Claim Missing Document
Check
Articles

REDESAIN MUSEUM KERETA API DI KOTA BONDOWOSO TEMA: ARSITEKTUR KOLONIAL Aldien Naufal Setya Putra; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum kereta api di Kota Bondowoso ini merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda di Bondowoso. Museum ini dulunya adalah stasiun kereta api yang dinonaktifkan di tahun 2004 dan menjadi museum di tahun 2016. Redesain museum ini diharapkan bisa memberikan tampilan bangunan baru yang sebelumnya kurang representatif dan tata ruangnya yang cenderung membosankan, juga bertujuan agar Kota Bondowoso ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Metode perancangan ini diawali dengan menganalisis data museum yang lama, menganalisis data eksisting tapak, menyelesaikan hasil analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting yang perlu perbaikan dan mendesain ulang yang belum memadai. Hasil dari penelitian adalah perlu adanya perbaikan desain pada bangunan dan ruang pamer di museum, dimana ruang pameran museum yang merupakan ruangan penting bangunan ini akan lebih di luaskan agar pengunjung bisa lebih luasa dan juga memberikan suasana jaman perkembangan kereta di Indonesia.
RUMAH SUSUN MAHASISWA DI KOTA KEFAMENANU TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Julius Odo Ronaldo Boikletes; Breeze Maringka; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun Mahasiswa di Kota Kefamenanu Merupakan suatu perencanaan dan perancangan dengan menerapkan tema arsitektur hijau dengan memanfaatkan energy alam seperti menghemat energy pada bangunan, penghawaan alami dan mengurangai pemanasan global di siang hari. Perancangan Rumah Susun Mahasiswa ini bertujuan untuk mendukung pendidikan mahasiswa dengan adanya fasilitas tambahan seperti perpustakan, fasilitas olaraga, serta memudahkan sarana transportasi mahasiswa.Rumah susun ini juga sebagai salah satu sarana pendukung bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota sehingga dapat mengurangi biaya transportasi. Oleh karena itu harapan rancangan Rumah Susun Mahasiswa ini mampu menjadikan salah sarana pendukung yang baik dan bermutu bagi mahasiswa di Kota Kefamenanu, serta dengan adanya fasilitas tambahan ini mampu meningkatkan ilmu pendidikan mahasiswa.
GREEN RESORT DI KAWASAN KUTA UTARA BALI TEMA: GREEN ARCHITECTURE Teresa Yesi Rosa Krisnanda; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort di Kawasan Kuta Utara Bali tepatnya di Canggu dengan tema green architecture adalah bangunan yang ditujukan sebagai tempat untuk peristirahatan sementara atau menginap dengan memanfaatkan potensi alam sekitar yaitu pantai Batu Bolong, dengan desain green arsitektur maka semaksimal mungkin bangunan menggunakan sumber daya alam dan material-material yang ramah lingkungan. Latar belakang perancangan resort ini dikarenakan perkembangan pariwisata yang amat pesat di daerah Kuta Utara terutama di daerah Canggu sedangkan permasalahan yang ada adalah kurangnya penginapan yang bersifat rekreatif dan berfasilitas lengkap. Dengan berkembangnya penggunaan sosial media sebagai salah satu platform untuk menyebarkan informasi dan pemasaran maka dapat digunakan untuk mempromosikan keberadaan resort ini. Dengan adanya perancangan resort ini dikawasan pantai Batu Bolong diharapkan dapat meningkatkan pemasukan untuk warga sekitar dan dapat menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat Bali. Kurangnya penginapan dengan fasilitas yang lengkap untuk pengunjung yang berwisata di daerah pantai Batu Bolong ini, maka dengan adanya perancangan resort ini akan menambah daya tarik untuk wisatawan yang datang berkunjung ke Bali bagian Kuta Utara yaitu tepatnya Canggu. Diharapkan juga dengan adanya perancangan resort di daerah ini dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada.
PERANCANGAN TERMINAL BUS TIPE B DI KOTA NGANJUK TEMA: ARSITEKTUR MODERN Rizal Ramadhani; Suryo Tri Harjanto; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Nganjuk memiliki terminal bus yang dibutuhkan oleh masyarakat daerah sekitar. Kini yang menjadi permasalahan adalah kurangnya fasilitas yang memadai pada terminal bus di Kabupaten Nganjuk. Hal ini berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat maupun penumpang bus.. Perancangan Terminal Bus Tipe B di Kota Nganjuk menjadi salah satu kelebihan dalam tujuan memunculkan fasilitas yang baik untuk penumpang bus. Tema arsitektur modern dipilih untuk perancangan terminal bus dengan memberikan kesan sederhana dan fungsionalitas sebuah bangunan terminal bus Kabupaten Nganjuk. Perancangan ini menghasilkan tema arsitektur modern yang pada terminal tipe B, dengan tujuan untuk menambah fasilitas utama dan pendukung yang bagi pengunjung terminal bus. Dengan melihat banyaknya aktivitas dalam terminal bus, ada baikny beberapa fasilitas di terminal perlu disediakan dengan jumlah yang cukup.
PRIVATISASI DALAM RUANG PUBLIK: Studi Kasus: Taman Merbabu Malang Ghoustanjiwani Adi Putra; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.932 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.133

