Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

GAMBARAN PERMASALAHAN TIDAK TERCAPAINYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASYARAKAT PESISIR KAMPUNG LIKUANG KEPULAUAN SANGIHE Dhito Dwi Pramardika; Meityn Disye Kasaluhe; Yana Sambeka; Wendy Alexander Tanod; Astri Juwita Mahihody
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i2.530

Abstract

Program perilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia sudah berlangsung 26 tahun namun hanya 39,1 persen keluarga di Indonesia yang menerapkan PHBS. Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada paling utara Indonesia dan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan hidup di wilayah pesisir pantai. Sekitar 45,4 persen penduduknya berpendidikan sekolah dasar dan capaian keluarga ber-PHBS tahun 2021 sebesar 18,3 persen. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran permasalahan tidak tercapainya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat pesisir. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan metode survei yang dilaksanakan di Kampung Likuang Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan sampel 124 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data berupa analisis deskriptik dengan distribusi frekuensi.Hasil penelitian yaitu pengetahuan responden mengenai PHBS sebesar 57,3 persen tidak baik, sikap responden mengenai PHBS sebesar 58,1 persen tidak baik dan tindakan responden mengenai PHBS sebesar 51,6 persen baik. Dapat disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan PHBS pada indikator ASI Ekslusif, Air bersih, mencuci tangan, dan kebiasaan merokok. Rendahnya sikap PHBS pada indikator ASI ekslusif, makan sayur dan buah, aktivitas fisik, dan cuci tangan. Kemudian rendahnya tindakan PHBS pada indikator ASI ekslusif, cuci tangan, jamban sehat, dan pemantauan jentik nyamuk. Oleh karena itu, Kampung Likuang perlu dilakukan pembinaan PHBS. Hygiene and Healthy Lifestyle Behavior (HHLB) coaching programs in Indonesia have been going on for 26 years, but only 39.1 percent of families in Indonesia have implemented HHLB (PHBS). The Sangihe Island Regency is located in the northernmost part of Indonesia, and most of it is people who live as fishermen in coastal areas 45.4 percent of the population has an elementary school education, and the achievement of families with HHLB in 2021 is 18.3 percent. Based on it this study aims to describe the problem of unachieved hygiene and healthy living behavior in coastal communities. This research used descriptive research with a survey method in Likuang Village, North Tabukan District, Sangihe Island Regency, with a sample of 124 respondents. Sampling using a purposive sampling technique. The instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis is in the form of descriptive analysis with frequency distribution. The study's results showed that the respondent's knowledge about HHLB was 57.3 percent not good, the respondent's attitude about HHLB PHBS was 58.1 percent not good, and the respondent's actions regarding HHLB were 51.6 percent good. It can be concluded that the common knowledge of HHLB is on the indicators of exclusive breastfeeding, hygiene water, washing hands, and smoking habit. Low HHLB attitude on indicators of exclusive breastfeeding, eating vegetables and fruit, physical activity, and washing hands. Then the low HHLB measures indicators of exclusive breastfeeding, hand washing, healthy latrine, and monitoring of mosquito larvae. Therefore, Likuang Village needs to be fostered by HHLB.
Pengenalan Kegiatan Peregangan Tubuh Sebagai Aktivitas Fisik Dalam Menunjang Pembelajaran Efektif Siswa Sekolah Dasar Dhito Dwi Pramardika; Meityn Disye Kasaluhe; Wendy Alexander Tanod; Ferdinand Gansalangi; Yana Sambeka; Eko Cahyono; Destu Ayu Hapsari
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v0i0.119

