Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN KELELAWAR DI KEBUN RAYA CIBINONG, KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI SOEKARNO, BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) Dwijayanti, Endah; Purnama, Indra; Atmowidi, Tri; Priawandiputra, Windra; Rianti, Puji; Kurnianingsih; Supriatna, Nanang
Berita Biologi Vol 22 No 2 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1676

Abstract

Kebun Raya Cibinong merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Bogor yang membentuk asosiasi vegetasi mirip dengan ekosistem hutan alam sehingga menjadi habitat berbagai jenis hewan termasuk kelelawar. Belum pernah dilakukan inventarisasi jenis kelelawar di Kebun Raya Cibinong, padahal kelelawar memiliki jasa ekologi penting di kawasan urban. Koleksi kelelawar dilakukan dengan menggunakan jaring kabut/mist net yang dipasang di lima titik pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan 76 individu kelelawar famili Megachiroptera yang termasuk ke dalam tujuh spesies yaitu Cynopterus brachyotis (38 individu), C. horsfieldii (3 individu), C. sphinx (10 individu), C. titthaecheilus (5 individu), Cynopterus sp. (3 individu), Macroglossus sobrinus (15 individu) dan Rousettus leschenaultii (2 individu). Hasil perhitungan indeks keragaman Shannon-Wiener didapatkan nilai antara 0,47–1,55; indeks kekayaan spesies Margalef berkisar antara 0,42–1,67. Kelimpahan kelelawar di Kebun Raya Cibinong cenderung merata dengan indeks kemerataan (Eveness) 0,62. Tidak ada spesies yang dominan dengan nilai indeks dominansi sebesar 0,31.
ANALISIS UJI MEKANIK DAN STRUKTUR MAKRO DAN MIKRO TERHADAP MATERIAL KOMPOSIT DENGAN ARAH ACAK SERAT AMPAS TEBU Asmeati, Asmeati; Ali, Muhammad Yusuf; Purnama, Indra; Paloboran, Marthen
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 9, Issue 2, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari dua komponen atau lebih yang memiliki karakteristik ringan dan relatif kuat. Penelitian ini mengunakan serat ampas tebu (baggase) yang banyak dihasilkan di pabrik pengolahan gula tebu. Treatment serat ampas tebu dengan direndam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam untuk menghilangkan gabus/lilin yang menempel pada serat.Metode pencetakan dengan hand lay up. Dengan matrik epoxy dan hardener, dengan penyusunan serat secara acak, dengan variasi serat 20 gram,30 gram dan 40 gram. Sifat mekanik yang diuji yaitu uji tarik,hasil uji tarik tertinggi di dapat pada vraksi volume serat 40 gram dengan nilai tarik rata-rata 40.833 Mpa.dengan rata-rata patahan pada pengamatan struktu makro yang terjadi setelah di uji tarik adalah patah pada permukaan (fiber pool out), dan pada pengujian mikro adapun rata-rata ukuran partikel pada sampel 20 gram pada magnitude 1000x adalah 10,74 μm, pada 30 gram sebesar 10,23 μm dan pada sampel 40 gram sebesar 8,72μm.