Claim Missing Document
Check
Articles

PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIC Nabila Azizah; Gatot Adi Susilo; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan karena merupakan salah satu pusat pendidikan di Jawa Timur. Gelar sebagai pusat pendidikan didukung dengan jumlah sekolah yang cukup besar juga peningkatan jumlah pelajar setiap tahunnya sehingga kota Malang menjadi salah satu kota yang menjadi pilihan bagi pelajar untuk melanjutkan sekolah, terutama bagi mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dengan potensi pelajar yang terus bertambah, maka muncul kebutuhan akan fasilitas pengembangan pendidikan di kota Malang sehingga diharapkan fasilitas perpustakaan dapat menjadi sarana belajar bagi masyarakat agar lebih meningkatkan budaya literasi sehingga menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan konsep Biophilic, diharapkan perpustakaan menjadi tempat untuk belajar bagi masyarakat dengan fasilitas yang menunjang produktifitas namun tidak memisahkan manusia dari alam.
LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I DI BLITAR TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Amalita Saputri; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kenakalan anak-anak dibawah umur di Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan pola hidup keseharian dan tekanan sosial, karena tuntutan hidup mereka melakukan tindakan kriminal. Anak yang telah melakukan tindak kriminal lebih tepat disebut sebagai anak yang bermasalah dengan hukum. Mereka ditempatkan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang pada umumnya penanganannya hanya memberikan efek jera, serta tidak ada penanganan khusus sehingga hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang kurang diperhatikan. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya suatu perubahan dari berbagai bidang, salah satunya dari bidang arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan data yang akurat dan konkret. Metode kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Dari data-data tersebut akan dianalisis dengan konsep desain yang akan diangkat. Setelah analisa dapat disimpulkan bahwa perancangan dengan tema arsitektur perilaku dapat membantu anak-anak yang bermasalah dengan hukum tidak kehilangan hak-haknya sebagai anak serta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
WISATA ALAM TULUNG NI’ LENGGO TEMA: ARSITEKTUR LINGKUNGAN Andrya Putra Pratama; Gaguk Sukowiyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jurnal ini membahas mengenai perancangan sebuah kawasan wisata alam dengan tema arsitektur lingkungan, yaitu daerah di Indonesia yang berpotensi tetapi belum dikembangkan dengan baik, yaitu berada di Desa Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Salah satu obyek wisata yang ada di daerah tersebut yaitu Wisata Alam Tulung Ni’ Lenggo. Wisata Alam Tulung Ni’ Lenggo ini dikembangkan sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan, tempat rekreasi, serta peningkatan sosial ekonomi masyarakat lokal. Ditinjau dari kondisi Wisata Alam Tulung Ni’ Lenggo banyak aspek yang belum dikembangkan. Perancangan Wisata Alam Tulung Ni’ Lenggo ini menggunakan metode yang memperhatikan fenomena masyarakat, dari aspek sosial budaya. Perancangan ini mempertahankan sifat alami, menyesuaikan lingkungan sekitar. Penulis berharap akan dapat menarik wisatawan hingga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dari perancangan ini didapatkan hasil, di antaranya yaitu kemudahan untuk akses menuju tapak, pada konsep bentuk yang menyesuaikan dengan budaya lokal daerah Kalimantan. Pada konsep struktur, yang tepat untuk Wisata Alam Tulung Ni’ Lenggo yaitu struktur yang tahan terhadap kondisi tanah yang lembab. Lalu, pada konsep utilitas, akan memanfaatkan potensi tapak guna meminimalisir energi.
GEDUNG OLAHRAGA GANECA KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR MODERN Alda Nurulita; Breeze Maringka; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendukung peran dalam pembangunan kota harus memiliki strategi dalam perancangannya sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan untuk memajukan kota. Dapat dilihat permasalahannya di Kota Batu memerlukan wadah baru untuk kepentingan orang banyak dalam berkegiatan dalam bidang olahraga, pendidikan maupun pemerintahan. Dalam hal ini berkaitan dengan adanya isu pembangunan gedung olahraga lama di kota batu yang kini beralih fungsi sebagai lapak berjualan. Perancangan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mewadahi segala aktivitas berkelompok maupun individu guna memelihara kesehatan, meningkatkan moral, sportivitas, disiplin dan mempererat persatuan dan kesatuan yang terbangun dengan tema arsitektur modern. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode kualitatif. Dengan hasil bangunan Gedung Olahraga Ganeca Kota Batu yang diperkuat akan prinsip prinsip tema modern yang akan menjadikan sebuah karakteristik dan akan berkembang menjadi bentuk Gedung Olahraga Ganeca yang megah.
Participatory Approach in Designing Tunas Bangsa 02 PAUD School Learning Facilities Tutut Nani Prihatmi; Ghoustanjiwani Adiputra; Hani Zulfia Zahro
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.629 KB) | DOI: 10.53621/jider.v2i1.72

