Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PEMAKAIAN FLY ASH SEBAGAI CEMENTITIOUS PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN BETON UMUR 28 – 91 HARI Tharsisius Floridus Luan; Mohammad Erfan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.3158

Abstract

Pada dasarnya, fly ash mempunyai bentuk butiran partikel sangat halus sehingga dapat menjadipengisi rongga-rongga (filler) dalam beton sehingga mampu meningkatkan kekuatan beton dan menambahkekedapan beton terhadap air serta mempunyai keunggulan dapat mencegah keretakan halus (crack) padapermukaan beton. Penambahan fly ash pada campuran beton bersifat pozzolan, sehingga bisa menjadi bahantambah mineral yang baik untuk beton. Dalam pembuatan beton pada umumnya, pengujian kuat tekan betondilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari, dimana peramalan kekuatan beton selalu dikonversikan ke umur28 hari, karena dianggap kekuatan beton telah mencapai 100% mutu rencana dan dianggap stabil sampaipada umur seterusnya. Akan tetapi dengan pemakaian fly ash pada beton yang tidak terlepas dari sifat fly ashitu sendiri yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen. Penilitian mencari tahu pengaruh pemakaian flyash pada beton mutu tinggi di umur 28 – 91 hari. Total benda uji sebanyak 50 sampel, dimana 1 variasi umurterdapat 5 sampel. Variasi umur yang diberikan adalah 28 hari, 35 hari, 42 hari, 49 hari, 56 hari, 63 hari, 70hari, 77 hari, 84 hari, dan umur puncak pada 91 hari dengan mutu f’c 50 MPa. hasil pengujian hipotesis dananalisa regresi, dimana thitung = 8,103 > ttabel = 3,182 dengan nilai determinasi (R²) = 89,14%, dankoefisien korelasi (R) sebesar 0,9441. Perubahan kuat tekan beton sebesar 56,93 MPa (13,86%) – 64,52 MPa(29,03%) diatas kuat tekan yang direncanakan f’c 50 Mpa pada umur 28 hari - umur 91 hari denganpemakaian fly ash 40% pada campuran beton. semakin sedikit penggunaan air dan semakin kecil faktor W/C(berat air dibagi berat semen) menghasilkan mutu beton yang tinggi, akan tetapi dengan menggunakansuperplasticizer yang memudahkan proses pengerjaan dan kelecakan (workability) pada campuran tersebut.hal ini dibuktikan dengan tercapainya mutu beton f’c 50 MPa pada umur 28 hari sebesar 56,93 MPa dengannilai faktor air semen 0,316. Kuat tekan maksimum pada umur 91 hari dengan nilai kuat tekan sebesar 64,52MPa dengan persentase kenaikan kuat tekan sebesar 29,03% dari mutu rencana. Hal ini dapat diperkirakanadanya kenaikan kuat tekan diatas 91 hari ditinjau dari arah kurva analisa regresi yang belum stabil.
PEMANFAATAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR 10/10 PADA LAPISAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Sutrisno, Reynaldi; Iskak Imananto, Eding; Erfan, Mohammad
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4196

Abstract

ABSTRAK Perkerasan jalan merupakan bagian dari jalan yang berupa campuran agregat, bahan pengikat dan bahan pengisi (filler). Komposisi material campuran perkerasan aspal mempengaruhi kualitas pada campuran. Penelitian ini memanfaatkan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar pada Campuran ATB, dikarenakan kurangnya pemanfaatan limbah beton. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar 10/10 pada campuran ATB ditinjau dari karateristik Marshall. Kemudian melakukan pembuatan benda uji sebanyak 27 buah dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode Marshall Test di laboratorium bahan kontruksi Teknik Sipil Institut teknologi nasional malang. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh : Agregat limbah beton yang berasal dari Laboraturium Bahan Kontruksi Universitas Negeri Malang telah memenuhi spesifikasi dan layak digunakan sebagai campuran perkerasan jalan. Penggunaan limbah beton sebagai bahan pengganti agregat kasar 10/10 pada lapisan ATB berpengaruh atau memberikan perbedaan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis, dimana Fhitung > Ftabel. Nilai stabilitas pada kadar limbah beton 0% sebesar 1048,56 kg dan pada kadar limbah beton 100% sebesar 842,41 kg. nilai karakteristik yang diharapkan pada campuran memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh Dinas Bina Marga 2018 seperti nilai stabilitas, flow.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DESAIN STRUKTUR ATAS DAN BAWAH MASJID PUSAT GERAKAN NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO Hadi Surya W; Kartika, Deviani; Erfan, Mohammad; Wahyu Bangkit P
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4603

