Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PEMAKAIAN SERAT ECENG GONDOK TERHADAP KUALITAS MUTU BETON NORMAL Faklav A. Nenometa; Agus Santosa; Mohammad Erfan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.876 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i1.2590

Abstract

Dalam pembangunan di bidang sipil sangat didorong oleh perkembangan teknologi beton dan produk beton yang dihasilkan semakin inovatif, selain itu beton juga merupakan bahan yang dominan karena memiliki durability atau tingkat keawetan yang tinggi dibanding bahan material lain. Dari sifat yang dimiliki beton itulah menjadikan beton sebagai bahan alternative untuk dikembangkan baik dalam bentuk fisik maupun metode pelaksanaannya. Sebab itu dalam perencanaan ini, dirasa perlu memodifikasi isian panel dinding Pre-cast memiliki spesifikasi yang cukup baik sebagai panel dinding dengan cara menambahkan material baru yang ramah terhadap lingkungan karena sifatnya yang dapat bertumbuh lagi yaitu eceng gondok (Eichhornia crassipe). Untuk mengetahui pengaruh eceng gondok terhadap mutu beton dengan variasi eceng gondok 0,1%, 0,2%, 0,3% dan 0,4% dengan mutu rencan beton adalah fc’ = 20 MPa. Untuk pengujian kuat tekan dan tarik belah jumlah benda uji silinder dengan ukuran 30cm x15cm untuk masing-masing variasi berjumlah 3 buah sedangkan untuk pengujian kuat tarik lentur masing-masing variasi diwakili 5 benda uji balok dengan ukuran 60cm x 15cm x 6cm. Berdasarkan hasil penelitian beton campuran eceng gondok untuk kekuatan tekan dan tarik belah mengalami penurunan dari beton normal sedangkan mengalami kenaikan pada kekuatan tarik lentur dengan prosentase optimum 0,1% sebesar 3,16 MPa. Namun dari hasil penelitian dan analisa ada pengaruh terhdap mutu beton tetapi tidak signifikan.
PENGARUH PEMAKAIAN FLY ASH SEBAGAI CEMENTITIOUS PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN BETON UMUR 28 – 91 HARI Tharsisius Floridus Luan; Mohammad Erfan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.3158

Abstract

Pada dasarnya, fly ash mempunyai bentuk butiran partikel sangat halus sehingga dapat menjadipengisi rongga-rongga (filler) dalam beton sehingga mampu meningkatkan kekuatan beton dan menambahkekedapan beton terhadap air serta mempunyai keunggulan dapat mencegah keretakan halus (crack) padapermukaan beton. Penambahan fly ash pada campuran beton bersifat pozzolan, sehingga bisa menjadi bahantambah mineral yang baik untuk beton. Dalam pembuatan beton pada umumnya, pengujian kuat tekan betondilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari, dimana peramalan kekuatan beton selalu dikonversikan ke umur28 hari, karena dianggap kekuatan beton telah mencapai 100% mutu rencana dan dianggap stabil sampaipada umur seterusnya. Akan tetapi dengan pemakaian fly ash pada beton yang tidak terlepas dari sifat fly ashitu sendiri yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen. Penilitian mencari tahu pengaruh pemakaian flyash pada beton mutu tinggi di umur 28 – 91 hari. Total benda uji sebanyak 50 sampel, dimana 1 variasi umurterdapat 5 sampel. Variasi umur yang diberikan adalah 28 hari, 35 hari, 42 hari, 49 hari, 56 hari, 63 hari, 70hari, 77 hari, 84 hari, dan umur puncak pada 91 hari dengan mutu f’c 50 MPa. hasil pengujian hipotesis dananalisa regresi, dimana thitung = 8,103 > ttabel = 3,182 dengan nilai determinasi (R²) = 89,14%, dankoefisien korelasi (R) sebesar 0,9441. Perubahan kuat tekan beton sebesar 56,93 MPa (13,86%) – 64,52 MPa(29,03%) diatas kuat tekan yang direncanakan f’c 50 Mpa pada umur 28 hari - umur 91 hari denganpemakaian fly ash 40% pada campuran beton. semakin sedikit penggunaan air dan semakin kecil faktor W/C(berat air dibagi berat semen) menghasilkan mutu beton yang tinggi, akan tetapi dengan menggunakansuperplasticizer yang memudahkan proses pengerjaan dan kelecakan (workability) pada campuran tersebut.hal ini dibuktikan dengan tercapainya mutu beton f’c 50 MPa pada umur 28 hari sebesar 56,93 MPa dengannilai faktor air semen 0,316. Kuat tekan maksimum pada umur 91 hari dengan nilai kuat tekan sebesar 64,52MPa dengan persentase kenaikan kuat tekan sebesar 29,03% dari mutu rencana. Hal ini dapat diperkirakanadanya kenaikan kuat tekan diatas 91 hari ditinjau dari arah kurva analisa regresi yang belum stabil.
PEMANFAATAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR 10/10 PADA LAPISAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Sutrisno, Reynaldi; Iskak Imananto, Eding; Erfan, Mohammad
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4196

