Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INOVASI BERBASIS MASYARAKAT DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) Fathinah Ranggauni HARDY; Rafiah Maharani PULUNGAN; Putri PERMATASARI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1037

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR pada tanggal 23 Januari 2018 berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebakpada kedalaman 61 km. Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lebak belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada Desa Tangguh Bencana sesuai 20 Indikator Desa Tangguh Bencana. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat bergerak untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan yang dilakukan adalah pembentukan Desa Tangguh Bencana adalah Penilaian Risiko, Perencanaan Penanggulangan Bencana (PB) di Desa, Pembentukan Forum PB di Peningkatan Kapasitas Warga dan Aparat dalam PB melalui Pelatihan Kebencanaan pada warga dan perangkat desa, Pemaduan PB ke dalam Rencana Pembangunan Desa dan Legalisasi Desa Tangguh Bencana. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Desa Tangguh Bencana.
EDUKASI PERAN GENERASI Z DALAM PENGENDALIAN COVID-19 Ulya Qoulan Karima; Chahya Kharin Herbawani; Rafiah Maharani Pulungan; Yehezkiel Gabriel; Meidy Wiradati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.277 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6036

Abstract

Abstrak : Walaupun morbiditas dan mortalitas akibat COVID-19 pada remaja tidak setinggi kelompok umur lainnya, remaja berpotensi menjadi sumber penularan bagi orang lain terutama kelompok usia rentan. Generasi Z (Gen Z) dengan segala karakteristiknya dapat memberikan dampak dualisme (positif atau negatif) terhadap pengendalian COVID-19. Edukasi tentang COVID-19 di SMKS Citra Negara, Depok masih terbatas padahal pemahaman yang baik menjadi modal penting bagi remaja untuk berpartisipasi dalam pengendalian COVID-19. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai peran Gen Z dalam pengendalian COVID-19. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan penyuluhan dalam konsep webinar kepada 23 orang pengurus OSIS dengan tiga topik utama yaitu situasi terkini COVID-19, definisi remaja dan karakteristiknya, dan potensi Gen Z dalam pengendalian COVID-19. Evaluasi dilakukan terhadap aspek input (persiapan), proses (pelaksanaan), dan output (peningkatan pengetahuan). Terdapat peningkatan persentase peserta yang berpengetahuan baik antara pre-test (13,0%) dan post-test (26,1%). Diperlukan adanya peningkatan promosi kesehatan tentang peran remaja dalam pengendalian COVID-19 baik dalam aspek metode maupun target peserta yang lebih luas.  Abstract:  Although morbidity and mortality of COVID-19 in adolescents is not as high as other age groups, they may be potential sources of community transmission. Gen Z can have a dualistic impact (positive or negative) on controlling COVID-19. Health promotion about COVID-19 at SMK Citra Negara, Depok is still limited whereas a good understanding is needed to maximize the role of adolescents in controlling COVID-19. The purpose is to provide education about the role of Gen Z in controlling COVID-19. A webinar with three main topics (current situation of COVID-19, definition of adolescents and their characteristics, potential role of Gen Z in controlling COVID-19) was attended by 23 OSIS administrators. The evaluation was exercised on aspects of preparation, implementation, and knowledge improvement. There was an increase in the percentage of participants who have good knowledge between pre-test (13.0%) and post-test (26.1%). There is still a need for increasing health promotion, in terms of methods and wider target audiences  Abstrak[A1] : Walaupun morbiditas dan mortalitas akibat COVID-19 pada remaja tidak setinggi kelompok umur lainnya, remaja berpotensi menjadi sumber penularan bagi orang lain terutama kelompok usia rentan. Generasi Z (Gen Z) dengan segala karakteristiknya dapat memberikan dampak dualisme (positif atau negatif) terhadap pengendalian COVID-19. Edukasi tentang COVID-19 di SMKS Citra Negara, Depok masih terbatas padahal pemahaman yang baik menjadi modal penting bagi remaja untuk berpartisipasi dalam pengendalian COVID-19. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai peran Gen Z dalam pengendalian COVID-19. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan penyuluhan dalam konsep webinar kepada 23 orang pengurus OSIS dengan tiga topik utama yaitu situasi terkini COVID-19, definisi remaja dan karakteristiknya, dan potensi Gen Z dalam pengendalian COVID-19. Evaluasi dilakukan terhadap aspek input (persiapan), proses (pelaksanaan), dan output (peningkatan pengetahuan). Terdapat peningkatan persentase peserta yang berpengetahuan baik antara pre-test (13,0%) dan post-test (26,1%). Diperlukan adanya peningkatan promosi kesehatan tentang peran remaja dalam pengendalian COVID-19 baik dalam aspek metode maupun target peserta yang lebih luas. Kata Kunci: COVID-19; Edukasi; Gen Z; Peran; Remaja; Pemuda; Gen Z; Penanganan; Pencegahan; Pengendalian  Abstract:  Although morbidity and mortality of COVID-19 in adolescents is not as high as other age groups, they may be potential sources of community transmission. Gen Z can have a dualistic impact (positive or negative) on controlling COVID-19. Health promotion about COVID-19 at SMK Citra Negara, Depok is still limited whereas a good understanding is needed to maximize the role of adolescents in controlling COVID-19. The purpose is to provide education about the role of Gen Z in controlling COVID-19. A webinar with three main topics (current situation of COVID-19, definition of adolescents and their characteristics, potential role of Gen Z in controlling COVID-19) was attended by 23 OSIS administrators. The evaluation was exercised on aspects of preparation, implementation, and knowledge improvement. There was an increase in the percentage of participants who have good knowledge between pre-test (13.0%) and post-test (26.1%). There is still a need for increasing health promotion, in terms of methods and wider target audiences Keywords: Adolescents; Control; COVID-19; Gen Z; Health promotion, Youth  [A1]Sudah bagus dan lengkap Terima kasih atas koreksinya Bapak/Ibu
ADVOKASI DAN PROMOSI KESEHATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Nayla Kamilia Fithri; Afifah Salsabilla
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.397 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6095