Abstract

Ruang Publik dalam sebuah produksi ruang di dalam kota menghasilkan berbagai disffungsi ruang salah satu nya adalah “Privatisasi”. Terbentuknya ruang publik yang berbasis Sosio Culture nyatanya mampu menjadi permasalahn yang perlu diselesaikan oleh pada aktor di dalam kota, yang dimaksud aktor disini adalah: masyarakat kota dengan multivariasi gender, status, kewenangan dan kepentingan yang tentunya berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran fenomen Privatisasi sebagai salah satu bentuk “after effect” dari sebuah produksi ruang publik kota yang telah diproduksi melalui proses gagasan, perencanaan dan perancangan, hingga aplikasi kedalam bentuk fisik ruang tersebut. Analisin Diskriptif digunakan untuk mendetailakan dan memberikan batas dan kejelasan bias Fenomena yang terpilih pada Studi kasus yang terpilih yaitu: ”Privatisasi dalam Taman Merbabu”. Dari penelitian ini dapat disimpulkan gejala privatisasi dapat dikendalikan dengan adanya pengendalian karakteristik fisik spasial ruang publik dan karakteruistik social pada ruang publik.
IDENTIFIKASI URBAN ACTORS PADA PEMBENTUKAN RUANG KETIGA (THIRDSPACE) DI RUANG PUBLIK URBAN: STUDI KASUS: KORIDOR JL.BANDUNG, MALANG Ghoustanjiwani Adi Putra
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.403 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.256

Abstract

Ruang ketiga (Thirdsaoce) merupakan salah satu bentuk disfungsi spasialitas pada kota. Salah satunya ada pada ruang publik yang menjadi obyek studi kasus pada penelitian ini yaitu koridor Jl. Bandung Malang. Penelitian lanjutan ini berfokus pada bagaiamana dan oleh siapa terbentuknya ruang ketiga pada Studi Kasus terpilij. Yaitu dengan meng identifikasikan Urban Actors yang membentuk ruang ketiga (Thirdspace). Jenis Case Study research ini menggunakan metode pendekatan kualitiatif ekplanatori dan ekporatori fenomena deng metode pengumpulan data menggunakan pendekatan pengamatan terlibat dan mapping behaviour. Data yang terkumpul dari proses pengumpulan data di olah kedalam proses data display dan di analisa secara diskriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aktor yang paling dominan dalam terbentuknya ruang ketiga adalah jenis aktor Mayor Sosial Aktif.
Desain Partisipasi Dalam ruang Publik, Ruang komunal Sosial Dalam Kampung Heritage Tawangsari Sebagai Salah Satu Bentuk Aplikasi Unsur Keberlanjutan Sosial Ghoustanjiwani Adi Putra; Hani Zulfia Zahro
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.164 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.874