Abstract

Background: Teachers as educators have challenges in their student's learning during the transition from a pandemic to a COVID-19 endemic. Therefore, strategies and innovations are needed to improve effective education, especially in increasing concentration and body fitness. This is also a problem faced at SDN Inpres Enemawira, Tabukan Utara District, Sangihe Islands Regency. Based on this, the team aims to introduce body stretching training as a physical activity to support learning more effectively. Methods: This service uses an educational approach with 11 stages of health planning. The data collection technique is an observation method with a success indicator of 80% of students' ability in body stretching developing as expected. This program targets students in grades 4, 5, and 6, held on July 23, 2022, by the service team of the Nusa Utara State Polytechnic. Results: The results of this activity were as many as 18 students participated in the activity. Then the evaluation results showed that the completeness of 88.9% of participants had developed in following and repeating body stretching movements for three repetitions. Conclusion: The introduction of body stretching activities can support learning more effectively than before being introduced to body-trying activities. It can be seen by increasing students' concentration power and physical fitness.
Bra Usage Duration and Breast Cancer Risk: A Case-Control Study Dhito Dwi Pramardika; Meityn Disye Kasaluhe; Siti Barokah
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v5i2.1422

Abstract

Introduction: Breast cancer is a disease feared by most women, with 2.3 million women worldwide being diagnosed with this disease. In 2024, Indonesia will relocate its capital to East Kalimantan Province, which currently has the second-highest (1%) prevalence of breast cancer cases in Indonesia. Objective: Given the increasing prevalence of breast cancer, it is worthwhile to scientifically examine the relationship between the duration of bra usage, age at first bra usage, bra size suitability, and types of bras used in relation to the occurrence of breast cancer. Method: The study design used was a case-control study with a 1:1 ratio of 48 respondents (24 cases and 24 controls) selected through purposive sampling. The analysis employed chi-square and odds ratio tests. Results: The study revealed that the average age of the respondents was 45.25 years. Furthermore, the variables of bra usage duration (OR=2.333), age at first bra usage, bra size suitability, and bra type (OR=0.639) showed no association with the occurrence of breast cancer (α>0.05). Conclusion: This research concludes that there is no association between bra usage and the occurrence of breast cancer in women in East Kalimantan Province. Recommendation: It is suggested to reduce the duration of bra usage to less than 24 hours to minimize the risk factors for breast cancer.
The FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS ENEMAWIRA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Meityn Kasaluhe; Ferdinand Gansalangi; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Dhito Dwi Pramardika; Yana Sambeka
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.555

Abstract

Setiap tahun lebih dari 200 juta anak kurang dari 5 tahun menunjukkan keterlambatan perkembangan dan 86 persen terjadi di negara berkembang. Sekitar 43 persen anak di negara berkembang dikhawatirkan akan mengalami gangguan perkembangan. Salah satu upaya untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan bayi dan balita yaitu dengan deteksi dini penyimpangan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita di Wilayah Puskesmas Enemawira Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel yaitu 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk pada kategori memiliki pendidikan tinggi yaitu sebanyak 73.3 persen. Berdasarkan pendapatan keluarga, 60 persen responden termasuk pada kategori keluarga dengan pendapatan rendah. Berdasarkan karakteristik jumlah saudara, maka sebagian besar subjek penelitian tidak memiliki saudara yakni 56.7 persen. Hasil perhitungan KPSP menunjukkan sebagian besar subjek dalam penelitian ini termasuk pada kategori perkembangan meragukan yakni 60 persen. Secara statistik, tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan status perkembangan anak p value lebih besar dan sama dengan 0.05. Faktor yang tidak berhubungan dengan status perkembangan anak yakni pendapatan keluarga dan jumlah saudara Every year, more than 200 million children under the age of five experience developmental delays, with developing countries accounting for 86 percent of the cases. Developmental disorders are expected to affect approximately 43 percent of children in developing countries. Early detection of developmental abnormalities is one effort to discover the existence of developmental abnormalities in infants and toddlers. This study aims to determine the factors related to child development status in the Enemawira Community Health Center, Sangihe. This research was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling method using convenience sampling with a total sample of 30 respondents The results showed that most of the respondents 73.3 percent belonged to the category of having higher education. Based on family income, 60% of respondents belong to the category of families with low income. Based on the characteristics of the number of siblings, most of the research subjects 56.7 percent did not have siblings. The KPSP calculation results showed that most of the subjects in this study were included in the "doubtful" category 60 percent. The mother's educational level is statistically related to the child's developmental status p value 0.05. while family income and the number of sibling factors were not related to the development of child status, respectively
MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENJADI PEMICU DARI SINDROM DISPEPSIA Dhito Dwi Pramardika; Lilis Khusnul Fatimah; Meityn Disye Kasaluhe
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v18i2.907