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa di Indonesia sangat penting, karena banyak wilayahnya yang terletak dalam wilayah gempa mulai dari gempa dengan intensitas kecil hingga besar. Saat ini pembangunan masjid memiliki berbagai macam bentuk dan inovasi. Masjid Pusat Gerakan Nahdlatul Ulama ini terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Direncakan menggunakan metode Sitem Rangka Pemikul Momen (SRPM) dengan menggunakan program bantu berbasis metode elemen hingga. Struktur. Masjid ini menggunakan struktur atas beton bertulang dan struktur atap baja.
Alternatif Perencanaan Gedung Mahad Putra UIN Malang Menggunakan Struktur Baja dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Namudala, Priscila; Priskasari, Ester; Erfan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1256

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Kata kunci: balok , kolom, struktur baja, metode SRPMK, dinamika struktur     Abstract   This research aims to redesign the Mahad Putra Building of State Islamic University (UIN) Malik Ibrahim Malang, where the main structure originally used reinforced concrete and was designed to be a steel structure. To achieve this goal, analysis and calculations are carried out using the SRPMK Method and using the ETABS 2021 Program. This building has 5 floors and the focus of this research is the planning of main beams, secondary beams and columns. The steel material used has an ultimate stress (fu) of 450 MPa, yield stress (fy) of 345 MPa, steel elastic modulus (Es) of 200,000 MPa, shear modulus of 80,000 MPa. Based on the results of analysis and calculation, it is found that the profiles WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 which are used as main beam, secondary beam and column respectively meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Similarly, the structural dynamics in the form of base shear force, eccentricity, deviation, and P-Delta influence meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Keywords: beam, column, steel structure, SRPMK method, structural dynamics
Risiko Ketidakpastian Durasi dengan Metode PERT pada Pekerjaan Struktur Atas Proyek Gedung Bertingkat Karimah, Alfira Dwi; Winanda, Lila Ayu Ratna; Munasih, Munasih; Erfan, Mohammad
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1249

Abstract

Uncertainty in duration often occurs in superstructure work due to the interdependence of activities and dynamic changes in field conditions. Deterministic scheduling methods such as the Critical Path Method (CPM) are considered incapable of representing duration variations realistically, thus requiring a probabilistic scheduling approach. Therefore, this study aims to analyze the duration of superstructure work using the Program Evaluation and Review Technique (PERT) method supported by scheduling using Microsoft Project software. The PERT method was applied through three time estimates, namely optimistic time, most likely time, and pessimistic time, with data obtained through interviews and questionnaires with experienced experts in the field of construction. Based on the analysis results, the actual duration of the project implementation reached 487 days, while the expected duration based on the PERT method was 235 days with a Z-score value of 9.79, resulting in a 47% probability of completion within the expected duration. The significant difference between the ideal duration and the actual conditions in the field indicates a 53% risk of delay that must be faced by the implementer, so that the results of this study can be used as a basis for consideration in determining a more realistic and tolerable project duration. More accurate time planning can be achieved by reducing the risk of delays through controlling and accelerating critical path activities, thereby optimizing the chances of project completion.
STUDI NUMERIKAL SAMBUNGAN BALOK – KOLOM BAJA DENGAN TIPE PELAT UJUNG DIPERPANJANG Tolan, Daniel Juanito; Prikasari, Ester; Erfan , Mohammad
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.65607

