Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Stimulasi Daya Ingat Latihan Memori Sesuai Intervensi Keperawatan untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia di Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Padu Wau Maumere Nababan, Sudarwati; Aran, Maria Lambertina Barek; Wijayanti, Anggia Riske
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JPMII - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.292

Abstract

Secara fisiologis lansia mengalami penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif berkaitan erat dengan kemampuan otak dalam menyimpan ingatan. Lansia di Seksi kesejahteraan soial lanjut usia Paduwau dengan penurunan daya ingat, mengalami disorientasi waktu dan orang, lansia sering lupa minum obat, lupa meletakkan barang milik pribadinya hal ini menjadi penyebab perselisihan di wisma. Kegiatan stimulasi daya ingat berupa latihan memori sesuai intervensi keperawatan, Observasi Terapeutik Edukasi dan Kolaborasi (OTEK), untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia.  Intervensi terapeutik latihan memori berupa terapi aktivitas kelompok kuis berhadiah dan brain gym. Sasaran 35 lansia dengan gangguan kognitif ringan dan gangguan kognitif berat. Fungsi kognitif lansia sebelum dan sesudah stimulasi diukur menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) yang telah dimodifikasi bertema Indonesia. Hasil pemeriksaan, lansia dengan kognitif normal sebelum stimulasi daya ingat sebesar 44% meningkat menjadi 50%, lansia dengan kategori gangguan kognitif ringan sebelum stimulasi sebesar 30% menurun menjadi 29%, lansia dengan kategori kognitif berat sebelum stimulasi sebesar 26% menurun menjadi 21%. Stimulasi daya ingat berupa latihan memori sesuai intervensi keperawatan sebagai salah satu alternatif terapi untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia.
Pemberdayaan Kader Tuberkulosis untuk Meningkatkan Cakupan Investigasi Kontak dan Upaya Perbaikan Mutu Layanan Tuberkulosis Sadipun, Donatus Korbianus; Nancy, Maria Nona; Nababan, Sudarwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.713

Abstract

Kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru selama tiga tahun terakhir sejak 2022 (33 kasus) hingga 2024 (42 kasus) ditambah kasus putus obat dan kekambuhan tertinggi di tahun 2024 sebanyak 7 kasus. Kondisi ini berkaitan erat dengan sumber daya manusia.  Permasalahan dalam memberantas penyakit tuberkulosis di UPT Puskesmas Beru adalah belum adanya kader tuberkulosis. Kurangnya tenaga kesehatan yang tersedia berdampak juga terhadap kesulitan mendeteksi dini gejala tuberkulosis atau kesulitan dalam penemuan kasus ditambah dengan beberapa desa yang sulit dijangkau. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas sumberdaya kesehatan, membentuk kader tuberkulosis, mengintegrasikan aspek pelayanan dengan mindfulness spiritual, memecahkan permasalahan kesehatan pasien tuberkulosis berbasis riset. Metode  yang  digunakan  dalam  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  adalah  dengan  cara sosialisasi pada tenaga kesehatan dan kader, pelatihan, dan pendampingan serta monitoring  pelaksanaan.  Pelaksanaan  kegiatan  pengabdian  masyarakat  meliputi  tahap persiapan,  pelaksanaan,  dan  evaluasi. Hasil  kegiatan  pengabdian  masyarakat  bagi  tenaga  kesehatan dan kader kesehatan  (peningkatan keterampilan teknis, efisiensi dalam penyusunan asuhan keperawatan, dan ketersediaan panduan pembelajaran), bagi kader tuberkulosis  (legalitas  formal,  peningkatan  kapasitas  kader,  kemampuan  operasional  yang  mandiri,  dan peningkatan  empati  dan  spiritualitas). Kegiatan  pengabdian  kepada masyarakat  telah  terlaksana  dengan  baik,  kader  tuberkulosis  telah  terbentuk,  para  tenaga  kesehatan  dan  kader tuberkulosis  telah  memahami  materi  yang  disampaikan.  Para  kader  juga  telah  mampu  melakukan  deteksi  dini masalah tuberkulosis. Program ini diharapkan dapat membekali kader agar mampu dan berpartisipasi aktif dalam upaya penanganan pasien tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Beru.