Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN KELELAWAR DI KEBUN RAYA CIBINONG, KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI SOEKARNO, BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) Dwijayanti, Endah; Purnama, Indra; Atmowidi, Tri; Priawandiputra, Windra; Rianti, Puji; Kurnianingsih; Supriatna, Nanang
Berita Biologi Vol 22 No 2 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1676

Abstract

Kebun Raya Cibinong merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Bogor yang membentuk asosiasi vegetasi mirip dengan ekosistem hutan alam sehingga menjadi habitat berbagai jenis hewan termasuk kelelawar. Belum pernah dilakukan inventarisasi jenis kelelawar di Kebun Raya Cibinong, padahal kelelawar memiliki jasa ekologi penting di kawasan urban. Koleksi kelelawar dilakukan dengan menggunakan jaring kabut/mist net yang dipasang di lima titik pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan 76 individu kelelawar famili Megachiroptera yang termasuk ke dalam tujuh spesies yaitu Cynopterus brachyotis (38 individu), C. horsfieldii (3 individu), C. sphinx (10 individu), C. titthaecheilus (5 individu), Cynopterus sp. (3 individu), Macroglossus sobrinus (15 individu) dan Rousettus leschenaultii (2 individu). Hasil perhitungan indeks keragaman Shannon-Wiener didapatkan nilai antara 0,47–1,55; indeks kekayaan spesies Margalef berkisar antara 0,42–1,67. Kelimpahan kelelawar di Kebun Raya Cibinong cenderung merata dengan indeks kemerataan (Eveness) 0,62. Tidak ada spesies yang dominan dengan nilai indeks dominansi sebesar 0,31.
Analisis Kualitas Kimia pada Air Saluran Primer II di Kecamatan Morosi Muslihin, Hasrimin; Jayadipraja, Erwin Azizi; Purnama, Indra
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i3.1059

Abstract

Meningkatnya aktivitas pertambangan di Kecamatan Morosi berpotensi mencemari kualitas air, khususnya dari aspek kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia air sungai pada Saluran Primer II yang berada di wilayah tersebut, dengan fokus pada parameter logam berat yaitu Timbal (Pb), Kromium Heksavalen (Cr⁶⁺), Kadmium (Cd), Arsen (As), dan Nikel (Ni). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional survey yakni pengambilan sampel di dua titik, yaitu hulu dan hilir saluran air sungai. Analisis laboratorium dilakukan dengan metode Spektrometri Serapan Atom (AAS), dan hasilnya dibandingkan dengan baku mutu kualitas air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh parameter logam berat (Pb, Cr⁶⁺, Cd, As, dan Ni) pada kedua titik masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan. Nilai yang diperoleh adalah Pb < 0,006 mg/L, Cr⁶⁺ < 0,01 mg/L, Cd < 0,006 mg/L, As < 0,0002 mg/L, dan Ni < 0,03 mg/L. Meskipun demikian, seluruh logam tersebut bersifat toksik, persisten, dan bioakumulatif, sehingga tetap berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kesimpulannya, kualitas kimia air pada Saluran Primer II masih memenuhi baku mutu air kelas II, namun pengawasan ketat dan pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan. Upaya edukasi masyarakat dan penerapan teknologi mitigasi pencemaran seperti fitoremediasi dan bioadsorpsi perlu ditingkatkan.
ANALISIS UJI MEKANIK DAN STRUKTUR MAKRO DAN MIKRO TERHADAP MATERIAL KOMPOSIT DENGAN ARAH ACAK SERAT AMPAS TEBU Asmeati, Asmeati; Ali, Muhammad Yusuf; Purnama, Indra; Paloboran, Marthen
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 9, Issue 2, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari dua komponen atau lebih yang memiliki karakteristik ringan dan relatif kuat. Penelitian ini mengunakan serat ampas tebu (baggase) yang banyak dihasilkan di pabrik pengolahan gula tebu. Treatment serat ampas tebu dengan direndam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam untuk menghilangkan gabus/lilin yang menempel pada serat.Metode pencetakan dengan hand lay up. Dengan matrik epoxy dan hardener, dengan penyusunan serat secara acak, dengan variasi serat 20 gram,30 gram dan 40 gram. Sifat mekanik yang diuji yaitu uji tarik,hasil uji tarik tertinggi di dapat pada vraksi volume serat 40 gram dengan nilai tarik rata-rata 40.833 Mpa.dengan rata-rata patahan pada pengamatan struktu makro yang terjadi setelah di uji tarik adalah patah pada permukaan (fiber pool out), dan pada pengujian mikro adapun rata-rata ukuran partikel pada sampel 20 gram pada magnitude 1000x adalah 10,74 μm, pada 30 gram sebesar 10,23 μm dan pada sampel 40 gram sebesar 8,72μm.