Abstract

Abstrak: Covid-19 menjadi masalah pandemi di dunia termasuk Indonesia. pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendorong masyarakat melakukan physical distancing untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah,sedangkan aktivitas fisik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi risiko berbagai penyakit. Selain itu, pada masa pandemi, masyarakat lebih rentan mengalami stres akibat perubahan perilaku yang menjadi faktor risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner. PJK masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan advokasi kesehatan dan edukasi tentang Penyakit Jantung Koroner pada masa pandemi COVID-19 kepada Masyarakat Desa Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat. Metode kegiatan advokasi yang digunakan adalah metode lobi, sedangkan intervensi kesehatan menggunakan metode ceramah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui pengisian soal pretest dan posttest. Hasil kegiatan disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode ceramah Abstract: Covid-19 is a pandemic problem in the world, including Indonesia. The government has issued a policy that encourages people to practice physical distancing to reduce their activities outside the home. Applications reduce physical activity, while physical activity can boost the immune system to reduce the risk of various diseases. In addition, during a pandemic, people are more susceptible to experiencing stress due to behavioral changes which are a risk factor for non-communicable diseases such as coronary heart disease. CHD is still a major health problem in the world. The purpose of this activity is to conduct health advocacy and education about Coronary Heart Disease during the COVID-19 pandemic to the Pejuang Village Community, Medan Satria District, Bekasi City, West Java. The advocacy activity method used is the lobbying method, while the health intervention uses the lecture method. The data used is primary data obtained directly from respondents through filling in the pretest and posttest questions. The results of the activity concluded that there was an increase in respondents' knowledge before and after counseling with the lecture method Keywords: 
Gambaran Kondisi Kesehatan Berdasarkan Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kota Bekasi Rafiah Maharani Pulungan; Nayla kamila Fithri; Aisyah Amelia S; Nabila Aulia A; Rafif Priyambodo P; Salsabila Novitasari; Meidy Wiradati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i1.125

Abstract

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan meningkatkan kemampuan hidup sehat yang setinggi-tingginya melalui Program Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) menerapkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pemenuhan universal health coverage melalui JKN dengan upaya Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan berdasarkan indikator keluarga sehat di tiga kecamatan yang berada di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu data rekapitulasi indeks keluarga sehat. Berdasarkan data yang diperoleh dari tiga kecamatan di Kota Bekasi dinyatakan tidak sehat dengan prioritas masalah yang berbeda-beda. Rendahnya keikutsertaan program KB di tiga kecamatan menjadi prioritas utama yang akan dibahas. Untuk itu perlu dilakukan kerjasama antar sektor, khususnya bagi para pengelola program kesehatan guna meningkatkan angka dan status IKS menjadi sehat dan perlu diadakan intervensi.
PROMOSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM PADA SISWA DI SMK KIMIA TUNAS HARAPAN JAKARTA TIMUR Rafiah maharani Pulungan; Bintari Triani
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v1i1.35

