Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Correlation between Parents' Health Behavior and Acceptance of the Covid-19 Vaccine in Children Aged 6-11 Years at Mi Nurul Ulum, Sarikemuning Village, Senduro Suhari, Suhari; Rachmawati, Yulia; Dewanti, Reni Anggun
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1263

Abstract

Vaccines provide protection not only for the people who have been vaccinated but also for the broader community by reducing the spread of disease in a population. Children are a country's future human capital asset, so the COVID-19 pandemic that affects children must be a concern, as must the need for vaccinations appropriate for their age. Health behavior is expected to become a basic reference in the form of a Health Belief Model that combines knowledge and action by individuals or groups referring to health and preventive measures. This study aims to identify the relationship between parental health behavior and acceptance of Covid-19 vaccination in children aged 6-11 years at MI Nurul Ulum, Sarikemuning Village, Senduro. This research uses quantitative research, and the research design uses descriptive correlation, with a cross-sectional design. The total population is 110 parents whose children attend MI Nurul Ulum, Sarikemuning Village, Senduro, Lumajang. The Sampling was 110 people using the Total Sampling technique. The questionnaire data was then analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results of the Chi-Square analysis test show a value of α < 0.05, namely (α = 0.000) which means that there is a correlation between parental health behavior and acceptance of COVID-19 vaccination in children aged 6-11 years at MI Nurul Ulum, Sarikemuning Village, Senduro Lumajang. The OR value of this study was 58,556 which means that parents' health behavior had an effect of 58,556 times on acceptance of the COVID-19 vaccine in children. The conclusion is that there is a correlation between Parental Health Behavior and Acceptance of COVID-19 Vaccination in Children aged 6 -11 Years at MI Nurul Ulum, Sarikemuning Village, Senduro, Lumajang. The results of this research can be used as material for analysis and follow-up plans so that parents' poor health behavior and low acceptance of the Covid-19 vaccine can change for the better so that the achievement of COVID-19 vaccination in children can increase.
MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA PADA PASIEN YANG MENDERITA HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS Suhari, Suhari; Sulistyono, Raden Endro; Fibriansari, Rizeki Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i2.352

Abstract

ABSTRAKPeningkatan penyakit tidak menular (PTM) menjadi tantangan kesehatan di dunia dan Indonesia dalam menjaga kualitas kehidupan pasien. Salah satu PTM, yaitu hipertensi telah menjadi masalah keluarga dalam melakukan perawatan dan pengelolaan kesehatan pasien di rumah serta proses penyembuhan, apalagi pada situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian: Menggambarkan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami hipertensi, khususnya pada aspek manajemen kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Keluhan utama pasien: Ny. R (70 tahun) jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas karena adanya kondisi pandemi dan kesulitan transportasi. Ny. R telah menderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu, sering merasakan kepala terasa berat, tetapi ia tidak tahu cara mengatasinya. Ny. R juga kurang menerapkan protokol kesehatan (memakai masker) dan kurang mendapat dukungan keluarga. Masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif disebabkan oleh kompleksitas program perawatan. Hasil: Intervensi keperawatan melalui kunjungan rumah efektif mengatasi masalah keperawatan, yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif.  Diskusi: Melalui kunjungan rumah, perawat dapat memberikan intervensi, yaitu dukungan koping keluarga dalam menfasilitasi pengambilan keputusan jangka panjang, pemenuhan kebutuhan dasar, dan memberikan informasi fasilitas perawatan kesehatan yang dapat dijangkau oleh keluarga. Kesimpulan: Perawat kesehatan komunitas berperan dalam meningkatkan motivasi dan mengembangkan sikap pasien untuk menggunakan fasilitas perawatan kesehatan. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan melalui kunjungan rumah dapat mengendalikan faktor risiko hipertensi pada lanjut usia (lansia). Kunjungan rumah yang mematuhi protokol kesehatan efektif dilakukan di masa pandemi Covid-19 karena pasien lansia merasa lebih nyaman.Kata Kunci: Covid-19, hipertensi, keluarga Family Health Management in Hypertensive Patients During the Covid-19 Pandemic: A Case Study ABSTRACTThe increase in non-communicable diseases (NCDs) is a health challenge in the world and Indonesia in maintaining patients' quality of life. Hypertension, one of the NCDs, has become a family problem in caring for and managing patients' health at home and in the healing process, especially in the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pandemic. Objective: To describe nursing care for hypertensive clients, especially in family health management through home visits. Primary complaint: Mrs. R (70 years old) rarely went to the Public Health Centre to have her health examined due to the pandemic and transportation difficulties. Mrs. R had been suffering from hypertension since 10 years ago and often had a heavy head feeling, but she did not know how to manage it. Mrs. R also did not apply health protocols (wearing masks) and lacked family support. Family health management nursing was ineffective due to the complexity of the care program. Results: Nursing interventions through home visit has an effect to overcome nursing probem, which was ineffective family health management.  Discussion: Through home visits, nurses can make interventions, namely family coping support in facilitating long-term decision making, meeting basic needs, and providing information on health care facilities that families can reach. Conclusion: Community health nurses play a role in increasing motivation and developing patient attitudes to use health care facilities. Promotive and preventive efforts made through home visits can control risk factors for hypertension in the elderly. Home visits that comply with health protocols are effective during the Covid-19 pandemic because elderly patients feel more comfortable.Keywords: Covid-19, Hypertension, Family
Efektivitas Terapi Hipnotik Lima Jari Pada Gangguan Stres Pasca Trauma Pasca Bencana: Effectiveness Of Five-Finger Hypnotic Therapy With Post-Traumatic Stress Disorder Post-Disaster Rahmawati, Primasari Mahardhika; Pebriyanti, Dwi Ochta; Sulistyono, R. Endro; Suhari
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jbp0t543

