Asuh Keluarga dengan Tingkat Penggunaan Smartphone pada Anak Sekolah Usia 10-12 Tahun di SDN Jember Lor 3 Fajriyanti, Desi; Hidayat, Cahya Tribagus; Dewi, Sofia Rhosma
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.72

Abstract

Pengenalan anak terhadap smartphone diawali dari cara pengalihan maupun pola asuh orang tua terhadap anak sekolah dan berharap dapat membantu anak dalam hal proses belajar. Tujuan peneliti untuk mengetahui hungan pola asuh keluarga dengan tingkat penggunaan smartphone pada anak sekolah usia 10-12 tahun. Metode : Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdii dari 246 anak SD usia 10-12 tahun dengan sampel yang dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 153 rresponden. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dan menggunakan uji statistik Spearman Rank (Rho). Hasil : Penelitian menunjukkan dari 46 orang tua (48,9%) menerapkan pola asuh keluarga demokkratis. Tingkat penggunaan smartphone sebanyak 76 anak sekolah (49,7%) memiliki tingkat penggunaan smartphone sedang. Dari nilai uji statistik (ρ = 0,042, ρ<α 0,05) yaitu ada hubungan antara pola asuh keluarga dengan tingkat penggunaan smartphone. Nilai koeisien korelasi menunjukkan nilai r = - 0,164 dengan interpretasi koefisien korelasi sangat lemah maka dapat disimpulkan semakin demokratis pola asuh keluarga semakin rendah penggunaan smartphone pada anak sekolah 10-12 di SDN Jember Lor 3. Diskusi : Penggunaan smartphone yang terjadi pada anak sekolah dipengaruhi oleh jenis pola asuh yang didapatkan dari orang tua. Diharapkan orang tua menerapkan pola asuh yang benar dan sesuai agar anak tidak mengalami kecanduan penggunaan smartphone yang berlebihan sehingga meminimalisir dampak negatif dari penggunaan smartphone. Pada penelitian ini diharapkan keluarga menerapkan pola asuh demokratis yang memungkinkan anak tidak mengalami tingkat penggunaan smartphone yang tinggi.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI JEMBER Sari, Ika Yesika; Hidayat, Cahya Tri Bagus; M. Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular di Indonesia, dan sering tidak menunjukkan gejala serta baru disadari setelah menyebabkan gangguan organ. Kebiasaan seseorang yang kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Metode: penelitian ini menggunakan desai korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel paling minimum yaitu 30 responden.Tehnik sampling purposive sampling dengan menetapkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan sphygmomanometer aneroid ABN, stetoskop. Hasil: dari hasil uji spearman rank didapat nilai signifikan p value 0,000 atau α< 0,05 dengan demikian, H1 diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sumbersari. Kesimpulan: Mayoritas responden dengan kualitas tidur buruk memiliki kenaikan tekanan darah, sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Tekanan Darah, Hipertensi ABSTRACT Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases in Indonesia, and often does not show symptoms and is only realized after causing organ disorders. A person's habit of not getting enough sleep or poor sleep quality can increase the risk of high blood pressure, heart disease, and other diseases. Objective: This study aims to determine the relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. Method: This study uses a correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were all hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. This study used the minimum sample size of 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling by setting several inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) questionnaire and ABN aneroid sphygmomanometer, stethoscope. Result: from the results of the Spearman rank test, a significant p value of 0.000 or α <0.05 was obtained, thus, H1 was accepted, which means that there is a significant relationship between sleep quality and blood pressure in hypertensive patients in the Sumbersari health center work area. Conclusion: The majority of respondents with poor sleep quality have increased blood pressure, so it is necessary to provide counseling and assistance to hypertension sufferers. Keywords: Sleep Quality, Blood Pressure, Hypertension
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIWATES Tri Aji Kurniawan; Cahya Tribagus Hidayat; Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4851

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat membunuh orang secara tiba-tiba yang dalam istilah lain disebut “silent killer” dimana penderitanya terus meningkat setiap tahunnya Pasien hipertensi diharuskan untuk mengkonsumsi obat antihipertensi dan diimbangi dengan menerapkan pola hidup yang sehat, olah raga rutin dan mengatur pola makan dimana ketiganya membutuhkan komitmen. Kepatuhan diet hipertensi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan komplikasi hipertensi. Kepatuhan diet hipertensi akan terlaksana dengan baik jika pasien dapat dengan konsisten melaksanakan diet yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Metode: Penilitian Accidental, pendekata kuantitatif dengan desain cross sectional,dengan menggunakan uji Chi Square. Populasi dalam pienielitan ini adalah sieluruh pasiien piendierita hipiertiensi di Wilayah Kierja Puskiesmas Kaliwaties dengan sampel 197 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p signifikan siebiesar 0,000 <0,05 yang bierarti tierdapat hubungan signifikan antara dukungan kieluarga diengan Kiepatuhan diiet hipiertiensi. Diskusi:Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi untuk melakukan diet hipertensi secara rutin dapat meningkatkan kestabilan kondisi tekanan darah pada pasien hipertensi.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN CUCI TANGAN 6 LANGKAH KELUARGA PASIEN RAWAT INAP PUSKESMAS RAMBIPUJI Yuninda Salva Shaffani; Asmuji, Asmuji; Cahya Tri Bagus Hidayat
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5295

Abstract

Pendahuluan: Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yaitu melakukan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mencuci tangan dengan benar meskipun sudah diberikan edukasi melalui media leaflet. Maka dari itu perlu diberikan edukasi cuci tangan 6 langkah menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan harapan masyarakat lebih mudah memahami cara melakukan cuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan metode ceramah dan peningkatan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien di ruang rawat inap Puskesmas Rambipuji. Metode: Penelitian kuantitatif jenis eksperimental menggunakan desain penelitian studi pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga dari setiap pasien rawat inap sebanyak 85 responden di Puskesmas Rambipuji. Jumlah sampel dihitung dengan perhitungan Isaac dan Michael dengan jumlah 70 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probabilitas dengan metode quota sampling menggunakan analisis Sign Test. Hasil: Uji statistik Sign Test didapatkan p=(0,000) dam alpha < 0,05 yang artinya edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji. Kesimpulan: Penelitian ini didapatkan edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan pemaparan efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Besuki Kabupaten Situbondo Yulianda, Devita Norma; Asmuji; Cahya Tri Bagus Hidayat
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i1.2068

Abstract

Kepuasan kerja adalah sejauh mana seseorang menyukai pekerjaannya dan beranggapan bahwa pekerjaannya merupakn suatu hal yang kompleks. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh beban kerja, apabila beban kerja tidak proporsional akan berdampak pada rasa stress dan akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Besuki Kabupaten Situbondo sebanyak 33 perawat dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan spearman rank (Rho) dengan ketentuan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ 0,000 < 0,05 yang artinya H1 diterima. Ada hubungan signifikan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap dengan keeratan korelasi (r) kuat dan arah korelasi negative, dimana peningkatan beban kerja pada perawat akan disertai dengan menurunnya kepuasan kerja perawat. Rekomendasi penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi manajemen rumah sakit agar menyeimbangkan beban kerja perawat dengan hasil yang didapatkan dengan mengidentifikasi dampak dari kepuasan kerja perawat, salah satunya sangat penting memberikan gamparan kepuasan kerja dalam bentuk pemberian insentif dan reward untuk meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci: Beban kerja; Kepuasan Kerja; Perawat