Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : National Multidisciplinary Sciences

Pengaruh Konsentrasi Ga3 Dan Lama Waktu Perendaman Dalam Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium Fistulosum L) Prabowo, Muhammad Alfarizi Dio; Wijaya, Insan; Mutiyaningsih, Hidayah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.799

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah komoditas pertanian penting yang dibudidayakan secara global, termasuk di Indonesia. Meskipun produksi nasional mengalami kenaikan, catatan produksi di beberapa wilayah seperti Jember masih rendah, mengindikasikan kesulitan dalam teknik pembibitan. Pematahan dormansi benih bawang daun dapat dilakukan melalui aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), yaitu senyawa organik seperti giberelin dan auksin, seringkali memerlukan tambahan dari luar untuk mencapai respons optimal. Selain itu, lama perendaman benih juga krusial karena memengaruhi imbibisi air dan penyerapan ZPT, yang pada gilirannya dapat mempercepat dan meningkatkan persentase perkecambahan. Penelitian ini merupakan percobaan 2 faktor yang dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi GA3 (A) yang terdiri dari: A0 Aquades, A1 Konsentrasi 20 ppm, A2 Konsentrsi 40 ppm, A3 konsentrasi 60 ppm. Sedangkan faktor kedua lama perendaman (D) yang terdiri dari: D1 15 menit, D2 30 menit, D3 45 menit. Hasil penelitian menunjukan perlakuan konsentrasi GA3 berpengaruh sangat nyata terhadap parameter Potensi tumbuh dan tinggi tanaman 7 hst, dan tidak berbeda nyata pada daya berkecambah, index vigor , tinggi tanaman 21, 35 hst dan berat tanaman, sedangkan pada perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter potensi tumbuh, dan tidak berbeda nyata pada parameter daya berkecambah,index vigor, tinggi tanaman 7 hst,21 hst dan 35 hst dan berat tanaman, sedangkan pada interaksi berbeda sangat nyata pada parameter potensi tumbuh dan tinggu tanaman 7 hst, berbeda nyata pada parameter index vigor, tinggi tanaman 21 hst dan berbeda tidak nyata pada semua parameter. Keywords: ;
Optimalisasi Produksi Dan Vigor Benih Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Melalui Teknik Pemangkasan Dan Pemberian Pupuk MAP Nugraha, Achmad Adithya Arya; Suroso, Bejo; Wijaya, Insan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu benih. Banyak petani masih menggunakan benih hasil tanam sendiri yang kualitasnya kurang terjamin, sehingga berdampak pada produktivitas. Upaya peningkatan mutu dan hasil dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, seperti pemangkasan dan pemberian pupuk. Pemangkasan berfungsi mengatur distribusi assimilate agar pertumbuhan generatif lebih optimal, sedangkan pupuk Monoammonium Phosphate (MAP) dipilih karena mengandung nitrogen dan fosfor yang berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, serta pengisian biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan, P1: pemangkasan cabang ruas 1–5, P2: pemangkasan pucuk ruas ke-12, dan P3: kombinasi P1 dan P2), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk MAP (M0: tanpa MAP, M1: 5 g/tanaman, M2: 15 g/tanaman, M3: 25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap umur berbunga, jumlah buah per tanaman, dan bobot 100 benih, serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap berat buah per tanaman dan bobot 100 benih, serta nyata (p<0,05) terhadap umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Tidak ditemukan interaksi signifikan antarperlakuan. Secara praktis, pemangkasan yang tepat dan pemberian pupuk MAP dosis 15 g/tanaman dapat meningkatkan produktivitas serta mutu benih mentimun, sehingga mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani dan industri benih