Abstract

Faktor makanan sering disebutkan menjadi pemicu dari sindrom dispepsia. Sementara makanan seperti apakah yang dapat memicu sindrom tersebut masih sedikit yang membahas terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh orang Indonesia. Sementara angka prevalensi dispepsia di Indonesia sebesar 49.75%. Kemudian di Indonesia juga banyak memiliki jenis makanan dan minuman yang beragam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis makanan dan minuman yang dapat menjadi pemicu sindrom dispepsia terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun makanan dan minuman yang menjadi variabel dalam penelitian ini seperti makanan pedas, makanan asam, cokelat, teh, kopi, minuman bersoda, gorengan, susu dan daging. Metode yang digunakan dengan pendekatan explanatory yang dilakukan pada 136 responden dengan teknik total sampling. Data jenis makanan dikumpulkan melalui survey konsumsi makanan sementara data dispepsia melalui rekam medik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil peneltian ini yaitu sebesar 69,1% mengalami sindrom dispepsia. Jenis makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda merupakan pemicu dari sindrom dispepsia. Kemudian minuman bersoda merupakan faktor dominan pemicu sindrom dispepsia. Dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pengaturan jenis makanan dan minuman terutama dalam mengurangi dan membatasi jumlah konsumsi dari makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda.
Tinjauan Literatur COVID-19 Pada Ibu Hamil Hinonaung, Jelita Siska herlina; Pramardika, Dhito Dwi; Mahihody, Astri Juwita; Wuaten, Grace Angel; Manoppo, Erick Johans
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 11 No 01 (2021): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v11i01.958

Abstract

Tahun 2020 dunia digemparkan dengan adanya pandemic yang disebabkan dari sebuah virus yang bernama Corona virus Disease-19 (COVID-19). Jenis virus tersebut dapat menyerang manusia siapa saja, termasuk diantaranya adalah ibu hamil. Hasil publikasi mengenai penelitian epidemiologi COVID-19 dalam kehamilan masih sedikit dan virus ini juga menjadi sebuah tantangan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil sehingga perlu untuk mendapatkan perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengetahuan, sikap, dan dampaknya pada ibu hamil yang diakibatkan oleh COVID-19. Jenis penelitian ini merupakan metode studi literature. Sumber data berasal dari data sekunder dari penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil pencarian pada database google scholar dengan kata kunci “COVID-19 ibu hamil”, “COVID-19 kehamilan”, COVID-19 pada ibu hamil” dan “COVID-19 pada kehamilan” yang kemudian data tersebut disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan pada penelitian ini. Data menunjukkan sebagian besar pengetahuan ibu hamil tentang COVID-19 berada pada kategori baik, sikap ibu hamil tentang COVID-19 mayoritas bersikap positif atau baik, dan dampak COVID-19 pada ibu hamil yang paling tinggi yaitu cemas, persalinan dengan operasi sesar, demam, dan batuk. Kesimpulan: ibu hamil memiliki pengetahuan baik, bersikap positif, dan dampak COVID-19 tertingi berupa cemas. Saran perlu adanya pendidikan kesehatan tentang COVID-19 pada ibu hamil secara berulang, serta penanganan COVID-19 disesuaikan indikasi.
Analisis Pola Makan Anak Autis Yayasan Tongkat Musa Indonesia ABK Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019 Pramardika, Dhito Dwi; Susanti, Era; Fitriana, Fitriana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan anak autis Yayasan Tongkat Musa Indonesia ABK Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam kepada 3 orang tua siswa, 1 pengajar yayasan, 1 petugas gizi dan 1 sekretaris Desa Bangun Rejo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini yaitu pola makan dari anak autis yaitu frekuensi makan anak mengikuti nafsu makan atau keinginan anak, porsi makan anak yaitu kurang dari angka kecukupan gizi anak dalam seharinya dan pantang makan makanan yang mengandung gluten dan kasein.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 9-11 Bulan Di Klinik Aminah Amin Tahun 2018 Fitriana, Fitriana; Partijah, Suci; Pramardika, Dhito Dwi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.19