Abstract

Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh terjadinya serangkaian peristiwa alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan erupsi gunung. Peristiwa erupsi Gunung Semeru tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi penyintas juga dapat mengalami dampak psikologis jangka panjang dan berpengaruh pada kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Terapi Hipnotik Lima Jari terhadap Post Traumatic Stres Disorder pasca Bencana. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment pre post test dengan responden sejumlah 60 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah relokasi penyintas erupsi semeru Kabupaten Lumajang, dengan menggunakan instrument berupa PCL-C dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2023. Tingkat gejala PTSD secara keseluruhan menunjukkan penurunan setelah dilakukannya intervensi berupa terapi hipnotik lima jari. Terapi hipnotik lima jari ini dapat dinyatakan efektif terhadap penurunan gejala Post Traumatic Stres Disorder (uji Wilcoxon p-Value = 0.039, α 5%), yang bermakna terdapat perbedaan PTSD pre dan post diberikan terapi hipnotik lima jari. Hasil penelitian diharapkan mampu mempermudah pengembangan intervensi keperawatan khususnya yang berkaitan dengan penurunan tingkat kecemasan. Terapi hipnotik lima jari ini dapat dinyatakan efektif terhadap penurunan gejala Post Traumatic Stres Disorder. Terapi hipnotik lima jari mampu mengalihkan pemikiran seseorang yang sedang mengalami trauma.
IDENTIFICATION OF FARMER INTEGRATED EMERGENCY RISK BASED ON AGRICULTURAL NURSING Suhari, Suhari; Mashuri, Mashuri; Abidin, Zainal
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2021): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan July-December 2021
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v10i2.229

Abstract

Abstract Objective: The aim of the study was to identify the integrated emergency risks of farmers based on nursing models in the agricultural area of Lumajang, Indonesia.Materials and Methods: A quantitative design with a descriptive approach was performed through the identification of threats, vulnerabilities, and capabilities in 357 farmers in integrated emergency response with cluster sampling techniques. Data was collected through questionnaires, interviews, and focus group discussions. Data analysis was carried out using the Job Safety Analysis scoring method of the Australian and New Zealand Standard on Risk Management. Results: The emergency risk of farmers based on agricultural nursing was the high category, the highest threat was direct contact with chemicals (95%), the highest contact chemicals are insecticides (57%), frequency of contact once a week (44%), and the highest vulnerability not having employment insurance (97%), the length of farming > 10 years (65%) and the length of work in 1 month 10-20 days (48%), long work on land 8-10 hours (5%) and no holiday in a month (20%), while the capability of farmers in first aid to accidents was low (44%).Conclusion: The emergency risk of farmers in Lumajang was high and the capability for emergency-response based on agricultural nursing was low. Keywords: Threats, vulnerabilities, capabilities, emergencies, farmers, agricultural nursing
The Effect of Distraction Therapy in Reducing Children's Anxiety During Circumcision: Pengaruh Terapi Distraksi dalam Mengurangi Kecemasan pada Anak yang Disunat Rahmawati, Primasari Mahardhika; Sulistyono, R. Endro; Suhari; Ochta Pebriyanti, Dwi
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 2 No. 1 (2024): May (2024)
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v2i1.159

