Articles
METODE DATA DISPLAY DALAM PRELIMINARY SURVEY LAPANGAN DI TK TUNAS BANGSA (SUMBERMANJING WETAN, MALANG)
Ghoustanjiwani Adi Putra;
Tutut Nani Prihatmi;
Hani Zulfia Zahro
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3323
Dengan jumlah penduduk sebanyak 11.200 jiwa, dengan 3250 KK, Gakin/binaan sebanyak 600 jiwa, desa Harjokuncaran masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi disertai tingkat pendidikan yang mayoritas rendah, hal ini dapat dilihat dari keterbatasan fasilitas pendidikan yang memadai. Salah satu fasilitas pendidikan ini adalah PAUD Tunas Bangsa 02 yang merupakan obyek studi kasus pada penelitian ini. Pengumpulan data pada survei awal ini dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara langsung. Data kualitatif yang terkumpul disortir dengan teknik pengelompokan data melalui content analisis. Data data yang telah di sortir melalui content analisis tersebut akan ditampilkan dengan metode data display dan disajikan dalam bentuk pengelopokan data berdasarkan variabel dan conten data. Tahap penelitian kualitatif ini hanya sebatas Preliminary Survey. Pada tahap ini penelitian akan hanya terfokus dalam perolehan data. Data data yang didapat dalam Preliminary Survey antara lain: data terkait kondisi wilayah, data karakteristik fisik spasial, dan data karakteristik sosial. Ketiga jenis data ini akan digunakan sebagai data awal dalam menentukan proses penelitian selanjutnya di waktu yang akan datang. Dimana penelitian yang akan datang akan berfokus dalam pengolahan data tersebut sebagai data awal untuk merencanakan dan merancang fasilitas pembelajaran pada studi kasus Paud Tunas bangsa 02.
Analisa Mikro Hunian Bernuansa Islam
Ghoustanjiwani Adi Putra;
Budi Fathoni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4441
Penelitian ini merupakan penelitian multih tahun yang akan dilakukan selama 3 tahun (2021-2023) dimana masing masing tahun akan di batasi berdasarkan zona pembahasan yaitu: Analisa mikro (2021), Analisa Messo (2022) dan Analisa Makro (2023). Analisa Diskriptif ini merupakan hasil dari penelitian tahun pertama (2021) yang bertujuan memberikan gambaran dan wawasan konsep hunian islami yang dianalisa secara mikro (Hunian). Studi kasus yang dipilih di dalam penelitian ini yaitu Perumahan PRIMALAND: dePRIMA yang merupakan perumahan Islami di kota Malang. Hunian Islami akan dikaji dalam berberapa variabel kajian antara lain: Bentuk, Fungsi dan Tatanan Spasial ruang dalam nya. Dalam penelitian tahun ini peneliti berfokus pada analisa mikro hunian islami yaitu pada bentuk, ruang dalam/tatanan Spasial, dan fungsi hunian berdasarkan kajian arsitektur islami. Dari hasil Analisa diskriptf ini didapat bahwa secara mikro (hunian) pada perumahan Primaland dapat di simpulkan secara tipologi bentuk sudah memenuhi Prinsip Elemen bentuk dalam Arsitektur islam, namun secara fungsi Spasial Arsitektur Islam masih memerlukan penerapan yang lebih detail.
PERANCANGAN SUPERBLOK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIGH-TECH
Nicodimus Wijanarko;
Suryo Tri Harjanto;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan Superblok di Kota Malang merupakan sebuah kawasan berkonsep one stop living area yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan masyarakat Kota Malang dari segi komersial, rekreasi, hingga hunian. Selain itu, tujuan lain dari adanya kawasan ini sebagai solusi kemacetan Kota Malang yang selalu Meningkat tiap tahunnya, serta menjawab keresahan masyarakat Kota Malang akan lahan hunian yang semakin terbatas dan mahal. Pendekatan desain arsitektural yang digunakan dalam Perancangan Malang Superblok ini mengacu pada hasil pendalaman observasi setempat serta studi banding perancangan serupa, sehingga diharapkan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat Kota Malang. Urutan dan penataan ruang yang disesuaikan dengan urgensi era millennial yang selalu praktis juga digunakan sebagai dasar dalam merancang, sehingga muncul ketersinambungan yang baik pada ruang maupun bangunan. Demi beradaptasi dengan era Industri 4.0 dan pendemic, tema High-Tech diambil menjadi tema perancangan ini karena dirasa sangat tepat dikaitakan dengan prinsipnya. Dengan demikian diharapkan kawasan serta fasilitas ini mampu menjadi jawaban bagi masyarakat Kota Malang dari segi komersial, hiburan, hingga hunian yang jauh lebih baik lagi, serta mampu menjadi landmark dan ikon baru di Kota Malang.
