Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Advokasi Dan Intervensi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Penanggulangan COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Nanang Nasrullah; Anifa Dhiya Rifqiya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.354 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 saat ini masih menjadi masalah global khususnya di Indonesia. Penanggulangan yang dapat dilakukan adalah menurunkan risiko penularan COVID-19 salah satunya adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui program advokasi dan intervensi mengenai pencegahan COVID-19. Kegiatan ini memberikan informasi melalui advokasi dan intervensi mengenai pencegahan COVID-19 kepada masyarakat Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tujuan promosi kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan COVID-19 agar masyarakat dapat meminimalisir risiko penularan COVID-19. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara. Wawancara dilakukan menggunakan metode focus group discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan. Tujuan menggunakan metode focus group discussion (FDG) adalah untuk mendapatkan informasi terkait masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.Berdasarkan hasil intervensi tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat peningkatanpengetahuan peserta tentang pencegahan COVID-19.
Pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Cikulur Fathinah Ranggauni Hardy; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.92 KB)

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR yang paling besar terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Gempa tersebut terjadi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Pusat gempa yang berada di daratatau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat dan sampai saat ini disertai banyak gempa susulan (BNPB, 2018). Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak wargayang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan di Kabupaten Lebak juga belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada terbentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 sesuai 20 Indikator Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid19. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengusul tertarik untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dala menghadapi bencana. Kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19. Kegiatan menghasilkan pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur.
Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap menyikat gigi pada siswa sekolah dasar Doddy Suprapto; Rafiah Maharani Pulungan
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.004 KB) | DOI: 10.22146/bkm.45199

Abstract

Menurut WHO prevalens karies gigi sangat tinggi yaitu sebanyak 87% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya perilaku menyikat gigi pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan setelah diberi promosi kesehatan melalui penyuluhan dengan media power point yang bermateri menyikat gigi, video animasi cara menyikat gigi dan menggunaan alat peraga gigi beserta sikat gigi untuk mendemontrasikan cara menyikat gigi di SDN 07 Cilandak Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan metode pre eksperimental. Teknik sampling penelitian menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 100 orang. Kemudian data dikumpulkan dengan cara membagikan angket secara langsung. Data dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon signed ranks test dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan 78,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 47,0% siswa yang bersikap positif setelah promosi kesehatan melalui penyuluhan, ada 99,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 59,0% siswa yang bersikap positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ada pengaruh promosi kesehatan melalui penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap menyikat gigi siswa di SDN 07 Cilandak Barat. Disarankan kepada sekolah agar memberikan promosi kesehatan secara rutin kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap menyikat gigi siswa.
Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Indramayu Amar, Muhammad Ikhsan; Nasrulloh, Nanang; Puspita, Ikha Deviyanti; Fatmawati, Iin; Maharani, Rafiah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 9, No 1 : Februari 2024
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v9i1.16431

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia khususnya Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kabupaten IndramayuMetode: Penelitian ini menggunakan desain studi Case-Control (kasus-kontrol. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59. Besar sample Berdasarkan perhitungan uji beda proporsi adalah 100 anak dengani perbandingani besari sampeli kasus dengan kontrol yaitu 1 : 1. Instrumen penelitian yaitu kuesioner yang sudah divalidasi. Pengolahan data menggunakan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda (a = 0,05)Hasil: Hasil akhir dari model presiksi terdapat 4 variabel yang Berhubungan dengan stunting yaitu Umur Ibu dengan OR 95%Cl (5,123 (1,855-14,148), pendidikan Ibu dengan OR 95%Cl = 3,608 (1,186-10,975), Pengetahuan dengan OR 95%Cl = 3,112 (1,211-7,955) dan variable ASI Eksklusif dengan OR 95%Cl 3,435 (1,297-9,092).Kesimpulan: Program intervensi kesehatan masyarakat secara daerah dan pemangku kepentingan yang bekerja untuk memperbaiki gizi anak harus fokus pada faktor-faktor penentu ini untuk mengurangi stunting
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) Karlina, Putri Maysi; Maharani, Rafiah; Utari, Dyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.126

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam gedung. Manusia menghabiskan 70-80% waktunya di dalam ruangan, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan dan berdampak pada efektifitas pada pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja dengan SBS. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan Studi Literature Review. Penelitian dilakukan dengan cara penelusuran data dengan topik faktor-faktor yang berhubungan dengan sick building syndrome seperti pencahayaan dan suhu. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar tahun 2013 – 2020. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa AC, ventilasi, psikososial, pencahayaan, suhu, kelembaban dan kebisingan, umur dan jenis kelamin, serta masa kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan Sick building syndrome. Kesimpula: hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara SBS dengan pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja. Saran pekerja melakukan olahraga secara teratur dan tidak melakukan pekerjaan yang berlebihan. Instansi terkait melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin peralatan dan perlengkapan kerja. Factors Related to Sick Building Syndrome (SBS) Abstract Background: Sick Building Syndrome (SBS) is a collection of symptoms felt by people living in a building. Indoors, people spend 70-80 per cent of their time, this can cause health issues like fatigue and affect productivity in the workplace. The purpose is determine whether a relationship exists between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, gender, psychosocial and work period with sick building syndrome. Methods: This Study is a literature review study. The study that tracks data of factors related to sick building syndrome like lighting and temperature. The data tracking with Google Scholar published in 2013-2020. Result: The results showed that air conditioning, ventilation, psychosocial conditions, lighting, temperature, humidity and noise, age and sex, and years of service were all factors that were significantly associated with Sick Building Syndrome. Conclusion: The study showed a relationship between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, sex, psycho-social and work period with sick building syndrome. Reccomended to workers do daily exercise and do not unnecessary work. Routine inspection and repair of equipment and materials for work is carried out by the company.