Claim Missing Document
Check
Articles

STADION GELORA PENATARAN KABUPATEN BLITAR TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Destyan Eka Saputra; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten blitar mempunyai rencana pembangunan stadion bertaraf nasional dengan kapasitas yang besar namun belum ada realisasi dari pemerintah untuk melanjutkan pembangunan, dengan dibangunya stadion ini nantinya berfungsi sebagai ajang tolak ukur Kabupaten Blitar dalam kancah persepakbolaan Indonesia. Kabupaten Blitar merupakan daerah yang sangat potensial guna meningkatkan produktifitas olahraga sepakbola di wilayah jawa timur. Penerapan tema Arsitektur Bioklimatik pada bangunan stadion ini diharapkan nantinya menghasilkan sebuah bangunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan suatu teknologi yang hemat energi dan memaksimalkan liingkungan sekitar yang nantinya bisa digunakan dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna. Diharapkan Stadion Gelora Penataran dengan tema Arsitektur Bioklimatik ini dapat menjadikan sebuah bangunan yang ramah bagi lingkungan sekitar dan juga menjadi ikon untuk daerah Kabupaten Blitar sehingga nantinya dapat menarik minat bibit-bibit muda pesepakbola di daerah Kabupaten Blitar khususnya.
RUMAH SAKIT JIWA DI KEDUNGKANDANG KOTA MALANG TEMA : ARSITEKTUR MODERN Yolanda Alviria Danova; Suryo Tri Harjanto; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan jiwa merupakan salah satu pelayanan yang sama pentingnya dengan pelayanan lainnya. Rumah sakit jiwa adalah untuk pasien yang dapat berkonsultasi, merawat atau merehabilitasi pasien yang dapat menimbulkan bahaya bagi individu dan orang lain. Tujuan redaksi majalah ini adalah mengimplementasikan desain klinik psikiatri dengan fasilitas dan layanan dengan benar. Permasalahannya adalah penyediaan rumah sakit jiwa yang belum tersedia di wilayah Kedungkandang Malang. Merealisasikan desain rumah sakit jiwa ini dengan tema modern yang diadopsi oleh Cantika & Kusianingrum, 2022 dan Kusumaningrini & Latifah, 2022. Semua informasi, dokumen dan pengamatan objektif dan studi lapangan diperoleh dari Internet. Minimnya fasilitas dan jauhnya jarak menuju rumah sakit jiwa terdekat menjadi alasan sebagian besar masyarakat enggan untuk berobat ke dokter spesialis di daerahnya di luar rumah sakit daerah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat dan merawat orang dengan masalah kesehatan jiwa seringkali dianggap tidak terlalu penting. Oleh karena itu, tujuan dari rencana ini adalah untuk memiliki sebuah lembaga kesehatan masyarakat berupa rumah sakit jiwa di Kedungkandang Malang, agar dapat berobat.
Implementasi Focus Grup Discussion dalam Perancangan Desain Fasilitas PAUD Tunas Bangsa 02 Tutut Nani Prihatmi; Ghoustanjiwani Adi Putra; Hani Zulfia Zahro'
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v4i1.6233

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bangsa 02 Desa Harjokuncaran, Sumbermanjing Wetan, didirikan pada bulan Mei tahun 2013 dan merupakan sekolah PAUD swasta yang bebas biaya iuran sekolah (gratis). Karena keterbatasan dana, maka diperlukan perencanaan yang tepat dan terarah agar pengembangan sarana pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan yang paling utama. Untuk menentukan prioritas tersebut perlu dilakukan pengambilan keputusan bersama dan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat yang terkait. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan partisipatif berbasis Forum Group Discussion (FGD) untuk membantu sekolah PAUD Tunas Bangsa 02 memetakan kebutuhan fasilitas yang paling diprioritaskan. Peserta dalam FGD ini adalah pemilik yayasan, donatur, perwakilan orang tua, dan seluruh guru yang didampingi oleh tim abdimas. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2022. Berdasarkan hasil FGD, tim pelaksana pengabdian berhasil memetakan kendala yang dihadapi, solusi yang paling memungkinkan, tingkat prioritas perancangan fasilitas, serta tahun realisasi.
PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM SEJARAH DAN BUDAYA KABUPATEN TULUNGAGUNG TEMA: TRADISIONAL Ahmad Syaifudin S; Daim Triwahyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum menjadi salah satu tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, menggali berbagai macam informasi dan pengembangan wawasan serta ilmu pengetahuan. Seperti halnya Wajakensis museum Kabupaten Tulungagung, sebuah museum yang terletak di selatan kota yang menyimpan ratusan benda–benda bersejarah yang tiap tahun ditemukan. Dari situlah perancangan arsitektur Museum Sejarah dan Budaya Kabupaten Tulungagung diambil untuk merespon museum Wajakensis yang belum memiliki fungsi dan kelayakan aktifitas pengguna sebagaimana mestinya. Karena saat ini museum tersebut hanya sebatas tempat penyimpanan saja. Diluar dari tempat penyimpanan, bahwa seharusnya museum memiliki peran penting sebagai media informasi dan komunikasi untuk menyampaikan isi dari benda yang disimpan kepada pengunjung. Menggunakan tema tradisional menjadikan bentuk perwujudan dari pendekatan budaya setempat pada bangunan yang ada untuk disimpan dan dijadikan bukti sejarah akan keberadan budaya – budaya tempo dulu yang saat ini sudah mulai dilupakan. Maka, perancangan ini akan menjadi sebuah solusi dari berbagai issu yang sudah ditemukan dan permasalahan yang telah dirumuskan hingga menghasilkan sebuah perancangan yang sesuai dengan keberadaan di lingkungan sekitar.
BEACH CLUB DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR NATURAL Friska Bella Bunga Setyowati Putri Pamikat; Gaguk Sukowiyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beach club adalah kata lain dari sebuah club yang berada di pinggir pantai dengan menyuguhkan pemandangan pantai, fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh beach club adalah restoran, kolam renang, bar, pool bar dan lain-lain. Pembangunan beach club ini akan berlokasi di wilayah pantai Watu Leter, di Malang bagian selatan yaitu di Rowotrate, Sitiarjo, Sumbermanjing, Malang, Jawa Timur. Pemilihan konsep Natural pada rancangan Beach Club adalah sebagai usaha menyatukan desain pada bangunan dengan alam yaitu dengan menggunakan material berasal dari alam seperti kayu dan berbatuan dan penerapan utilitas yang dapat memanfaatkan kondisi sekitar tapak.Pembangunan Beach club yang pertama kali di Kabupaten Malang merupakan upaya yang diharapkan akan membantu perkembangan Pariwisata Malang dalam sektor perekonomian dan pariwisata.