Abstract

Background: Immunization is a way to prevent infections caused by viruses or bacteria. Family support considers it important to administer immunizations to infants. The purpose of this study is to determine the relationship of family support to the completeness of immunization in infants aged 9-11 months at the Aminah Amin Clinic. The population increased by 42 parents with a sample of 21 parents who had babies aged 9-11 months. Samples were taken by accidental sampling technique. Variables that require family assistance and completeness of immunization. Descriptive analytics. Measuring instruments consist of a questionnaire for family support variables and KMS for Immunization Completeness variables. Data analysis used univariate and bivariate analyzes using the Chi-Squar statistical test. Results: Based on the results of statistical calculations, there is a relationship between family support and completeness of immunization in infants aged 9-11 months. Conclusion: There is a relationship between family support and completeness of immunization in infants aged 9-11 months in aminah amen clinic. Researchers hope to support all parties to help the success of a complete basic immunization program
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Makanan Matang Berbahan Lokal Pada Bumil KEK FITRIANA, FITRIANA; Pramardika, Dhito Dwi; Rahmawati, Rahmawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i2.28

Abstract

Ibu hamil KEK berisiko tinggi melahirkan bayi dengan kondisi Berat Badan Lahir Rendah dan menyebabkan kejadian Stunting. Berdasarkan hal tersebut, dibuat program PMT-P melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program PMT-P pada Bumil KEK. Penelitian ini merupakan evaluation research dengan mix method antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif yang dilakukan di Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda pada tahun 2019. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji Wilcoxon bahwa ada perbedaan LiLa sebelum dan sesudah PMT-P pangan lokal pada Bumil KEK dengan p = 0,039. Hasil pada tahap input, proses dan ouput. Kesimpulan penelitian ini yaitu PMT-P berbahan lokal dapat meningkatkan status gizi pada ibu hamil KEK dengan peningkatan LiLa sebesar rata-rata 1,5 cm
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR pramardika, dhitodwi; Melanthon Junaedi Umboh; Gracia Christy Tooy
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v4i2.316

Abstract

Permasalahan sampah merupakan masalah global, termasuk yang dialami Kampung Petta Selatan saat ini. Pengolahan sampah yang dilakukan yaitu dengan cara dibakar, ditimbun dan ada yang dibuang ke dalam saluran pembuangan air limbah (SPAL). Sampah-sampah tersebut berdasarkan sifatnya yaitu 60 persen merupakan sampah organik. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pelatihan dalam pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam pengolahan sampah. Tahapan yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai sifat sampah dan pupuk organik, pelatihan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), pelatihan pembuatan tong komposter semi anaerob yang dilaksanakan hari Sabtu, 12 September 2020 di kantor Kapitalaung Kampung Petta Selatan yang dihadiri 9 orang dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Dari hasil evaluasi pelatihan nilai rata-rata pre post adalah 42,22, dan ketika dilakukan pelatihan maka nilai rata-rata post test adalah 82,22. dari hasil tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata 40 sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. The household waste problem is a global problem, including those was experienced in Petta Selatan village. Waste processing was carried out by burning, dumping and discharge it into the waste water disposal channel (SPAL). Based on those characteristics, 60 percent of those waste was organic waste. Therefore, the community needs to trained in processing household organic waste into Liquid Organic Fertilizer (POC). Those article aim increasing knowledge and community independence in waste processing. A gradual process of counseling on the nature of waste and organic fertilizers, train on making Local Micro Organisms (MOL), train on making semi anaerobic composter vats was held in Saturday, September 12, 2020, at the Kapitalaung office of Petta Selatan village which was attended by 9 (nine) people with the implementation of the Covid-19 prevention protocol. The results of the training evaluation the pre-post average score was 42.22, and when the training was carried out, the post-test average score was 82.22. From this result it is known there is an increasing in knowledge about 40 before training and after training.