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) is defined as a tool used to protect workers from injury or illness resulting from contact with hazards in the workplace. The purpose of this research is to know the relationship of health and safety promotion (K3) to the knowledge and attitude of compliance of personal protective equipment (PPE) in chemical laboratory at SMK Kimia Tunas Harapan. In this research, the researcher uses purposive sampling technique, with population of 203 students, the sample consists of 100 siswayang willing to be taken from 10th and 11th grade. K3 promotion is divided into two meetings using lecture method. The media used are visual media (poster) and audiovisual (video). The influence of K3 promotion on students' knowledge and attitude was analyzed by Paired sample t-test. The results showed that before the promotion of K3, only 25.0% of students who have good knowledge and 40.0% of students who are positive. After the promotion of K3, there are 95.0% female students who have good knowledge and 56,0% of students who are positive. Based on the results of the study can be concluded that there is a Relationship of  K3 Promotion to the knowledge and attitude of students about the use of PPE in Chemistry Lab of SMK Kimia Tunas Harapan. It is expected that special attention should be paid to students in the provision of PPE which should be provided from the school before the lab in the laboratory.Alat Pelindung Diri didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan promosi keselamatan dan kesehatan kerja dengan pengetahuan dan sikap tentang penggunaan alat pelindung diri di laboratorium kimia di SMK Kimia Tunas Harapan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi 203 siswa, sampel terdiri dari 100 siswa yang bersedia menjadi responden diambil dari kelas 10 dan 11. Promosi K3 dilakukan dua pertemuan dengan menggunakan metode ceramah. Media yang digunakan adalah media visual (poster) dan audiovisual (video). Hubungan Promosi K3 dengan pengetahuan dan sikap siswa dianalisis dengan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum Promosi K3 hanya 25,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 40,0% siswa yang bersikap positif setelah Promosi K3, ada 95,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 56,0% siswa yang bersikap positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ada Hubungan Promosi K3 dengan pengetahuan dan sikap siswa tentang penggunaan APD di Laboratorium Kimia SMK Kimia Tunas Harapan. Diharapkan adanya perhatian khusus kepada siswa dalam penyediaan APD yang sebaiknya disediakan dari pihak sekolah sebelum dilakukannya praktikum di laboratorium.
Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok Eka Dhiffa Safira; Rafiah Maharani Pulungan; Cahya Arbitera
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v11i2.2134

Abstract

Work fatigue is an important problem that needs to be resolved because can cause work accidents and can have an impact on workers' health. Based on the result of interviews in early 2020, there was one worker who was unconscious due to work fatigue where a similar case had never happened before in the last 5 years. Workers complain of feeling dizzy, tired all over, fever, frequent drowsiness, trembling, feeling heavy in the head, and feeling thirsty while working. The purpose of this study was to identify the factors associated with work fatigue at PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok. This research was a quantitative-analytic study with a cross-sectional design. The population of this research was 81 workers consisting of 11 workers in the main workshop and 70 workers in the mechanical part. The sample of this research was 40 workers in the main workshop and mechanics section which were obtained by a purposive sampling technique. The results show that 57,5% of workers have experienced a high category of work fatigue. Statistical analysis shows that nutritional status (p-value=0,034) and sleep quality (p-value=0,028) were related to work fatigue, while the length of work (p-value=0,299), workload (p-value=0,100) and age (p-value=1,000) were not related to work fatigue. Therefore, workers were suggested to consume foods with high carbohydrate content, adequate-protein, calorie intake, and vitamins, as well as regulating duration and hours of sleep following the Ministry of Health's standards, namely 7-8 hours per day for adults (ages 18-40 year).
Predisposing and Enabling Factors Relationship with Successful Treatment of Pulmonary Tuberculosis (TB) Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
Jurnal Kesehatan Prima Vol 15, No 1 (2021): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v15i1.634