Abstract

Circumcision or circumcision is a surgical procedure that involves removing all or part of the foreskin of the penis with the aim of keeping the vital area clean so that it is not easily infected. By 2020, 85% of boys will be circumcised, equating to around 8.7 million boys annually. The circumcision rate will increase along with population growth in Indonesia. Most children who undergo circumcision will encounter obstacles such as fear, crying, refusing to enter the room and having to ask their parents to accompany them when they want to enter the room. This shows that there are fundamental problems in children who will be circumcised. Anxiety is one of the things a child will face before being circumcised. Anxiety can cause prolonged trauma, causing children to experience stressor crises. The cause of anxiety is pain and fear during the circumcision process. Often parents and medical personnel think this is trivial, but in fact if left unchecked it will have a serious impact on the child's mental condition. Distraction therapy is an example of therapy that can help reduce a child's anxiety about circumcision. Children who are circumcised will naturally feel afraid and anxious, so play therapy is carried out to reduce these feelings of anxiety. This therapy involves diverting attention to the child who will be circumcised. The goal is to change the child's orientation and thinking, which was initially focused on circumcision, towards the proposed therapy. This will create a feeling of security and comfort, thereby helping the circumcision process run smoothly.
Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Metode Phacoemulsifikasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Instalasi Bedah Sentral Putri Riskiya Anandika; Suhari; Yulia Rachmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 6 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cemas sering kali timbul ketika seseorang akan menghadapi suatu tindakan medis/ pembedahan. Tindakan operasi katarak merupakan salah satu tindakan yang akan menimbulkan kecemasan. Pemberian edukasi tentang informasi pesiapan, prosedur tindakan dan perawatan setelah operasi secara lengkap dan benar akan mengurangi kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian edukasi tentang metode phacoemulsifikasi terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-experiment pendekatan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah pasien pre operasi katarak metode phacoemulsifikasi sebanyak 30 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan Lembar Kuisoner, untuk Uji Analisa data menggunakan Wilcoxon Test, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai April 2023. Hasil uji analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon test didapatkan nilai (P<0,005) yaitu (p=0,002) yang berarti bahwa ada Pengaruh Pemberian Edukasi Metode Phacoemulsifikasi terhadap tingkat kecemasan pasien Pre operasi katarak di Instalasi Bedah sentral RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Diharapkan edukasi dapat menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan membuat Standart Operasional Prosedur (SOP) edukasi secara terstruktur oleh perawat di poli mata sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecemasan pre operasi pada pasien dimana tindakan pembedahan pada mata khususnya katarak lebih sering terjadi pada lansia
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Dengan Kepuasan Keluarga Pasien Di Ruang Perintologi Rumah Sakit Islam Lumajang Erica Sroka; Suhari; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 6 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan keperawatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketepatan dalam memberikan pelayanan tetapi dengan membina hubungan komunikasi yang dapat memeberikan kenyamanan pada pasien dan keluarga. Perawat perlu memiliki keterampilan berkomunikasi secara baik dalam menjalankan perannya sehingga dapat menentukan keberhasilan pelayanan atau asuhan keperawatan yang profesional dengan memperhatikan kebutuhan holistik klien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian digunakan diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 responden dengan pengambilan sampling menggunakan tenik Accidental Sampling dan uji analisi menggunakan uji sperman rho test. Hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi yang dimiliki perawat memiliki kategori baik sebanyak 28 responden (70%) dan tingkat kepuasan keluarga yang di rawat kategori puas sebanyak 26 responden (65%). Hasil uji analisis Spearman's rho menunjukkan nilai α<0,05, yaitu ( 0,000) yang berarti bahwa ada Hubungan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Islam Lumajang. Diharapkan perawat dapat meningkatkan komunikasi terapeutik agar dapat meningkatkan kepuasan pasien maupun keluarga pasien dengan cara, bersikap sopan, memperkenalkan diri sebelum interaksi dan menjelaskan tujuan ketika datang ke pasien
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET TINGGI PROTEIN DAN KECEMASAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH LUMAJANG Aini, Nur Safitri; Suhari, Suhari; Ro'isah, Ro'isah
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.377

