Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Relationship Between Anxiety and Work Motivation for Nurses During the COVID-19 Pandemic at Lumajang Islamic Hospital Muhammad Dafid Alfarizy; Suhari; Widya Addiarto
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 5 (2023): October 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i5.108

Abstract

The Covid-19 pandemic in Wuhan has had an impact on the whole world, the incidence of Covid-19 is increasing and increasing the atmosphere of anxiety, and uncertainty, especially for health workers. This study is an analytical descriptive, while the research design is cross-sectional, the data is taken by distributing questionnaires in the form of symptom questions and positive questions, distributed to nurses at the Lumajang Islamic Hospital which will be held from 3 to 6 September 2021 a population of 78 nurses, sample 35 respondents were studied and taken by purposive sampling. Data collection includes coding, editing, and tabulating, then the data is analyzed manually and computer with Spearman rank. COVID-19 cases at the Lumajang Islamic Hospital in 2021 3 nurses who were positive for COVID-19. Of the 35 respondents studied, most (82.9%) were women, while the education level was mostly (65.7%) with Diploma 3 education, most of them (54.3%) > 5 years, the average type of room (34.3%) was in COVID-19 Isolation. and non-Covid-19 Analysis of research results using Spearman rank obtained p 0.05, namely p = 0.045 with r-0.341 which means there is a relationship between anxiety and nurses' work motivation. It is hoped that the Lumajang Islamic Hospital will provide career paths and reward/future guarantees for health workers.
The Effectiveness of Laughter Therapy on Reducing Depression Levels in the Elderly: Literature Review Primasari Mahardhika Rahmawati; Suhari; Akhmad Fajrul Rizqi
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i6.124

Abstract

Depression is a natural feeling disorder caused by cognitive dysfunction characterized by decreased mood and sadness. Laughter therapy is a way to help someone deal with problems such as stress, anger, and boredom. This study aimed to determine the summary of laughter therapy in the elderly. The method used is a literature review in the form of a literature review obtained from the PubMed, Google Scholar, and Garuda Ristekbrin databases. After going through the selection stage using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal, 10 journals were obtained, 9 of which used quasi-experimental studies, and 1 of them used systematic reviews. , stress hormones will decrease and increase feelings of happiness Based on statistical tests showing that the results of all tests were positive, it can be concluded that there is an effect of giving laughter therapy on reducing the level of depression in the elderly after several interventions.
Pengaruh Terapi Accupressure Dengan Menggunakan Minyak Zaitun Terhadap Penurunan Fatigue Pada Pasien Dengan Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang Vidia Puspita Sari; R Endro Sulistyono; Ainul Yaqin Salam; Suhari Suhari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4844

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a clinical syndrome caused by a decline in kidney function. Fatigue in CKD patients occurs due to the kidneys’ inability to produce sufficient erythropoietin (EPO), a hormone necessary to stimulate red blood cell production. This results in decreased oxygen levels in the body, causing fatigue, weakness, and lethargy. Non-pharmacological therapies such as acupressure and olive oil application can stimulate the nervous system and improve energy flow in the body, which help reduc fatigue. This study used a pre-experimental design with a One-Group Pretest and Posttest Design. The Chi-Square test was used for data analysis. The sample consisted of 29 respondents selected through accidental sampling. The intervention involved applying acupressure to specific points on the body of CKD patients hospitalized in the Kenanga Room of dr. Haryoto Lumajang Public Hospital. The intervention was conducted over 3 days, with 3 sessions per day, each lasting 20 minutes. Before the acupressure and olive oil intervention, 7 respondents (24.1%) experienced mild fatigue and 22 respondents (75.9%) experienced severe fatigue. After the intervention, 20 respondents (69%) reported mild fatigue and 9 respondents (31%) still experienced severe fatigue. The results showed a p-value of 0.042 (< 0.05), indicating that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This means there was a significant difference before and after the acupressure combined with olive oil therapy in CKD patients at dr. Haryoto Lumajang Public Hospital. Based on these findings, it is recommended that hospitals, nurses, and patients consider acupressure and olive oil as non-pharmacological therapy options for patients experiencing fatigue.
Determinants Factors Of Social And Self-Stigma In Tuberculosis Patients: A Literature Review Ardho Yuwono Wisnugati; Dodi Wijaya; Suhari Suhari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43692

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Meskipun pengobatan efektif telah tersedia, stigma sosial dan stigma diri tetap menjadi hambatan dalam pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh faktor determinan terhadap stigma sosial dan stigma diri pada pasien TB. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka dengan tiga basis data, yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct, dalam rentang lima tahun terakhir (2020–2024). Pencarian artikel menggunakan kata kunci berbahasa Inggris dengan operator Boolean. Kriteria inklusi meliputi: artikel berbahasa Inggris, dipublikasikan antara 2020–2024, melibatkan pasien TB, dan membahas faktor determinan stigma sosial dan stigma diri. Dari 702 artikel yang ditemukan (PubMed 189, Science Direct 125, dan Google Scholar 388), sebanyak 14 artikel lolos seleksi dan dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil menunjukkan stigma sosial dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang TB, ketakutan akan penularan, diskriminasi, stigma dari keluarga dan teman, serta minimnya dukungan sosial. Stigma diri berkaitan dengan perasaan malu, rendah diri, dan ketakutan akan pengucilan. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan holistik, termasuk edukasi masyarakat, dukungan psikososial, dan kebijakan kesehatan inklusif untuk memutus siklus stigma dan meningkatkan pengendalian TB. Kata Kunci: tuberkulosis, stigma sosial, stigma diri
Pengaruh Inovasi Halo TB Satap Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Di Ruang Pemeriksaan Khusus UPT. Puskesmas Kedungjajang Kabupaten Lumajang Irma Septiani Maulana; Dodik Hartono; Suhari Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.463