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku sambungan balok-kolom baja dengan pelat ujung yang diperkuat dan diperpanjang di bawah pembebanan monotonik dan siklik, dengan mempertimbangkan arah pembebanan di ujung balok. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga menggunakan bantuan perangkat lunak ABAQUS, dengan mengacu pada ketentuan SNI 1729:2020, SNI 7860:2020, AISC 360-22, AISC 341-22, dan FEMA 350. Model sambungan yang dianalisis pada arah sumbu kuat dan lemah kolom menggunakan dua skema pembebanan: beban searah dan berlawanan arah pada ujung balok. Respons sambungan dievaluasi melalui kurva momen-rotasi, distribusi tegangan von Mises ekivalen, pola deformasi, serta kapasitas rotasi sambungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa arah pembebanan memiliki pengaruh signifikan terhadap respons momen-rotasi, stabilitas histeresis, dan mekanisme kegagalan sambungan. Dalam semua skema pembebanan, sambungan hanya mencapai rotasi maksimum 3% dan tidak memenuhi batas rotasi minimum 4% yang ditentukan dalam AISC 341-22, maupun prinsip kolom kuat-balok lemah.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SHEAR WALL TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG AKIBAT PENGARUH SEISMIC Basyr Corebima, Zatil Hulwana; Erfan, Mohammad; Aditama, Vega
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.65791

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku struktur untuk mengetahui pengaruh penerapan shear wall pada bangunan gedung Asrama Tsurayya Islamic School. Gedung Asrama Tsurayya Islamic School yang awalnya direncanakan 7 lantai dengan tinggi 25 m dan kemudian direncanakan ulang menjadi 11 lantai dengan tinggi 39 m. Gedung ini berada pada wilayah dengan kategori Seismic D, sehingga memerlukan sistem penahan gaya lateral yang memadai. Oleh karena itu, diterapkan sistem shear wall sebagai elemen struktural untuk meningkatkan kekakuan dan mengendalikan simpangan lateral. Struktur gedung dirancang sebagai sistem beton bertulang dan dianalisis menggunakan pemodelan 3D dengan perangkat lunak ETABS v22 menggunakan metode respons spektrum, dengan membandingkan kondisi tanpa dan dengan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah shear wall diterapkan base shear meningkat signifikan menjadi 10422,7 kN (X) dan 10262,1 kN (Y) akibat peningkatan kekakuan struktur. Selain itu, periode getar alami menurun menjadi 1,11 detik dan simpangan lateral berkurang secara signifikan. Hasil evaluasi sistem ganda, rangka memikul 27,4% gaya geser (X) dan 33,3% (Y), sedangkan shear wall menahan 72,6% (X) dan 66,7% (Y) gaya geser. Hal ini menunjukkan meskipun didominasi oleh shear wall, kontribusi rangka telah memenuhi ≥ 25% sesuai SNI, sehingga sistem ganda dinyatakan memenuhi kriteria dan stabil terhadap beban gempa.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR PADA GEDUNG TOWER 3 ITS MENGGUNAKAN PEREDAM GEMPA TIPE VED Melati Agustine, Rambu Mendhy; Erfan, Mohammad; Sunarwadi, Surya Wibawanto
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.67197

Abstract

Peningkatan ketinggian dan kompleksitas bangunan bertingkat menyebabkan struktur semakin rentan terhadap beban gempa. Oleh karena itu, diperlukan sistem peredaman energi untuk meningkatkan kinerja seismik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi alternatif perencanaan struktur beton bertulang pada Gedung Tower 3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan penerapan Viscoelastic Damper (VED). Analisis struktur dilakukan dengan membandingkan respons seismik gedung tanpa dan dengan VED berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019. Parameter yang dievaluasi meliputi simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan gaya dalam elemen struktur. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan viscoelastic damper mampu mengurangi respons seismik struktur secara signifikan, khususnya pada waktu getar struktur, simpangan antar lantai dan gaya geser dasar. Dengan demikian, penggunaan viscoelastic damper dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kinerja dan keamanan struktur beton bertulang terhadap beban gempa.