DESA EDU WISATA SUMBEREJO DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK
Afifa Tifliya Wulandari;
Suryo Tri Harjanto;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Sumberejo, Kota Batu menjadi salah satu desa yang memiliki potensi dalam bidang pertanian. Banyaknya lahan pertanian di Desa Sumberejo memungkinkan terjadinya panen yang berlebihan. Sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan berupa limbah sayur. Perancangan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi desa dan memberikan alternatif penyelesaian masalah dengan adanya desain kawasan wisata edukasi pedesaan yang bertanggung jawab pada keberlanjutan alam sekitar. Penerapan tema arsitektur biofilik mampu memberikan adaptasi, hubungan positif, serta keterikatan emosional antara alam dan manusia secara berulang serta berkelanjutan. Penggunaan metode rancangan dimulai dari mengetahui isu, memahami objek dan tema, mengumpulkan data, menganalisis dan membuat konsep rancangan. Tata ruang, bentuk dan struktur bangunan berupa hasil keterkaitan antara prinsip arsitektur biofilik dengan lingkungan serta respon utilitas terhadap desain lanskap. Dengan demikian diharapkan rancangan ini dapat menciptakan kawasan wisata dengan fasilitas edukasi dan rekreasi. Selain itu, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan ekonomi warga Desa Sumberejo.
EDU WISATA DESA SUMBEREJO DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL
AL Maulana Salong;
Ghoustanjiwani Adi Putra;
Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Didukung dengan potensi di bidang pertanian atau hortikultura, pemerintah kota batu melakukan pergerakan dengan penyiasatan mewujudkan kota batu menjadi Kawasan wisata Agropolitan. Penyiasatan tersebut membutuhkan dorongan dengan mengembangkan tiap tiap desa di kota batu sebagai potensi wisata dengan pengonsepan ramah lingkungan. Salah satu Desa yag kini termasuk dalam pengembangan tersebut ialah Desa Sumberejo yang dimana memiliki potensi perihal pertanian tanaman pangan seperti krisan, brokoli, mawar, seldri, dan lain sebagainya. Potensi inilah yang membangun ide untuk perancangan agrowisata yang memungkinkan wisatawan mengenali lebih dalam perihal bercocok tanam. Adapun limbah pertanian yang tak terkelola dengan baik dapat diselesaikan dengan rekayasa teknologi pengolahan limbah yang diintegrasikan dengan penciptaan energi terbarukan seperti pembuatan pupuk cair dan padat non kimia. Dengan dipadukan dengan elemen arsitektur kontekstual dimana fungsi wisata sendiri sebagai penunjang dari lingkungan sekitar serta penggunaan bentuk bangunan yang mecocokan dengan gaya arsitektur setempat. konsep dari perancangan Edu wisata ini difungsikan untuk pengenalan dan edukasi berupa pertanian dan perkebunan dengan pemanfaatan SDA yang telah ada. dimana tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa dengan penerapan Arsitektur kontekstual untuk rancangan sebagai bentuk pemanfaatan potensi lingkungan secara optimal antara objek rancangan dengan lingkungannya.
DESA EDU WISATA SUMBEREJO DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Ken Ade Tamarully;
Gaguk Sukowiyono;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Batu sangat berpotensi dalam bidang pertanian dan perkebunan. Pemerintah memfokuskan Kota Batu menjadi Kawasan Agropolitan. Dengan cara mengembangkan desa-desa menjadi daerah wisata berbasis ramah lingkungan. Salah satu desa yang berusaha dikembangkan yaitu Desa Sumberejo. Potensi yang dimiliki berupa pertanian Hortikultura. Selain berpotensi dalam wisata petik sayur, pengolahan pasca panen juga menjadi fokus pemerintah agar Kota Batu dapat mengolah sayur yang dipanen secara berlebihan dan mengolah limbah sayur itu sendiri. Selain itu juga budaya tradisional menjadi fokus utama pada Kota Batu. Terutama pelestarian permainan tradisional yang mulai ditinggalkan anak jaman sekarang. Adanya perancangan kawasan edu wisata yang berfungsi sebagai wadah agar wisatawan lebih mengenal dan melestarikan lingkungan dengan baik. Tema yang tepat untuk perancangan menggunakan tema arsitektur hijau. Dimana tema ini menerapkan prinsip-prinsip arsitektur hijau. Seperti penghematan energi dan memanfaatkan kondisi lingkungan dll. Dengan adanya konsep arsitektur hijau diharapkan membantu dan menunjang kenyamanan pengguna dalam melakukan aktifitas. Serta dapat menjadi Kawasan Edu Wisata yang berbasis ramah lingkungan.