Abstract

School’s learning facility is one of the crucial components in supporting optimal education to achieve the educational goals, including early childhood education (PAUD). However, Tunas Bangsa 02 PAUD School is a private school that raises its finances and does not take any school fees (free tuition). The improvements to infrastructure and teaching resources are limited and carried out independently. It is necessary to have proper and directed planning so that the development of the learning facility follows the most critical needs. This study describes the design of participatory assistance to map the learning facilities. The participants in this program were the owner of the foundation, financial donors, representatives of parents, and all teachers, accompanied by a team of experts. Of the eight participatory design processes that have been implemented in this initial study, the researchers found that the participatory approach can be applied optimally and able to provide convenience for the school to map, plan and arrange their learning facilities, and a program design of Consultation Stage that consists of 5 stages can be implemented in the following years.
GEDUNG PERTUNJUKAN TEATER KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Sultan Achmad Jamaludin Akbar; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang merupakan fasilitas gedung pertunjukan teater bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Namun seiring berkembangnya zaman kesenian tradisional pun semakin tertinggal, oleh karena itu didukung dengan fasilitas memadai dan mampu menarik minat masyarakat. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang dengan tema Neo-Vernakular bertujuan mempertahankan gaya atau ciri khas suatu budaya tradisional atau bisa diambil dari karakteristik yang ada di Kota Malang. Penataan dan desain pada Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang yang disesuaikan dengan ciri khas Neo-Vernakular digunakan sebagai dasar dalam merancang sehingga muncul karakteristik tertentu baik pada ruang maupun pada bangunan. Penataan ruang luar yang ditata sedemikian rupa dengan memunculkan karakteristik memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai pendukung serta menarik minat masyarakat dalam mengunjungi fasilitas ini. Diharapkan fasilitas ini mampu menjadi wadah tontonan/pertunjukan dan mempunyai fasilitas umum yang memadai dalam melestarikan budaya kesenian teater di Jawa Timur khususnya yang ada di kota Malang.
Observations of spatial and physical characteristics in the public space environment as a measurement parameter of visual comfort Ghoustanjiwani Adi Putra; Daim Tri Wahyono
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This descriptive qualitative study is part of the prelimanary study which aims to examines of spatial and physical characteristics in the public space environment as a measurement parameter of visual comfort on the quality of the environment public open space. The author will conduct a qualitative descriptive analysis using literature data and results of previous studies in evaluating the quality of public spaces based on visual quality. This case study takes an object in the form of green open space, "Singha Park," with all the forming attributes in the form of hardscape and softscape elements. In this study, it was found that "Taman Singha" is a reasonably effective and in good quality. Based on the analysis and observations on visual physical characters using guidelines from PPS (Project of Public Space), 2011. Using six PPS parameters, we found that using two parameters of visual quality measurement, namely: Comfort and image. where these two parameters are found in "Taman Singha."
A Preliminary Survey in Improving Learning Space Facilities and Environment in "Tunas Bangsa" Early Childhood Education Hani Zulfia Zahro'; Tutut Nani Prihatmi; Ghoustanjiwani Adi Putra
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With a population of 11,200 people, Harjokuncaran village still has a reasonably high poverty rate accompanied by a low majority of education levels. This condition can be seen from the educational facilities and environment, especially in early childhood education institutions. One example is in PAUD Tunas Bangsa 02 as the study object in this research. Data collection was carried out by field observation and direct interviews. The collected qualitative data are sorted by content analysis, displayed using the data display method and presented in data grouping. This qualitative research stage was only limited to the Preliminary Survey. At this preliminary stage, the research will only focus on obtaining data, include regional conditions, spatial, and physical and social characteristics data. These three types of data will be used as initial data in determining the next research process in the future.
Metode Analisis Skala Makro untuk Perencanaan Desa Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan Redi Sigit Febrianto; Ghoustanjiwani Adi Putra; Budi Fathony
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.345 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17180

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji metode analisis tingkat makro pada perencanaan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan (quality and sustainable tourism). Desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah pedesaan, mempercepat transformasi pertumbuhan ekonomi pedesaan dibalut nuansa budaya pedesaan. Metode pengumpulan data berdasarkan kajian literatur tentang obyek sejenis (desa wisata) dan tema sejenis (analisis skala makro). Penelitian ini menggunakan analisis isi dan analisis induktif. Proses perencanaan dan perancangan desa wisata umumnya akan sangat baik jika melibatkan warga desa, perangkat desa, berasal dari partisipatori dari warga. Desain partisipatori warga yang dibalut nuansa budaya akan mengangkat momentum tradisi, budaya, dan eksotisme lingkungan pedesaan. Perancangan dan perencanaan berdasarkan partisipatori warga yang dibalut nuansa budaya akan menghasilkan kebaruan yang otentik (novelty). Ada aspek empat aspek yang berpengaruh dalam perencanaan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, yaitu: (1) aspek lingkungan/alam, (2) aspek ekonomi-sosial, (3) aspek ekonomi-budaya, dan (4) aspek lingkungan binaan (fisik/bangunan ).
KANTOR BERSAMA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Satria Wardiman; Gaguk Sukowiyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Bersama di Kota Malang merupakan fasilitas kantor umum yang dimana nantinya juga bisa menjadi kantor sewa untuk perusahaan Swasta. Bangunan perkantoran adalah tempat untuk melakukan aktivitas perekonomian, dalam perkantoran pekerjaan utamanya ialah dalam keegiatan penanganan menejemen dan kegiatan informasi maupun membuat keputusan berdasarkan informasi yang sudah ada. Hal tersebut bisa membuat perubahan luas kantor berdasarkan organisai, struktur ,dan menejemen. Oleh sebab itu perancangan bangunan kantor diperlukan perancangan yang jelas dimulai dari perancangan, keamana, bentuk, arsitektur, struktur, biaya dan jasa yang tersedia. Kantor Bersama ini juga akan menyediakan fasilitas fasilitas yang bisa di gunakan oleh masyarakat yang melakukan kegiata di kantor tersebut. Pada banguna Kantor Bersama ini memiliki banguna dengan pendekatan arsitektur modern yang dimana pada wilayah dan lokasi pembangunannya sangat mendukung dengan pendekatan arsitektur modern. Oleh karena itu bangunan Kantor Bersama di Kota Malang ini sangat di butuhkan untuk perusahaan-perusahan kecil yang baru. Maka untuk merealisasikan gedung ini di perlukan perancangan yang sangat matang dengan perhitungan dan analisa yang baik, yang nantinya akan menghasilkan bangunan ekonomis, dan estetika.