Abstract

ABSTRAK Perkerasan jalan merupakan bagian dari jalan yang berupa campuran agregat, bahan pengikat dan bahan pengisi (filler). Komposisi material campuran perkerasan aspal mempengaruhi kualitas pada campuran. Penelitian ini memanfaatkan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar pada Campuran ATB, dikarenakan kurangnya pemanfaatan limbah beton. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar 10/10 pada campuran ATB ditinjau dari karateristik Marshall. Kemudian melakukan pembuatan benda uji sebanyak 27 buah dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode Marshall Test di laboratorium bahan kontruksi Teknik Sipil Institut teknologi nasional malang. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh : Agregat limbah beton yang berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang telah memenuhi spesifikasi dan layak digunakan sebagai campuran perkerasan jalan. Penggunaan limbah beton sebagai bahan pengganti agregat kasar 10/10 pada lapisan ATB berpengaruh atau memberikan perbedaan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis, dimana Fhitung > Ftabel. Nilai stabilitas pada kadar limbah beton 0% sebesar 1048,56 kg dan pada kadar limbah beton 100% sebesar 842,41 kg. nilai karakteristik yang diharapkan pada campuran memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh Dinas Bina Marga 2018 seperti nilai stabilitas, flow.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DESAIN STRUKTUR ATAS DAN BAWAH MASJID PUSAT GERAKAN NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO Hadi Surya W; Kartika, Deviani; Erfan, Mohammad; Wahyu Bangkit P
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4603

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa di Indonesia sangat penting, karena banyak wilayahnya yang terletak dalam wilayah gempa mulai dari gempa dengan intensitas kecil hingga besar. Saat ini pembangunan masjid memiliki berbagai macam bentuk dan inovasi. Masjid Pusat Gerakan Nahdlatul Ulama ini terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Direncakan menggunakan metode Sitem Rangka Pemikul Momen (SRPM) dengan menggunakan program bantu berbasis metode elemen hingga. Struktur. Masjid ini menggunakan struktur atas beton bertulang dan struktur atap baja.
Alternatif Perencanaan Gedung Mahad Putra UIN Malang Menggunakan Struktur Baja dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Namudala, Priscila; Priskasari, Ester; Erfan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1256

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Kata kunci: balok , kolom, struktur baja, metode SRPMK, dinamika struktur     Abstract   This research aims to redesign the Mahad Putra Building of State Islamic University (UIN) Malik Ibrahim Malang, where the main structure originally used reinforced concrete and was designed to be a steel structure. To achieve this goal, analysis and calculations are carried out using the SRPMK Method and using the ETABS 2021 Program. This building has 5 floors and the focus of this research is the planning of main beams, secondary beams and columns. The steel material used has an ultimate stress (fu) of 450 MPa, yield stress (fy) of 345 MPa, steel elastic modulus (Es) of 200,000 MPa, shear modulus of 80,000 MPa. Based on the results of analysis and calculation, it is found that the profiles WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 which are used as main beam, secondary beam and column respectively meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Similarly, the structural dynamics in the form of base shear force, eccentricity, deviation, and P-Delta influence meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Keywords: beam, column, steel structure, SRPMK method, structural dynamics
Risiko Ketidakpastian Durasi dengan Metode PERT pada Pekerjaan Struktur Atas Proyek Gedung Bertingkat Karimah, Alfira Dwi; Winanda, Lila Ayu Ratna; Munasih, Munasih; Erfan, Mohammad
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1249

Abstract

Uncertainty in duration often occurs in superstructure work due to the interdependence of activities and dynamic changes in field conditions. Deterministic scheduling methods such as the Critical Path Method (CPM) are considered incapable of representing duration variations realistically, thus requiring a probabilistic scheduling approach. Therefore, this study aims to analyze the duration of superstructure work using the Program Evaluation and Review Technique (PERT) method supported by scheduling using Microsoft Project software. The PERT method was applied through three time estimates, namely optimistic time, most likely time, and pessimistic time, with data obtained through interviews and questionnaires with experienced experts in the field of construction. Based on the analysis results, the actual duration of the project implementation reached 487 days, while the expected duration based on the PERT method was 235 days with a Z-score value of 9.79, resulting in a 47% probability of completion within the expected duration. The significant difference between the ideal duration and the actual conditions in the field indicates a 53% risk of delay that must be faced by the implementer, so that the results of this study can be used as a basis for consideration in determining a more realistic and tolerable project duration. More accurate time planning can be achieved by reducing the risk of delays through controlling and accelerating critical path activities, thereby optimizing the chances of project completion.
STUDI NUMERIKAL SAMBUNGAN BALOK – KOLOM BAJA DENGAN TIPE PELAT UJUNG DIPERPANJANG Tolan, Daniel Juanito; Prikasari, Ester; Erfan , Mohammad
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.65607