DESA EDUWISATA SUMBEREJO, KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Muhammad Khafid Kadafi;
Debby Budi Susanti;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Eduwisata Sumberejo Kota Batu menjawab atas isu pemerintah Kota Batu untuk mencapai Kota Batu sebagai kawasan agropolitan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Dengan menerapkan arsitektur tropis pada desa sumberejo yang memiliki iklim tropis lembab sehingga dapat menghasilkan perancangan dapat menyesuaikan potensi yang ada. Metode perancangan yang di gunakan adalah mencari isu/latar belakang, pemilihan lokasi, studi literatur fungsi dan tema, Program rancangan, analisa dan konsep rancangan. Pola ruang yang digunakan ialah campuran yaitu terdiri dari pola radial dan linear. Konsep bentuk bangunan menerapkan aspek arstiektur tropis yaitu menggunakan atap segitiga, teritisan yang lebar, mengutamakan sirkulasi silang dalam bangunan, serta menggunakan berbagai jenis vegetasi. Struktur utama yang digunakan adalah rangka kaku dengan material lokal seperti kayu dan bambu, struktur bawah menggunakan pondasi batu kali, umpak dan footplate, sedangkan struktur atas menggunakan kuda-kuda kayu atapun bambu dengan kemiringan atap 30-45 derajat.
DESA EDUWISATA SUMBEREJO KOTA BATU TEMA: SUSTAINABLE ARCHITECTURE
Maksimilianus Jata;
Debby Budi Susanti;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam mewujudkan kota wisata agropolitan pemerintahan Kota Batu bekerja sama dengan desa yang terdapat potensi wisata pertanian seperti desa Sumberejo. namun, terdapat beberapa permasalahan pada tapak seperti kurangnya citra desa sebagai desa wisata, adanya limbah sayur akibat overstock serta kurangnya minat petani terhadap sayuran organik. Oleh karenan itu perlu adanya solusi yang memanfaatkan potensi pertanian yang dapat meningkatkan citra desa wisata yang tetap mempertahankan keselarasan dengan lingkungan sekitar dan pemanfaatan lahan. sehingga, dengan pendekatan tema sustainable architecture merupakan Langkah untuk mewujudkan desain yang teritegrasi dengan lingkungan sekitar, keadaan sosial masyarakat serta peningkatan ekonomi. Wujud implementasi tema terhadap permasalahan pada tapak dapat di lihat melalui adanya fasilitas wisata petik berupa green house, kemudian bangunan pengolahan sayur kemas dan dilanjutkan dengan pengolahan limbah sayur menjadi pupuk poc serta beberapa fasilitas lain yang dapat mewujudkan desa wisata yang dapat memberikan pengalam belajar kepada pengunjung.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK DAN PAMERAN DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Bayu Himawan Nugroho;
Daim Triwahyono;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota malang semakin kekurangan wadah bagi musisi dan seniman untuk menggelar pertunjukan, dibangunnya gedung ini berfungsi sebagai wadah yang dapat menampung dan menyediakan fasilitas untuk pelaku seni di Kota Malang dalam pertunjukan musik dan seni. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan musisi dan seniman di Kota Malang guna memajukan industri di bidang kesenian. Kota Malang merupakan salah satu barometer musik. Pengaplikasian gaya kontemporer pada bangunan diharap bangunan menjadi mencolok dibanding dengan bangunan yang ada di sekitar, dengan penataan ruang dan sirkulasi yang efisien diharap para pengguna bangunan dapat menggunakan bangunan dengan nyaman. Diharap Gedung Pagelaran Musik dan Pameran yang bertemakan Arsitektur Kontemporer ini dapat digunakan dengan maksimal oleh para pelaku seni khusunya di kawasan Kota Malang untuk berekspresi juga dapat meningkatkan pengembangan industri seni di Kota Malang.
DESA EDU WISATA SUMBEREJO TEMA: ARSITEKTUR EKOLOGI
Hanifa Imania Azmi;
Gaguk Sukowiyono;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dominasi sumber daya di Kota Batu adalah pertanian. Potensi ini digunakan pemerintah daerah untuk menjadikan Kota Batu sebagai Kawasan Wisata Agropolitan dengan konsep Desa Wisata. Potensi pertanian terdapat pada Desa Sumberejo yang berada di Kawasan wisata yang juga berpotensi terciptanya limbah pasca panen yang membludak. Pemanfaatan potensi dilakukan dengan menciptakan fasilitas edu wisata berupa pertanian dan pengolahan limbah pasca panen dengan mengumpulkan isu dan data yang diolah dengan pendekatan Arsitektur Hemat Energi yang mengacu pada prinsip Arsitektur Ekologi. Dengan demikian diharapkan perancangan ini dapat memberikan solusi inovatif dari permasalahan limbah pertanian Desa Sumberejo dengan menyediakan sarana pengolahan limbah yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi pertanian, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah serta menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar.