Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Jakaba Dan Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Laksono, Rene Triaji; Tripama, Bagus; wijaya, Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman sayuran keluarga Cucurbitaceae yang dapat ditanam dengan ketinggian tempat 400 mdpl. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC jakaba (jamur keberuntungan abadi)terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman mentimun. (2) Mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman mentimun. (3) Mengetahui interaksi konsentrasi pupuk Jakaba dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan desa pancoran, kecamatan bondowoso, kabupaten Bondowoso dimulai pada bulan juni hingga Agustus 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah POC Jakaba (jamur keberuntungan abadi) yang terdiri dari 5 taraf: (J0 = 0 ml/L, J1 = 20 ml/L, J2 = 40 ml/L, J3 = 60 ml/L, J4 = 80 ml/L), Faktor kedua yaitu pemangkasan pucuk P0 (tanpa pemangkasan) P1(Pemangkasan).
Optimasi Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Dengan Menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Romadoni, Della Amalia; Wijaya, Insan; Suroso , Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai gizi yang baik, seperti kandungan vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui optimasi pematahan dormansi benih bawang daun dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami serta konsentrasi ZPT alami dapat meningkatkan vigor benih bawang bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang tersusun atas 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yakni sebagai berikut: CU= Tanpa perlakuan, Bawang merah dalam 3 taraf : (C1=15 ml/L), (C2 = 30 ml/L), (C3 = 45 ml/L), Air kelapa, dalam 3 taraf : (C4 = 150 ml/L), (C5 = 200 ml/L), (C6 = 250 ml/L), Keong mas, dalam 3 taraf : (C7 = 15 ml/L), (C8 = 30 ml/L), (C9 = 45 ml/L). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan C2 (ekstrak bawang merah 30 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada panjang akar bibit bawang daun
Optimalisasi POC Nasa Pada Varietas Selada (Lactuca Sativa L) Sistem Hidroponik NFT Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Di Perkotaan Wijaya, Insan; Widjayantil, Fefi Nurdiana; Oktarina, Oktarina; Suroso, Bejo
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 23 No. 2 (2025): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v23i2.3207

Abstract

Produksi sayuran daun di wilayah perkotaan menghadapi keterbatasan lahan sehingga budidaya hidroponik menjadi alternatif penting untuk mendukung kemandirian pangan. Optimalisasi nutrisi, termasuk penggunaan pupuk organik cair (POC), diperlukan guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi POC Nasa terhadap pertumbuhan dan produksi selada (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik; (2) mengetahui respons beberapa varietas selada; serta (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi POC Nasa dan varietas selada. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC Nasa, terdiri atas K0 = AB Mix tanpa POC, K1 = AB Mix + POC Nasa 4 cc L⁻¹, dan K2 = AB Mix + POC Nasa 6 cc L⁻¹. Faktor kedua adalah varietas selada, yaitu V1 = selada merah, V2 = selada keriting hijau, dan V3 = selada krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST (29,12 cm), jumlah daun umur 30 HST (11 helai) dan 45 HST (19 helai), lebar daun umur 15 HST (6,2 cm) dan 30 HST (12,54 cm), serta bobot akar (29,01 g). Pengaruh nyata juga terlihat pada tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, jumlah daun 15 HST, lebar daun 45 HST, dan panjang akar. Respons pertumbuhan dan produksi terbaik diperoleh pada varietas selada keriting hijau dengan konsentrasi K2.
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Wardhana, Danu Indra; Nurina Aulia, Anisa; Putra Setiawan, Andika; Wijaya, Insan; Suroso, Bejo; Bagus Mananda, Afan; Syafia, Fina; Wata Alim Ronita, Alda; Dwi Anggraeni, Diana; Setiadi Plaikol, Ryan; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Persistence of Seed Dormancy in Superior Rice Varieties across Different Storage Durations Sulaiman, Amri Farhan; Suroso, Bejo; Wijaya, Insan
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7026

Abstract

Varietal differences in dormancy persistence often delay germination, complicating seed quality certification and distribution. This study analyzes the dormancy characteristics and physiological readiness of two superior rice varieties, Inpari 32 and Memberamo, across storage intervals of 2, 3, 4, and 5 weeks post-harvest. The research employed a completely randomized design with eight treatment combinations and three replications. Core methods included standardized testing for germination rate, maximum growth potential, vigor index, and dormancy intensity, along with moisture content analysis. Quantitative results revealed a significant interaction between variety and storage duration: Inpari 32 dissipated dormancy faster, reaching an 88% germination rate by the third week, whereas Memberamo required five weeks to meet the national standard at 87%. Dormancy intensity significantly declined from 29.0% to 2.7% for Inpari 32 and from 66.0% to 8.0% for Memberamo over the five-week period. These findings indicate that Inpari 32 reaches optimal physiological maturity earlier than Memberamo, providing a critical basis for variety-specific storage management and quality testing schedules.