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku sambungan balok-kolom baja dengan pelat ujung yang diperkuat dan diperpanjang di bawah pembebanan monotonik dan siklik, dengan mempertimbangkan arah pembebanan di ujung balok. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga menggunakan bantuan perangkat lunak ABAQUS, dengan mengacu pada ketentuan SNI 1729:2020, SNI 7860:2020, AISC 360-22, AISC 341-22, dan FEMA 350. Model sambungan yang dianalisis pada arah sumbu kuat dan lemah kolom menggunakan dua skema pembebanan: beban searah dan berlawanan arah pada ujung balok. Respons sambungan dievaluasi melalui kurva momen-rotasi, distribusi tegangan von Mises ekivalen, pola deformasi, serta kapasitas rotasi sambungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa arah pembebanan memiliki pengaruh signifikan terhadap respons momen-rotasi, stabilitas histeresis, dan mekanisme kegagalan sambungan. Dalam semua skema pembebanan, sambungan hanya mencapai rotasi maksimum 3% dan tidak memenuhi batas rotasi minimum 4% yang ditentukan dalam AISC 341-22, maupun prinsip kolom kuat-balok lemah.
EFFECTS OF ALUMINUM FIBERS ADDITIVE ON THE COMPRESSIVE STRENGTH OF A CONCRETE Sudirman Indra; Nadya Rachma; Mohammad Erfan; Endro Yuwono; Ratri Andinisari
Journal of Infrastructure Planning and Engineering 1-4
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.3.1.2024.1-4

Abstract

Utilizing recycled waste as an additional construction material is an innovation that can reduce the negative environmental impacts caused by waste. One of the wastes that can be utilized in this case is aluminum cans. The use of aluminum fiber in concrete mixtures is appropriate since aluminum is resistant to corrosion or rust. This research aims to determine the effect of adding aluminum fiber on the compressive strength of concrete. The aluminum cans were shaved into fibers with dimensions of 2 x 35 mm. The resulting aluminum fiber is then added into the concrete mixture with a percentage of 0%, 0.05%, 0.075%, 0.1%, and 0.125% of the total volume of the test objects. Tests for compressive strength was then carried out after test specimens were aged for 28 days. The test results showed a peak compressive strength of (20.72 ± 0.35) MPa is observed at the addition of 0.05% aluminum fiber relative to the volume of concrete used for testing. A regression analysis was performed based on the relationship between the amount of aluminum fiber additive and the resulting compressive strength. Based on this analysis, the optimum value for aluminum fiber to be added to the concrete is 0.040% of its volume.
Influence of styrofoam-based additives on the mechanical properties of mortar for concrete roof tile production Indra, Sudirman; Putri, Adinda Yunita; Erfan, Mohammad; Aditama, Vega; Febrianto, Redi Sigit; Andinisari, Ratri
Journal of Infrastructure Planning and Engineering 8-14
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.5.1.2026.8-14

Abstract

Concrete roof tile are widely used as roofing material due to its durability and performance. However, concrete roof tiles have relatively high weight and their production cost limit broader application. This study aims to develop an environmentally friendly lightweight concrete roof tile by adding styrofoam waste as a partial substitute for fine aggregates in the mortar mix. Four percentage variations of styrofoam content were used in making mortar and roof tile samples, which are 0%, 4%, 8%, and 12% relative to the total volume of sample. These variations were chosen to investigate the effect of styrofoam addition on the mechanical and physical properties of mortar and concrete roof tiles. A series of tests were also conducted, such as compressive, tensile, and flexural strength tests of mortar, flexural strength of roof tiles, as well as impermeability and porosity tests of the final products. The results of these tests indicate that the optimal mechanical performance was achieved at 8% styrofoam content, with mortar flexural strength reaching 5.05 MPa and roof tile flexural strength at 4.58 MPa. Although compressive strength declined with increasing styrofoam content, values remained within acceptable limits for non-structural applications. All roof tile samples met the impermeability criteria based on SNI 0096:2007, which states that there must not be water seepage through the samples for approximately 20 hours ± 5 minutes, regardless of their styrofoam content. Finally, it can be concluded that styrofoam can be effectively repurposed as an additive in concrete roof tile production, resulting in a lightweight, cost-effective, and sustainable building material.