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penanganan TBC memerlukan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan berfokus pada pasien. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui inovasi “Halo TB Satap”, yaitu sistem pelayanan satu pintu yang dirancang untuk mempermudah proses pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan pasien TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi Halo TB Satap terhadap tingkat kepuasan pelayanan pada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Sebanyak 32 responden mengalami peningkatan kepuasan, 19 responden tidak mengalami perubahan, dan 1 responden mengalami penurunan kepuasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,959 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan inovasi terhadap peningkatan kepuasan pasien. Peneliti menilai bahwa Inovasi Halo TB Satap dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kepuasan pelayanan, khususnya pada ruang pemeriksaan khusus. Inovasi yang responsif dan terfokus pada kebutuhan pasien dinilai mampu memperbaiki kualitas layanan secara nyata. Inovasi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung program eliminasi TBC.
Kepercayaan dan Ritual Sebagai Penghambat atau Pendukung Dalam Pencegahan Stunting: Studi Literatur Review Badrul Hisyam; Tantut Susanto; Suhari Suhari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23374

Abstract

ABSTRACT Hereditary beliefs and rituals have a significant role in shaping children. Most of these traditions can contribute positively to children's health, but in some cases, beliefs that are not based on science have the potential to hinder stunting prevention efforts. Research Objectives: this study aims to identify the rituals and cultures that play a role in inhibiting or preventing stunting as well as identifying community-based approaches that can be applied. Methods: this study used a literature review design. In the literature selection and evaluation process, the protocol uses Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). The literature search was conducted between September to October 2025 in various journal databases, such as PubMed, Scopus, and Google Scholar, focusing on publications from the last five years (2021-2025) Results: traditional rituals and beliefs support stunting prevention efforts, such as the provision of nutritious, natural foods and the prohibition of the consumption of unhealthy processed foods. However, on the other hand, there are cultural practices that can hinder health interventions, such as the taboo on certain nutritious foods for pregnant women and children under five due to myths that are not based on nutrition science Conclusion: traditional beliefs and rituals have a dual role in stunting prevention. Some traditions support healthy eating and the maintenance of children's nutrition, but there are also beliefs that hinder the implementation of evidence-based health policies. Keywords: Stunting, Beliefs and Rituals, and Prevention of Stunting.  ABSTRAK Kepercayaan dan ritual yang diwariskan secara turun-temurun memiliki peran signifikan dalam membentuk anak. Sebagian besar tradisi ini dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan anak, namun dalam beberapa kasus, kepercayaan yang tidak berbasis pada ilmu pengetahuan justru berpotensi menghambat upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ritual dan budaya berperan dalam menghambat atau mencegah stunting serta mengidentifikasi pendekatan berbasis komunitas yang dapat diterapkan. Metode: penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur. Dalam proses seleksi dan evaluasi literatur, protokol menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan antara September hingga Oktober 2025 di berbagai database jurnal, seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar, dengan fokus pada publikasi dari lima tahun terakhir (2021-2025) Hasil: ritual dan kepercayaan tradisional dukung upaya pencegahan stunting, seperti pemberian makanan alami yang kaya gizi dan larangan terhadap konsumsi makanan olahan yang kurang sehat. Namun, di sisi lain, terdapat praktik budaya yang dapat menghambat intervensi kesehatan, seperti pantangan terhadap makanan bergizi tertentu bagi ibu hamil dan anak balita akibat mitos yang tidak berbasis pada ilmu gizi Kesimpulan: kepercayaan dan ritual tradisional memiliki peran ganda dalam pencegahan stunting. Beberapa tradisi mendukung pola makan sehat dan pemeliharaan gizi anak, namun ada juga kepercayaan yang menghambat penerapan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti. Kata Kunci: Stunting, Kepercayaan Dan Ritual, Pencegahan Stunting.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Ranuyoso Yudhi Anggara Kurniawan; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam; Suhari Suhari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.462

Abstract

Menjadi lansia merupakan salah satu tahap alami dalam siklus kehidupan manusia. Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu dampak dari penuaan yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan pada lansia. Posyandu lansia merupakan program yang bertujuan untuk memantau kesehatan lansia secara efektif, sehingga dapat meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul. Dukungan dari keluarga juga sangat penting dalam meningkatkan motivasi lansia untuk rutin menghadiri posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia sebanyak 62 responden, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan meliputi lembar kuesioner General Self-efficacy Scale (GSES) untuk mengukur self-efficacy, kuesioner modifikasi berdasarkan Nursalam (2019) dan Firdaus (2021) untuk mengukur dukungan keluarga, serta observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho-test. Hasil uji Spearman rho-test menunjukkan nilai ρ-value = 0,000 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga tentang pentingnya kegiatan posyandu lansia dalam memantau kesehatan lansia. Selain itu perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia dalam kegiatan posyandu lansia.