Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Dasar

INTEGRASI INDIGENOUS KNOWLEDGE MELALUI ETHNOBOTANY DAN ETHNOECOLOGY TANAMAN LOKAL KASEPUHAN CIPTAGELAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS di SD Dhea Adela; I Wayan Suastra; Ida Bagus Putu Arnyana
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 11, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v11i2.977

Abstract

Abstract: One of the Sunda indigenous communities is Kasepuhan Ciptagelar, which is situated in Sukabumi Regency, West Java Province. This community has a long-standing traditional system, one of which is self-sufficiency in food. By planting rice to preserve it, this is done in order to be able to provide for household necessities. This is inextricably linked to conventional rice management routines. The community's capacity for survival, growth, and sustainability is a result of this indigenous knowledge. This can be material for the development of science learning in elementary schools on the basis of local wisdom through ethnobotany and ethnoecology learning. This research method uses a qualitative approach with an ethnographic design. Participatory observation, semi-structured interviews, and documentation were used as data gathering methods. The study's findings demonstrate that Kasepuhan Ciptagelar's special feature is its custom of commemorating its rice crops, such as ngaseuk, mipit, nganyaran, ponggokan, and serentaun during a single growth cycle. With the value of indigenous knowledge, it can be implemented through learning science in elementary schools, especially for local science through ethnobotany and ethnoecology lessons.Keywords: Local Wisdom, Ethnobotany, Ethnoecology, Science Learning  Abstrak: Kasepuhan Ciptagelar adalah salah satu penduduk asli negara Sunda dan tinggal di Kabupaten Sukabumi di provinsi Jawa Barat. Desa ini memiliki sistem tradisional yang bertahan turun temurun, salah satunya swasembada pangan. Cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan menanam padi untuk menyelamatkannya. Hal ini tidak terlepas dari ritual adat bercocok tanam padi. Kearifan lokal inilah yang memungkinkan masyarakat dapat bertahan hidup, berkembang dan berkelanjutan (sustainable development). Hal ini dapat menjadi bahan pengembangan pembelajaran IPAS di SD dengan basis kearifan lokal melalui pembelajaran etnobotani dan etnoekologi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri Kasepuhan Ciptagelar antara lain tradisi menghormati hasil produksi negara berupa beras: ngaseuk, mipit, nganyaran, ponggokan dan Serentaun dalam satu musim tanam. Dengan nilai indigenous knowledge tersebut dapat diimplementasikan melalui pembelajara IPAS di SD khusunya untuk science lokal melalui pembelajaran etnobotani dan etnoekologi.Keywords: Kearifan Lokal, Ethnobotany, Ethnoecology, Pembelajaran IPAS
STUDI LITERATUR PEMAANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN MINAT SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP CERITA RAKYAT Putri Rahayu, Delia; Adela, Dhea
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i2.4537

Abstract

Abstract:  The purpose of this study is to explore various studies that discuss the application of social media in the learning process, particularly as a tool to increase elementary school students' interest in folklore. The research method used was a literature review, analyzing several relevant journals, scientific articles, and research reports from 2021 to 2023. The results of this study indicate that social media can be used as an interactive and engaging learning tool to introduce folklore to elementary school students. Through platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok, educators can upload short videos, animations, or digital performances about folklore. This can stimulate curiosity and increase student engagement in cultural literacy activities. It can also be used as a means to increase elementary school students' interest in folklore, given the relatively high level of social media use among elementary school students. Keywords: Social media, Student interest, Folklore   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai hasil kajian yang membahas penerapan media sosial dalam proses belajar, terutama sebagai alat untuk meningkatkan minat siswa SD terhadap cerita rakyat. Metode penelitian yang diterapkan adalah tinjauan Pustaka (Study Literature)  dengan menganalisis beberapa jurnal, artikel ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu 2021 hingga 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang interaktif dan menarik dalam memperkenalkan cerita rakyat kepada siswa SD. Melalui platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, para pendidik bisa mengunggah video singkat, animasi, atau pertunjukan digital tentang cerita rakyat yang dapat merangsang rasa ingin tahu dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas literasi budaya, serta dapat digunakan sebagai sarana meningkatkan minat siswa sekolah dasar pada cerita rakyat, mengingat penggunaan media sosial di kalangan siswa sekolah dasar cukup tinggi. Kata Kunci: Media sosial, Minat siswa, Cerita rakyat