Abstract

Sosio Culture dari masyarakat Sumbersari sangat tinggi terbukti dengan swadaya bedah Rumah bagi warga kurang mampu dan berberapa kegiatan masyarakat lainya seperti, gotong-royong dan acara kampung Heritage Tawangsari. Tujuan dari peneltian ini adalah melakukan kajian desain partisipasi ruang publik terkait konsep keberlanjutan. Penelitian ini merupakan studi ekplorasi secara kualtitatif dengan mengkaitkan tema terpilih dengan aspek sosial dari konsep keberlanjutan, dimana pada aplikasi desain partisipasi ruang publik di Kampung Tawangsari dinilai salah satu aplikasi konsep berkeanjutan yang memfokuskan dari aspek sosial.
IDENTIFIKASI URBAN ACTORS PADA PEMBENTUKAN RUANG KETIGA (THIRDSPACE) DI RUANG PUBLIK URBAN: STUDI KASUS: KORIDOR JL.BANDUNG, MALANG Ghoustanjiwani Adi Putra
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.701 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i01.1079

Abstract

Ruang ketiga (Thirdsaoce) merupakan salah satu bentuk disfungsi spasialitas pada kota. Salah satunya ada pada ruang publik yang menjadi obyek studi kasus pada penelitian ini yaitu koridor Jl. Bandung Malang. Penelitian lanjutan ini berfokus pada bagaiamana dan oleh siapa terbentuknya ruang ketiga pada Studi Kasus terpilij. Yaitu dengan meng identifikasikan Urban Actors yang membentuk ruang ketiga (Thirdspace). Jenis Case Study research ini menggunakan metode pendekatan kualitiatif ekplanatori dan ekporatori fenomena deng metode pengumpulan data menggunakan pendekatan pengamatan terlibat dan mapping behaviour. Data yang terkumpul dari proses pengumpulan data di olah kedalam proses data display dan di analisa secara diskriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aktor yang paling dominan dalam terbentuknya ruang ketiga adalah jenis aktor Mayor Sosial Aktif
RUANG TEMPORER SOSIAL SEBAGAI SALAH SATU BENTUK RUANG SOSIAL DAN ASPIRASI MASYARAKAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RUANG PUBLIK KOTA Ghoustanjiwani Adi Putrag; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.183 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2348

Abstract

Ruang temporer sosial dipahami sebagai ruang publik yang terbentuk dariproses sosial. Dalam (Lefebvre 2000) “production of space” ruang sosoaldigambarkan kedalam bentuk ruang yang terstruktur dari waktu (Time).Pada studi kasus terpilih yaitu: Festival kampung sedjarah Tawangsari,penulis melakukan kajian evaluasi secara deskriptif dari kajian literatur danhasil penelitian terkait. Penulis menemukan bahwa ruang sosial temporerpada studi kasus dipengaruhi oleh 3 faktor jaringan pembentuk antara lain:Ikatan Antar aktor pembentuk yang simetris, ikatan antar individu aktor padajaringan masyarakat yang lebih luas dan adanya struktur ikatan sosial yangterhubung .
Analisa kualitas visual dan non visual ruang publik yang berbasis CSR. : Studi kasus: Taman Nivea Malang Ghoustanjiwani Adi Putra; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2810

Abstract

Taman nivea merupakan salah satu ruang publik dikota Malang yang menjadi salah satu taman dari program CSR (Coorperate Social Responsibilty) dari Nivea yang keberadaanya menjadi salah satu alternative masyarakat kota malang untuk berkumpul. Pada analisa studi kasus ini penulis akan melakukan analisa deskriptif secara kualitatif menggunakan data literature dan data primer berupa hasil penelitian-penelitan terdahulu dalam mengevaluasi kualitas ruang publik berdasarkan kualitas visual nan non visual menggunakan 6 kriteria kualitas ruang publik dengan pedoman assessment ruang publik dari PPS (Public space project) dan mengacu pada Smardon. R.C (1986) melaui Foundation For Visual Project Analysis yang telah dipakai diberbagai riset ruang publik baik riset kualitatif maupun riset kuantitatif. Dari hasil evaluasi kualitatif ini didapt kesimpulan bahwa ruang publik merupakan ruang yang cukup memiliki kualitas visual dan non visual yang cukup baik.