Abstract

The increase in pulmonary TB cases is related to the success of treatment. Rough treatment will lead to multi-drug resistant TB (MDR TB). The purpose of this study was to analyze the relationship of Predisposing, and enabling factors with the successful treatment of pulmonary TB in the Cikulur Community Health Center, Lebak Regency. This study used a Case-control research design. The sampling technique was purposive sampling, and a sample size of 82 people. The independent variables were predisposing factors (age, gender, education level, employment status, motivation, knowledge and attitudes), enabling factors (medication adherence, drug side effects, and access to health facilities). The dependent variable was the success of TB treatment. Data analysis using Chi-Square test and multiple logistic regression. The results showed that a person with pulmonary TB with non-working status, adherence to treatment, and access to health facilities was 5.002 times easy to succeed in TB treatment. The factors most related to the success of treatment were occupational status, medication adherence and access to health facilities. It is suggested that health services need to increase the accessibility of TB patients in the fulfillment of treatment so that patients can improve their success in recovery in therapy. Also, sufferers take medication regularly and according to the recommendations for success of treatment
PEMBENTUKAN SATGAS BERBASIS KARANG TARUNA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA PANDEMI COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Nanang Nasrullah; Meidy Wiradati; Nabila Aulia Ainaya; Diego Sergio
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.111-119

Abstract

The establishment of the COVID-19 Task Force is one strategy that can be taken to prevent and control COVID-19 cases in the Pasir Putih District area. The goal is that the community can participate in the implementation of the prevention and control of COVID-19 in their respective areas of residence. In addition, this activity can also increase knowledge related to COVID-19 and spread the latest information about COVID-19. Thus, the number of spread and transmission of COVID-19 will soon decrease and the situation will return to normal. The target of this service activity is the youth group in Pasir Putih District, Depok City. The implementation method of this service activity includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. The result of this activity is an increase in the knowledge of youth youth groups related to the prevention and control of COVID-19.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN GEJALA SICK BUILDING SYNDROME PADA PEGAWAI BPJS KESEHATAN DEPOK TAHUN 2019 Annisa Nanda Asri; Rafiah Maharani Pulungan; Azizah Musliha Fitri
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 3 No. 1 (2019): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v3i1.14628

Abstract

Sick building syndrome (SBS) merupakan kumpulan keluhan yang dirasakan oleh pegawai yang bekerja di dalam ruangan dengan kualitas udara yang kurang baik. Pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok bekerja dalam ruangan yang tertutup dengan pencahayaan dan iklim kerja yang kurang baik sehingga berpotensi mengalami gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan nyeri punggung. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan gejala Sick Building Syndrome pada pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok tahun 2019. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok. Variabel lingkungan fisik diperoleh berdasarkan hasil pengukuran lingkungan, sedangkan variabel lingkungan non fisik dan karakteristik individu menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pencahayaan (p=0,001), umur (p=0,006), kondisi psikososial (0,025), kebiasaan merokok (p=0,025), dan riwayat penyakit (p=0,038) dengan gejala SBS. Variabel yang tidak berhubungan dengan gejala SBS adalah iklim kerja (p=0,191), hubungan kerja pegawai dan atasan (p=0,447), hubungan kerja antar pegawai (p=1,000), jenis kelamin (p=0,506), dan masa kerja (p=1,000). Gejala SBS yang paling banyak adalah kantuk. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan BPJS Kesehatan Kota Depok memperbaiki pencahayaan, melakukan peregangan di sela jam kerja, dan melakukan medical check up untuk meningkatkan kenyamanan pegawai dalam bekerja.
Pemanfaatan Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Wilayah Kota Depok Arga Wildan Syafa'at; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.226 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.127-134

Abstract

Latar belakang: Prolanis merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan dalam menanggulangi masalah penyakit kronis baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Meskipun begitu, sering kali peserta tidak memanfaatkan Prolanis secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP wilayah Kota Depok dan melihat faktor dominan yang berpengaruh terhadap pemanfaatan prolanis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 105 orang yang terdiri dari peserta Prolanis di 4 FKTP yang menunjukkan kunjungan aman (di atas 50%) dan tidak aman (dibawah 50%).  Penelitian ini menggunakan Quota Sampling dalam memenuhi sampelnya. Variabel yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, status pendidikan, status pernikahan, status penghasilan, dukungan sosial, aksesbilitas, pengetahuan Prolanis, persepsi penyakit dan lama sakit. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang akan dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariate menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik BergandaHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 74 peserta yang memanfaatkan Prolanis di FKTP Wilayah Kota Depok tahun 2019. Variabel yang berpengaruh terhadap Pemanfaatan prolanis adalah status pernikahan (p-value =0,015), dukungan social(p-value=0,000) dan aksesbilitas(p-value=0,016) Faktor dominan yang mempengaruhi pemanfaatan Prolanis adalah dukungan sosial dengan (p-value = 0,000).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP adalah status pernikahan, dukungan social dan aksesbilitas