Abstract

Kepatuhan diet tinggi protein dan kontrol kecemasan sangat berperan dalam penyembuhan luka DM pada pasien DM yang terdapat luka. Penderita yang mengalami diabetes melitus sangat berisiko terjadinya ulkus atau gangren serta berisiko untuk dilakukan amputasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet tinggi protein dan kecemasan dengan penyembuhan luka DM di rumah sakit umum Muhammadiyah Lumajang. Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh pasien DM yang terdapat luka sebanyak 30 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner kepatuhan diet nutrisi, kecemasan dan obserasi luka DM, untuk analisa data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan kepatuhan diet cukup patuh sebanyak 16 responden (53,3%), kecemasan diperoleh cemas sedang sebanyak 13 responden (43,3 %) dan penyembuhan luka diperoleh belum sembuh sebanyak 17 ( 56,7 %). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,002 dapat disimpulkan p < α ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet tinggi protein dengan penyembuhan luka. Ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan penyembuhan luka p = 0,006 ( p < α ).Uji analisis dengan menggunakan uji regresi kepatuhan dengan penyembuhan luka mempunyai nilai OR 26,02 artinya kepatuhan diet tinggi protein yang dilaksanakan dengan patuh mempunyai peluang 26,02 kali menghasilkan penyembuhan luka yang sembuh setelah dikontrol oleh kecemasan. Diharapkan pasien DM yang terdapat luka mematuhi diet tinggi protein, keluarga membantu dalam mendampingi dan memantau diet tinggi protein, pasien bisa mengontrol kecemasan dengan teknik relaksasi dan yakin bahwa luka yang diderita bisa sembuh.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN SPIRITUALITAS DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA PASIEN GONORE DI KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG Wardoyo, Wardoyo; Isnawati, Iin Aini; Suhari, Suhari
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.379

Abstract

Gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual yang penyebarannya sangat dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko. Religiusitas dan spiritualitas dipandang sebagai faktor yang dapat mempengaruhi keputusan moral individu, termasuk dalam perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan spiritualitas dengan perilaku seks bebas pada pasien gonore (GO) di Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan pengumpulan data melalui angket/kuesioner. Populasi sebanyak 35 respoden dan Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang dipilih dengan metode total sampling. Uji analisis dengan menggunakan uji Spearmank rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat religiusitas yang kurang baik sebanyak 20 responden (57,1%) dan tingkat spiritualitas yang kurang baik juga sebanyak 20 responden (57,1%). Selain itu, perilaku seks bebas dalam kategori negatif ditemukan pada 22 responden (62,9%). Analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dan perilaku seks bebas dengan nilai α < 0,05 (0,000). Hasil yang sama juga ditemukan pada hubungan antara spiritualitas dan perilaku seks bebas, dengan nilai α < 0,05 (0,000). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya tingkat religiusitas dan spiritualitas berkaitan dengan tingginya perilaku seks bebas negatif pada pasien gonore. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pendidikan religius dan spiritual untuk mengurangi perilaku seksual berisiko pada pasien gonore.
HUBUNGAN PENERIMAAN IBU HAMIL DENGAN KESIAPAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG Ardiana, Yosinta Dwi; Isnawati, Iin Aini; Suhari, Suhari
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.395

Abstract

Penerimaan ibu hamil merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir. Kesiapan ini penting untuk memastikan kesejahteraan bayi serta mendukung proses transisi peran ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan ibu hamil dengan kesiapan perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 88 responden melakukan pemeriksaan di poli kandungan Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Self Acceptance Scale Pregnant Women (SAS-PW) dan kuesioner Kesiapan Bayi Baru Lahir. Analisis data menggunakan uji pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan ibu hamil yang tinggi (55,7%) dan hasil pengukuran kesiapan perawatan bayi baru lahir 84,1%. Hasil analisis data menggunakan uji pearson product moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan ibu hamil dengan kesiapan perawatan bayi baru lahirdi Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang dengan ρ-value = 0,0001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerimaan ibu hamil, semakin tinggi pula kesiapan mereka dalam merawat bayi baru lahir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan ibu hamil dengan kesiapan perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang. Semakin tinggi tingkat penerimaan ibu hamil, semakin besar pula kesiapan mereka dalam merawat bayi baru lahir. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi yang berfokus pada peningkatan penerimaan ibu hamil, untuk memastikan kesiapan yang optimal dalam merawat bayi baru lahir dan mendukung kesejahteraan ibu serta bayi